Home Inspirasi 7 Cara Menghadapi “Writer’s Block” Ala Saskia Ratry Arsiwie

7 Cara Menghadapi “Writer’s Block” Ala Saskia Ratry Arsiwie

105

Mahasiswi Jurusan Biologi Fakultas MIPA UNJ Angkatan 2015 ini, telah menerbitkan buku ketika masih duduk di bangku kelas 11 SMA. Dan tahun ini, ia akan meluncurkan buku terbarunya yang keempat dengan judul “#KidsZamanNow: Maunya Muda Foya-Foya, Mati Masuk Surga.”

Ialah Saskia Ratry Arsiwie, gadis introvert yang menyukai dunia tulis menulis sejak SMA. Dikarenakan mendapat banyak tantangan dan motivasi, Saskia memutuskan untuk terus menulis sampai akhir hayatnya.

Banyak orang menyarankan agar ia masuk ke jurusan sastra Indonesia UNJ, tapi Saskia lebih memilih jurusan Biologi. Bukan karena tak cinta dengan sastra, melainkan ia yakin melalui Biologi akan ada banyak hal unik yang dapat diulis.

Selain kuliah, Saskia juga aktif menjadi associate trainer di sebuah lembaga bernama Generasi Berdaya Training Center, dan sejauh ini ia telah menuliskan tiga buku solo.

Baca juga: Saskia Ratry Arsiwie, Mahasiswi UNJ Yang Baru Saja Merilis Buku “Faith, Attitude, And Love”

Salah satu motivasi yang paling Saskia ingat adalah perkataan dari Arry Rahmawan, seorang penulis buku, yang mengatakan, “Kalau kamu mau jadi seorang public speaker, akan lebih baik kalau kamu jadi seorang penulis dulu, Sas. Kenapa? Karena dengan menulis, audience akan lebih percaya dan yakin dengan apa yang kamu omongin nanti.”

Nah sobat UNJKita.com, berikut ini Saskia berbagi tujuh cara menghadapi writer’s block yang dirangkum dari Rubrik (Ruang Terbuka UNJKita) Edisi Mahasiswa UNJ Penulis Buku pada tanggal 18 Maret 2018 lalu.

Writer’s Block adalah kondisi dimana seseorang tiba-tiba kehilangan kemampuan untuk mengembangkan ide menjadi tulisan atau malah tidak mempunyai ide sama sekali alias stuck.

Apakah kamu pernah mengalaminya?

Yuk, disimak, 7 Cara Menghadapi Writer’s Block Ala Saskia Ratry Arsiwie!

1. Memiliki Niat dan Motivasi yang Kuat

Menulis haruslah diawali dari niat dan motivasi yang kuat.

“Kalau niat sudah kuat, insyaAllah mau writer’s block serumit apapun pasti ujung-ujungnya balik lagi nulis kok,” kata Saskia.

2. Berhenti Menulis dan Perbanyak Membaca Buku

Menurut Saskia, Writer’s Block adalah hal yang wajar terjadi.

“Biasanya saya kalau misalnya gak mood atau mentok, ya berhenti menulis dulu, jangan dipaksa!” ungkap Saskia.

Cobalah mencari kesibukkan yang lain, karena biasanya dari situlah ide-ide menulis akan muncul.

Nah, Sakia membiasakan dirinya untuk menjadwal kegiatan menulis. Namun tak dipungkiri, ia menyesuaikan mood dan juga ide yang ada. Kalau lagi buntu, tandanya harus lebih banyak membaca buku lagi.

3. Menulis Secara Lepas

Ketika menulis biasakan untuk menulis secara lepas, maksudnya jangan sambil mengedit tulisan yang sedang kita tulis. Biasanya itulah hal yang menjadi salah satu block kenapa kita bisa mentok ketika sedang membuat tulisan.

Menurut Saskia, karena menulis dan mengedit adalah dua hal yang berbeda.

4. Jadikan Habit dan Jangan Merasa Terbebani

Ketika ada keinginan untuk mencapai sesuatu, maka luangkanlah waktu, bukan menunggu waktu luang untuk mengerjakannya.

“Alhamdulilaah karena udah membentuk habit, jadi antara menulis dan kuliah InsyaaAllah sebisa mungkin bisa terbagi waktunya,” ungkap Saskia.

Sakia biasa mengatur prioritas kegiatannya, antara kuliah dan juga menulis.

Terkadang ada beberapa teman Saskia yang bertanya, “Kok bisa sih Saskia menulis buku sambil kuliah? Padahal menulis laporan praktikum saja sudah menyita waktu.”

“Bener banget sih kata teman-teman itu, tapi saya gak merasa terbebani dengan kuliah sambil menulis, Alhamdulillah kegiatan menulis sudah menjadi habit,” ungkap Saskia.

5. Peka dengan Sekitar

Jangan lupa peka dengan sekitar kita. Kadang kita suka cuek bebek kalau misalnya lagi jalan ke kampus atau pulang dari kampus. Coba deh lebih perhatiin sekitar kita, karena dari situ banyak banget ide muncul buat ditulis lho!

“Ga cuma di jalan sih, dimanapun kita, sebagai penulis harus peka,” kata Saskia.

6. Mengawali dari Kegelisahan

Nah, cara paling bagus dan mudah adalah dengan menulis 10, 30, atau 50 kegelisahan yang ada dalam diri kita. Selanjutnya, diseleksi mana yang paling tepat untuk ditulis. Karena penulis itu sebenarnya sedang mencoba mengungkapkan kegelisahannya tentang berbagai hal. Buatlah outline tulisan berdasarkan, Why, What, dan How.

Menurut Saskia, sebenarnya kalau bingung mau menulis mulai darimana, mulai saja menulis pengalaman pribadi. Karena pengalaman pribadi yang paling mudah untuk dijadikan bahan tulisan kita. Kitalah yang sudah tahu bagaimana awalannya sampai akhirannya.

Jangan lupa, kalau mau belajar serius ya berarti cari mentor yang tepat. Belajar dari ahlinya. 

7. Paksa Membaca Buku!

“Harus dipaksa dengan cara sedikit-sedikit, lama-lama menjadi bukit!” ungkap Saskia.

Pernah mengantuk saat sedang membaca? Nah, hal tersebut haruslah dilawan! Bagaimana mau menulis, kalau membaca saja malas?

Caranya, baca saja sedikit-sedikit. Misalnya, membuat target sehari dua halaman, tetapi harus rutin. Semoga akan terbiasa. Atau, dengan selalu sedia buku kemanapun pergi. Jadi, ketika lagi bengong, bisa ambil buku. Ketika lagi menunggu, bisa juga sambil membaca buku.

***

Menciptakan sebuah buku diperlukan niat dan tekad yang kuat. Penciptaan itu diawali dari kecanduan kita dalam membaca dan menulis. Beri mereka ruang khusus dalam waktu hidup kita. Sertai dengan kepekaan dan konsistensi tinggi agar tak sekadar jadi mimpi. Melalui buku, orang akan percaya bahwa kita tak hanya berkisah semata, namun juga memiliki self value yang tiada dua.

“Jangan sampai ada dan tiadanya kita di dunia ini tak ada bedanya. Jadilah penulis dan jadikanlah nama kita layak untuk ditulis.” Ahmad Rifa’i Rifan

Sobat UNJKita.com ingin pre order bukunya Saskia yang keempat? Silakan menghubungi Saskia langsung ya!

Komentar Kamu?