Home Mahasiswa Belajar

Bawa Bekal, Kenapa Enggak?

293
BAGIKAN

Hi sobat UnjKita!

Setiap tanggal 12 April kita memperingati “Hari Bawa Bekal Nasional” lho. Awal mula adanya Hari Bawa Bekal Nasional pada tahun 2013. Saat itu Kementerian Kesehatan RI, Kementerian Pendidikan Nasional, BPOM, dan PT Tupperware Indonesia mengadakan live streaming “bawa bekal” secara serentak di empat kota di Indonesia, yakni Jakarta, Medan, Makassar, dan Pontianak.

Penetapan Hari Bekal Nasional menjadi tonggak awal untuk mencapai keamanan pangan yang merata bagi anak-anak di seluruh Indonesia dengan mendukung program dan kebijakan pemerintah khususnya Permendiknas No. 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan dan Program Pembinaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang bertujuan menciptakan lingkungan sekolah sehat dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) bagi peserta didik, serta Program Badan POM RI, yaitu Gerakan Lima Kunci Keamanan Pangan Jajan Anak Sekolah.

Meski membawa bekal lebih identik dengan anak-anak, kita sebagai mahasiswa juga perlu tahu nih manfaat dari membawa bekal itu sendiri.

1. Hemat Biaya

Membawa bekal tentu menghemat biaya, misal untuk kamu ngampus yang pulang-pergi, pasti akan ada estimasi ongkos plus biaya seperti ngeprint, fotokopi tugas, termasuk urusan makan siang. Untuk sekali makan kamu bisa saja menghabiskan 10-20 ribu, kemudian dikalikan sebanyak lima hari kuliah. Kalau membawa bekal, ternyata kamu dapat menghemat uang sebesar itu, lumayan kan buat nabung!

2. Hemat Waktu

Selesai kelas, putar keliling dulu cari makan, bingung mau makan apa saking banyak yang dagang makanan, kemudian gak sadar kalau kelas berikutnya sebentar lagi mulai. Kalau bawa bekal, kamu gak akan pakai acara bingung dan langsung fokus dengan makanan yang kamu bawa, bahkan kamu bisa langsung bawa ke ruangan kelas berikutnya. Praktis dan gak makan waktu!

3. Lebih Higienis

Karena makanan yang akan kamu konsumsi “jelas” asal-usulnya, jadi kamu gak perlu khawatir dengan kebersihan makanan deh.

4. Mengurangi Limbah Pembungkus

Imbauan untuk mendaur ulang sampah sih banyak, tapi apa iya kita mau menyampah terus? Membawa bekal dengan wadah yang dapat dipakai berulang kali dapat meminimalisir jumlah sampah, entah itu sampah plastik sampai kertas pembungkus. Kita kenyang, bumi pun terjaga kelestariannya!

5. Menghargai Masakan Rumah

Meski masakan “luar” rumah menggoda, tapi masakan rumah memang ngangenin. Bersyukurlah untuk kamu yang berkuliah pulang-pergi dapat merasakan masakan khas rumah. Bagi para perantau, masakan khas rumah hal yang paling ngangenin banget, apalagi yang masak adalah salah satu anggota keluarga, entah itu ibu, ayah, kakak, bibi dan lainnya. Dengan cara membawa bekal, kita pun juga menghargai yang sudah bangun lebih awal untuk menyiapkan bekal agar energi kita dalam menjalani hari tercukupi.

Sekali-kali jajan, boleh lah. Tapi gak ada salahnya nih membawa bekal dari rumah.

Yuk sobat UNJKita, mulai membawa bekal dari rumah!

Oleh Mutiara Kinanti (Tata Boga, FT, 2013)

Komentar Kamu?