Home Agenda

Berkaryalah Semasa Berkuliah

718
BAGIKAN

“Dari tangan yang tak sempurna sekalipun, tiap kreasi dan imajinasi adalah peristiwa yang tak terduga.” – Goenawan Mohamad, Catatan Pinggir 10 (2013).

Sobat UNJKita.com, modal bergaya saja tidak cukup untuk menghabiskan masa perkuliahan kamu. Duh, jangan sampai ketika menjadi mahasiswa hanya berorientasi nilai ya. Alih-alihnya sih mau cepet nyari kerja. Tapi justru selepas diwisuda, predikat sebagai pengangguran friksional jadi betah melekat di kamu karena sejumlah pemberi kerja yang meminta persyaratan pengalaman dan kegiatan ekstra kampus tidak bisa kamu penuhi. Sayang banget, kan?

Capaian Tri Dharma perguruan tinggi yang meliputi aspek pendidikan, penelitian dan pengabdian pun jangan cuma dikerjakan demi memenuhi tuntutan akademik semata seperti menulis skripsi dan melaksanakan KKN. Biar kuliahmu juga makin produktif dan selalu terkenang sepanjang kamu hidup, berkaryalah, di samping punya banyak relasi. Karya itu banyak macamnya, produknya bisa berupa barang atau jasa yang bisa mendatangkan kemaslahatan bagi masyarakat luas.

Dari bidang jasa, salah satunya adalah dengan mengabdi menjadi seorang pendidik. Untuk kamu mahasiswa calon guru, sebelum kamu benar-benar terjun untuk berkecimpung di dunia pendidikan, ada baiknya ikutilah program-program volunteer yang bisa melatih skill dan memantapkan jiwa keguruanmu. Bagaimana dengan mahasiswa non guru? Gak perlu khawatir, bisa juga kok. Sebab setiap manusia pada dasarnya sudah berjiwa pendidik terutama untuk anak-anaknya kelak. Nah, bergabung bersama VTIC Foundation bisa jadi pilihan nih buat kamu belajar. Lalu apa itu VTIC Foundation?

IMG-20151212-WA0001Dikutip dari situs resminya www.vticupdate.com, VTIC Foundation merupakan sebuah yayasan yang bergerak di bidang pendidikan, sosial dan kemanusiaan pada nomor akta 10 pada 8 Desember 2014 oleh Fauzah Askar, S.H dengan mengambil fokus utama peningkatan kualitas SDM anak-anak TKI di Serawak, Malaysia. Yayasan ini memiliki 6 program dengan program utama adalah VTIC Cycle yang telah bekerja sama oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Kerajaan Malaysia, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) daerah Kuching dan Persatuan Guru Sekolah Non Formal Indonesia di Sarawak, Malaysia.

Lalu apa tujuannya? Simak nih beberapa poin berikut ini :

  1. Mencerdaskan anak bangsa dan pemberantasan buta aksara pada anak-anak TKI yang berada di luar Indonesia
  2. Mengenalkan Indonesia kepada anak-anak yang berada di luar Indonesia karena sebagian besar anak-anak TKI di Sarawak belum pernah menginjakkan kaki ke Indonesia
  3. Sebagai wadah bagi mahasiswa untuk melakukan pengabdian ilmu yang didapat untuk diterapkan langsung kepada masyarakat sebagai salah satu penerapan dari Tri Dharma perguruan tinggi yaitu pengabdian masyarakat
  4. Menjalin kerja sama yang baik antara mahasiswa dengan guru-guru, pekerja TKI, pihak-pihak perusahaan, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching Sarawak dan Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Malaysia.

Intinya, kamu akan menjadi cikgu (sebutan untuk guru di Malaysia) selama kurang lebih tiga pekan. Di tahun 2016 ini, pendaftaran kembali dibuka dengan VTIC Cycle angkatan 5. Masih ada waktu sampai tanggal 10 Februari untuk mendaftarkan diri kamu. Alur selengkapnya bisa dilihat pada gambar berikut:

Sebelum nantinya kamu terpilih dan diberangkatkan, asah dahulu kreativitas kamu dengan meracik pola pembelajaran yang menyenangkan untuk anak-anak. Juga perkayalah pengetahuanmu mengenai tanah air tercinta dengan banyak membaca buku dan rajin mengikuti kegiatan berdiskusi ilmiah yang banyak digelar oleh organisasi mahasiswa. Jangan lupa juga untuk berdoa dan meminta restu orang tua.

Dicap sebagai mahasiswa berprestasi yang cerdas dan bernilai tinggi, sebaik-baiknya akan lebih berfaedah bila mau berbagi melalui karya yang dihasilkan. Sobat UNJKita.com, segala ilmu dan pengetahuan yang berasal dari dunia tidak akan dibawa sampai mati. Jadi, buat apa gunanya kalau masih dipendam sendiri. Berkarya dan berbagilah!

Baca Juga : Mahasiswa UNJ Bebenah Pendidikan di Daerah

Komentar Kamu?

BAGIKAN
Penulis buku Kacamata (2014).