Home Mahasiswa Belajar

Cara-cara Guru Mendengar Suara Siswa

211
BAGIKAN

Sebagai seorang guru, kita harus membuka mata lebih lebar, menjeli telinga lebih jelas, serta merasakan getaran hati yang lebih tulus ketika sedang berhadapan dengan siswa. Mereka lah sumber inspirasi terbesar dan ruang kebahagiaan bagi para guru.

Betapa pentingnya suara siswa untuk perbaikan cara-cara mengajar kita sebagai guru. Sudah seharusnya para guru mau mendengar suara siswa demi merefleksi diri, dan memperbaiki serta meningkatkan kualitas diri sebagai pendidik. Sungguh bersyukur bagi para guru yang mampu menerima celoteh suara siswa (saran dari siswa) tentang dirinya untuk perbaikan yang lebih baik.

Berikut ini ada beberapa cara agar guru dapat mendengar suara siswa demi perbaikan diri menjadi lebih baik:

1. Menyedian Kotak Ekspresi

Usai kegiatan pembelajaran, para siswa disediakan tiga kotak ekspresi yang mendeskripsikan perasaannya atas pembelajaran hari itu. Misalnya, tersedia kotak ekspresi gembira, kotak ekspresi senyum, ataupun kotak ekspresi kecewa. Kotak ekspresi bisa ditaruh di atas meja yang terletak di depan kelas. Lalu, satu persatu para siswa bisa memasukkan selembar kertas yang berisi kalimat-kalimat perasaaannya tentang kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan hari itu ke salah satu kotak ekspresi yang disediakan.

Setelah selesai, guru bisa merefleksi diri sendiri setelah melihat berbagai ungkapan para siswa tentang kegiatan belajar-mengajar yang telah dilakukan.

2. Diary Refleksi

Guru dapat meminta para siswa menuliskan diary refleksi di buku catatan masing-masing setiap usai kegiatan pembelajaran dilaksanakan. Para siswa bisa menuliskan perasaannya setelah mempelajari materi yang diajarkan oleh guru. Selain itu, siswa juga bisa menuliskan berbagai pertanyaan yang mengganjal untuk disampaikan ketika kegiatan pembelajaran berlangsung.

Ketika buku catatan di kumpulkan, guru bisa memberikan feedback atau kalimat penyemangat di bagian bawah tulisan diary refleksi para siswa. Kegiatan ini sangat baik untuk dilakukan secara konsisten pada akhir rutinitas kelas.

3. Menetapkan Tujuan dan Evaluasi Diri Bersama

Guru (wali kelas) dan siswa bisa bersama-sama menuliskan 100 mimpi yang akan diwujudkan dalam waktu satu tahun. Guru dan siswa bisa menuslikannya pada media apapun di hari pertama masuk sekolah.

Setelah satu tahun telah terlewati, guru dan siswa dapat mengevaluasi diri pada momen khusus. Siswa bisa meninjau kembali 100 mimpinya, tujuannya, dan kemajuan yang telah diraih. Selain itu, pada momen tersebut siswa juga bisa memberikan saran yang membangun untuk para guru-gurunya.

4. Menuliskan Surat Cinta

Guru (misalnya, wali kelas) bisa mengintruksikan para siswanya untuk menuliskan surat cinta yang ditujukan pada guru-guru pada momen tertentu seperti Hari Guru Nasional.

Siswa bisa menuangkan perasaannya, rasa terima kasihnya, permohonan maafnya, ataupun kritik dan saran membangun untuk guru yang ditulisi surat cinta olehnya.

Itulah beberapa cara agar guru bisa mendengar suara siswa. Guru yang bijak adalah guru yang mau mendengar suara siswa. Perbaiki selalu kualitasmu, wahai bapak ibu guru!

 

Komentar Kamu?

BAGIKAN

Pendidik muda yang jatuh cinta dengan dunia jurnalistik