Home Mahasiswa Belajar

Cara Meluluhkan Hati Dosen Pembimbing

13384
BAGIKAN

Kamu mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengerjakan skripsi? Pernah grogi? Pernah ketakutan? Atau bahkan menangis karena dosen pembimbingmu?

Nah, kamu harus tahu trik-tirk untuk menghadapi dosen pembimbingmu itu. Yuk kita simak baik-baik beberapa trik meluluhkan hati dosen pembimbing berikut ini:

1. Mengenal Karakter Dosen Pembimbing

Dosen Pembimbing itu bukan sekadar dosen biasa, lho! Jadikan ia sebagai ibu atau bapakmu kedua. Karena nasibmu di akhir semester ini, ditentukan oleh mereka. Ibu atau bapak kita di kampus ini memiliki karakter yang berbeda-beda. Oia, ada beberapa mahasiswa yang dosen pembimbingnya dicarikan oleh Jurusan, tapi ada juga yang memilih atau mencari sendiri. Untuk kamu yang sudah dicarikan oleh Jurusan, yaa terima nasib deh ya. Eiiitts, kamu juga harus mengenal siapa sih calon ibu atau bapak kamu itu, terutama karakternya. Nah, kamu bisa bertanya kepada kakak tingkat yang pernah diampu mereka. Tanyakan sedetail mungkin ke kakak tingkat tersebut, dan pastikan kamu paham karakter calon dosen pembimbing kamu.

Untuk kamu yang masih dikasih kesempatan mencari dosen pembimbing sendiri, jauh-jauh semester sebenarnya kamu harus mengenal semua karakter dosen yang ada di jurusan kamu lho! Dan satu hal lagi yang penting, sebaiknya dosen-dosen di jurusan kamu itu juga mengenal kamu secara baik. Selamat deh untuk kamu yang memang sudah mengenal dan juga dikenal banyak dosen! Mudah-mudahan cocok satu sama lain karakternya. Karakter yang gak cocok antara mahasiswa dan dosen pembimbingnya akan menyebabkan terlalu banyak perbedaan pendapat, bisa saja salah bersikap, bimbingan jadi gak nyaman, dan masih banyak lagi.

pexels-photo-12211
Selalu Senyum, ya!

2. Bersikaplah Sopan, Santun, dan Selalu Senyum

Sudah sepantasnya mahasiswa tingkat akhir lebih bersikap sopan dan santun. Kalau kamu semakin “bengal”, karena kamu stress belum juga dapet judul atau bahkan belum mendapatkan dosen pembimbing, pastikan stress kamu itu gak berpengaruh sama sikapmu yang harus sopan dan santun ya. Salah satu trik untuk mendapatkan dosen pembimbing (jika mencari sendiri) adalah bersikaplah sopan dan santun selalu. Selalu senyum dihadapan calon dosen-dosen pembimbing juga penting. Dosen pembimbing tuh sebenernya sudah ilfeel duluan kalau melihat calon mahasiswa bimbingannya stress sebelum melihat mereka. Pastikan raut mukamu itu mencerminkan sikap tegar ya. Caranya? Ya selalu senyum. Senyum aja terus, walaupun hati kamu sedih, pikiran kamu lagi stress, atau kondisi tubuhmu lagi gak fit. Semangat!

light-red-white-home
Upss, rapikan dong, pakaianmu!

3. Rapi dan Wangi

Wajib berpenampilan rapi dan wangi untuk semua mahasiswa tingkat akhir! Jika kamu rapi, maka kamu akan selalu dipandang keberadaanya lho. Maksudnya gini, adik-adik tingkat kita yang masih kuliah biasanya sadar, mana kakak tingkat yang masih kuliah biasa, dan mana kakak tingkat yang sedang menyusun skrispi. Jika, adik-adik tingkatmu menegur atau menyapamu ketika bertemu di kampus saat kamu sedang menunggu atau setelah bimbingan, berarti dia telah terkesima dengan penampilan rapimu itu. Terus, dia akan bertanya sedikit tentang kegiatanmu menyusun skripsi. Nah, usai perbincangan singkat tentang skripsi, adik tingkatmu itu akan selalu mendoakan kelancaran untuk skripsimu itu. Dijamin ngedoain pasti, positive thingking ajaa yaa!

Selain rapi, wangi juga penting banget. Aroma mahasiswa tingkat akhir itu suka beda banget. Contohnya, mahasiswa yang lagi menyusun skripsi pasti sering banget datang ke tempat fotocopyan, warnet, tempat nge-print, dan semacamnya. Tahu dong yaa di sana gerah banget, dijamin kita akan memproduksi keringat yang berlebih. Jadi, usai dari sana, lap dulu keringatmu, setelah itu pakai deh parfummu, agar aroma abang-abang fotocopyan gak nempel ke badanmu hehehe.

person-hand-smartphone-technology (1)
Whats App, boleh. SMS, boleh. Telepon?

4. WA, YES! SMS, YES! Menelepon? Tergantung Situasi

Mahasiswa tingkat akhir biasanya suka kere pulsa. Salah satu untuk menghemat pulsa adalah pakai WiFi kampus. Nah dengan adanya WiFi, kamu bisa menggunakan WhatsApp untuk membuat janji dengan dosen pembimbingmu. Jika WAmu sudah dibaca, tapi tak kunjung mendapatkan balasan, segera kamu SMS saja. Mudah-mudahan kamu mendapatkan balasannya ya. Jika belum juga mendapatkan balasannya, kamu jangan langsung menelponnya, nanti dosen pembimbing bisa ilfeel sama kamu. Karena gak semua dosen pembimbing itu suka mengangkat telepon lho! Ingat, jika kamu ingin menelpon, pastikan memang kamu sedang urgent sekali.

startup-photos (1)
On Time, please!

5. Datanglah Tepat Waktu Ketika Sudah Janjian

Jangan cuma sama pacar aja kamu bisa datang tepat waktu. Sama dosen pembimbing kita juga harus datang tepat waktu, bahkan kalau bisa awal waktu. Jangan sampai dosen pembimbing yang menunggu kita. Pastikan kitalah yang menunggu dosen pembimbing di koridor jurusan. Ketika dosen pembimbingmu melewati kamu yang sedang menunggu kehadirannya, ia akan merasa dihargai, dibutuhkan, dan dihormati. Mudah-mudahan selama bimbingan nanti kamu akan mendapatkan mood yang baik ya.

6. Jangan Menodong di Tengah Jalan

Kesalahan fatal yang sering dilakukan mahasiswa tingkat akhir ketika sedang kepepet pendaftaran sidang adalah menodong dosen pembimbing di tengah jalan, maksudnya masih di kampus juga sih. Dosen lagi enak-enak jalan, tiba-tiba kamu membuatnya kaget, sambil menodong revisian skripsi kamu. Duuuh nggak banget deh begitu! Pakailah cara-cara elegan, seperti menanyakan keberadaan dosen pembimbing kamu melalui WA atau SMS. Jika tak kunjung mendapatkan balasan, baru deh kamu melepon, dan baca bismillah ya sebelumnya. Good luck!

7. Pandai Ngeles

Ngeles juga penting! Ngeles yang dimaksud itu bersilat lidah. Biasanya jika dosen pembimbing sudah “klik” sama mahasiswa bimbingannya, hal yang dilakukan selain ngomongin penelitian atau skripsi kamu itu adalah ngomongin tentang kamu. Bisa tentang pacar kamu, keluarga kamu, sifat asli kamu, atau kegiatan kamu lainnya deh. Nah, jika dosen pembimbing kamu ingin mengetahui tentang kamu, pastikan kamu pandai ngeles. Maksudnya, jangan semua cerita kamu curahkan ke dosen kamu. Nanti waktu bimbingan, malah habis hanya karena saling curhat hihihi. Ngeleslah, agar waktumu berharga hanya untuk berdiskusi tentang penelitianmu dengan dosen pembimbingmu itu.

healthy-light-woman-legs
Pakai sepatu olahraga aja sekalian

8. GERCEP (Gerak Cepat)

GERCEP berlaku untuk semua mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyusun skripsi. Udah gak ada kata lelet lagi deh! Karena semua hal pasti dikejar oleh waktu. Untuk mendukungmu bisa gercep, pakailah sepatu olahraga yang nyaman, agar kamu bisa lari-larian mengejar dosen misalnya.

food-plate-wood-cup (1)
Jangan kelaparan lho ya!

9. Bawa Makanan Ringan

Makanan ringan semacam snack juga boleh banget tuh, untuk menemanimu membunuh rasa kesendirian sambil menunggu dosen. Atau makanan berat juga boleh deh. Asalkan perutmu itu tidak kelaparan. Ada waktu senggang, pokoknya harus makan ya. Jangan sampai kamu sakit hanya karena kelaparan atau penyakit maag, karena skripsimu akan terganggu. Oia, makanan ringan juga bisa jadi salah satu trik untuk meluluhkan dosen pembimbingmu itu. Misal, dosen pembimbingmu suka sekali donat, bawalah donat ketika sedang bimbingan. Bukan berarti nyogok dosen lho, tapi itu termasuk salah satu bentuk penghargaan kepada dosen pembimbing kita yang rela waktunya untuk kita melakukan bimbingan dengannya. Coba deh! Semoga kamu nggak kere ya.

books-magazines-building-school
Skripsimu cuma bisa nongkrong di perpustakaan kampus aja nih?

10. Skripsi Berprestasi

Dosen pembimbing itu selalu berharap skripsi kamu gak cuma nongkrong di rak perpustakaan kampus aja nantinya. Kalau ada mahasiswa yang juga mau skripsi dan penelitiannya relevan dengan penelitian kamu, ya bagus deh. Kalau penelitian kamu nggak relevan dengan peneliti selanjutnya gimana? Emm.. bisa dibilang skripsi kamu itu yaa gak ada manfaatnya. Pastikan skripsimu itu bermanfaat untuk dirimu dan juga orang lain ya. Salah satunya dengan prestasi. Kamu bisa mengikuti seminar-seminar atau simposium, sehingga skripsi kamu itu bisa masuk jurnal atau prosiding. Atau kamu juga bisa ikut Research Expo nasional atau internasional. Ikut Konferensi sebagai pemakalah juga boleh. Bahkan masukin aja koran, biar semua orang baca apa sih yang berhasil kamu teliti atau ciptakan. Ingat lho, data-data yang ada di bab 4 skripsi kita itu gak main-main perjuangannya. Jadi, kamu manfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk terekspose alias gak cuma nongkrong di rak perpustakaan saja!

 

Gimana? Semakin percaya diri dong ya menghadapi dosen pembimbing kamu. Semoga berhasil ya! Ingat, perjuangan itu menguras hati, membutuhkan uang, waktu, tenaga, dan keringat berlebih. Pastikan dirimu siap selalu untuk menghadapi rintangan ketika kamu sedang berjuang. Oia, jangan lupa selalu meminta kepada-Nya, tapi bukan untuk dilancarkan skripsi kamu, melainkan mintalah dikuatkan pundakmu untuk selalu berjuang.

Komentar Kamu?