Home Agenda

Diskusi Publik : “Potret Hak Anak Buruh Migran” Bersama Migrant Institute dan CIDES Campus

1424
BAGIKAN

Isu mengenai dampak migrasi kepada keluarga yang ditinggalkan terutama anak-anak belum menjadi perhatian para pemangku kepentingan terutama pemerintah. Hingga saat ini bahkan belum ada data yang memastikan berapa jumlah anak-anak buruh migran yang ditinggalkan orang tuanya bekerja di luar negeri.

Dalam keluarga buruh migran, seringkali anak-anak terlantar dan terabaikan karena tidak mendapat pengasuhan dari orang tuanya. Banyak kasus orang tua buruh migran khususnya perempuan meninggalkan anaknya yang masih berusia dua hingga tiga bulan. Kondisi ini tidak sesuai dengan amanat UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak tepatnya pasal 13 yang berbunyi “setiap anak selama dalam pengasuhan orangtuanya, wali atau pihak manapun yang bertanggungjawab atas pengasuhan, berhak mendapat perlindungan dari perlakuan diskriminasi, eksploitasi baik ekonomi maupun sosial, penelantaran, kekejaman, kekerasan dan penganiayaan, ketidakadilan dan perlakuan salah lainnya”.

pamflet cides copy

Oleh karena itu CIDES Campus UNJ dan UIN Jakarta bersama Migrant Institute menyelenggarakan diskusi publik dengan tema “Potret Hak Anak Buruh Migran yang Ditinggalkan”. Diskusi ini akan dilaksanakan pada Rabu, 23 Desember 2015 bertempat di Auditorium Maftuchah Yusuf Gedung Dewi Sartika lantai 2 Kampus A Universitas Negeri Jakarta mulai pukul 08.30-12.30 WIB.

Diskusi publik ini terbuka untuk umum dengan menghadirkan empat narasumber yaitu Lenny Nurhayanti Rosalin, M. Sc selaku Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak; Dr. HM. Asrorun Ni’am Sholeh, MA selaku Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia; Elly Risman Musa selaku Psikolog dan Pemerhati Anak dan Bara Brelian Atmaja selaku Peneliti dan Analis Kebijakan Migrant Institute.

Migrant Institute telah melakukan assessment ke beberapa daerah kantong buruh migran untuk memotret kondisi kerentanan anak buruh migran yang ditinggalkan orang tuanya bekerja ke luar negeri. Pasca adanya diskusi publik “Potret Hak Anak Buruh Migran yang Ditinggalkan” ini diharapkan ada langkah lanjutan yang sistematis dari pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperhatikan dan menindaklanjuti kerentanan anak-anak buruh migran.

So, mari kita peduli dengan kondisi ini dan hadir dalam diskusi publik CIDES Campus bersama Migrant Institute karena kamu bisa turut mengkritisi dan memberi solusi.

Format Pendaftaran :

  • Ketik : Nama_Institusi_No.Hp.
  • Kirim ke : 085780906204 (Narahubung)

Komentar Kamu?