Home Mahasiswa Dua Hal yang Hanya Terjadi di Musim Pemilu UNJ

Dua Hal yang Hanya Terjadi di Musim Pemilu UNJ

163
SHARE

Hanya Ada Di PEMILU UNJ!!!

Kalau kalian merasakan hal-hal ini:

Grup BBM, WhatsApp, Line ramai chat ajakkan mencoblos. Timeline media sosial kalian penuh dengan postingan gambar atau video yang berisi seseorang dilengkapi dengan kata-kata bijak. Maka saya pastikan kalian sedang memasuki musim pemilihan ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari tingkat Prodi hingga Universitas.

Pemilu ketua BEM mempunyai dinamika yang berbeda di setiap tahunnya. Tak khayal banyak sebagian orang menganggap dinamika itulah yang menjadi warna jalannya pemilihan tersebut. Tetapi sadarkah kalian ada moment yang hanya bisa kalian dapatkan ketika Pemilu UNJ ini. Untuk menyadarkan kalian semua, berikut hal hal yang bisa kamu dapati ketika pemilihan ketua BEM

  1. KTM menjadi barang yang paling dicari

Coba diingat beberapa hari kebelakang, ada berapa orang yang meminta kartu tanda mahasiswa (ktm) kamu?

KTM menjadi barang yang mahal dan tak jarang menjadi barang langka bagi salah satu calon. Mengapa tidak, KTM menjadi salah satu syarat wajib buat para bakal calon ketua untuk memuluskan langkah mereka maju sebagai calon ketua.

Melalui KTM ini lah biasanya percik percik awal mula ketegangan antar kandidat. Tak jarang strategi atau sakin antusias dan semangatnya para tim sukses meminta KTM ke seluruh kelas dari berbagai angkatan di prodi asal calon yang mereka usung. Hal ini membuat kesulitan kandidat lain untuk mendapatkan KTM di prodi sang lawan tersebut.

Gimana kalian para tim sukses merasakankah masalah yang sama ketika mengumpulkan KTM?

 

2. Banyak press release dan tulisan beredar

Selain jarkoman ajakkan untuk memilih salah satu calon, pada saat musim pemilu ini juga sering kita jumpai tulisan dan press release begentayangan di timeline media sosial kalian (termasuk tulisan ini :D).

Tulisan didominasi dengan keresahan para penulisnya terkait pemilu, dari yang mulai mengkritik kinerja KPU, Panwaslu hingga “menyerang” kepada sang lawan. Para penulisnya pun ada yg gentle menampilkan namanya ada juga yang memakai nama kelompok agar lebih menggambarkan keresahan itu bukan keresahan individu tapi keresahan bersama.

Kedua hal itulah yang hampir pasti ada di setiap edisi pemilu UNJ. Tentu saja hal tersebut mempunyai nilai positifnya. Salah satunya adalah banyak penulis penulis baru yang bermunculan. Semoga saja mereka tetap menulis di isu-isu yang berbeda 😀

Terakhir, pemilihan umum ketua bem ini seharusnya menjadi ajang pertarungan ide gagasan bukan ajang perang meraih kekuasaan. Kandidat harus meyakinkan kepada pemilihnya dengan visi misinya, sementara pemilih harus bisa memilih dengan CERDAS bukan dengan PAKSAAN dari seseorang apalagi embel embel kesolidan satu prodi ataupun fakultas.

Semangat Mencoblos! 🙂

Komentar Kamu?

SHARE
Seorang Pembelajar yang Ingin Terus Belajar