Home Berita

Festival Studi Luar Negeri 2016, Siapa Takut Merantau!

1093
BAGIKAN

Dalam sebuah pengembaraan ilmu layaknya sebuah oase yang melepaskan dahaga ketika kita berada di bawah teriknya padang kehidupan. Banyak sekali ungkapan yang menjelaskan untuk menimba ilmu kemana pun dan dimanapun layaknya tuntutlah ilmu sampai ke negeri China, namun sebuah target juga membutuhkan sebuah persiapan yang matang dengan diibaratkan saat hendak berangkat berburu, bawalah sebuah senapan!

Hi sahabat UNJkita! Ada acara keren banget lho di UNJ, namanya Festival Studi Luar Negeri (FSLN) 2016.  FSLN 2016 berhasil diselenggarakan oleh Lingkar Inspirasi UNJ dan Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia (PPI Dunia), serta beberapa lembaga pendidikan ini sudah dilaksanakan pada 17 dan 18 Februari 2016 di Aula Machtuhah Yusuf, Kampus A Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Penasaran gimana serunya?

Pada kesempatan kali ini, FSLN 2016 mengusung tema “Be a World-wide Minded Student for Better Future” dengan menyelenggarakan beragam acara menarik mulai dari Talkshow dengan tema “Study Abroad: How to Survive” dengan mengundang lima orang PPI Dunia yang berasal dari Benua Eropa, Asia, Australia, Amerika serta tidak lupa Afrika. Selain itu, ada juga sesi Workshop dengan tema “Get Scholarship: Writing Motivation Letter and Interview Preparation”. Pada sesi workshop turut mengundang seorang professional yang merupakan Assessor LPDP.

Acara ini diisi oleh banyak pembicara yang sedang atau telah berkuliah di luar negeri. Kamu akan mengetahui bagaimana mendapatkan beasiswa dan apa saja yang harus dipersiapkan mulai dari sekarang untuk kuliah di Luar Negeri. Kamu juga bisa mengetahui kemampuan bahasa Inggrismu dengan mengikuti IELTS simulation secara gratis pada hari kedua nanti.

Dalam pelaksanaannya di hari pertama, peserta terlihat sangat antusias dan membludak saat open stand yang berlangsung dari pukul 09.00 WIB. Terdapat 20 stand dan 15 stand yang menyajikan info beasiswa dan kuliah dari berbagai negara, seperti Denmark, Malaysia, Australia, Spanyol, Jerman, Rusia, Arab, dan lainnya.

“Kegaiatan FLSN ini sangat baik, mahasiswa yang ingin melanjutkan studinya nanti lebih leluasa untuk kembali mewujudkan mimpinya bahwa kuliah di luar negeri itu bukan hal yang mustahil! Biaya kuliah yang bukan menjadi masalah karena ada banyak informasi yang bisa diberikan mengenai beasiswa yang hanya bermodalkan Essay, CV, Letter of Motivation, dan khususnya di Perancis membuat Surat Rencana Studi layaknya alasan memilih Perancis dan 2-3 tahun mau kembali membangun Indonesia atau Perancis,” tutur Wisnu Adi Hartono, Campus France IFI Jakarta.

Selain open stand, pada hari pertama juga dilaksanakan Talkshow dan Workshop yang dibuka dari pukul 08.00 sampai dengan 16.00 WIB. Namun untuk kegiatan ini peserta harus mendaftar terlebih dahulu karena tidak dibuka untuk umum. Talkshow menghadirkan lima mahasiswa Indonesia yang sedang berkuliah di luar negeri dari lima benua, sehingga mampu menarik perhatian peserta dan membawa peserta seakan sedang mengambil studi di luar negeri.

“Keadaan di asrama saya begitu bebas, bahkan ketika saya salatpun kadang-kadang ada saja ulah usil dan aneh teman sekamar saya yang membuat takut untuk melanjutkan kembali dan berniat pulang. Saya percaya ketika sedang di Indonesia Allah serasa ada di dalam jiwa, namun saat kita merantau ke luar Allah ada di setiap langkah dan aliran darah untuk menjaga kita,” cerita Ade Irma Elvira, SP, M.Sc Russian State Agrarian University Timiryazev Moscow, Europe Continent Speaker.

Konsep FLSN 2 pada tahun ini berbeda dengan konsep sebelumnya, dengan lebih nasional sehingga peserta luar kota juga lebih banyak yang hadir. Serta dukungan yang kedua kalinya dari Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia yang awalnya hanya 10 sekarang mencapai 15. Hal ini juga dijelaskan oleh Dr. Steven Guntur, Kordinator PPI Dunia 2015-2016 yang mengatakan bahwa pihaknya lebih mengupayakan agar jumlah PPI Negara yang ikut serta dalam FSLN 2016 lebih banyak dari tahun sebelumnya, sehingga mampu menambah semangat pelajar Indonesia untuk melanjutkan studinya di luar negeri nanti.

“Di sini kami berharap mahasiswa mendapatkan informasi yang lengkap secara akurat dan terpercaya serta relasi-relasi baru untuk melanjutkan studinya di luar negeri,” ungkap Imam Bukhori, Ketua Pelaksana FSLN 2016.

Kemudian, di hari kedua penyelenggaraan Festival Studi Luar Negeri 2016 mengadakan sesi seminar yang mengangkat tema “Strive for Scholarship”, yaitu kegiatan sharing dengan harapan terjadinya interaksi dua arah antara pembicara dan peserta.

FLSN 2016 turut mengundang dua sosok inspirasional, yaitu penerima beasiswa ke luar negeri dari lembaga dalam negeri seperti LPDP serta kita juga mengundang penerima “20 beasiswa luar negeri” dari pemerintah luar negeri. Bahkan sosok yang terakhir disebutkan ternyata memiliki keterbatasan dalam dirinya, namun hal tersebut tidak membuat semangatnya surut untuk menggapai asa memperoleh pendidikan ke luar negeri.

Nah, sobat UNJKita apabila kamu mengikuti talkshow, seminar dan workshop kamu akan mendapatkan tiket gratis untuk mengikuti IELTS Simulatuon Test lho! Kegiatan IELTS ini dimulai saat panitia membagikan sebuah angket kepada peserta untuk diisi serta melatih mahasiswa untuk membuat hal-hal yang biasanya dibutuhkan ketika proses pengajuan pengambilan studi di luar negeri.

“Kegiatan ini asik rasanya seperti keliling dunia dengan mengantongi banyak informasi tentang perkuliahan hanya dalam waktu singkat,” ungkap Nyoman Agung dan Hafiz Derian mahasiswa FE jurusan Akuntansi 2014.

Layaknya sebuah anak panah yang berlari membelah angin serta kapal yang mengarungi luasnya samudera, mereka memiliki sebuah kesamaan, yaitu tujuan yang jelas. Maka ada baiknya sebagai mahasiswa tempatkanlah dirimu semaksimal mungkin dimanapun kamu berada dan janganlah bermimpi kecil karena mimpi yang besar adalah sebuah alas untuk melangkah kevarah yang lebih baik. Jadi siapa takut untuk kuliah di luar negeri, yuk merantau!

Komentar Kamu?