Home Inspirasi Generasi Milenial Harus Melek Politik

Generasi Milenial Harus Melek Politik

273

Komonitas besutan Neildeva Despendya awalnya lahir sebagai campaign untuk meningkatkan kesadaran anak muda terlibat dalam pemilihan pemimpin yang tepat. Selain itu, Generasi Melek Politik mengenalkan bahwa politik tidak hanya PEMILU, tetapi jauh lebih dari itu teliti terhadap pemerintah saat membuat keputusan politik dan kebijakan publik.

“Selain pemahaman politik, kami concern tentang menaikan kontribusi anak muda terhadap negara melalui pengabdian masyarakat khususnya sektor publik,” tutur Neildeva.

Menurut Neildeva Generasi Melek Politik bertujuan untuk mengemas politik menjadi ramah dan menyenangkan bagi anak muda dan mencipatakan represntasi politik anak muda di masa depan. Yang terpenting adalah menjadi wadah penghubung antara pemerintah dan sumber referensi untuk membuat kebijakan yang berhubungan dengan generasi muda.

“Tujuan utama adalah menaikan level political participation anak muda karena itu elemen terpenting dalam hidup bernegara di negara demikrasi,” tegas Alva Lazuardi selaku Analis Politik di Generasi Melek Poilitik.

Menurut perspektif anggota Generasi Melek Politik banyak sekali permasalahan yang dihadapi dengan exposure yang terjadi sosial media dan pemberitaan politik, generasi milenial harus siap dengan segala kondisi dan koensekuensi yang terjadi di dunia perpolitikan Indonesia. Oleh karena itu, Generasi Melek Politik membuat kegiatan mengenal politik yang mudah dikonsumsi. Dengan menyajikan konten secara visual dan “millennials-friendly” para generasi muda diajak mendalami politik.

Selain itu, Generasi Melek Politik sering melakukan brainstorming dan berdiskusi yang berlokasi di tempat nongkrong dan co-working space supaya menyesuaikan dengan kegemaran generasi milenial. Kegiatan yang pernah di buat adalah Kongres Milenial, diskusi Dua Triliyun Bisa Apa?, diskusi Ready to Get Political: Why Does It Matter to You?, dan banyak lagi.

“Bila ingin perubahan di Indonesia maka anak muda harus bergerak. Demokrasi itu seperti marathon ketika satu generasi sudah melakukan kewajibannya, maka diisi oleh generasi selanjutnya,” ujar Alva.

Sejalan dengan itu, dijelaskan bahwa peluang generasi milenial dalam mengambil andil di dunia politik sangatlah besar, yang terpenting ia mampu konsisten, bekerja keras dan mengetahui apa yang benar-benar ia inginkan. Selain itu, tentukan tujuan untuk menjadi researcher, political party leader, stategist atau banyak sekali posisi di perpolitikan yang membutuhan pembaharuan dari anak muda.

Komentar Kamu?