Home Berita

Hari Disabilitas Internasional ; ”Keselarasan Atas Perbedaan”

487
BAGIKAN

Halo Sobat UNJKita! Tahu nggak sih, Kalau tanggal 3 Desember diperingati sebagai Disabilitas Internasional? Sebagian besar orang ternyata tidak tahu tentang itu. Hari Disabilitas Internasional diperingati sebagai bentuk kepedulian terhadap individu-individu dengan disabilitas. Selain itu juga untuk mengembangkan wawasan masyarakat umum seputar disabilitas. Dalam kehidupan bermasyarakan tentu kita sering menjumpai individu dengan disabilitas, bukan? untuk itu kita perlu memperluas pengetahuan kita tentang bagaimana hak mereka dalam masyarakat. Mereka memang berbeda, namun dari perbedaan itu lah mereka bisa berkarya.

Nah, untuk memperingati Hari Disabilitas internasional, ternyata UNJ mengadakan suatu acara lho! Lebih tepatnya BEMP Pendidikan Luar Biasa (PLB) yang menggarap acara tersebut. In Special Education Euphoria atau lebih dikenal dengan sebutan ISEE (baca: ‘I see’ in english) sudah menjadi agenda tahunan BEMP PLB, Karena prodi Pendidikan Luar Biasa memang berhubungan erat dengan individu-individu dengan disabilitas.

ISEE diadakan untuk memberikan wawasan masyarakat umum agar cara pandangnya lebih terbuka terhadap individu dengan disabilitas. Terbukti dengan diadakannya seminar terkait Pendidikan Inklusif dan pawai bersama anak-anak berkebutuhan khusus keliling kampus A UNJ. Selain itu, acara ini juga menjadi ajang berkarya bagi anak-anak berkebutuhan khusus dengan mengikuti lomba-lomba yang telah diadakan pada hari kamis (01/12) di UNJ. Salah cabang lombanya adalah lomba fashion show yang diikuti oleh siswa-siswi berkebutuhan khusus jenjang SD dan SMP dari beberapa sekolah di Jabodetabek dan Karawang.

Peserta fashion show tampak mempesona dengan pakaian adatnya masing-masing. Seperti yang satu ini, adalah peserta dengan hambatan pendengaran (tunarungu) dari SDLB Santirama. Bila dilihat sekilas, ia tampak sama dengan anak-anak pada umumnya. Bahkan melihat penampilannya saat fashion show, ia tampak anggun dengan jalan lenggak lenggok bak puteri keraton. Karena itu lah, jangan pernah melihat mereka dengan sebelah mata. Sesungguhnya, berdeda bukan berarti tak bisa berkarya. Justru sebaliknya, perbedaan itu lah yang membuat mereka tampak indah di balik keterbatasannya.

isee-2016
Pelaksanaan In Special Education Euphoria (ISEE 2016) dalam rangka menyemarakkan Hari Disabilitas International

Di Indonesia sendiri ada semboyan yang begitu mengakar, “Bhineka Tunggal Ika” yang artinya “Meskipun berbeda-beda, tetapi tetap satu”. Semboyan itu memang diangkat berdasarkan banyaknya suku, ras dan kepercayaan di Indonesia. Namun, dewasa ini kita bisa memperluas pemaham atas semboyan tersebut. Individu dengan disabilitas memang memiliki perbedaan dari individu pada umumnya. Untuk itu, kita harus bisa menerima perbedaan dan menetapkannnya dalam sebuah kesatuan bermasyarakat. Mereka berbeda bukan berarti mereka dibiarkan terabaikan, namun kita harus merangkulnya dan memberikan tempat ternyamannya agar bisa bermasyarakat dan mendapatkan haknya sebagai warga negara. Baik hak dalam pelayanan sosial, pendidikan, dan hak berinteraksi dalam masyarakat.

Bukankah hidup dalam perbedaan itu indah? Yuk, ciptakan keselarasan atas perbedaan. Keterbatasan bukan berarti terbatas dalam segala hal. Keterbatasan adalah awal untuk sebuah ketidakterbatasan.

Selamat Hari Disabilitas Internasional!

Komentar Kamu?

BAGIKAN
Gadis biasa dengan angan luar biasa