Home Mahasiswa Hiburan

Harry Potter Is Back! : Kiat-Kiat Manajemen Bisnis ala Hogwarts

123
BAGIKAN

Masih ingatkah kamu dengan cerita perjuangan penyihir pemberani yang akhirnya berhasil mengalahkan pangeran kegelapan, si Harry Potter? Ya, selama bertahun-tahun para remaja di seluruh dunia telah menggemari serial novel karya J.K Rowling, Harry Potter.

Alasan utama banyak yang menggemari cerita ini adalah karena mengandung genre fiksi yang menarik dengan mengambil latar belakang di London, Inggris. Bahkan semakin digemari ketika dijadikan sebuah film pada tahun 2001 yang didistribusikan oleh rumah produksi terkenal, Warner Bros. Efek-efek sihir dan tegangnya petualangan yang sulit dibayangkan saat membaca novel, dapat diwujudkan ketika kalian menonton film ini.

Sayangnya serial Harry Potter sudah berakhir dengan diakhirinya novel ketujuh berjudul Harry Potter and the Deathly Hallows. Nah, untuk kamu yang masih merindukan tokoh Harry Potter saat belajar di Hogwarts, kamu bisa membaca buku karangan Tom Morris, Harry Potter is Back! : Harry Potter dan Kiat-Kiat Bisnis Manajemen. Selain bisa bernostalgia dengan tokoh favoritmu, kamu juga bisa sekaligus belajar tentang dunia bisnis lho!

Resep Keberanian Harry

Apa yang membuat seorang anak kecil seperti Harry mampu menghadapi bahaya-bahaya besar di hadapannya? Tentu saja karena adanya keberanian. Dalam buku ini Morris mengatakan bahwa keberanian adalah melakukan hal yang benar, bukan yang mudah. Serta menggambarkan bagaimana keberanian yang sesungguhnya.

Nilai-nilai yang buruk tidak akan menghasilkan keberanian, dan hal itu Morris gambarkan dengan para pengikut Voldemort, atau yang biasa disebut pelahap maut. Dengan sangat detail ia menjelaskan dialog dalam novel —yang dapat melahirkan nilai kebaikan atau keburukan. Tak lupa juga disisipkan lima langkah Harry Potter untuk memperoleh keberanian. Salah satunya adalah persiapkan diri menghadapi tantangan. Tantangan yang dimaksud disini adalah bagaimana kamu berani menantang dirimu untuk memulai suatu bisnis.

Etika Para Penyihir

Saat kamu menonton serial Harry Potter, kamu mungkin melihat ada guru di Hogwarts yang berperilaku tidak menyenangkan, contohnya saja Severus Snape. Dia kasar, pendendam dan kejam. Namun ada juga yang bersikap hangat seperti Hagrid. Lalu bagaimana pendapat Morris mengenai perilaku para penyihir ini

Yang menjadi sangat berkesan dalam buku ini adalah pernyataan Morris tentang Aturan Emas. Dan ia menyebutnya sebagai versi aturan etika yang paling terkenal sepanjang sejarah dunia. Ia menjelaskan bahwa Aturan Emas adalah standar perilaku yang dikenal oleh orang-orang paling bijaksan di setiap budaya maju, dan setiap bagiannya sangat relevan dengan bisnis modern serta kehidupan selain dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini.

Jadi, dengan memegang teguh aturan ini, ia berpendapat bahwa Severus Snape sama sekali tidak bisa mendasarkan perilakunya pada Aturan Emas. Tentu ini sangat berisiko dalam dunia bisnis. Karena di tempat kerja, diperlukan adanya respek, penghargaan dan kasih sayang pada orang lain. Sebagaimana yang dilakukan Harry kepada orang-orang di sekitarnya. Sedangkan sikap anti-etika dijamin membuat kegagalan.

Kebohongan-Kebohongan di Hogwarts

Seberapa yakin dirimu bahwa Harry adalah tokoh yang jujur? Morris merangkumnya untuk kamu, beberapa kutipan yang ada dalam novel Harry Potter.

“Tidak,” ujar Harry berbohong. (PA 155)

“Harry,” kata Fudge dengan riang, sambil mendekat. “Apa kabar?”
“Baik,” Harry berbohong (PA 581)

“Ada apa?” kata Hagrid.
“Tidak ada apa-apa.” Harry berbohong (BB 79)

Jadi apakah sekarang kamu bertanya-tanya, ‘mengapa Harry berbohong?’ dan jawaban yang Morris jawab hanyalah ‘tidak ada alasan. karena itu kebiasaan.’ Orang-orang sering berbohong tanpa alasan, bukan? Hal itu juga terjadi di Hogwarts. Bahkan yang lebih parahnya lagi, kebohongan yang melingkupi koran Daily Prophet setiap harinya. Jurnalis berbohong pada pembaca mereka. Yang terjadi dan apa yang diberitakan tidaklah sesuai.

Banyak contoh lagi yang Morris ungkap tentang kebohongan-kebohongan di Hogwarts. Dan sebagai penghantar untuk membahas hubungannya dengan dunia bisnis, Morris membagi kebohongan menjadi 8 jenis. Yang Harry lakukan disebut Berbohong demi kenyamanan. Lalu bagian mana dari kebohongan yang seharusnya harus kita hindari dalam berbisnis? Tentu saja kebohongan dengan maksud jahat dan kebohongan untuk melindungi diri sendiri. Atau yang kita sebut sebagai korupsi.

Korupsi merupakan salah satu jenis kebohongan untuk menguntungkan diri sendiri. Lalu bagaimana akibatnya berbohong untuk menguntungkan diri sendiri versi Harry Potter? Lihat saja bagaimana yang terjadi pada keluarga Dursley karena sering berbohong dalam usaha mereka mendapatkan status sosial yang lebih aman dan lebih tinggi.

Albus Dumbledore, sang CEO

Tom Morris —sang penulis, sangat mengagumi dialog-dialog yang diciptakan Rowling. Karena menurutnya, terdapat pesan-pesan moral yang dapat diambil dari setiap dialog para penyihir. Contohnya saja cara penggambaran tokoh Dumbledore yang dalam bukunya ia anggap sebagai pemimpin (CEO) yang bijak.

Ia menggambarkan bagaimana bijaknya sosok kepala sekolah Hogwarts tersebut dari kutipan-kutipan dialog dalam novel Harry Potter. Kamu pasti akan terkesan bagaimana Morris menyajikan cuplikan kisah-kisah bermakna dalam serial Harry Potter dan caranya mengaitkan dengan dunia bisnis. Kamu akan dituntun untuk menjadi seorang pemimpin bisnis —berbasis kearifan, yang setara dengan kepala sekolah Hogwarts, Albus Dumbledore.

Gimana? Apakah kamu sudah memiliki sedikit gambaran tentang bisnis ala Hogwarts? Ingin mengetahui lebih lanjut mengenai cara menjalankan bisnis ala Hogwarts? Kamu bisa membeli buku karangan Tom Morris ini di toko buku terdekat. Mungkin banyak dari kamu yang bingung bagaimana cara memulai bisnis atau mungkin kamu adalah seseorang yang ingin menyerah di tengah bisnis yang sedang kamu jalani, buku ini cocok untuk memotivasi kamu.

Kamu pun dapat menyuntikkan kearifan dalam diri kamu dengan kisah yang menyenangkan. Pengambilan kutipan dari kisah Harry Potter juga dapat memompa semangatmu dalam berbisnis. Ketika kamu ingin mempelajari lebih lanjut tentang dunia bisnis, kamu mungkin akan mencari-cari beberapa buku bisnis yang pada akhirnya membuatmu mengantuk. Tetapi dengan adanya tokoh favorit dalam sebuah buku bisnis, membuat kamu lebih bersemangat saat membacanya. So, mulai sekarang, jangan malas untuk belajar tentang dunia bisnis lagi ya, Potterhead!

Vhya Syahkuan-za
www.wattpad.com/vhyaza

Komentar Kamu?