Home Berita

Jakarta dari sudut pandang Anies Baswedan

454
BAGIKAN

Hai sobat unjkita.com! Membahas politik tentu tidak akan ada habisnya. Namun, bila kita memilih untuk tutup mata secara acuh dengan politik juga kurang etis karena segala kegiatan dalam hidup kita merupakan bagian dari politik itu sendiri.

Kali ini unjkita.com mendapatkan kesempatan untuk mewawancarai salah satu Calon Gubernur DKI Jakarta yang juga mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Ketua Komite Etik KPK, Juru bicara Jokowi-JK, Pendiri Indonesia Mengajar, mantan Rektor Paramadina, 100 Top Intelektual Dunia. Ya, beliau adalah Bapak Anies Rasyid Baswedan, Ph.D

Yuk mari kita simak hasil wawancara Calon Gubernur nomor 3 ini dengan unjkita mengenai Jakarta.

Akbar: Sebelumnya apakah bapak mengenal Universitas Negeri Jakarta?

Anies Baswedan: Iya, saya mengenal baik Universitas Negeri Jakarta. Karena Universitas Negeri Jakarta merupakan salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Jakarta pula.

Salah satu program bapak Anies mengenai pendidikan adalah tentang SMK yang bersekolah 2 hari dan 3 hari selanjutnya praktek di Private Sector/Kantor Kantor yang ada, Sedangkan untuk di perguruan tinggi pun akankah bapak memiliki program konkrit untuk membangun perguruan tinggi yang ada di Jakarta agar tidak kalah bersaing dengan Perguruan Tinggi lain?

Nantinya, saya dapat terlibat lebih dengan universitas sebagai gubernur dan juga sebagai pribadi. Karena secara otoritas pendidikan tinggi memang dibawah naungan pemerintah pusat, serta bukan dibawah naungan pemerintah provinsi. Yang dipegang oleh provinsi adalah SMA/SMK/MA sedangkan untuk SD dan SMP dibawah naungan Kabupaten. Jadi, yang akan saya lakukan adalah berbicara dan menggelar pertemuan rutin dengan universitas yang ada di Jakarta untuk memanggil rektor, pimpinan perguruan tinggi serta petingginya untuk membuat universitas yang ada di Jakarta bergerak secara bertahap karena saya tak ingin pendidikan di Indonesia itu ada di kelas dua. Walaupun otoritas perguruan tinggi bukan dibawah Pemda I kami akan tetap melakukan pertemuan rutin untuk membahas hal ini.

Bagaimana cara bapak meningkatkan kualitas dari guru khususnya guru muda/honorer di Jakarta?

Guru muda disini saya melihatnya dengan distribusi guru yang menjadi lebih baik dan memang jumlah pensiuan guru di Jakarta akan lebih besar karena hal ini sempat kami diskusikan, akan tetapi saya berharap guru muda ini dapat mendorong dan meningkatkan mutu dan kualitas itu sendiri. Bagaimana cara meningkatkannya yang pertama adalah tingkatkan kepemimpinan kepala sekolahnya, karena apabila kepala sekolah baik dan gurunya menjadi guru pembelajar yang serius maka sekolah itu akan menjadi lebih baik pastinya. Pemerintah memang mengadopsi kebijakan “zero growth” untuk PNS kecuali guru dan tenaga medis jadi bila memang formasi ini dibutuhkan maka Pemda dengan senang hati akan mengangkat guru muda ini menjadi PNS agar menjadi ketenangan didalamnya. Karena bila guru tidak tenang dengan unsur kepegawaiannya mereka juga tidak akan tenang dalam mendidik. Kita harus konsisten dalam hal ini bila ingin kualitas guru dalam mengajar lebih baik kita harus membereskan dapur gurunya agar guru dapat bekerja lebih baik kedepannya.

Salah satu tujuan dan moto kampanye Bapak adalah “Maju Kotanya, Bahagia Warganya”, serta membangun manusianya namun bagaimana jika dalam prosesnya nanti manusia yang ingin dibangun ini tidak sepakat dengan sudut pandang bapak?

Yang pemerintah bisa lakukan adalah menjelaskan bahwa kami berikan kesempatan untuk belajar dengan konsekwensi yang juga dijelaskan nantinya. Kalau sampai SMP itu dikatakan wajib belajar yang mengartikan pemerintah wajib menyediakan dan orang tua wajib mengirimkan anaknya untuk belajar. Wajib belajar disini bukan wajib sekolah, yang artinya bila dia memilih homeschooling juga boleh yang mewajibkan anak untuk belajar 9 tahun itu wajib dilakukan karena juga perintah dari undang – undang Negara ini. Namun, konteksnya bila sudah lewat dari itu kami tidak akan memaksa karena sebagai orang dewasa mereka berhak untuk melakukan apa yang ingin dilakukannya karena Negara tidak bisa memaksa, yang dapat dipaksa adalah SMP kebawah di usia itu boleh karena ada undang – undangnya. Dan untuk yang melewati itu apabila dalam prosesnya tidak sesuai dengan sudut pandang kami, maka tidak aka nada paksaan.

Apa sikap yang Bapak Anies Baswedan lakukan bila dalam prosesnya nanti salah satu dari program – program yang bapak tidak berjalan?

Program itu jangan dibayangkan seperti organisasi bebas karena pemerintahan itu ketika anggaran diputuskan maka dia menjadi peraturan, kalau di provinsi di sebut perda kalau di pusat disebut undang undang yaitu APBN. Dan tugas gubernur memastikan secara reguler untuk memastikan hal itu berjalan. Saat di kemendikbud saya membuat setiap dua minggu sekali rapat internal yang melaporkan progres semua rencana yang dibuat. Agar program yang berjalan tidak macet dan terlihat bagaimana solusinya bila ada kendala sehingga dapat diselesaikan. Dan orang yang bertanggungjawab harus memperbaiki hal tersebut bila tidak akan disanksi atau diganti dengan orang lain. Jadi tidak ada program yang tidak berjalan karena program dapat di monitor lewat dashboard yang ada. Program yang terlihat tidak berjalan itu yang biasanya terjadi adalah gubernurnya atau pemimpinnya tidak mengawasi secara reguler. Maka bila saya menjadi gubernur setiap 2 minggu akan diadakan rapat evaluasi pelaksanaan dari seluruh program yang ada di dalam pemda, sehingga semuanya akan kami monitor agar tidak ada yang terlambat untuk dieksekusi.

Jakarta tidak lepas dari permasalahan Banjir, UNJ menjadi salah satunya yang tidak dapat lepas dari hal ini. Apakah solusi yang dapat bapak berikan dalam membenahi masalah ini?

Penanganannya adalah buat air masuk ke dalam bumi. Penanganan secara vertical yang membuat air hujan ini nantinya akan menjadi cadangan air tanah.

Apa pesan bapak terhadap Pilkada yang saat ini terlihat panas pak?

Bangsa Indonesia akan mengalami pilkada dan pemilu setiap 5 tahun. Maka jadikanlah ini sebagai kegiatan normal yang rutin. Jadi bagi yang berbeda pendapat jangan khawatir karena bila masa ini berakhir semuanya akan sama sama dalam membangun Jakarta dan Indonesia. Jadi kalaupun berbeda pandangan jangan sampai saling menyerang, jangan melihat ini sebagai pertempuran karena ini hanya lawan. Lawan adalah teman dalam artian lain. Seperti lawan debat maka itu adalah teman berdiskusi dan berfikir. Jadi bersikaplah tenang karena ketiga pasangan calon disini sama sama ingin membangun Jakarta untuk yang lebih baik.

 

Jadi, bagaimana pendapat kalian mengenai sosok calon gubernur DKI nomor urut 3 ini 😀

jadi jangan lari ya dari politik, Karena keputusan politik selalu dekat dengan kehidupan kita, hanya saja proses pengambilan keputusan yang berjarak memperlihatkan bahwa seolah politik berjarak dengan kita. cara terbaik adalah mendekatkan diri dan mempelajari cara menanganinya.

Komentar Kamu?