Home Berita

Jati Diri UNJ Dibongkar Pasang untuk Syuting Sinetron

3709
BAGIKAN

unjkita.com – Masih hangat dalam ingatan kita bahwa baru saja seremonial Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) usai pekan lalu dengan tuntutan menolak komersialisasi dan liberalisasi pendidikan kepada Kemenristekdikti. Namun kini, ada apa dengan UNJ? Dengan mudahnya hari ini (7/5/2016) pihak crew Sinetron sekitar pukul 11.30 WIB mencopot plang kampus menjadi nama sebuah sekolah fiktif untuk dipersiapkan menjadi sebuah tempat syuting. Anehnya lagi, pihak rektorat pun tak mengetahui hal ini.

BEM UNJ telah memberikan rilis atas informasi-informasi yang telah didapatkan terkait praktik komersialisasi kampus yang digambarkan pada foto yang telah beredar di kalangan civitas akademika hari ini.

“Pertama kali syuting dilakukan pada tanggal 30 April 2016, yang terdokumentasikan BEM UNJ. Syuting sinetron baru, salam dari RCTI akan tayang selam bulan puasa. Proses syutingnya di UNJ selama 4 hari, 25 April, 30 April, hari ini (7 Mei) dan 29 Mei 2016. Saat ini, sedang tahap klarifikasi kepada pimpinan UNJ, sejauh ini yang merespon kami hanya Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan. WR Bidang Kemahasiswaan UNJ kurang mengetahui kegiatan tersebut. Hasil wawancara di lapangan, crew mengaku tidak berkoordinasi dengan pihak UNJ,” jelas Bagus Tito, Ketua BEM UNJ pada penyataan yang dirilis oleh BEM UNJ.

“Identitas kampus dibongkar pasang dengan mudah dan seenaknya. Seragam pendidikan di gunakan dengan tidak semestinya. Layaknya sebuah taman bermain yang bisa digunakan kapanpun dan dimanapun. Lalu, Mahasiswa diam?” tanya Rizky Fajrianto, Kepala Departemen SOSPOL BEM UNJ.

Foto aktivitas crew Sinetron yang sedang membongkar pasang tulisan jati diri UNJ di Plaza UNJ telah menjadi viral di kalangan civitas akademika UNJ dan para alumni.
Komersialisasi Kampus 1

“Episode sinetronnya diboikot aja mungkin, jangan sampai tayang (yang shoot gambar di UNJ) Karena kalau memang pihak UNJ tidak mendapatkan surat permohonan izin atau sebagainya, UNJ berhak mengajukan pernyataan keberatan, dan sebagainya,” ungkap aspirasi Siti Nurwulan di akun Facebook BEM UNJ.

Pada pukul 13.34 WIB pihak BEM UNJ mendapatkan konfirmasi dari Bapak Asep selaku Kepala UPT Humas.

“Sebenarnya dalam perizinan tidak ada bentuk pengubahan logo dan simbol UNJ. Pihak Production House PT Digital Network Aestetik (PT DNA)  dan crew yang bertugas kami meminta dengan tegas untuk melayangkan surat permohonan maaf kepada pihak UNJ maksimal pukul 16.00 hari ini. Penggunaan fasilitas UNJ (dalam kasus ini) tidak dikenakan biaya yang diterima kampus, hanya biaya security dan kebersihan saja,” jelas Bapak Asep, Kepala UPT Humas UNJ.

Salah satu aktivis Green Force, Mohammad Hafizh, di status akun Facebook-nya mengungkapkan, “Kalau boleh curhat, pernah nih suatu ketika saat sedang mengikuti sekolah propaganda Green Force, saya memasang banner sampai menutupi tulisan di Plaza UNJ. Responnya mantap, langsung ditanya-tanya satpam hehe. Lah ini kok yang katanya gak punya koordinasi sama sekali bisa asik masang-masang sampe naik-naik keatas hehehe. Lucu sekali UNJ hari ini.”

Berdasarkan rilis tentang pecopotan logo dan tulisan UNJ di Plaza UNJ dari Humas UNJ

“Berkenaan dengan kegiatan shooting sinetron ramadhan yang dilakukan oleh Production House PT Digital Network Aestetik (PT DNA) di Plaza UNJ pada hari Sabtu, 7 Mei 2016 pukul 11.30 WIB, kami perlu menyampaikan beberapa hal terkait penutupan logo dan tulisan UNJ di Plaza UNJ:

  1. Pada sekitar pukul 11.30, untuk keperluan shooting PT DNA melakukan tindakan penutupan logo dan tulisan Universitas Negeri Jakarta di Plaza UNJ dan menggantinya dengan tulisan Senior High School Galaxy.
  2. Penutupan logo dan tulisan tersebut dilakukan PT DNA secara sepihak dan tanpa berkoordinasi dengan pihak UNJ.
  3. Pukul 12.44 WIB pihak humas meminta agar PT DNA melepas dan menurunkan tulisan tersebut.
  4. Pihak PT DNA langsung menurunkan penutup tulisan tersebut dan menyampaikan bahwa belum sempat dilakukan pengambilan gambar pada saat logo dan tulisan UNJ tersebut ditutup karena kondisi saat itu hujan.
  5. Pihak Humas UNJ juga meminta agar pihak PT DNA membuat surat pernyataan tertulis yang berisi permohonan maaf PT DNA kepada civitas akademika UNJ atas kekeliruannya tersebut dan tidak mengulanginya.
  6. PT DNA menyatakan bahwa penutupan logo dan tulisan tersebut murni karena kekeliruan dan ketidaktahuan mereka, semata mata hanya untuk mengejar deadline shooting.

Demikian rilis ini dibuat untuk mengklarifikasi berita yang selama ini berkembang.”

Berikut ini adalah surat Permohonan Maaf dari PT. Digital Network Aestetik (PT DNA) yang ditujukan kepada rektor UNJ.

Surat Permohonan Maaf

Ada apa dengan UNJ? Menjelang Dies Natalis UNJ yang ke-52, bisa-bisanya jati diri UNJ dibongkar pasang untuk keperluan syuting sinetron.

 

Komentar Kamu?