Home Suara Anda Opini

Kegelisahan dan Doa

63
BAGIKAN

Sering kali manusia merasakan perasaan yang berkecamuk, berantakan, setres, cemas atau bahkan bingung. Pada dasarnya hal itu terjadi karena seseorang sedang memikirkan sesuatu yang rasanya tidak dapat ia lakukan atau tidak dapat ia kontrol dengan baik. Hal ini menandakan seseorang sedang gelisah.

Gelisah sendiri dalam kamus bahasa Indonesia berarti tidak tentram, selalu kuatir, tidak sabar, cemas. Kegelisahan di dalam bahasa zaman sekarang lebih dikenal dengan istilah galau. Kegelisahan atau yang lebih akrab disebut galau ini sebenarnya adalah masalah yang kecil namun dapat menjadi sebuah masalah yang lebih spesifik. Hal ini dapat dikait-kaitkan dengan sebuah perasaan. Kegelisahan itu banyak macamnya misalnya seperti seseorang yang sedang jatuh cinta, atau mungkin seseorang yang sedang menghadapi dua pilihan dalam hidupnya, atau seseorang yang sedang merenung, masalah pekerjaan, masalah pendidikan, masalah keluarga, atau pun segala sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, dan masih banyak lainnya.

Sebenarnya kegelisahan atau galau ini datangnya dalam diri kita sendiri.

Sebenarnya kegelisahan atau galau ini datangnya dalam diri kita sendiri. Pernah tidak kalian merasakan dalam diam tiba-tiba kalian merasa ada sesuatu yang sepertinya saat kalian ingin mengerjakan sesuatu menjadi serba salah. Pada saat itu hati kita merasa tidak tenang. Pernah kah kalian bertanya kenapa hal itu dapat terjadi.

Manusia sering kali tenggelam dalam kegelisahan. Kegelisahan yang lama mampu menghilangkan rasa bahagia. Dan ternyata kegelisahan ini dapat menyita waktu, yang seharusnya kita dapat dimanfaatkan dengan hal yang lebih positif. Waktu inilah yang sebenarnya tidak kita sadari. Pada kenyataannya seseorang merasa gelisah atau pun galau karena dia sedang memikirkan sesuatu. Setiap orang memiliki kesibukannya masing-masing. Ada yang memikirkan pekerjaan, ada yang memikirkan pendidikan, seperti sekolah, kuliah, ada juga yang memikirkan keluarga, dan yang paling sering kita pikirkan adalah uang. Karena sebagian orang berasumsi uang adalah segalanya, dan dengan uang kita dapat melakukan apapun. Inilah beberapa alasan mengapa kita pernah mengalami kegelisahan atau yang akrab disebut galau ini.

Sebelumnya, di awal paragraf ini saya mengatakan bahwa kegelisahan atau galau ini dapat menyita waktu tanpa kita sadari. Kenapa demikian, jawabannya adalah karena kita terus menerus serta selalu memikirkan masalah tersebut berulang-ulang. Sehingga tanpa kita sadari sebenarnya kegelisahan atau galau ini telah menjajah otak dan pikiran kita, tanpa kita sadari.

Ketika seseorang merasakan kegelisahan atau yang akrab disebut sebagai galau ini terkadang mampu membuat seseorang akan cenderung lebih tidak menyadari apa yang ada didekat kita. Dikarenakan masalah-masalah atau pun pikiran yang telah menjajah otak kita terus memikirkan solusi bagaimana masalah tersebut dapat diselesaikan. Hal ini juga dapat terjadi ketika kita di hadapi dalam sebuah pilihan atau pun sebuah situasi.

Ketika kita resah dan gelisah memikirkan mana yang harus kita pilih dan apa yang harus kita tentukan, maka disitulah hati dan pikiran kita tidak dapat menyatu atau bisa disebut tidak sinkron.

Selain dapat menyita waktu kita, kegelisahan atau yang akrab disebut galau ini juga dapat mengganggu tidur kita. Hal ini juga berkaitan erat dengan waktu. Seperti yang dijelaskan sebelumnya kegelisahan dapat menyita waktu, karena kita terlalu sering memikirkan apa yang ada dalam otak dan pikiran kita. Karena terlalu seringnya memikirkan masalah ataupun sesuatu yang menghantui otak kita hal ini dapat mengganggu pola tidur kita.

Seperti yang kita rasakan pada umumnya, jika masalah atau dalam suatu hal dalam otak kita yang sudah kita doktrin bahwa itu merupakan masalah yang penting dan harus kita selesaikan, maka kita akan terus berusaha memikirkan solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah tersebut. Hal ini, tanpa kita sadari terus berlanjut hingga waktu malam. Waktu dimana seharusnya otak dan seluruh tubuh kita berhenti melakukan aktifitas pada umumnya. Dimana otak dipaksa untuk bekerja, memikirkan apa yang sejak dari tadi menganggu otak dan pikiran kita. Tentu saja ini bukan suatu hal yang baik untuk tubuh kita. Akibatnya di pagi hari saat kita bangun tubuh kita tidak sesegar orang bangun tidur pada umumnya. Sudah pasti kepala akan terasa sakit, karena otak dipaksa bekerja saat waktunya beristirahat. Dan tentu saja masalah yang hanya kita fikirkan sejak malam akan terus menempel pada otak kita di sepanjang hari.

Bayangkan, jika kegelisahan atau yang akrab disebut galau ini menimpa kita setiap malam. Apakah hari-hari kita akan lebih baik dari hari sebelumnya. Yap, ini bukanlah sebuah solusi untuk kita, bahkan ini akan menjadi masalah baru untuk kita. Tubuh kita tidak bugar,lemah, tidak konsentrasi, bahkan sepanjanghari kita akan terasa lebih berat dari hari sebelumnya. Mengapa kita harus gelisah atau pun galau padahal kita punya Tuhan yang selalu ada untuk kita, yang selalu bersedia mendengarkan curahan hati kita.

Apakah kalian lupa, kalian ada di dunia karena Nya, kalian bernafas, berjalan, melihat dunia karena Nya.

Kenapa tidak kalian memohon dan meminta kepadaNya agar kegelisahan dan kegalauan ini sirna dalam otak dan fikiran kalian ,serta memohon agar diberikan jalan keluar. Apakah kalian ragu akan kekuasanya. Inilah yang sering dilupakan oleh banyak remaja atau pun orang pada umumnya. Karena sesungguhnya ketika seseorang merasa gelisah atau pun galau, maka artinya orang tersebut sedang jauh dari tuhanNya. Kita punya orang tua, kita punya teman bahkan sahabat, kita telah mencurahkan segala sesuatunya namun tetap saja masalah itu masih menganggu otak dan pikiran kita.

Namun pada kenyataannya tempat terbaik untuk mencurahkan hati kita hanyalah kepada Tuhan. Terdapat sepenggal ayat Al-qur‘an menerangkan ; Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka jahannam dalam keadaan hina dina”. (Q.S. Gafir: 60).

Dengan doa kepada Nya, kita curahkan segala sesuatu yang mengganggu otak dan pikiran kita dengan harapan Tuhan berikan jalan yang terbaik untuk kita
Setiap orang pasti pernah merasakan kegelisahan atau yang akrab disebut galau. Namun kegelisahan atau galau ini sebaiknya kita tidak tenggelam atau pun berlarut-larut dalam kegelisahan dan kegalauan ini. Ada baiknya jika kita berdoa dan memohon kepada Tuhan agar diberikan jalan dalam masalah tersebut. Pasrahkan segalanya kepada Tuhan. Percayalah tuhan tidak akan pernah tidur dan membiarkan umatnya sedih dan susah. Serta lakukanlah hal-hal positif di sekitar kalian agar kegelisahan atau pun kegalauan kalian perlahan sirna.

Oleh: Rifka Alfiatin Zahroh

Komentar Kamu?

BAGIKAN
Ruang Publik Kepada Seluruh Civitas Akademika UNJ untuk menyampaikan kritik, & Saran. Yuk Kirimkan Buah Pikiranmu