Home Mahasiswa Belajar

Brigadir Jenderal TNI (Purn.) Latief Hendraningrat, Pengibar Bendera Pusaka Yang menjadi Rektor UNJ

952
BAGIKAN

Brigadir Jenderal TNI (Purn.) Raden Mas Abdul Latief Hendraningrat merupakan Rektor IKIP (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Jakarta yang pertama sejak resmi didirikan pada tanggal 16 Mei 1964 berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 1 Tahun 1963. Pada tanggal 4 Agustus 1999 IKIP Jakarta berubah menjadi UNJ (Universitas Negeri Jakarta) berdasarkan Keppres No. 093 Tahun 1999. Hari jadi Universitas Negeri Jakarta kemudian ditetapkan sama dengan hari jadi IKIP Jakarta yaitu pada tanggal 16 Mei 1964. Sebelumnya, IKIP Jakarta merupakan Fakultas IKIP Universitas Indonesia. Selama menjadi Fakultas IKIP UI, sudah ada dua dekan yang memimpin yakni Prof. R. Sugarda Poerbakawatja dan Prof. Dr. Slamet Imam Santoso.

Brigadir Jenderal TNI (Purn.) Raden Mas Abdul Latief Hendraningrat lahir di Jakarta, 15 Februari 1911. Beliau pernah mengabdikan dirinya sebagai pengajar di beberapa sekolah menengah swasta, seperti yang dikelola oleh Muhammadiyah dan Perguruan Rakyat. Beliau juga pernah dikirim oleh pemerintah Hindia Belanda sebagai ketua rombongan tari ke World Fair di New York. Pada masa pendudukan Jepang, beliau giat dalam Pusat Latihan Pemuda (Seinen Kunrenshoo), kemudian menjadi anggota pasukan Pembela Tanah Air (Peta).

Pada tanggal 17 Agustus 1945 Latief Hendraningrat yang kala itu usianya masih 34 tahun ditugaskan sebagai pengibar bendera Pusaka Merah Putih pada pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jalan Pegangsaan Tirnur, Jakarta. Ketika itu beliau juga ditunjuk sebagai penanggungjawab keamanan Upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia berbekal pengalaman sebagai mantan Chudacho Peta di Jakarta.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan, beliau terlibat dalam berbagai pertempuran guna mempertahankan kemerdekaan. Pada tahun 1948, beliau menjabat sebagai Komandan Komando Kota Yogyakarta ketika Belanda menyerbu Yogyakarta. Beliau juga turut bergeriya bersama pejuang lainnya ketika Yogyakarta terkepung oleh tentara Belanda.

Beliau pernah ditugaskan di Markas Besar Angkatan Darat pasca penyerahan kedaulatan Indonesia tahun 1949. Pada tahun 1952 Beliau ditunjuk sebagai atase militer Rl untuk Filipina, lalu dipindahkan ke Washington hingga tahun 1956. Sekembalinya di Indonesia beliau ditugaskan memimpin Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (SSKAD) yang saat ini menjadi Seskoad.

Pada tahun 1964 Fakultas IKIP Universitas Indonesia berubah menjadi IKIP Jakarta. Beliau kemudian menjadi rektor IKIP Jakarta sejak 1964 hingga 1965. Pada tahun 1967 beliau memasuki masa pensiun dengan pangkat brigadir jenderal. Sejak itu beliau menjadi seorang wiraswastawan dan aktif di Yayasan Perguruan Rakyat, organisasi Indonesia Muda dan ASITA (Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies).

Pada Senin, 14 Maret 1983 pukul 21.00 WIB, beliau meninggal dengan tenang pada usia 72 tahun di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto Jakarta. Dengan pangkat kemiliteran terakhir Brigadir Jenderal dan dinaikkan menjadi Mayor Jenderal, jenazah Latief Hendraningrat disemanyamkan di rumah kediaman di Jalan Mangunsarkoro Jakarta Pusat sebelum dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Salah satu upaya Universitas Negeri Jakarta untuk mengenang jasa dan pengabdian beliau bagi Indonesia dan khususnya bagi Univeritas Negeri Jakarta adalah dengan mengabadikan namanya sebagai nama aula yakni Aula Latief Hendraningrat yang terletak di Gedung Dewi Sartika.

Sumber:
www.unj.ac.id
www.jakarta.go.id
www.veteranri.go.id/no.5.pdf

Komentar Kamu?

BAGIKAN
Pencari cahaya langit dan mahkota persahabatan/ Bahagia di atas kebahagiaan orang lain/ Pend. Biologi UNJ.