Home Mahasiswa Belajar

Lengkap Sudah Keterarahanku

482
BAGIKAN

Aku pernah merasa “asing”, dimana tempat itu begitu terlihat nyata tidak aku kenal. Mimpi singkat yang selalu aku elu-elukan. Harapan yang aku bawa terbang tinggi, pada akhirnya jatuh juga.

Singkat cerita, aku bukan tipe seseorang yang mempunyai mimpi jangka panjang. Mimpiku hanya mimpi-mimpi pendek seperti tidur malam kemarin. Akupun pernah kecewa dengan mimpiku sendiri. Justru, kekecewaan itu membawa aku ke tempat yang sama sekali tidak aku kenal.

Mimpi, lagi-lagi mimpi. Mimpiku dulu menjadi insinyur, membangun jembatan kecil untuk teman-teman di daerah agar terasa nyaman saat berangkat sekolah. Namun, kehendak-Nya berkata lain. Mimpiku kandas membantu teman-teman di daerah. Aku kecewa, niat baikku pupus sudah.

Kalau kata anak zaman sekarang, move on! 

Tahun 2013aku diberi kesempatan oleh-Nya berkuliah di salah satu Universitas Negeri di Jakarta melalui jalur SBMPTN. Kau tahu apa? Aku berkuliah di program studi Pendidikan Tata Boga. Program studi “Tata Boga” saja aku tidak kenal, apalagi dengan embel-embel “Pendidikan”. Move on-ku ini semakin gila, semakin galau ketika aku tahu Program Studi-ku ini berada di Fakultas Teknik. Yaps, salah fakultas impian yang mencetak gelar “Insinyur”. Pedih? Iya!

Aku seperti merasa tersesat. Benar-benar tersesat.

Karena galau ini, rasa bingung yang berlebihan. Membawa aku ke beberapa tempat yang asing. G-304, istilah pada salah satu ruangan di Gedung G. Salah satu tempat dengan plang bertuliskan “Lembaga Pers Mahasiswa DIDAKTIKA”. Sebuah tempat yang membuat aku tersadar akan pentingnya budaya literasi dan media massa. Sayang, mimpiku yang ingin kurajut bersama G-304 terhalang oleh izin orang tua.

Lagi-lagi aku harus move on. 

Di semester 2 tahun pertama, aku menjadi mahasiswa biasa. Datang hanya karena ada kelas yang disebut kuliah. Di semester ini aku merasa hampa. Terasa tidak ada jalan untuk pulang, mau pulangpun enggan. Hingga di tahun ke-2, ada pembukaan pendaftaran anggota Komunitas Blogger UNJ. Setidaknya, aku merasa terarah akan kehadiran KOMBUN.

Dilanjut pada tahun ke-3, aku mendaftar disalah satu organisasi ekskutif tingkat Universitas dengan amanah Departemen Komunikasi dan Informasi. Disini, bahkan aku pernah diamanahkan menjadi seorang “editor”, sebuah lakon yang penting dalam dunia warta. Kini, aku sedang berada di organisasi eksekutif tingkat fakultas dengan Departemen yang sama seperti sebelumnya.

Lengkap sudah keterarahanku, rasa galau dan bimbang ini mulai pudar. Keresahan ini membawa aku menjadi pribadi yang lebih tangguh, aku belajar banyak, bahkan hingga sebuah ikatan ukhuwah yang begitu dekat.

Urusan akademik? Saat tahun kedua kuliah, aku hanya mempunyai modal tekad, yakin akan rencana-Nya jauh bermanfaat bagi diriku dan orang lain, dan aku pasti dapat menjadi “seseorang” melalui Pendidikan Tata Boga. Aku mulai merajut mimpi bersama “Pendidikan Tata Boga”.

Membuat sebuah brand untuk produk kulinerku sendiri, #DapurMuti. Melalui Praktik Kerja Lapangan/ PKL, membuat aku semakin melek dengan dunia industri makanan. Literasi dan tata boga, aku gabungkan menjadi beberapa tulisan dengan tema Masak ataupun Kuliner. Zona kehidupan yang sedang aku nikmati saat ini. Puncaknya, aku bahagia bukan kepalang mendapat panggilan interview magang di salah satu media massa berbasis kuliner.

Namun kehendak masih berkata lain, tawaran itu datang disaat aku sedang PKM. Praktik Keterampilan Mengajar, sebuah babak baru bagiku. Di situ, aku belajar menjadi seorang pendidik. Tawaran interview magang aku tinggalkan demi kewajibanku sebagai mahasiswa PKM dan tentu, belajar sebagai pendidik.

Tanpa aku sadari -entah- sudah berapa kali aku move on dari kehidupanku sendiri. Mencari babak baru dalam hidupku. Bergerak itu harus diciptakan! Kalau diam saja, ya tetap ditempat dong. Rasa gelisah, bimbang, tersesat, adalah hal yang manusiawi. Berserah pada-Nya, tetap berusaha, pasti ada jalan untuk kamu-kamu yang mau bergerak maju.

Saat ini, aku jadi penasaran, apa lagi ya yang akan menantiku di masa depan?

 “Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang merubah apa-apa yang ada pada diri mereka.” – QS Ar-Ra’d:11.

Oleh: Mutiara Kinanti (Fakultas Teknik)

Tulisan ini merupakan salah satu tulisan bulanan dengan tema “First Step Mahasiswa Baru UNJ” yang dipersembahkan oleh KOMBUN (Komunitas Blogger UNJ). Ingin bergabung dengan kami? Silakan daftarkan dirimu di: http://goo.gl/forms/hXtu6HKl4N

 

Komentar Kamu?

BAGIKAN
Komunitas Blogger UNJ yang bergerak di bidang penerangan dari pemuda oleh pemuda dan untuk membuat dunia lebih indah. Komunitas ini mengusung tagline "Blogger Bermanfaat dan Menginspirasi"