Home Mahasiswa Mengenal Pribadi Sederhana dan Bermakna Mawapres Favorit UNJ 2018, Susi Rahmiyati

Mengenal Pribadi Sederhana dan Bermakna Mawapres Favorit UNJ 2018, Susi Rahmiyati

245
SHARE

Ajang berprestasi “Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) UNJ 2018” kembali mengenalkan pribadi sederhana, Susi Rahmiyati. Perempuan kelahiran Jakarta Barat ini memiliki pandangan hidup “Tidak seperti pohon kelapa yang tinggi hanya untuk dirinya sendiri, tapi seperti pohon beringin yang walaupun rendah namun menyejukkan sekitarnya”. Sangat sederhana bukan? Tetapi luar biasa bermakna.

Selama berproses kurang lebih satu bulan menjadi Finalis Mahasiswa Berprestasi UNJ, perempuan dari Jurusan Biologi ini berkeyakinan bahwa menjadi Mahasiswa Berprestasi menurutnya adalah ketika pribadi mampu bermanfaat untuk orang lain. Untuk sampai pada tahap Mawapres Favorit UNJ pun tidak pernah dibayangkan, yang ia lakukan adalah berusaha memberikan yang terbaik atas apa yang dia miliki, hasil semua adalah bonus.

“Langkah pertama yang saya lakukan memulai menjadi mawapres adalah meluruskan niat. Tujuannya apa sih ingin jadi mawapres. Niat yang baik sangat mempengaruhi selama proses. Kalau niat kita kuat insyaAllah Allah rintangan sebesar apapun bisa dijalani dan niat yang terbaik adalah semata-mata mengharap keridhoan-Nya. InsyaAllah jika niatnya karena Allah, proses yang kita lakukan dari awal sampai akhir bernilai ibadah,” jelasnya.

Pribadi pemalu dan tidak suka berbicara di depan banyak orang cukup melekat pada sosok Mawapres Favorit UNJ 2018 ini, sehingga ajang mawapres ini cukup menguras batinnya untuk melawan rasa takut dalam dirinya sendiri. Tetapi, kebersamaan keluarga, kakak-kakak, teman-teman dan adik-adik di sekitarnya selalu mendukung dan menguatkannya.

“Beruntung saya, lagi-lagi orang sekitar saya yang selalu menguatkan. Saya sangat bersyukur bisa dipertemukan oleh sahabat-sahabat mawapres tahun ini. Dari mulai karantina sampai final, saya merasa begitu hangat seperti keluarga sehingga lupa kalau mereka adalah kompetitor saya. Dan benar mereka bukan kompetitor saya. Mereka adalah teman, keluarga, inspirator dan guru. Saya berharap selepas mawapres ini kekeluargaan kita tetap terjaga dan terus bekerja sama melakukan hal-hal positif untuk kampus kita,” tutupnya.

Komentar Kamu?