Home Mahasiswa Belajar

Menjadi Mahasiswa Baru, Jangan Culture Shock!

1508
BAGIKAN

Mungkin memang sangat menyenangkan ketika nama kita tertera dalam pengumuman kelulusan SNMPTN/SBMPTN atau masuk Perguruan Tinggi yang diidam-idamkan. Ya, memang suatu kebanggaan yang luar biasa jika dunia studi yang kita harapkan selama ini bisa benar-benar terwujud di kehidupan kita sekarang. Namun ingat, jangan terlalu lama-lama nyaman dengan apa yang telah digapai, karena ini bukan akhir dari masa studimu, tapi ini adalah awal dimana kamu akan fokus pada bidang yang kamu pilih, dan ini pula yang akan membawamu ke dunia kerja nanti.

Melangkah ke dunia studi baru biasanya akan memberikan semangat dan energi baru, terlebih dunia studi tersebut adalah yang diharapkan selama ini. Menyandang perubahan status dari siswa menjadi mahasiswa, pasti memberikan kebanggaan tersendiri bagi tiap pelakunya. Namun, sebelum berjibaku di bangku perkuliahan, ada baiknya para mahasiswa baru (MABA) perlu mempersiapkan diri dengan matang. Sebab, sukses di bidang akademik tidak hanya membutuhkan kecerdasan otak, tapi juga membutuhkan keterampilan dalam segala hal.

Nah, saya akan berbagi pengalaman dengan kamu mahasiswa baru, langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan setelah menyandang status “Mahasiswa” :

1. Pastikan jurusan yang diambil sesuai

Di sebuah kampus, entah itu kampus favorite ataupun tidak, pasti ada yang namanya mahasiswa masuk jurusan yang tidak sesuai dengan keinginan atau biasa disebut “kecemplung”, dikarenakan pilihan terakhir. Kalau kamu merasa bahwa kamu memang tidak berminat, tidak nyaman, bukan passion-mu, bahkan tidak memiliki keahlian dibidangnya, maka cepatlah ambil tindakan sebelum terlambat. Karena jika kamu memilih untuk pindah jurusan dari semester awal itu lebih baik daripada setelah sudah melewati 5 semester dan kamu baru menyadari bahwa kamu tidak suka atau tidak berbakat dibidang tersebut. Kamu tidak akan membuang-buang sisa umurmu dengan kesia-siaan. So, putuskan sekarang juga!

2. Tentukan target kelulusan

Disinilah banyak janji-janji palsu yang akan terucap ketika menjadi MABA. Sangat mudah menjawab ketika orang bertanya “Target lulus mau sampai berapa tahun?” dan dengan keyakinannya MABA menjawab “ 3,5 tahun dong!”.  Tapi tidak disangka-sangka setelah semester 4 janji itu akan sedikit demi sedikit memudar karena pergaulan bebas, terlalu sibuk organisasi, mendapatkan nilai di luar ekspektasi, bekerja sambil kuliah, dan sebagainya.

Yang harus kamu lakukan sebagai MABA yang baik hati, rajin menabung dan tidak sombong adalah tentukanlah target kelulusanmu, kemudian kamu bisa menempelkan target itu besar-besar di kamar agar kamu selalu ingat tinggal berapa tahun/bulan/hari lagi kamu harus lulus dari kampus tersebut. Kemudian kamu harus yakinkan dirimu setiap hari bahwa kamu harus konsisten akan janjimu.

3. Hindari kebiasaan-kebiasaan buruk di SMA

Sangat sulit menghilangkan kebiasaan ketika kita masih di SMA, karena memang selama kurang lebih 3 tahun kita berkutat di sekolah dengan teman yang itu-itu saja dengan guru yang itu-itu saja dan dengan pelajaran yang itu-itu saja. Sehingga kita sudah terlalu nyaman dengan kebiasaan belajar yang juga itu-itu saja.

Ketika kamu sudah memasuki dunia perkuliahan, terkadang kamu akan merasakan Jetlag belajar, yaitu dimana kamu akan merasa tidak bisa mengatur waktu dengan baik. Berbeda dengan SMA yang masuk pukul 6.30 dan pulang pukul 15.00, jam mata kuliah di kampus akan sangat bervariasi. Terkadang kamu akan mendapatkan full day class, dimana kamu akan berangkat gelap dan pulang gelap, kemudian ada pula jam kuliah bolong-bolong, contohnya kamu hanya memiliki dua mata kuliah, masuk pukul 8 pagi setelah selesai kamu harus menunggu matakuliah kedua di jam 4 sore. Disini kamu harus benar-benar memanfaatkan waktu senggang tersebut dengan bijak, karena yang sudah terjadi mereka yang memiliki waktu senggang seperti itu akan lebih memilih mampir ke kostan teman dan memilih untuk tidur atau sekedar menonton. Padahal yang seharusnya dikerjakan mahasiswa adalah berdiskusi.

Maka, kuatkanlah imanmu agar tidak terpengaruh oleh kebiasaan-kebiasaan malas sewaktu di SMA, belajarlah ketika ada waktu kosong, minimal diskusikan apa yang akan dipelajari nanti, itu akan sangat membantu.

4. Siap-siap Culture Shock!

Apasih Shock Culture? Saya juga baru menemukan kata tersebut dibangku perkuliahan. Dimana kamu akan benar-benar bertemu dengan berbagai karakter-karakter manusia secara langsung, kemudian melihat kebiasaan-kebiasaan yang janggal. Di SMA biasanya kamu akan bertemu dengan orang-orang yang masih dominan normal, tapi ketika masuk kampus mungkin kamu akan berkata “gila gila gila beda banget… 180o beda.” Kenapa? karena disana kamu akan bertemu dengan orang-orang yang terkadang lucu, unik, bahkan menyenangkan tapi bisa jadi kamu akan bertemu dengan orang yang aneh, tidak wajar,  kemudian kalian juga bisa menemukan orang-orang yang tidak ada rasa malu memamerkan kemesraannya dimuka umum dannnn… coba temukan sendiri. Kuncinya, jangan kaget dan adaptasi terus ya.

5. Carilah teman yang sesuai dengan karaktermu dan mendukungmu

Penting sekali untuk berkumpul dengan komunitas yang baik, karena insyaAllah kita akan tertular sifat baiknya. Bisa diibaratkan seperti penjual minyak wangi, kalau kita berteman dengannya kita akan kecipratan wanginya.

Komunitas yang baik dan mendukung itu yang bagaimana? Di dunia kampus, kamu akan menemui berbagai macam komunitas, yang terdiri dari beragam orang yang memiliki karakter yang berbeda. Ada yang pola hidupnya agamis, sosialis, hedonis, nasionalis, sampai-sampai ada yang anarkis. Apapun itu, seorang mahasiswa baru bagai lembaran kertas putih yang harusnya diberi tinta emas untuk menuliskan kisah perjalanan dengan baik. So, pilih komunitas yang baik dan manfaatkan itu untuk menjaga motivasi dan niat baik kamu kuliah di kampus ini.

Oiya satu hal, jika kamu tidak menemukan komunitas yang menurutmu baik dan mendukung, sebagai agen of change tentunya kamu punya hak untuk mengubahnya atau dengan membuat komunitas baru yang baik.

6. Jadilah mahasiswa Baru yang baik dan kenali karakteristik dosen

Ikuti kuliah dengan baik, dengarkan penjelasan dosen, ikuti aturan mainnya dengan cerdik. Yang terpenting adalah ikuti kuliah di pertemuan awal, biasanya akan disampaikan kontrak kuliah, peraturan hasil kesepakatan dosen – mahasiswa, dan seterusnya. Umumnya, mahasiswa baru yang fresh graduate dari SMA lebih menurut dari pada yang lebih senior, karena datangnya tidak telat, rajin masuk, dan sebagainya. Walaupun biasanya ada jatah “absen” 10 -20% pertemuan kuliah, tapi jangan ada niat untuk memanfaatkannya di awal, gunakanlah kesempatan tersebut jika kalian merasa sakit atau ada hal yang sangat penting yang tidak bisa ditinggalkan.

Ada berbagai macam dosen yang akan kamu temui. Dosen yang cuek dengan mahasiswa, dosen yang sangat care, tidak terlelak pula selalu ada dosen killer, dosen yang selalu Baper, ada dosen yang selalu memberikan nilai E satu angkatan, ada pula dosen yang tidak pernah memuji tetapi ada juga yang memuji berlebih, ada dosen yang sangat idealis, ada dosen yang mengajarnya jelas dan tidak jelas sama sekali, ada dosen yang tampan ada juga dosen yang cantik sehingga sering kali mahasiswa salah fokus. Dengan mengenal karakteristik dan model dosen yang mengajar, kamu bisa menyesuaikan model dan strategi belajarmu.

7. Mahasiswa Kupu-Kupu?

Ini bukan berarti mahasiswa kupu-kupu adalah mahasiswi yang suka dengan kupu – kupu sampai semua aksesorisnya serba kupu-kupu. Kamu akan sering mendengar kata ini setelah masuk kuliah. Mahasiswa Kupu-Kupu ini adalah mahasiswa Kuliah Pulang – Kuliah Pulang, maksudnya dalam hidupnya sebagai mahasiswa kegiatannya hanya kuliah kemudian pulang ke kost/kontrakan/rumah saja, tidak memiliki kegiatan yang bermanfaat selama berada di kampus.

Baca Juga: 7 Tips Produktif Mengawali Perkuliahanmu

Selagi kita masih berstatus Mahasiswa baru, pasti rasa ingin tahu (kepo) masih sangat besar, masih semangat, maka manfaatkan Open House UKM, event-event di kampus, kegiatan-kegiatan kemahasiswaan dan kegiatan-kegiatan komunitas dengan baik. Minimal ada satu kegiatan yang kamu suka, minati, inginkan dan dambakan sejak SMA. Tetapi jika ada dari kamu yang sama sekali tidak tertarik dengan UKM, BEM, kegiatan-kegiatan kemahasiswaan lainnya, tenang masih banyak pilihan di luar kampus, kalian bisa mencari peruntungan lain dengan mengajar les, ikut kegiatan sosial, dst. Karena masa menjadi mahasiswa ini adalah masa dimana kita bisa banyak belajar untuk persiapan kembali ke masyarakat dan membangun negeri ini. Dengan catatan, baik kegiatan non akademik maupun akademik, semua harus seimbang.

“Akademik jangan sampai mengganggu kita dalam berkarya, berkarya jangan sampai mengganggu kita dalam akademik.” -Talitha

8. Tulis impianmu di awal semester ini dan atur strategimu

Tulis impianmu melalui kampus ini sejak dini dan jadikan itu menjadi target kesuksesanmu selama kuliah. Jangan jadikan semuanya itu hanya mimpi, tapi berusahalah untuk mewujudkannya dengan mengatur strategi. Bagaimana itu? Jangan menyendiri, akan tetapi galilah informasi sebanyak-banyaknya dari para senior yang telah menginspirasimu untuk sukses, baik itu mahasiswa berprestasi dalam akademik, non akademik, atau juga yang telah sukses dalam kehidupannya.

Oleh: Talitha Shabrina

Tulisan ini merupakan salah satu tulisan bulanan dengan tema “First Step Mahasiswa Baru UNJ” yang dipersembahkan oleh KOMBUN (Komunitas Blogger UNJ)

Komentar Kamu?

BAGIKAN
Komunitas Blogger UNJ yang bergerak di bidang penerangan dari pemuda oleh pemuda dan untuk membuat dunia lebih indah. Komunitas ini mengusung tagline "Blogger Bermanfaat dan Menginspirasi"