Home Suara Anda Opini

Tunas Mahasiswa, Menolak Lupa yang Dilupakan

618
BAGIKAN

Sayup-sayup terdengar rentetan pekikan “Hidup Mahasiswa” menggema di sekitar jalan pemuda sore hari itu. Saya dibuat takjub dengan gerakan serempak mahasiswa UNJ dalam kegiatan Open House Tim Aksi UNJ. Bahkan dalam kegiatan tersebut sampai menelurkan sebuah rangkaian harapan mahasiswa yang terangkum dalam TUGAS MAHASISWA.

Butir-butir harapan tercurahkan dalam TUGAS MAHASISWA. Namun rasanya ada yang mengganjal dalam hati saya pribadi.

“Kok kayaknya pernah denger ya akronim sejenis ini ?”.

Astaga, betapa zholimnya saya. Betapa bodohnya saya sebagai manusia, saya lupa akan TUNAS MAHASISWA yang dulu saya beserta rekan-rekan gaungkan.

Ya, Tujuh Aspirasi Mahasiswa yang keluar diawal tahun ini. Mungkin sekedar mengingatkan berikut butir-butir TUNAS MAHASISWA:

  1. Menuntut rektorat UNJ untuk melibatkan elemen mahasiswa yang diwakili oleh BEM UNJ dalam penetapan kebijakan-kebijakan strategis kampus, terutama kebijakan yang bersentuhan langsung dengan mahasiswa.
  2. Mendesak rektorat UNJ untuk memberikan fasilitas perparkiran yang layak dan aman.
  3. Menuntut evaluasi pelaksanaan KKN dan KKL secara menyeluruh dengan mahasiswa
  4. Mendesak pihak kampus untuk melakukan transparansi penetapan UKT, memberikan alur yang jelas terhadap penurunan UKT, dan UNJ harus menjamin tidak ada mahasiswa yang cuti atau berhenti kuliah karena tidak mampu membayar UKT.
  5. Dalam perubahan BEM Jurusan ke BEM Prodi, rektorat UNJ harus menjamin ketersediaan fasilitas sekretariat dan pendanaan yang jelas untuk masing-masing BEM Prodi.
  6. MIPA hanya akan pindah jika fasilitas penunjang akademik dan organisasi di kampus A telah tersedia.
  7. Menuntut rektorat UNJ untuk merealisasikan janjinya untuk mengadvokasi korban pelecehan seksual, menonaktifkan AR dan mendesak untuk dibuatnya kode etik antara mahasiswa dan dosen UNJ agar kasus serupa tidak terulang kembali.

Tertanda, Aliansi Mahasiswa UNJ Bersatu

Sekali lagi, berdosa sekali saya yang dulu meneriakkan TUNAS MAHASISWA tapi nyatanya khilaf.

Kini hadirlah TUGAS MAHASISWA yang entah dari mana dan dari siapa. Benak saya pun bertanya, “Apakah TUGAS ini kembali menjadi KENTANG (Kerjaan Tanggung) seperti TUNAS?”.

Sekali lagi, sungguh zholim saya kala dulu menggaung-ganungkan TUNAS. Tapi kini nyatanya nihil, saya sebagai mahasiswa umum UNJ belum merasakan dampak sedikit pun dari TUNAS.

Karena realitanya hari ini, di kampus hijau tercinta masih juga terdapat hal-hal bengkok yang belum dapat kami luruskan seperti :

  • MIPA belum mendapatkan hak mereka dalam gedung perkuliahan sampai hari ini.
  • Pelaksanaan KKN prematur
  • Mahasiswi AR (FIS) belum mendapat keadilan sebagai korban pelecehan seksual.
  • Rektorat masih belum transparansi terkait UKT.
  • Rektorat masih melakukan kebijakan sepihak tanpa melibatkan BEM seperti saat MPA.
  • Parkiran belum ada perbaikan yang layak dan bahkan kondisinya lebih parah setelah diputusnya kontrak NIAGA PARKIR.

Lalu kini hadirlah TUGAS, yang menjadi pertanyaan dari manakah asal muasal TUGAS ini? Jika dalam TUNAS sebelumnya, banyak elemen mahasiswa diikutsertakan dalam perumusannya. Lalu bagaimana dengan TUGAS?

Tapi apapun jawaban dari pertanyaan diatas. Saya selalu mendoakan yang terbaik untuk rekan-rekan pergerakan. Jangan sampai kita (mahasiswa) yang acap kali melabeli diri kita dengan agent of change tapi justru berhenti melakukan aksi nyata kita sebelum change itu tercapai.

Dengan mengusung “TUGAS MAHASISWA” semoga kita tak lantas semudah itu melupakan ‘tugas’ mahasiswa yaitu sebagai kontrol sosial, bukankah kita juga bisa menjadi kontrol untuk gerakan kita sendiri? Sehingga kita yang kelak akan menjadi pemimpin di masa yang akan datang (Iron Stock) tidaklah menjadi pemimpin yang bekerja setengah-setengah.

Mungkin tawa kita terlalu keras sehingga hati ini ikut mengeras pula. Mungkin main kita kurang malam, hingga dengan mudahnya lupa akan permasalahan dikemudian paginya. Bahkan bisa jadi, ketika kita membawa suatu kebenaran. Kita terlalu antusias sampai terambisi dan lupa tujuan awal kita. Sehingga kebenaran yang kita bawa bergeser dari “untuk orang lain” menjadi “untuk ambisi kita”.

Ya Tuhan, maafkanlah hambamu ini dengan segala kekhilafannya. Semoga rekan-rekan yang menjalankan TUGAS MAHASISWA tidak sekhilaf kami yang kala itu menggaung-gaungkan TUNAS MAHASISWA.

Salam

Opera Mahasiswa

Komentar Kamu?

BAGIKAN
Ruang Publik Kepada Seluruh Civitas Akademika UNJ untuk menyampaikan kritik, & Saran. Yuk Kirimkan Buah Pikiranmu