Home Agenda Rubrik

Notula Ruang Terbuka UNJKita Edisi Mahasiswa Berprestasi – Part 1: “Menularkan Virus Mahasiswa Berprestasi”

332
BAGIKAN

Halo sobat UNJKita.com!

Berjumpa lagi dengan Ruang Terbuka (Rubrik) UNJKita dengan tema yang berbeda. Berhubungan dengan terselenggaranya acara pemilihan mahasiswa berprestasi UNJ di awal bulan April 2017, tim UNJKita pada rubrik kali ini menghadirkan Mahasiswa Berprestasi (Mapres) Utama UNJ jenjang S1 dan D3. Mereka adalah Raka Ramadhana dan Deandra Dimitri.

Diskusi pertama diselenggarakan pada hari Sabtu, 29 April 2017, pukul 20.00-22.00 WIB dan dimoderatori oleh Hadi Azolla.

Narasumber pada diskusi yang pertama adalag Raka Ramadhana sebagai Mawapres Utama S1. Sebelumnya, Raka sudah menorehkan beberapa prestasi, diantaranya Best Team in Ideation War or Bussiness, Kuala Lumpur dan Juara 3 Video Sosialisasi Ekonomi Syariah, BSO KSEI FE UNJ. Hemm… kece badai kan? Mau tau bagaimana Raka memulai ini semua dan persiapannya menuju pemilihan tingkat nasional? Silahkan kepoin notula berikut!

SESI MATERI

Apa makna prestasi menuruk kakak? 

Prestasi itu bagi saya adalah suatu pencapaian yang kita dapat untuk akhirnya dapat mengenal lebih jauh diri kita atas potensi yang diberikan oleh Allah SWT. Dan prestasi yang kita dapat merupakan bentuk rasa syukur kita kepadaNya.

MasyaAllah. Oh iya kak, menjadi mapres tentu tidak mudah. Apa saja sih kendala menjadi mapres?

Saya mempersiapkan untuk kompetisi mawapres ini sebulan sebelum seleksi mawapres FT. Namun pada H-7 mendekati penutupan pendaftaran, judul KTI saya diminta ganti oleh Dosen menjadi suatu yang lebih simpel. Awalnya saya membuat KTI mengenai Pengiriman Barang dengan Magnetic Levitation. Tujuh hari yang sempit tersebut membuat saya mengebut penugasan mawapres dan Alhamdulillah bisa selesai. Saya sampai izin dari perkuliahan untuk mempersiapkan mawapres ini. Hingga pada akhirnya meraih juara 1 di FT.

Setelahnya beberapa perbaikan dari KTI, saya selesaikan dengan konsul secara intensif ke dosen saya.  Hal ini otomatis mempersempit waktu saya sebagai mahasiswa biasa. Saya terpacu untuk memprioritaskan agenda yang bertabrakan satu sama lain. Dari hal ini saya dapat mempelajari terkait memprioritaskan agenda. Namun, tetap sesibuk apapun kita, kita harus selalu meluangkan waktu kita untuk belajar agama. Rasul SAW saja yang notebenenya sebagai rasul masih sempat belajar agama kepada malaikat jibril.

Lanjut nih Ka. Momod penasaran dengan strategi kakak menjadi Mapres. Apa tips kakak sehingga meraih gelar mahasiswa berprestasi?

Pertama, kita diciptakan di dunia ini adalah sebagai “umat yang terbaik” (Ali Imran: 110). Maka, jadilah yang terbaik dengan waktu sementara di dunia. Jadikanlah prestasi-prestasi tersebut sebagai bentuk bersyukur kita atas apa yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita.

Kedua, sebagai manusia kita tidak pernah diberikan kekurangan oleh Allah, tetapi kita diberikan kecukupan sebagai ujian dari-Nya. Oleh karena itu jangan jadikan kecukupan tersebut sebagai pembatas tmn-tmn untuk akhirnya berprestasi/berubah. Ingatlah firman-Nya, dalam Ar-Rad : 11, Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum mereka merubah keadaan diri mereka sendiri.

Ketiga, gunakanlah waktu kita sebaik mungkin. Selagi kita di dunia yang hanya sementara ini sudah semestinya kita berlomba-lomba dalam kebaikan. Pakailah waktu untuk berusaha dengan maksimal, begitupun juga luangkan waktu untuk belajar agama (misalnya, mentoring, kajian, dan sebagainya). Ketika sudah berusaha, berserah dirilah (tawakal) kepada Allah. Yakinlah, hasil apapun yang kita dapat, merupakan jalan terbaik yang diberikan oleh Allah kepada kita. Keempat, jadilah diri sendiri dan percaya bahwa potensi teman-teman itu adalah suatu keunikan.

Nih mari ikuti ya! Ambilah secarik kertas dan tuliskan seluruh kekuatan (strength), kesukaan (interest), dan cita-cita profesi kedepannya (profession) teman-teman. Kekuatan (strength) tersebut adalah yang teman-teman merasa mudah mengerjakan, dapat hasil yang maksimal, dan dilihat orang tmn tmn jago di bidang tersebut. Kesukaan (interest) adalah kegiatan yang teman-teman suka lakukan, sampai lupa apabila melakukannya, selalu nyaman saat melakukannya, dan selalu menunggu untuk melakukannya. Profesi (profession) adalah pekerjaan kedepan yang teman-teman cita-citakan, yang bisa dijadikan penghasilan, memiliki efek jangka panjang terhadap kalian. Buatlah daftar dari hal-hal tersebut dan coba hubungkan antara ketiganya, maka teman-teman akan menemukan potensi temanteman. Apabila teman-teman menemukan korelasi antara satu poin dengan dua poin lainnya, maka kalian akan melakukan dengan potensi maksimal, bermakna, dan berpenghasilan.

Sewaktu saya melakukan ini, saya menemukan bahwa saya berpotensi untuk menjadi seorang Pendidik Bidang IT yang memiliki Start-Up di bidang Developer Game/ Aplikasi Edukasi yang dapat memberikan efek positif dan manfaat bagi banyak orang. Saya sadar kalau saya hebat di bidang komputer. Saya suka bermain game dan memberikan manfaat bagi banyak orang, dan ingin menjadi guru dan founder studio game.

Bagaimana persiapan menuju kompetisi mahasiswa berprestasi tingkat nasional mewakili kampus tercinta?

Untuk saat ini persiapan pastinya membutuhkan DUIT, yakni Doa Usaha Istiqamah dan Tawakal. Mengedepankan potensi untuk mencari lagi prestasi yang dapat saya raih. Juga mengurangi kelemahan-kelemahan saya dan menjadi lebih baik dari sebelumnya.

SESI DISKUSI

Pertanyaan Pertama
Kak, apasih yang membuat kakak memberanikan diri untuk mengikuti kompetisi mapres?  Kak, apa harus pintar banget ya dan jago bahasa inggris untuk jadi mapres? Oleh: Irlinda Tanama / D3 Akuntansi / 2016.

Jawaban:

Awalnya itu dimulai dari saya masuk kuliah, saya meniatkan diri, di tahun ke-3 saya harus memiliki segudang prestasi. Ajang mapres ini menjadi pintu bagi saya untuk mendapatkan prestasi tersebut. Itu niat yang memberanikan saya. Pintar bahasa Inggris? Ndak juga kok, yang penting bisa aja. Tenang, tidak semua mapres bahasa inggrisnya jago jago. Tapi mereka bisa. Itu yang membedakan.

Pertanyaan Kedua
Menurut kakak, apa sih yang diperlukan mahasiswa dalam menghadapi MEA selain kemampuan bahasa? Oleh: Ihya Aldi P.

Dalam MEA selain bahasa kita juga membutuhkan kompetensi. Nah, kompetensi itu haruslah suatu hal yang kita minati dan sukai. Dari sana kita dapat dengan mudah mengikuti perkembangan dunia.

Tanggapan:

Bagaimana kalau hal yang kita minati dan kita sukai bertentangan dengan jurusan ka?

Jawaban:

Nah, cara menyikapinya seperti ini teman-teman. Ketika hal tersebut terpikirkan oleh teman-teman, bahwa kita salah jurusan, maka dalam jurusan tersebut lakukan yang terbaik sebisa teman-teman dengan jujur. Namun, di sisi lain, jangan sampai potensi teman-teman malah dipendam, terus keluarkan dengan melakukan ekstrakurikuler. Setiap kehendakNya itu selalu baik, jadi teman-teman akan bisa melakukannya karena tak mungkin Allah memberikan cobaan yang tidak sesuai dengan kadar kemampuan teman-teman.

Pertanyaan Ketiga
Kak siapa sih kak orang yang paling menginspirasi kakak? Kalau boleh tahu nih kak judul KTI yang kemarin kakak susun buat pemilihan mapres itu tentang apa? Oleh: Eva

Jawaban:

Menginspirasi ya, sebetulnya klasik teman-teman. Orang tua saya. Mereka berdua selalu mensupport kegiatan yang saya lakukan. Saya ingin bisa memberikan manfaat kepada mereka. Dengan menjadi mawapres ini, merupakan salah satu cara dari sekian banyak yang direncanakan untuk membanggakan orang tua.

Oh ya, judul KTI saya adalah “Guru Pemelajar” sebagai Solusi Pemenuhan Kebutuhan Guru di Rumah Singgah. Rumah Singgah kalau teman-teman ketahui merupakan tempat perantara antara anak terlantar dan beberapa pihak yang ingin membantu anak terlantar tsb. Tetapi masalah utamanya adalah kurangnya sumber daya pendidik. Nah, dengan potensi banyaknya lowongan guru privat dan guru les yang beredar, saya ingin coba menyelesaikan masalah kekurangan sumber daya tersebut disana. Yaitu dengan mengedepankan sistem “Guru Pemelajar”, dimana guru yang terdaftar akan memiliki kewajiban untuk dapat kerja sosial mengajar di rumah singgah.

Pertanyaan Keempat
Menurut kakak,  bagi tipsnya dong kak bagaimana bisa mantap belajarnya meskipun itu terasa sulit menjalaninya? Oleh: Andi Muhamad Muslim

Jawaban:

Pertama, teman-teman niatkan terlebih dahulu bahwa pekerjaan tersebut merupakan pekerjaan yang teman-teman BISA lakukan. Jangan sampai teman-teman meremehkan kekuatan sugesti loh. Itu penting sekali untuk akhirnya menjadi bahan bakar teman-teman untuk selalu bergerak. Kedua, seperti yang sudah saya sampaikan, sesibuk apapun teman-teman, jangan lupa untuk selalu mengedepankan ruhani dibandingkan duniawi. Hidup ini sementara, jangan lupa loh, tujuan asli kita di dunia untuk apa. Pastinya beribadah teman-teman.

Hidup ini sementara, jangan lupa loh, tujuan asli kita di dunia untuk apa.

Pertanyaan Kelima
Tahapan-tahapan buat ke nasional ada apa aja ka? Terus yang sekarang banget Kak Raka lagi persiapkan apa? Oleh: Anna

Jawaban:

Nah, tahapan ke Nasional itu sebetulnya butuh lebih banyak prestasi. Karena memiliki seleksi berkas. Kalau sekarang itu sedang ingin mengikuti banyak perlombaan, begitupun juga beberapa konferensi internasional. Selain itu, ada yang lucu juga sebenarnya. Saya sebagai mahasiswa PTIK tidak terdaftar di Kemenristeksikti sebenarnya. Hal ini sedang diurus oleh WR3. Doakan saja semoga bisa kelar masalahnya.

Pertanyaan Keenam
Kak Raka, awal kaka maju menjadi mapres terutama di tingkat prodi itu langsung direkomendasikan dari dosen dengan menunjuk kakak atau ada seleksi juga di prodi? Oleh: Linda Dwiyanti

Jawaban:

Nah, sebetulnya, saya itu mengajukan diri ke kaprodi saya. Sewakti itu kaprodi saya belum paham terkait mawapres ini. Untuk prodi tidak ada seleksi disana. Karena peminatnya hanya 2 sewaktu itu saya dan Naufal (Ketua BEMP PTIK), maka dua-duanya langsung ke tingkat FT.

Tanggapan:

Kalau terkait perbedaan atmosfer persaingan di tingkat fakultas sama di UNJ sendiri seperti apa kak?

Jawaban:

Oh ya, perbedaanya sangat jauh. Saya sendiri yakinnya menang juara ke 5. Sewaktu itu pialanya sempat saya pegang-pegang dan berdoa. Eh, ternyata Allah berkehendak yang lain. Perbedaan yang bisa saya catat adalah bahasa inggris dari teman-teman mawapres UNJ. Jago jago semua. Lalu ada KTI mereka, bagus juga, dengan bidang / potensi masing-masing.

Pertanyaan Ketujuh
Menurut kakak: Indikator penilaian mawapres apa aja kak? IP dan IPK berpengaruh berapa persen saat seleksi Mapres? Bagaimana dengan birokrat prodi yang tidak memberi kesempatan ke mahasiswa lain (selain pilihan birokrat prodinya) untuk mendaftarkan diri dalam seleksi mawapres ka ? Oleh: Nurwita Fauziah

Jawaban:

Ada 5 indikator, yaitu IPK, KTI, Bahasa Inggris, Prestasi, dan Attitude (sikap). IP dan IPK berpengaruh lebih rendah dibanding KTI. IP itu 20-25% KTI bisa 30% sendiri. Untuk pertanyaan no.2. Adakah Kaprodi yang seperti ini? Kalau ada maka dari itu ada 2 caranya. Teman-teman menjadi yang terbaik dibandingkan yang lain. Atau laporkan ke kemahasiswaan fakultas masing-masing, bahwa teman-teman ingin mendaftar jadi mapres. Kalau di fakultas saya, bisa kok langsung daftar ke WD 3.

Pertanyaan Kedelapan
Kak, gimana cara kakak bagi2 waktu antara belajar, organisasi, sama mencetak prestasi? dan tips dari kakak buat kita mahasiswa 2016 supaya bisa mencetak prestasi kayak kakak itu bagaimana ya? Oleh: Eva Fadilla Putri, Pendidikan Fisika 2016

Jawaban:

Okey, begini. Ketika teman-teman belajar, maka fokuskan untuk belajar terlebih dahulu, karena kuliah yang pertama. Organisasi itu utama temen temen. Nah bingung kan? Kalau organisasi, temen-temen bisa mengedepankan kemampuan komunikasi teman-teman untuk akhirnya meminta tolong, atau meminta izin untuk melakukan hal lainnya selain organisasi. Nah teman-teman disini ada baiknya, bahwa tidak ada lagi kata-kata “aku malas” yang keluar dari lisan maupum hati teman-teman. Ingat kembali Ar-Rad:11. Untuk berprestasi, yang penting temen-temen niat terlebih dahulu. Begitupun juga demikian berikhtiar (usaha). Setelah itu hasil serahkan (tawakal) kepada Allah.

Pertanyaan Kesembilan
Kak Raka, kan sekarang di Sospol BEM FT otomatis jadi penggerak untuk aksi-aksi, dapet gelar mawapres utama unj, harus kuliah seperti teman-teman juga. Gimana cara Raka bagi waktu antara aksi, mapres, kuliah, organisasi, dll? Terus menurut Raka makna jadi mapres yang juga doyan aksi gimana? Misal ada orang dengan sudut pandang yang awam melihat jadi mapres itu ya hanya sekedar prestasi.

Jawaban:

Mapres itu bagi saya adalah pembukaan lahan kepada saya dari Allah untuk membantu banyak orang dengan memberikan manfaat. Memberikan manfaat ini bisa kita kedepankan kepada rakyat. Apabila aksi adalah untuk rakyat maka menjadi mapres adalah aksi tersendiri untuk saya. Dan aksi dijalan adalah hal yang sama dengan menjadi mapres. Teman-teman sebetulnya bisa menjadikan aksi tersebut sebagai prestasi. Karena teman-teman sudah ingin mengorbankan waktu tmn tmn untuk menyuarakan kebenaran kepada rakyat kecil yang tertindas.

Pertanyaan Kesepuluh
Kak Raka, mau tau nih kak. Tantangan terbesar di tingkat nasional yang harus banget Kak Rakha penuhin apa aja? Gimana caranya Kak Rakha ngeyakinin diri untuk di nasional? Kalimat motivasi apa sih ka yang bisa kita semua tanamkan untuk bisa wujudin semua mimpi dan bisa jadi mawapres seperti Kaka? Oleh: Hestianna, D3 Akuntansi Ekonomi 2015

Jawaban:

Hesti, mapres paling menginspirasi nih. Oke di nasional, saya sudah lihat sahabat-sahabat kompetitor di luar. Mereka semua itu prestasinya -sejujurnya- lebih banyak dari saya. Oleh karena itu, saya harus lebih giat dalam mencari prestasi lainnya, juga tidak lupa untuk memperbaiki kekurangan, dan mengedepankan kemampuan bidang saya. Ke nasional ini saya yakini sesuai dengan penjelasan di awal. Bahwa kita niat dlu, kita berusaha, kita doa, setelah itu tawakal.

Inget loh teman-teman, baca Al-Qur’an itu sangat menenangkan pikiran. Jangan lupa selalu baca Al-Qur’an sesempit apapun waktu yang dimiliki. Saya post lagi saran kedua di pertanyaan sebelumnya. Karena ini quotes yang menyemangati saya. Sebagai manusia kita tidak pernah diberikan kekurangan oleh Allah, tetapi kita diberikan kecukupan sebagai ujian dari-Nya. Oleh karena itu jangan jadikan kecukupan tersebut sebagai pembatas tmn-tmn untuk akhirnya berprestasi/berubah. Ingatlah firman-Nya, dalam Ar-Rad : 11, Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum, sebelum mereka merubah keadaan diri mereka sendiri.

Pertanyaan Kesebelas
Kak, untuk mengikuti mapres apa harus mahasiswa aktifis? Maksudnya harus mahasiswa yang mengikuti organisasi dan aktif di dalamnya? Apakah mahasiswa yang sama sekali tidak mengikuti organisasi di kampus bisa ikut mapres? Oleh: Sisi Yuliana, PGSD 2016

Jawaban:

Wah, seharusnya mahasiswa yang sama sekali tidak ikut organisasi bisa lebih fokus loh. Jadikan organisasi itu sebagai sarana pengembangan softskill. Bisa aja kok kalau daftarnya. Nanti di mawapres public speaking teman-teman akan di keluarkan. Hal tersebutlah dipelajari dari organisasi.

Pertanyaan Keduabelas
Kak, cita-cita kakak apa secara konkret ya. Terus, perubahan apa yang kakak mau buat untuk Indonesia ke depan? Oleh: Raisa Kurnia, Akuntansi 2015

Jawaban:

Cita-cita konkret saya tadi itu menjadi tenaga pendidik IT yang memiliki startup game developer sendiri. Karena saya suka mengajar dan bermain game. Perubahan Indonesia kedepan dimulai dari pendidikan. Oleh karena itu, khususnya UNJ sudah seharusnya berbangga diri karena teman-teman merupakan elemen penting untuk mengubah dunia. Karena dengan pendidikan kita bisa merubah dunia. Oleh karena itu jadilah teladan, bagaimana caranya ikuti sunnah rasul, karena beliau adalah teladan yang paling baik, dan beliau manusia loh.

PENUTUP

“Percayalah dengan kemampuan yang diberikan Allah kepada kita, tebus pemberian tersebut dengan prestasi terbaik di Dunia untuk masuk kedalam SurgaNya. Janganlah takut dan janganlah bersedih, semua yang Allah kehendaki adalah baik”

Well, sobat persiapkan dirimu mulai saat ini untuk bisa jadi the next awesome outstanding students. Advise dari Raka bisa sobat terapkan segera nih. Raka aja bisa, masa kamu enggak? Hehehe… Ikuti terus Rubrik UNJKita berikutnya ya!

Komentar Kamu?

BAGIKAN
Pendidik anak usia sekolah dasar yang terhipnotis dengan dunia tulis-menulis dan public speaking~