Home Agenda

Notula Ruang Terbuka UNJKita serial Fresh Graduate – Part 2: “Fokus Meraih Omset Puluhan Juta Rupiah Pasca Wisuda”

384
BAGIKAN

Halo sobat UNJKita.com! Masih berhubungan dengan notula sebelumnya dalam Rubrik serial Fresh Graduate, kali ini kami akan membagikan rangkuman diskusi yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 25 Februari 2017, dengan narasumber Kak Retina Anisie, S.Pd. Beliau adalah alumni UNJ yang kini telah menjadi seorang bussiness woman dengan beberapa usaha yang tengah digelutinya. Diskusi ini dipandu oleh Achmad Fauzi Novianto (Author UNJKita.com) yang bertugas sebagai moderator.

Baca juga: Notula Ruang Terbuka UNJKita Serial Fresh Graduate – Part 1: “Menjadi Guru Tak Hanya Sekadar Profesi”

SESI MATERI

Bagaimana cerita awal Kak Rere bisa terjun ke dunia bisnis?

Perjuangan membangun bisnis itu yang aku rasain itu justru sebelum fresh graduate. Ketika di bangku sekolah aku sudah memulai bisnis kecil-kecilan banget dan belum terbayang kalau bisnis itu akan dibuat menjadi besar karena saat itu yang ada di kepalaku, bagaimana caranya bisa dapat uang untuk biaya keperluan kuliah.

Karena mamaku single parent, ayahku meninggal sewaktu aku kelas 3 SD. Sejak saat itu, aku terlatih buat jadi perempuan yang mandiri, gak mau ngebebanin keluarga dan kalau bisa harus bikin bangga keluarga. Itu awalnya yang membuat jiwa aku terbentuk atas izin Allah untuk jadi entrepreneur.

Flashback sedikit ya, aku sudah mulai jualan itu dari SMA. Apapun aku jualin mulai dari parfum refill, lontong isi, gorengan, keripik, martabak, binder, jam tangan dan banyak lagi deh yang bisa aku jual selama itu halal, aku jual. Dan aku menjalaninya enjoy saja, tidak ada beban, tidak ada rasa malu atau gengsi juga. Malah seneng banget kalau sudah dapat uang dari hasil jualan.

Aku mau cerita soal perjuangan membangun bisnis. Soalnya aku merasa ini part paling seru. Aku pernah mengalami ketika uang aku habis buat belanja, dan hanya tersisa Rp 1.000,00. Alhamdulillah waktu itu masih ada kereta ekonomi. Dengan bawaan belanjaan yang banyak dan berat banget sambil mengejar kereta. Di gerbong kereta ekonomi buat yang pernah merasakan pasti tahu deh rasanya kaya gimana hehehe berdesakan campur-campur deh isinya, banyak tukang jualan, pengemis, bahkan ada yang bawa ayam. Seru banget hehehe!

Pas jualan binder itu aku jualan online di Facebook. Jadi, sistemnya transfer dulu baru barang dikirim. Uang yang aku terima dari customer itu yang aku pakai buat belanja. Sisanya kan ada keuntungannya, nah itu aku pakai buat beli stock jadi aku bisa jual offline ke temen-temen juga.

Kalau di jilbab sama juga sistemnya. Aku mulai jualan jilbab dari iseng-iseng saja. Di samping UNJ kan ada pasar Sunan Giri dan disitu ada toko bahan dan banyak penjahit. Waktu jeda kuliah iseng jalan-jalan kesitu. Liat ada bahan motifnya bagus, aku coba beli dan disitu juga aku ke tukang neci aku minta abangnya bikinin jadi jilbab. Ini awalnya untuk pakai sendiri. Belum kepikiran buat dijual. Keesokannya aku pake jilbabnya ke kampus. Banyak yang nanya “Re, jilbab nya bagus, beli jilbab nya dimana? “Aku bilang bikin sendiri. Dari situ banyak yang pesen. Itulah awal aku mulai jualan jilbab dari mulut ke mulut, jualan via online juga. Karena sudah sering ke tukang bahan itu lama-lama kenal. Jadi, aku dibolehin fotoin bahannya dulu baru abis itu aku share ke facebook. Kalau ada pesenan baru aku buat deh. Bisnis yang tanpa modal uang kan? Hehehe

Dan Alhamdulillah sampai sekarang bisnis hijabnya. Walaupun sekarang ambil bahan bakunya sudah bukan di Sunan Giri lagi. Jadi, bisnis itu bisa loh tanpa modal uang.

bisnis itu bisa loh tanpa modal uang

Aku juga pernah bisnis kuliner Sop Duren. Ceritanya gini, dulu saat kuliah, aku seneng banget ikut lomba-lomba yang berbau kewirausahaan dan lomba PMW. Karena suka banget yang tantangan dan selalu ingin coba hal yang baru. Akhirnya aku memutuskan untuk gabung satu team sama temenku bikin business plan sop durian. Alhamdulillah menang dan dapat modal paling besar saat itu (25 juta) dan harus direalisasikan bisnisnya. Perjuangan banget ternyata membangun bisnis kuliner sambil kuliah juga.

Walaupun sudah punya karyawan yang jagain kedai, tapi kita juga tiap pagi harus mempersiapkan bahan-bahannya dulu. Dan karena jualannya sop duren otomatis harus mempersiapkan duren nya. Tiap pagi sebelum ke kampus kumpul di kostan temen satu team itu buat ‘ngulitin duren’ (misahin daging duren dari bijinya biar fresh dan gak cepet asem), pecahin es batu, motongin buah-buahan, dan seterusnya.

Sampai telat ke kampus masuk kelas sudah keburu gerah duluan dan aroma duren sudah menyatu di badan. Bahkan pernah diledekin temen saat telat masuk ke kelas, tiba-tiba bau duren “Ih bau duren nih gara-gara kang duren masuk kelas.” Diketawain sekelas. Tapi, ibu dosenku saat itu cuma senyum ke arah ku sambil menunjuk dan bilang “Kamu calon orang sukses.”

Aku cuma senyum dan meng-aamiin-kan dalam hati. Kurang lebih itu sedikit cerita pengalaman ku merintis bisnis. Ketika fresh graduate aku cuma tinggal melanjutkan bisnis yang sudah aku jalani, yaitu Hijab. Berkali-kali re-branding akhirnya sekarang InshAllah aku sudah fokuskan brand-nya menjadi HIJABFOBIA.

Dan saat ini, aku juga sedang mencoba bisnis PARTY PLANNER. Usaha di bidang jasa dekorasi event. Baru September 2016 kemarin aku buatnya dari iseng-iseng juga awalnya. Karena hobiku mendekor acara temen, akhirnya berlanjut jadi bisnis sekarang.

Dalam menjadi seorang entrepreneur saat masih mengenyam bangku pendidikan dan setelahnya. Adakah perbedaan yang kakak temui? Apakah ada kesulitan atau bahkan kemudahan yang kakak temui?

Perbedaannya kalau pas masih di bangku sekolah waktu dan pikirannya terbatas karena harus bagi-bagi juga untuk pendidikan. Aku juga tidak mau pendidikanku terganggu karena aku itu anak beasiswa banget dari SMP sampai kuliah. Aku mikirnya, kalau nilainya turun pasti nanti tidak dapat beasiswa lagi, jadi pendidikan tetep aku prioritaskan. Bisnis saat itu cuma jalanin hobi.

Aku mikirnya, kalau nilainya turun pasti nanti tidak dapat beasiswa lagi, jadi pendidikan tetep aku prioritaskan. Bisnis saat itu cuma jalanin hobi.

Setelah lulus kuliah, aku merasakan banget bedanya. Lebih bisa fokus menjalankan bisnis, jadi makin bisa dikembangkan. Kalau dulu, keuntungan dari bisnisnya aku pakai untuk kebutuhan sehari-hariku, jadi tidak pernah bisa mengatur keuangan bisnisnya karena uang pribadi campur dengan uang bisnis. Saat ini, jadi lebih bijak dalam mengatur keuangan bisnis. Jadi, perputaran modalnya lebih jelas dan bisnisnya semakin kesini makin grow up karena fokus & konsisten.

Apa keuntungan/manfaat atas pilihan pekerjaan menjadi seorang pengusaha bagi Kak Rere?

Banyak banget manfaat yang aku rasakan menjadi entrepreneur.

Pertama, kebebasan finansial di usia muda. Dari dulu aku selalu malu kalau harus minta uang orang tua jadi, alhamdulillah sekarang merasa bersyukur banget dan tidak jadi beban buat orang tua malah bisa jadi tulang punggung buat keluarga.

Kedua, punya banyak waktu barsama keluarga. Aku itu tipe orang yang idenya muncul kalo malam hari sampai subuh kadang tidak bisa tidur kalau ide-ide lagi bermunculan. Seusai salat Subuh aku tidur dari jam 6-9. Gak terbayangkan kalo aku itu pekerja kantoran pasti aku sudah dipecat. Jadi, kalau orang-orang kerja aku malah santai di rumah, cuma tetap otak mikir terus. Saat weekend orang-orang kantoran libur, justru aku kerja. Karena biasanya weekend itu aku ngedekor.

Tapi kerjanya juga seru. Bayangkan kalau misalnya kamu tipe “cafe hunter” yang senang banget nongkrong ke cafe yang unik dan lucu-lucu gitu. Jadi, weekend-nya kerja sambil liburan dan dibayar. Seru kan? Aku nyebutnya “hedon yang dibayar” hehehe.

Ketiga, jadi bos buat diri sendiri & orang lain. Aku gak suka banget dibentak dan disuruh-suruh, jadi pas banget kalau sekarang aku jadi entrepreneur.

Keempat, alhamdulillah bisa membangun rumah yang nyaman untuk keluarga. Sebab aku punya cita-cita sebelum nikah aku gak mau mamahku tinggal di rumah yang sempit dan tidak nyaman. Aku berusaha untuk selalu membahagiakan mamahku karena surga ada di kaki beliau.

Yang terakhir, aku merasa ada kepuasan tersendiri ketika bisa melewati banyak tantangan ketika menjadi entrepreneur, bisa membuka lapangan pekerjaaan untuk orang banyak dan bisa menginspirasi banyak orang juga dengan sharing seperti ini.

Sebagai fresh graduate, apa saja yang harus diperhatikan dan dipersiapkan agar kita dapat survive di dunia entrepreneur dan menjadi pengusaha sukses?

Untuk bisa survive pada pilihan menjadi entrepreneur adalah:

1. Fokus

Kunci utama untuk bisa survive dalam segala pilihan apapun itu adalah fokus. Kalau fokus pada satu hal pasti seluruh pikiran, tenaga dan waktu akan tercurahkan pada hal tersebut dan itu yang akan membawaku sampai pada pencapaian saat ini.

2. Konsisten

Fokus saja tidak cukup kalau tidak konsisten. Misal, kamu fokus bisnis, tapi bisnisnya gak konsisten mau dibawa kemana, pasti hasilnya juga gak akan semaksimal kalau kamu konsisten.

3. Out off comfort zone

Pasti kalian merasa tidak asing dengan kalimat ini, tapi aku beneran merasakan banget loh. Ketika kita merasa saat ini banyak banget yang harus dikerjakan dan melihat orang lain, kayaknya santai banget menjalani hidup, tapi lihat deh beberapa tahun kemudian. Hal tersebut akan berbalik. Kamu yang dulunya pontang-panting mengejar cita-cita bakalan santai dan mereka yang dulunya santai pasti gak sesukses kamu nantinya.

4. Jangan mudah menyerah

Kalau belum apa-apa kamu sudah menyerah bagaimana mau sampai puncak? Karena sukses itu tidak kenal capek, tidak kenal malas, tidak kenal nanti.

Karena sukses itu tidak kenal capek, tidak kenal malas, tidak kenal nanti.

5. Tingkatkan kreativitas

Kreatifitas juga penting banget dalam segala hal apalagi dalam bisnis karena kalau kita tidak kreatif, jangan salahkan orang lain yang awalnya meniru produk kamu bisa lebih hebat dari kamu.

6. Perbanyak networking

Memperluas jaringan membuat bisnis kamu semakin besar karena bisnis itu tidak bisa sendiri. Kamu butuh orang lain sebagai customer kamu, kamu butuh orang lain sebagai karyawanmu, butuh supplier, butuh advisor, dan lain-lain. Kalau kamu gak punya networking siapa yang mau kamu andalkan? Kerja sendiri? Gak akan mungkin bisa. Jadi, jangan pernah remehkan networking yaaa.

7. Open minded sama hal-baru baru

Jangan menutup diri dari hal-hal baru karena entrepreneur itu perlu banyak inovasi supaya bisnisnya bisa terus maju. Lihat sekelilingmu, karena pasar itu bisa dibentuk. Produk dan jasa apapun sekarang bisa dipasarkan selama kita peka. Banyak banget peluang usaha disekeliling kita selama kita open minded.

8. Selalu haus akan ilmu

Karena ilmu itu yang nantinya akan memeberi kita petunjuk bukan hanya ilmu dunia ya tapi juga ilmu akhirat. Berbisnis juga jangan hanya profit oriented, tapi juga harus menebar banyak manfaat.

9. Jangan lupa untuk selalu berbagi

Karena rumus berbagi itu:

BUKAN 10-1 = 9, Tapi 10-1 = 19. Artinya, kamu gak akan jadi miskin kalau kamu mau berbagi.

10. Jangan pernah gengsi

Jangan malu cuma dibilang penjual kelas teri. Jangan minder kalau kumpul sama temen temen yang punya kerjaan enak tapi banggalah menjadi entrepreneur karena kamu bukan sebagai pekerja tapi kamu adalah boss.

SESI DISKUSI

Pertanyaa pertama:

Usaha jualan es duren itu ga berlanjut karena bukan bidang kakak atau bagaimana? Menurut kakak lebih baik menjadi wirausaha sesuai hobi atau melihat peluang? Karena saya juga seperti kakak apa saja dijualin asal halal. Tapi saya ingin menemukan usaha apa yang pas untuk saya. Oleh: Aisyah Winna Putri, Pendidikan Luar Biasa 2015

Jawaban:

Iya aku ikut PMW dan bisnis sop duren, cuma sekarang gak berlanjut karena untuk memulai bisnis itu agak sulit kalau lansung join bareng temen. Pasti beda deh rasanya karena menyatukan banyak kepala untuk jadi satu visi misi bisnis tidak mudah. Tapi hal-hal seperti itu harus dilewati supaya nanti ketika sudah punya bisnis yang besar, kita tahu solusinya kalau mengalami hal serupa.

Jadi, menurutku untuk sekarang gapapa semua bisnis dicoba dulu, dijadiin batu loncatan dan diambil pelajarannya. Nah, setelah pernah mencoba banyak bidang, kemudian hati kamu tetap pada bidang itu dan kamu tidak bisa meninggalkannya, maka pilihlah itu sebagai bisnis utamamu, sisanya jadiin bisnis sampingan. Jadi teorinya, misal kita mau berbisnis dan modalnya kurang bisa dari laba bisnis yang lain untuk saling mengisi. Sehingga, bisnis kamu tidak stuck. Misalnya nih bisnis party planner ku butuh aset (alat-alat dekor) karena belum cukup modal, aku bisa ambil dari keuntungan bisnis hijab. Alhamdullilah aset bisa terbeli dan bisnis jalan terus.

Pertanyaan kedua:

Bagaimana cara mengembangkan bisnis online seperti via Instagram agar lebih cepat berkembang dan dikenal banyak orang. Kalau dari yang saya pernah lakuin dengan paid promote. Nah, saya mau tahu tips dari Kak Rere dalam memaksimalkan media sosial sebagai alat marketing bisnis. Oleh: Dewi, Pendidikan Akutansi 2012.

Jawaban:

Untuk media sosial seperti instagram banyak banget caranya. Aku juga sebenernya masih banyak belajar dalam promosi. Tapi, yang harus di perhatikan adalah foto.

  1. Instagrammu itu ibarat toko jadi kalau dari tampilan feed-nya sudah kurang menarik dan fotonya kurang bagus customer akan malas untuk cek Instagram kita. Jadi, pastikan ambil foto yang bagus, modal sedikit dengan photoshoot pakai model dan photographer.
  2. Kamu bisa endorse selebgram atau influencer yang followers-nya punya minat yang sama dengan produk kamu.
  3. Bisa instagram ads (ini lebih keteknis, kamu bisa jadiin instagram kamu versi business dan bisa sponsor resmi dari instagram yang berbayar, jadi kamu semacam isi saldo, nah nanti instagram akan promosiin ke target market kamu.
  4. Pakai hashtag ya. Karena pengguna instagram itu banyaaaak banget dan pasti dari sekian banyak ada yang nyari produk kita jadi gunain hashtag yang masuk kategori produk kita supaya target market kamu bisa langsung buka instagram kamu.
  5. Selalu terus memberikan pelayanan dan produk terbaik. Karena kalau customer loyal sama produk kita dia akan promosikan teman-temannya order juga dan pasti akan memberikan feed back yang bagus ke kita.
  6. Selalu update kegiatan kamu misal sekarang kan ada snapgram nah gunakan itu sambil share behind the scene photoshoot atau video saat kamu lagi packing, dan lain-lain.

Pertanyaan ketiga:

Kalau kesulitan dana dan stuck di ide, jalan keluar terbaiknya bagaimana? Oleh: Diandra, Akuntansi 2013 

Jawaban:

Seperti yang aku bilang di awal, aku saja bisa jalanin bisnis tanpa modal uang, jadi kamu cuma butuh relax sejenak cari inspirasi, lalu gali kreativitas kamu, dan lihat sekeliling kira-kira trend sekarang itu apa sih? Orang-orang lagi butuh apa?

Jangan lupa introspeksi diri, ada kesalahan apa di bisnis kita? Apa produknya kurang menarik, apa promosinya kurang gencar? Atau kita kurang care dengan customer jadi customer-nya gak loyal.

Tanggapan penanya:

Bisnisku jillbab kak, ada dua sebenernya yang satu join sama kakak sepupu di @di.na.raid satu lagi join sama temenku di @scarfbydi, nah dua-duanya juga konsen dan konsumennya beda jauh banget.

Tanggapan pemateri:

Nah, karena bisnis hijab itu sudah banyak banget, better kamu buat spesifikasi misal kamu jual khusus hijab instan. Atau hijab syari. Nah, dengan spesifikasi seperti itu memudahkan customer kamu untuk hafal sama produk kamu dan kalau sudah spesifik terus berinovasi jangan stuck. Misal, hijab instan bisa di modelin banyak banget cara atau bisa aneka warnanya dibuat special warna-warna pastel. Atau bahkan promosinya dibuat lebih gencar. Misal, setiap pembelian hijab ada free turki clip (atau asesoris lainnya).

Intinya, kalau kita terjun ke bisnis yang pesaingnya sudah banyak, kamu harus punya keunikan tersendiri dan harus selalu mau belajar untuk menyusun strategi promosinya.

Baca juga: Notula Ruang Terbuka UNJKita Serial Fresh Graduate – Part 3: “Merintis Karir dan Menembus Perusahaan Idaman”

PENUTUP

Lakukan apapun perkerjaan yang sekarang lagi temen-temen jalani dengan sepenuh hati. Kerahkan semua energi positifmu dan semua waktumu. Jangan pernah puas pada satu pencapaian dan harus selalu mau belajar!

Kalian bisa sukses sesuai jalan yang kalian ambil asalkan niatnya lurus. Dan dijalankan dengan cara yang baik. Buatlah bangga almamater kalian dengan prestasi kalian bukan dengan sensasi. Harus jadi pemuda/i yang mandiri dan selalu mau belajar ya!

Kalau mau jadi entrepreneur jadilah entrepreneur yang amanah. Kalau mau jadi guru jadilah guru yang bisa memberikan teladan yang baik. Kalau mau jadi pekerja kantoran, jadilah pekerja yang kredibel dan jujur.

 

Selama proses tanya-jawab berlangsung ternyata banyak peserta Rubrik yang mulai menapaki bisnis pilihannya. Sehingga kehadiran Kak Rere mampu memantik semangat mereka untuk bisa tekun dan cermat dalam menjalani bisnisnya. Semoga kelak akan banyak bermunculan pebisnis-pebisnis papan atas yang lahir dari Kampus Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta. Aamiin…

Salam niaga!

*Notula dibuat oleh Ninnete Ika Asyifa, S.Pd.

Komentar Kamu?

BAGIKAN
Pendidik anak usia sekolah dasar yang terhipnotis dengan dunia tulis-menulis dan public speaking~