Home Agenda

OPENCON 2015 Jakarta: Bringing Students Together

984
BAGIKAN

OPENCON 2015 merupakan acara bergengsi yang telah diadakan di 63 negara, dan UNJ mewakili Indonesia untuk melaksanakan acara ini secara perdana. Berikut ini adalah press release dari BEM UNJ yang telah berhasil melaksanakan OPENCON 2015.

Education Watch dan BEM UNJ telah sukses melaksanakan acara OPENCON (Open Education) 2015 yang bertemakan “Bringing Students Together by Mainstreaming Open Education, Open Data and Open Access” pada hari rabu, 23 Desember 2015 di Gd.Sertifikasi Guru lt.8 Universitas Negeri Jakarta. OPENCON dihadiri oleh 62 mahasiswa dari berbagai universitas, para pelajar SMA, serta masyarakat umum.

Materi pertama OPENCON 2015 disampaikan oleh Ridwan selaku Wakil Rektor 4 UNJ. Wakil Rektor 4 menyampaikan mengenai program UNJ yang ingin berkembang menjadi world class university. Pada tahun 2035-2045 mendatang, Indonesia akan mengalami bonus demografi. Melihat hal ini, Indonesia harus siap untuk menunjukan keunggulan dari bibit SDM yang dimiliki. Negara berkembang lainnya seperti Filiphina telah mendeklarasikan keunggulan pendidikan negaranya.

Sementara Indonesia masih mencari keunggulan apa yang akan ditunjukan dalam pendidikan, terutama UNJ sebagai LPTK. Sebenarnya sistem pelatihan dan pengembangan softskill guru sama seperti program KKN/PPL di Indonesia, sama-sama menerjunkan mahasiswa calon guru ketempat kariernya nanti. Namun, perbedaannya adalah proses perencanaan kebutuhan pendidikan dilakukan secara humanis, melibatkan tiga komponen pendidikan yaitu siswa, guru, dan orangtua. Ada 21 skill yang dibutuhkan dunia dalam kecakapan hidup, dengan 18 softskill dan 3 hardskill. Beberapa softskill dari 18 diantaranya yaitu interpersonal, strong ectic, technical, profesion in company program dan sense of humor. Sementara ini para pelajar kita yang ingin goes to abroad selalu terhalangi oleh sertifikat international TOEFL yang belum mereka miliki.

Diskusi selanjutnya disampaikan oleh pemateri kedua, Cecep Kustandi. Mahasiswa sekarang ini merupakan imigran digital, yang menjadi manusia konsumsi teknologi saat dalam perkembangannya (tidak sejak lahir). Beliau menyajikan data-data web yang sering dibuka oleh masyarakat dunia. Hasilnya 5 peringkat teratas/paling sering dibuka adalah situs web media sosial. Ada beberapa situs web pendidikan yang Cecep informasikan dalam materinya.

Peserta OPENCON 2015
Peserta OPENCON 2015

Pertama, ada http://turnitin.com fungsi dari web ini adalah untuk melihat seberapa besar presentase plagiasi dalam hasil karya penulisan karya tulis. Selanjutnya, http://www.teamviewer.com dalam web ini berisi banyak video conference pembelajaran dan ilmu pengetahuan yang menarik. Http://www.eduqo.com merupakan portal pendidikan. Http://edmondo.com dalam situs ini kita dapat bertukar pikiran melalui chat dan video conference. Ada beberapa situs menarik lagi yang patut pembelajar jelajahi, diantaranya ada e-survey, yaitu bisa diakses di web google chrome dan survey morkey. Selanjutnya, ada LMS dapat dimanfaatkan untuk perkuliahan yang dapat diakses dimana saja dengan ketentuan sinyal yang mendukung.

Selanjutnya, ada presentasi tools dari Frezi dan Spar yang menyediakan pilihan teknik presentasi yang berbeda. Ada juga social media in class, yaitu web Youtube for School yang didalamnya hanya terdapat video-video tentang pendidikan, telah disaring sehingga tidak akan ada video yang tidak berkaitan dengan pendidikan. Dan terakhir, ada Cloud Based Learning yaitu Office 365 University.

Pemaparan materi terakhir dari Murti. Diawal, Murti menyampaikan bahwa masyarakat Indonesia pada awalnya buka google untuk menyelesaikan tugasnya. Mahasiswa hanya membuka situs pembelajaran saat ada tugas kuliah. Inilah yang disebut sikap instruktif, sikap yang ditunjukan mahasiswa tidak mandiri mencari ilmu pengetahuan (open data). Realitas teknologi, yaitu informasi yang sifatnya mengalir-melintas. Digital natives, kondisi saat anak-anak sudah terpapar teknologi sejak lahir. Kelemahan dari generasi Digital Natives, yaitu sulit fokus, multi tasking, serta mudah stress. Untuk mengatasi/ meminimalisir kelemahan dapat dilakukan dengan mengikuti aliran informasi, tanamkan dalam pikiran kita dengan teknologi dapat belajar dimana-mana.

Setelah penyampaian materi dari ketiga narasumber, acara diselingi oleh hiburan instrumen musik biola dari Rifky mahasiswa PLB 2012. Dilanjutkan dengan tanya-jawab dengan membuka tiga pertanyaan dari para peserta.

Setelah sesi tanya jawab, peserta OpenCon 2015 Jakarta kembali dihibur oleh penampilan alunan musik biola. Acara diakhiri dengan doa oleh Ahmad barkah dan di tutup oleh MC.

Oleh: Tita Setiawati

Komentar Kamu?

BAGIKAN
Pendidik muda yang jatuh cinta dengan dunia jurnalistik