Home Agenda

PDO KSP Macaca: Bersatu dalam Organisasi, Bersama dalam Konservasi

697
BAGIKAN

Api membara, membakar pepohonan yang tiada berdaya. Asap dan arang menjadi saksi bahwa alam telah dirampok oleh manusia rakus dengan segudang ambisi. Tidak ada kebakaran hutan, yang ada hanyalah hutan yang dibakar. Alam kini bagai orang tua renta yang menyisakan para primata murung kelaparan. Hutan idamannya kini tinggal sejarah, yang ada hanyalah puluhan ribu hektar ladang kelapa sawit. Sialnya, jika primata mampir ke kawasan penduduk, maut adalah resikonya.

Berbekal tekad untuk melestarikan primata dan ekosistemnya, segelintir mahasiswa Biologi mencoba mengukir prasasti dengan membentuk sebuah organisasi bernama KSP Macaca. Silih berganti waktu telah melahirkan laskar-laskar pejuang konservasi. Kini generasi XIV KSP Macaca datang untuk bersinergi melanjutkan tugas mulia konservasi primata dan ekosistemnya.

Guna menumbuhkan asa konservasi primata dan ekosistemnya, KSP Macaca UNJ mengadakan Pelatihan Dasar Organisasi (PDO) bertema “Bersatu dalam Organisasi, Bersama dalam Konservasi” bertempat di Ruang 3.6 dan 3.7 FMIPA UNJ. Acara yang menyedot perhatian puluhan mahasiswa ini dihadiri beberapa narasumber yakni Helmi Romdhoni, Desy Octavia dan Amalia Syafari. Acara berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga 13.00 WIB.

Acara diawali dengan bacaan ayat suci Al-Quran dan dilanjutkan dengan sambutan Ketua Pelaksana yakni Jorgi Sanjaya. Dalam sambutannya, Jorgi menyampaikan hakikat diadakannya PDO serta manfaat dari PDO itu sendiri. Jorgi juga mengapresiasi terhadap kinerja panitia yang telah bekerja secara baik.

Pihak KSP Macaca yang diwakilkan oleh Bendahara KSP Macaca Risa Eno dalam sambutannya menyampaikan dukungan dan apresiasi terhadap jalannya acara. Risa juga mengajak para peserta untuk tidak melewatkan momentum transfer pengetahuan dari para pemateri. Diharapkan nantinya para peserta dapat menjadi lebih baik daripada senior terdahulunya.

Dalam kesempatan tersebut Helmi Romdhoni atau yang kerap disapa dengan Bang Helmi memaparkan materi hakekat organisasi dan sejarah KSP Macaca. Dalam penjelasannya, organisasi merupakan suatu kesatuan yang saling terkoordinasi satu sama lain serta adanya kerjasama guna mencapai tujuan tertentu. Organisasi memiliki komponen utama berupa ADART, pengurus/anggota, tujuan organisasi, dan pembagian tugas (divisi-divisi).

Lebih lanjut Helmi memaparkan sejarah singkat KSP Macaca dan para Ketua KSP Macaca. Kelompok Studi Primata (KSP) Macaca merupakan kelompok studi yang bergerak di bidang konservasi primata dan ekosistemnya. KSP Macaca didirikan pada tanggal 14 Oktober 2002 oleh beberapa mahasiswa Biologi dengan Dr. Yossa Istiadi, M. Si sebagai dosen pembina. Latar belakang berdirinya KSP Macaca adalah semakin memprihatinkannya keadaan primata dan ekosistemnya di Indonesia. Sejauh ini KSP Macaca telah beberapa kali berganti ketua yakni:

  1. Irawati,
  2. Andy Nurcahya,
  3. Maria Fajri
  4. Andika Mardiansyah
  5. Diaz Sari Pusparini
  6. Agus Trianto
  7. Ristika Putri Istanti
  8. Dhanny Ardyansyah
  9. Yudi Saputra,
  10. Helmi Romdhoni,
  11. M. Zidni Rizky Ardani.

Mahasiswa Prodi Biologi yang pernah menjabat sebagai Ketua KSP Macaca ini mengajak segenap anggota KSP Macaca untuk terus berkonstribusi membangun KSP Macaca.

“Jangan berfikir tentang apa yang bisa KSP Macaca berikan kepada kalian, tapi berfikirlah apa yang bisa diberika untuk KSP Macaca,” tegas Helmi.

Pemateri selanjutnya yakni Desi Octaviani yang memaparkan materi Manajemen Penelitian. Dalam pemaparannya, seorang peneliti harus memiliki sifat jujur, disiplin, dan terbuka. Para peserta juga dibekali teknik pemilihan objek penelitian dan tahapan-tahapan dalam penelitian.

Tahap penelitian meliputi pra-penelitian, proses penelitian, dan pasca-penelitian. Pra-penelitian terdiri dari tahap perencanaan dan tahap persiapan. Perencanaan berkaitan dengan penyusunan rencana penelitian meliputi penyusunan rumusan masalah penelitian, perencanaan waktu penelitian dan metode penelitian. Sedangkan tahap persiapan meliputi persiapan alat dan bahan, pengurusan perjalanan, dan pembagian tugas penelitian.

Tahapan selanjutnya adalah proses penelitian yakni proses pengambilan data. Tahapan terakhir yakni pasca-penelitian meliputi pengolahan data, analisis data, penarikan kesimpulan, penyusunan laporan dan publikasi.

Pemateri ketiga yakni Amalia Syafari yang memaparkan materi Pelatihan Guiding. Perempuan kelahiran Jakarta, 8 Januari 1995 ini berbagi tentang manfaat menjadi pemandu, tips memandu (guiding) yang handal, dan langkah-langkah (metode) dalam pemanduan. Menurutnya, untuk menjadi pemandu yang handal, harus memiliki pengetahuan luas, penampilan baik, kesehatan prima dan perilaku baik.

Acara Berlangsung lancar tanpa ada kendala yang berarti. Para peserta juga tampak antusias mengikuti jalannya acara.

Komentar Kamu?

BAGIKAN
Pencari cahaya langit dan mahkota persahabatan/ Bahagia di atas kebahagiaan orang lain/ Pend. Biologi UNJ.