Home Berita

Pernyataan Sikap Forum Alumni Aktivis UNJ Untuk Aksi 212

1049
BAGIKAN

UNJKita.com – Perjuangan Indonesia dibangun dengan darah para ulama dan tinta para cendikia serta pemuda yang ikhlas berjuang untuk menegakkan keadilan di jalan perjuangan. Pemuda itu adalah mahasiswa sekaligus aktivis yang memberikan pencerahan dan perubahan bagi almamater dan negerinya.

Aksi 4 November lalu yang begitu masif dan merupakan aksi terbesar sepanjang sejarah bangsa untuk mendesak kepolisian agar segera menindak lanjuti & memproses penista agama ditanggapi dengan sikap represif dari kepolisian.

Massa aksi dibubarkan dengan begitu brutal dan terjadinya penangkapan2 aktifis yang membuat demokrasi mundur ke belakang. Setelah itupun suasana menjadi begitu gaduh, akibat ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab menyebarkan isu-isu makar dan ada yang ingin memecah belah bangsa dengan mengkerdilkan Aksi Bela Islam 3 pada 2 Desember 2016.

Senin, 28 November 2016, Kapolri akhirnya bertemu dengan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) dengan mediasi MUI untuk berkomunikasi terkait aksi 2 Desember yang banyak di biaskan & difitnah sana sini.

Akhirnya terjadi kesepakatan-kesepakatan yang tadinya aksi sepanjang jalan MH. Thamrin-Sudirman-Bunderan HI menjadi dipusatkan di kawasan Monas. Ini membungkam pihak yang menuding gerakan 212 sebagai gerakan makar tidak terbukti dan tidak beralasan. Karena nyatanya GNPF MUI mau bekerja sama dan berkomunikasi dengan pihak pemerintahan terkait.

Oleh karena itu, atas kondisi bangsa ini maka Kami Alumni yang tergabung dalam Forum Alumni Aktifis Universitas Negeri Jakarta mendesak :

  1. Pemerintah dalam hal ini aparat penegak hukum untuk segera penjarakan Basuki Tjahaja Purnama, agar kondisi bangsa kembali kondusif dan menegaskan bahwa keadilan di negeri ini masih ada sehingga tidak akan lagi terulang sikap memalukan tersebut.
  2. Mengajak seluruh masyarakat Indonesia terutama untuk Alumni di Universitas Negeri Jakarta agar terus mengawal proses hukum dalam kasus penistaan agama.
  3. Presiden Indonesia Bapak Jokowi untuk hadir dan bertemu massa aksi 2 Desember 2016, sebagai itikad baik presiden dalam mendengar aspirasi rakyatnya.
  4. Media massa agar bersikap objektif dan berita yang berimbang dalam aksi bela islam bukan malah berita yang memprovokasi & menjelekkan hanya demi kepentingan pemilik modal.

Jakarta, 1 Desember 2016.
Forum Alumni Aktivis Universitas Negeri Jakarta (FATI UNJ)

Ketua Umum                                           Sekretaris Jenderal

Hanri Basel                                                Defrizal Siregar

Komentar Kamu?

BAGIKAN
Co Founder & CEO of UNJKita.com | Accountant, Public Speaker, Researcher, & StartUp Entrepreneur.