Home Mahasiswa

POTENSI dari PEMANFAATAN SAMPAH oleh Agus dan Tim

563
BAGIKAN

UNJKita.com – Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan salah satu program atau ajang yang diselenggarakan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Litabmas), Ditjen Dikti untuk meningkatkan kualitas peserta didik (mahasiswa) di perguruan tinggi.

Ajang PKM ini berupa  pembiayaan kegiatan dan ide kreatif mahasiswa yang telah terpilih berdasarkan seleksi proposal oleh Dirjen Dikti untuk dibiayai.

Dalam pelaksanaannya unjkita.com berkesempatan untuk lebih dekat mengenal ke-13 tim yang mengharumkan nama UNJ tersebut.

Berikut salah satu tim  PKM dari UNJ yang di ketuai oleh Agus Nur Hidayat, tim mereka maju dengan mengambil judul “POTENSI PEMANFAATAN SAMPAH KALENG BEKAS MINUMAN
YANG MENGANDUNG ALUMUNIUM SEBAGAI ELEKTRODA PADA
SEL SURYA SEDERHANA BERBASIS PHOTOELECTROCHEMICAL”

Menurut mereka Saat ini DKI Jakarta sebagai ibukota negara Indonesia dituntut harus dapat mandiri dalam pengelolaan permasalahan sampah. Karena berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik tahun 2014 tentang persentase rumah tangga
menurut provinsi dan perlakuan memilah sampah mudah membusuk dan tidak mudah membusuk, diketahui DKI Jakarta mempunyai persentase sampah dipilah dan sebagian dimanfaatkan sebesar 3,74%; sampah dipilah kemudian dibuang sebesar 10,48%; dan sampah tidak dipilah sebesar 85,77%.

Dengan jumlah persentase sampah tidak dipilah sebesar 85,77%, Jakarta menempati posisi pertama dibandingkan dengan provinsi lainnya. Jumlah 3,74% untuk sampah yang dipilah dan dimanfaatkan tentunya sangat sedikit bila dibandingkan dengan persentase yang tidak dimanfaatkan bahkan dengan yang tidak dipilah (Badan Pusat Statistik, 2015).

Solusi yang pernah ditawarkan ialah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berupaya menanggulangi volume sampah dengan memperbanyak jumlah bank sampah. Bank sampah adalah upaya pengelolaan sampah dengan prinsip 3R (reduce, reuse dan recycle) menggunakan manajemen perbankan konvensional. Warga yang menabung sampah atau nasabah, memiliki buku tabungan yang dinilai dengan rupiah (Dinas Kebersihan DKI Jakarta, 2014).

Berdasarkan prinsip 3R (reduce, reuse, dan recycle) ini perlu diadakan penelitian bagaimana cara memanfaatkan sampah-sampah ini. Diantara sampah-sampah itu terdapat sampah kaleng bekas kemasan minuman yang mempunyai kandungan alumunium didalamnya.

Sehingga, Agus dan timnya berharap dengan diajukannya proposal ini dapat memberikan manfaat dalam membantu masyarakat untuk lebih mengetahui potensi dari proses pengelolaan sampah khususnya sampah kaleng minuman.

Serta juga turut andil dalam membantu mengembangkan inovasi dalam dalam bidang energi terbarukan. Untuk turut mengembangkan inovasi dalam pengelolaan sampah yang berprinsip 3R (reduce, reuse dan recycle).

Komentar Kamu?