Home Mahasiswa

Prototipe PORTWEDER oleh Eko Cahyono dan Tim

263
BAGIKAN

UNJKita.com – Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan salah satu program atau ajang yang diselenggarakan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Litabmas), Ditjen Dikti untuk meningkatkan kualitas peserta didik (mahasiswa) di perguruan tinggi.

Diharapkan mahasiswa kelak dapat menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademis, profesional, dapat menerapkan, mengembangkan, meningkatkan sebuah konsep Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta memperkaya budaya nasional.

Ajang PKM ini berupa  pembiayaan kegiatan dan ide kreatif mahasiswa yang telah terpilih berdasarkan seleksi proposal oleh Dirjen Dikti untuk dibiayai.

Dalam pelaksanaannya unjkita.com berkesempatan untuk lebih dekat mengenal ke-13 tim yang mengharumkan nama UNJ tersebut.

Berikut salah satu tim  PKM dari UNJ yang di ketuai oleh Eko Cahyono, tim mereka maju ke Program Kreativitas Mahasiswa-Karsa Cipta dengan mengambil judul “Prototipe PORTWEDER (Portable Weather Detector)”

Menurut mereka seiring dengan berkembangnya zaman, teknologipun semakin maju. Setiap hari jumlah manusia yang menggunakan atau bahkan memiliki kendaraan bermotor terus bertambah. Banyaknya jumlah kendaraan bermotor tersebut menimbulkan polusi udara akibat dari gas buang kendaraan
bermotor.

Seiring dengan berjalannya waktu, jumlah polusi udara bahkan menimbulkan masalah yang cukup serius. Misalnya saja yang sering kita dengar dengan istilah “Global Warming” atau pemanasan global. Salah satu dampak besar yang ditimbulkan oleh pemanasan global adalah berubahnya iklim di seluruh penjuru dunia. Perubahan iklim ini juga menyebabkan perubahan cuaca yang tak menentu dan sulit untuk diprediksi.

Secara singkat cuaca dapat diartikan sebagai keadaan udara pada suatu waktu tertentu dan berada pada wilayah yang relatif sempit. Pada dasarnya, keadaan cuaca mudah sekali berubah-ubah karena ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi cuaca. Perubahan cuaca yang semakin tak menentu akibat pemanasan global tentu menjadi masalah bagi masyarakat karena dapat
mengganggu aktifitas atau kegiatan sehari-hari, terutama bagi masyarakat yang memiliki aktifitas sehari-hari di luar rumah.

Di Indonesia keadaan cuaca selalu diumumkan untuk jangka waktu sekitar 24 jam melalui prakiraan cuaca hasil analisis Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), Departemen Perhubungan. Prakiraan yang ada di Indonesia inipun belum belum
sepenuhnya akurat.

Dari pemaparan yang telah dijelaskan maka untuk mengatasi masalah yang sering dihadapi masyarakat, pada proposal PKM KC ini Eko dan timnya akan membuat sebuah prototipe dengan judul “Prototipe PORTWEDER (Portable Weather Detector)”. Prototipe ini merupakan perangkat pendeteksi cuaca dengan cara mengumpulkan data yang berhubungan dengan cuaca dan lingkungan di sekitar. Data-data tersebut berupa tekanan udara, kelembaban, kecepatan angin, dan juga temperatur yang didapat dari hasil pendeteksian berbagai sensor. Dari data-data tersebut dapat diambil kesimpulan tentang cuaca yang berada di sekitar prototipe, sehingga diharapkan dapat mempermudah masyarakat untuk mengantisipasi cuaca buruk.

Sehingga tujuan dari Eko dan timnya adalah membantu
masyarakat yang memiliki aktifitas keseharian berada di luar rumah untuk mengantisipasi perubahan cuaca berdasarkan data-data yang didapatkan dari pendeteksian oleh prototipe tersebut.

Komentar Kamu?