Home Suara Anda Opini

Rektor UNJ: Bukan Rektor Biasa

2107
BAGIKAN

Ada surat cinta nih dari Riza, Kepala Departemen Dalam Negeri BEM UNJ.  Riza akhirnya ikut merilis tulisannya tentang realitas faktual dari mahasiswa UNJ dan memberi julukan kita sebagai “Anak ayam sepuhan warna-warni”. Sudahkah kamu membacanya? Yuk dibaca, semoga ayahanda kita juga membaca surat cinta dari Riza ya.

“Untukmu yang duduk sambil diskusi. Untukmu yang biasa bersafari, Disana. Di gedung Rektorat.”

Akhir-akhir ini muncul berbagai tulisan yang menyentil sikap sensasi Rektor UNJ, Dr. Djaali, dengan beberapa kebijakan yang nyeleneh, padahal baru setahun menjabat, selayaknya bayi yang sedang lucu-lucunya. Tak lekang manuver beliau dengan segala titahnya, mulai UKT alias Uang Kuliah “Tak Terhingga”, parkiran kampus tidak sesuai SOP, dan terakhir yang tidak kalah bombastis ialah perpindahan ruang kuliah FMIPA ke kampus A UNJ. Kebijakan ini yang menyebabkan beberapa kalangan FMIPA dan FIK menjadi tidak harmonis, bak kisah adik dan kak yang berebut mainan. Oleh karena itu, saya rasa perlu angkat bicara perihal kasus perpindahan ruang kuliah FMIPA ini tanpa melupakan kasus-kasus sebelumnya (red; UKT dan Parkiran).

Berasal dari rahim yang sama, nurani saya berontak. Maka, mohon bacalah tulisan ini dengan seksama disela-sela kesibukan bapak. Ini adalah surat yang berisi realitas faktual dari Mahasiswa UNJ, mungkin dengan cara inilah kami bisa menuangkan keluh kesah karena kami paham kesibukan bapak, jika ingin bertemu harus membuat janji terlebih dahulu, yang mayoritas berbuah wacana dan penolakan. Bapak Djaali yang kami hormati, sehubungan dengan perpindahan FMIPA ke Kampus A, berarti hadir keruwetan baru, yaitu ada sekitar kurang lebih 1200 mahasiswa akan sumsek-sumbel memenuhi Kampus A.

Tidak dipungkiri, tanpa hadirnya FMIPA saja, kami sudah sulit menemukan ruang diskusi yang tenang karena terenggut bisingnya suara proyek pembangunan gedung dan minimnya lahan yang ada. Ditambah kurangnya asupan oksigen dikarenakan tidak ada lagi taman-taman indah nan asri berikut pohonnya yang rindang. Terbayang, bagaimana sesaknya Kampus A? Jangan salahkan jika berimbas pada makin melempemnya prestasi keilmuan UNJ (non kejuaran olahraga) akibat tidak acuhnya bapak dengan nasib penunjang akademis (red; ruang diskusi mahasiswa).

Baca juga: FMIPA Kecewa! FMIPA Menuntut Haknya!

Rektor kami tercinta, tahukah bahwa peminat UNJ sudah meningkat dua sampai tiga kali lipat pada tiga tahun terakhir? Jadi, bayangkan kurang lebih 5000 orang mahasiswa baru akan kuliah di UNJ tiap tahunnya, dan dua per tiga diantara mereka akan kuliah di kampus A. Itu artinya akan semakin banyak jumlah mahasiswa yang wara-wiri di kampus A. Wow, bak domino rebah seribu, efek yang timbul disebabkan kepindahan FMIPA. Tolong jangan tutup mata, Pak!

Belum juga kering dalam pikiran, perihal parkir kampus yang makin muntah dijejali buntalan roda dua. Sebelum FMIPA pindah saja, kami sudah kesulitan untuk memarkirkan kendaraan, ditambah belum rampungnya pembangunan gedung parkir di depan Daksinapati FIP.

Selanjutnya, peristiwa hijrah FMIPA akan pula berimbas pada tempat ibadah kita, yaitu Masjid Nurul Irfan. Realitas berbicara bahwa ketika mahasiswa ingin salat, mereka harus menungu dua atau bahkan sampai tiga kali kloter, dimana tahun depan jika benar giliran Masjid Nurul Irfan dibangun, artinya kami harus sholat di mushola fakultas dan itu juga tidak akan mengurangi antrian sholat hingga tiga kali kloter atau bahkan lebih. Wasting time, bro!

Baca Juga: Lantas Dimanakah Mahasiswa FMIPA akan Kuliah?

Bapak Rektor tercinta, kami bukanlah anak ayam sepuhan warna-warni yang rela dan senang hati bernaung di dalam kandang yang penuh sesak. Bayangkan sesaknya kampus A dua atau tiga tahun mendatang, Pak! Maaf jika bersamaan dengan tulisan ini menambah pekerjaan rumah di akhir tahun dan semoga tidak membuat tensi darah bapak meningkat.

Salam Cinta,

oleh: Riza Fahlevi

Kadept Dalam Negeri BEM UNJ 2015

Komentar Kamu?