Home Karya Rembulan Sepanas Mentari

Rembulan Sepanas Mentari

76
SHARE

Indah nian bunga mawar kuning yang mekar di pekarangan rumahku
Gelombang indah mahkota dengan warna jingga kekuningan membuat tergiur hasrat ceria
Hijau daun dan tangkainya membuat semakin dipuja
Aku dapat melihat indah mekarnya bunga-bunga
Dapat melihat burung berkicau bahagia
Dapat melihat ikan muncul dipermukaan mencari udara
Dan dapat melihat senyum indah dari orangtuaku, adikku, guruku, dan kawanku setiap harinya

Namun,
Di negeri suci tiga agama ㅡdahuluㅡ
Di negeri panutan bangsaku untuk rukun
Terdengar tangisan pedih saudaraku

Senapan tepat di depan kepala yang akan dengan mudah mengoyak tengkorak
Manusia tak diperlakukan manusiawi malah diperlukan bengis oleh zionis
Tak ada mekar mawar menciptakan ketenangan disana
Tak ada ikan, burung, kupu-kupu yang hidup disana

Jangankan hewan,
Tak ada harap melihat hangat senyum dari saudara yang sudah terbujur kaku dengan darah menutupi cantiknya
Tak ada harap pelukan perlindungan dari orangtua yang entah kabar ada di dunia atau sudah pucat pasi
Hanya pekikan penyemangat dengan acungan telunjuk mengudara

Allahuakbar!
Allahuakbar!
Allahuakbar!

Tak ada rasa ingin mengungkit human right yang dideklarasikan dengan gamblang
Hanya berjuang atas nama Allah.
Karena tak ada penolong selain Allah, percayanya.
Hanya segenggam do’a yang menjadi senjata abadi, bukan senjata canggih dari Trump biadab!
Hanya berjuta do’a dari saudara seiman yang menjadi menyemangat dikala melihat satu persatu kawan tumbang
Hanya bermilyar dukungan dari sesama manusia yang menjadi alasan mereka untuk tetap dan akan tetap berdiri tanpa alas kaki meski rembulan akan lebih panas dari mentari.

 

Oleh : Silviana Eka Dewi Hapsari

Komentar Kamu?

SHARE
Ruang Publik Kepada Seluruh Civitas Akademika UNJ untuk menyampaikan kritik, & Saran. Yuk Kirimkan Buah Pikiranmu