Home Berita

Rilis Survei UNJKita ; ”Menakar Elektabilitas Calon Ketua BEM UNJ & BEMF se-UNJ 2018”

449
BAGIKAN

UNJKita.com – Dalam rangka menyambut dan menyemarakkan pesta demokrasi kampus Universitas Negeri Jakarta di penghujung tahun. Serta untuk mengetahui elektabilitas dan popularitas calon ketua BEM UNJ dan BEM Fakultas, maka UNJKita.com sebagai media yang menginisiasi pendidikan politik kepada para pembaca tercinta mengadakan sebuah survei. Dimana dalam survei ini ada tiga pokok bahasan utama yakni Elektabilitas calon ketua dan wakil ketua BEM UNJ 2018-2019,  Elektabilitas calon ketua BEM Fakultas se-UNJ 2018-2019 serta Evaluasi Komisi Pemilihan Umum UNJ sebagai penyelenggara Pemilihan Umum di kampus hijau ini.

Survei KITA UNJ sendiri dilaksanakan selama 5 hari pada tanggal 20-24 November 2017. Metode survei yang digunakan adalah Simple Random Sampling. Dalam rentan 5 hari tersebut, terhitung 207 responden yang tersebar dari 8 fakultas yang ada di Universitas Negeri Jakarta.

Sebelum survei ini dilakukan, kami telah membuat Infografis serta artikel profil dan grand desain para pasang calon yang kamu bisa lihat di : Kenali Yuk Calon Ketua dan Wakil BEM UNJ 2018-2019.

Anyway, Penasaran bagaimana hasilnya? Berikut ini adalah rilis survei tim Redaksi UNJKita yang sudah kami kumpulkan dan sajikan untuk sobat semua :

Responden kami secara mayoritas (lebih dari 50%) menilai bahwa nama-nama kandidat calon ketua & wakil BEM UNJ 2018 – 2019 belum dikenal dan diketahui. Namun apakah diketahui namanya saja sudah cukup? Mari kita cek hasil survei dibawah ini.

Ternyata dikenal namanya saja tidak cukup. Dari hasil diatas menunjukkan bahwa lebih dari 60% mahasiswa aktif yang merupakan pemilih belum mengetahui background & track record, serta visi misi dan grand design para kedua pasang calon Ketua & Wakil BEM UNJ 2018 – 2019. Bahkan lebih dari 60% menurut para responden memilih abstain ketika ditanya apakah visi – misi dan Grand Design calon ketua & wakil BEM UNJ 2018 – 2019 sesuai dengan kondisi kampus saat ini dan mampu memberikan perubahan?

Ini merupakan pekerjaan rumah (PR) besar bagi para calon terutama para tim sukses untuk lebih mendekatkan dan mengenalkan diri kepada para konstituen nya nanti baik sebelum pemilihan apalagi setelah terpilih nantinya.

Proses kampanye yang singkat dan tidak diketahui oleh banyak publik membuat lebih dari 60% respon memandang proses kampanye yang telah dilakukan belum berjalan secara efektif dan efisien.

 

Dari beberapa pertanyaan dalam survei diatas kami simpulkan bahwa pasangan Kholil dan Imam unggul dalam elektabilitas dengan perolehan 30%, sementara jika kami lakukan breakdown pada masing-masing baik ketua maupun wakil baik Kholil dan Imam masih mengungguli pasangan Wildan dan Prasetyo dalam popularitas perorangan. Namun para respon yang mengisi Abstain alias tidak menjawab kedua-duanya jauh lebih unggul yakni sebesar 48%. Artinya Swing Voters (pemilih yang belum menetapkan pilihannya) cukup besar dan masih bisa diraih suaranya bagi kedua pasang calon.

Wildan dan Prasetyo dalam survei ini diatas kertas memang belum unggul, namun pasangan ini masih bisa berkesempatan untuk menang dengan catatan mampu meraih basis massa mayoritas yang belum menentukan pilihannya (Swing Voters) sebesar 48% yang belum menentukan. Pasangan Kholil dan Imam yang sudah diatas angin dalam survei ini juga tak boleh cepat puas dan harus mempertahankan bahkan juga meyakinkan para pemilihnya yang masih ragu dan bimbang untuk menentukan pilihan di hari pencoblosan nanti.

Sayangnya sampai saat ini Untuk FBS dan FIO sampai survei ini diturunkan, belum ada calon Ketua BEM masing-masing fakultas yang dinyatakan lolos.

Dari sejarah yang ada, beberapa tahun terakhir Pemilu UNJ sangat disayangkan tidak pernah bisa lebih dari 50% total pemilih dibandingkan dengan total mahasiswa aktif (total DPT – Daftar Pemilih Tetap). Tahun 2016 memperoleh total suara sebesar 10.891 mahasiswa. Dengan total Daftar Pemilih Tetap (DPT) nya sekitar 23.456 mahasiswa aktif UNJ, maka persentasi partisipasi publik yang memilih hanya sebesar 46,43% dari total DPT Mahasiswa aktif.  Sisanya? Ya, jelas tidak menggunakan hak pilihnya. Dan lagi-lagi ini yang perlu menjadi catatan dan autokritik bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) UNJ sebagai penyelenggara pemilu.

Di penghujung narasi survei ini, kami tim Redaksi UNJKita dan mahasiswa UNJ pasti berharap Ketua dan Wakil yang terpilih mampu lebih baik dari sebelumnya. Semoga visi misi dan Grand Desain yang telah tertuang dan dijanjikan mampu teraktualisasikan dengan baik. Kami tunggu kreasi, inovasi dan kolaborasi kongkrit untuk UNJ, Jakarta dan Indonesia.

Komentar Kamu?

BAGIKAN

Co Founder & CEO of UNJKita.com | Accountant, Public Speaker, Researcher, & StartUp Entrepreneur.