Home Mahasiswa Karya

Rintikan yang Nyatanya Hilang

394
BAGIKAN

Hai,
Berjumpa di kumpulan goresan warna ku.

Nuansa di hari-hari ini berisi dengan berbagai kampanye dengan propaganda yang bervariasi.
Seruan coblos nomer anu dan anu yang memiliki warna dan temanya sendiri, menghiasi miniatur negara ini, ataupun negara besarku ini.

Hingga hari ini masih saja aku memilih diam. Lagi-lagi mengalah pada rasa lelah dan malas mengolah kesan disetiap detik ini.

Lagi lagi pelatihan dengan konsep yang tak jauh beda berlangsung secara berkala di setiap fakultasnya. Lagi?
iya. Kukatakkan ini bak lingkaran kotak berbentuk segitiga yang tak pernah bertemu mana awal dan akhirnya.
Apa arti yang sebenarnya diharapkan. Hingga akhirnya birokrasi dengan cakar halusnya yang tertancap dengan semena-menanya tetap berlenggok di panggung drama.
Membawa koaran dalam pencapaian kebaikan namun terus saja membawa lagu lama.

Bukan rahasia lagi bila permainan iblis berbentuk kertas yang dengan bangganya dijilat oleh para penyantap dunia.

Hmmmmm….
Masih.
Dengan malu menyadari,
bahwa aku masih saja terdiam dibalik rintikan ku.
Hahaha
Apa pula harapan Indonesia?
Katakan saja, rinduku kini terburai sejak lalu bersama rintikan yang diam.
Lama sudah kuyakini..

Rintik itu, Nyatanya sudah hilang..

Ini tentang rasa malu ku
bersama berbagai haluan angin yang diam.

#PovEnd

Komentar Kamu?

BAGIKAN
Ruang Publik Kepada Seluruh Civitas Akademika UNJ untuk menyampaikan kritik, & Saran. Yuk Kirimkan Buah Pikiranmu