Home Berita

Sambangi JIExpo, Mahasiswa Menyuarakan Kontrak Politik Pada Cagub-Cawagub DKI Jakarta

749
BAGIKAN

UNJKita.com – Selasa (25/10/2016) itu cuaca cukup mendung, tapi panas semangat tetap membara dari rekan-rekan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) wilayah Jabodetabek. Sore itu puluhan massa aksi mendatangi JIExpo, Kemayoran, Jakarta. Kehadiran rekan-rekan mahasiswa bertujuan untuk menyuarakan aspirasi dan menyampaikan sikap mereka menyambut momen pengambilan nomer urut tiga pasangan calon gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022.

Massa bergerak dari kampus Universitas Negeri Jakarta dari pukul 12.00 WIB. Sesampainya disana, massa aksi pun melakukan penyampaian aspirasi dalam bentuk orasi-orasi ilmiah yang dilakukan secara bergantian.

“Tujuan kami ke sini untuk meminta tiga paslon berjanji memberikan kesejahteraan dan kemakmuran pada rakyat Jakarta yang tertuang dalam kontrak politik ‘dua cita mahasiswa’,” Ujar sang orator menjelaskan tujuan dari aksi mereka selasa siang itu.

Adapun yang dimaksud dari “Dua Cita Mahasiswa” itu adalah kesejahteraan dan kemakmuran. Kesejahteraan dan kemakmuran disini yang dimaksud adalah perluasan lapangan kerja dan penolakan reklamasi.

Selain “Dua Cita Mahasiswa”, ada pun tuntutan mahasiswa adalah sikap keterbukaan untuk siapa pun pasangan calon yang terpilih kelak pada pemilu DKI Jakarta tahun depan. Keterbukaan yang dimaksud adalah keterbukaan dalam hal komunikasi antar mahasiswa dan pemerintah. Hal ini menjadi harapan mahasiswa agar dimasa yang akan datang, pemerintah provinsi lebih mendengar aspirasi-aspirasi dari mahasiswa dan memberi respon aktif.

Harapan-harapan tersebut tertuang pada kontrak politik yang dikirimkan kepada tim pemenangan masing-masing pasangan calob gubernur dan wakil gubernur.

Selain penyampaian kontrak politik, aksi mahasiswa kali ini pun diwarnai dengan pernyataan sikap oleh Aliansi BEM SI wilayah Jabodetabek terkait kesiapan mereka dalam mengawal jalannya Pemilu DKI Jakarta dari massa kampanye hingga masa pemungutan suara nanti ditahun 2017.

Komentar Kamu?