Home Suara Anda Opini

Tangan Mahasiswa untuk Indonesia Emas

58
BAGIKAN
JAKARTA, 11/1 - PENERAPAN KURIKULUM 2013. Sejumlah siswa berpose saat berkumpul di lapangan di SD Angkasa 1 Halim Perdanakusumah Jakarta, Jumat (11/1). Untuk tahap awal, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memutuskan untuk menerapkan kurikulum baru 2013 tingkat sekolah dasar hanya pada 30 persen dari 148 ribu SD yang ada di seluruh Indonesia untuk kelas I dan IV mulai tahun ajaran baru Juli mendatang. FOTO ANTARA/Widodo S. Jusuf/Koz/pd/13.

Sepuluh atau lima belas tahun lagi, Indonesia mengalami bonus demografi di mana usia produktif jumlahnya akan jauh lebih banyak. Menghadapi hal tersebut tentunya butuh persiapan. Terlebih ketika saat ini Indonesia menapaki pasar bebas seperti Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Bonus demografi tidak akan menjadi momok yang mengerikan ketika mulai saat ini bersama-sama membenahi untuk menjadi lebih baik lagi.

Pendidikan, hal penting yang menjadi akar dalam segala bidang. Indonesia butuh membenahi sistem pendidikannya. Dibutuhkan tangan-tangan mahasiswa untuk bersama-sama membangun bangsa melalui pendidikan. Seperti yang ada pada tridharma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Pendidikan menjadi nomor satu untuk dapat mengatasi permasalahan global. Dengan pendidikan, mahasiswa bisa turun langsung ke masyarakat dalam segala bidang. Bahwa dengan pendidikan suatu bangsa bisa menata peradabannya. Bahwa dengan pendidikan, suatu bangsa dapat menggali potensinya agar dapat terus berkembang dan bersaing secara global.

Beberapa program pemerintah yang membantu mahasiswa unuk dapat menempuh pendidikan baik di dalam maupun di luar negeri tentunya merupakan upaya untuk dapat membangun negeri menjadi lebih baik lagi. Analoginya seperti ini, mahasiswa merupakan sosok-sosok yang berpendidikan. Dengan begitu, mereka tahu apa yang harus dilakukan untuk dapat memperbaiki negerinya agar bisa bersaing secara global. Terlebih jika kita lihat pada kenyataannya bahwa saat ini banyak dari mahasiswa yang terjun ke masyarakat untuk menjadi relawan pendidikan, baik untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak kurang beruntung maupun kepada masyarakat.

Pendidikan tidak melulu perihal belajar akademik, tetapi juga kemampuan-kemampuan lainnya. Peran mahasiswa yang memang dibutuhkan oleh masyarakat salah satunya adalah dengan membuat sebuah program yang dapat memberdayakan masyarakat agar dapat mandiri. Dengan bekal pendidikan yang didapat selama masa perkuliahan, tentunya mahasiswa berpikir bagaimana caranya untuk dapat bertindak nyata dan tidak hanya mengkaji teori-teori yang ada untuk membahas isu-isu terkini, tetapi mahasiswa juga harus punya solusi nyata untuk mengatasinya. Bekal tersebut bisa diwujudkan dalam menjalani aksi nyata kepada masyarakat, misalnya dengan membangun rumah baca.

Rumah baca ini bertujuan untuk dapat membuat anak-anak Indonesia melek akan literatur, melatih kegemaran membaca. Mahasiswa juga bisa menjadi relawan mengajar bagi mereka sehingga ilmu mereka dapat tersalurkan dengan tepat dan berguna bagi bangsa ini. Tindakan tersebut juga termasuk dalam upaya mempersiapkan Indonesia agar dapat bersaing secara global. Mempersiapkan generasi penerus bangsa dengan memberikan pendidikan.

Selain itu pula, mahasiswa dengan bekal pendidikannya dapat menyalurkan aspirasinya dalam wujud nyata kepada masyarakat. Misalnya dengan memberikan penyuluhan atau bahkan program nyata. Memberikan pelatihan-pelatihan kepada warga masyarakat dalam membuat suatu produk yang kemudian memiliki nilai jual yang tinggi. Tentunya hal tersebut merupakan upaya untuk memberdayakan setiap keluarga atau bahkan masyarakat luas umumnya.

Dengan Pendidikan kita dapat melihat suatu masalah dengan sudut pandang yang lebih luas sehingga mampu mengupayakan penyelesaiannya dengan berbagai opsi solusi. Benar jika dikatakan bahwa mahasiswa adalah agen perubahan. Tugas mahasiswa tidak melulu mengkaji teori dan memperdebatkannya. Namun, sudahkah mahasiswa sadar akan perannya? Mahasiswa perlu untuk berbagi. Menebarkan semangat dan menyalurkan apa yang telah di dapat kepada masyarakat agar semua dapat melek informasi.

Jadi, untuk membuat Indonesia menjadi lebih mandiri dalam persaingan global bisa dimulai dengan pendidikan. Karena pendidikan memiliki arti yang luas, bahwa dengan pendidikan sebuah bangsa dapat membenahi sistem-sistem yang keliru. Pendidikan seperti sebuah lentera dalam kehidupan. Menjadi sinar yang dapat menuntun manusia dalam perjalanannya untuk dapat mewujudkan cita-cita, bukan hanya untuk pribadinya tetapi juga untuk bangsanya. Bahwa memang pendidikan merupakan akar dalam segala bidang untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri secara global. Jika pendidikan menjadi tonggak dari peradaban bangsa, maka mahsiswa merupakan eksekutor untuk menjadi penggerak dalam menebar ilmu dan kebermanfaatannya kepada masyarakat luas.

Oleh: Tiyni Saftiani

Komentar Kamu?

BAGIKAN
Ruang Publik Kepada Seluruh Civitas Akademika UNJ untuk menyampaikan kritik, & Saran. Yuk Kirimkan Buah Pikiranmu