Home Mahasiswa Karya

Tanpa Tanda Jasa, yang Tertinggal

532
BAGIKAN

Saban waktu, kita pernah bertatap lugu

tanpa tahu, siapa yang muncul dari balik pintu

di depan kelas, seseorang itu berdiri

tepat di hadapannya, kamu terduduk rapi

 

perkenalan singkat kemudian terjadi

hangat keakraban perlahan menyelimuti

sebagian besar menyambut haru

sisanya terdengar membisu

 

sejak hari itu,

kamu sudah mengenal sosok guru

yang membagi ilmunya dengan senang hati

juga pengalamannya yang berarti

 

walau terkadang ditemui

kepalamu menyandar di buku ekonomi

atau asyik bicara dengan teman sebangku

saat jam belajar tengah merayu

 

kalau ditegur, berarti pertanda rindu

perhatian yang tulus buat kamu

bukan untuk ditakuti

bukan untuk jauh dimusuhi

 

kamu harus beranjak dan berlari

mengejar cita-cita yang tinggi

biasakanlah untuk menyisih uang saku

lalu datanglah ke toko buku

 

pergilah ke dunia khayalmu

bukan berkenang tentang masa lalu

bacalah berita di koran pagi

catatlah yang terdekat sehari-hari

 

jangan tunda untuk bilang nanti

apalagi sampai keburu nyawa ini pergi

penyesalan memang seperti hantu

mengikuti langkahmu selalu

 

ijab sah itu belakangan, ijazah dahulu

berikanlah nilai bagus kepada ibu

lanjutkanlah hingga ke perguruan tinggi

hingga jauh menyeberangi provinsi

 

kamu harus bangga pada diri sendiri

yang terlahir sempurna hati

bersyukurlah kepada Allah selalu

sebab usia tidak ada yang tahu

 

begitulah nafas dunia; sesingkat itu

jadi, lekatkanlah karya di pundakmu

di antara nama yang abadi

terkelir di nisan makam yang sepi

 

tak pernah ada, guru meminta diberi

imbalan jasa berupa materi

yang penting, kamu menyusul sang guru

dengan menggapai impian satu per satu

 

terima kasih, teruntuk semua anak-anakku

dan siapa pun yang berada di situ

di sekolah tercinta, di tempat ini

begitu banyak cerita lekat menghampiri.

 

*Puisi ini terlahir selepas penulis melaksanakan Praktek Keterampilan Mengajar (PKM) di SMAN 83. Semangat untuk calon Sarjana Pendidikan mahasiswa UNJ yang akan menuju detik-detik PKM. Jadilah guru yang berwawasan luas dan mendidik secara totalitas!

Komentar Kamu?