Home Berita

Tiga Serangkai Teknik Melaju ke Tingkat Mahasiswa Berprestasi UNJ

308
BAGIKAN

UNJKita.com – Tahun ini Fakultas Teknik mengirimkan tiga serangkai teknik, untuk maju berkompetisi pada tingkat universitas.

Tiga Serangkai umumnya adalah sebuah julukan untuk sebuah perkumpulan atau kelompok yang beranggotakan tiga orang. Julukan ini dapat merujuk pada Tiga Serangkai pelopor nasionalisme Indonesia yaitu E.F.E. Douwes Dekker (Ernest Douwes Dekker), Dr. Tjipto Mangunkusumo dan Ki Hajar Dewantara yang mendirikan Indische Partij, partai politik pertama di Hindia Belanda atau Tiga Serangkai pelopor Republik Indonesia yaitu Soekarno, Mohammad Hatta, Soetan Sjahrir yang merupakan tiga pemimpin kunci pertama Indonesia setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Namun, yang akan kita bahas pada kali ini adalah tiga serangkai yang mengharumkan Fakultasnya, mereka adalah Rakha Ramadhana Adjie (S1 Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer) sebagai Juara 1 Mapres S1 tingkat Fakultas, Andrey (S1 Pendidikan Teknik Bangunan) sebagai juara 2 Mapres S1 tingkat Fakultas. Serta yang terakhir adalah Aswin Bimo Subandoro (D3 Teknik Elektronika) sebagai Juara 1 Mapres D3 tingkat Fakultas.

Ketiga serangkai perwakilan Fakultas Teknik ini akan maju ke Seleksi Pemilihan Mahasiswa Berprestasi UNJ yang akan dilaksanakan pada tanggal 10 dan 11 April 2017 mendatang.
Sebelum itu, yuk kita mengenal lebih lanjut tiga serangkai dari Fakultas Teknik ini mengenai profil singkat, perjalanan sampai menuju mawapres, visi dan misinya, gagasan, dan judul Karya Tulis Ilmiah (KTI) dari mereka masing masing.

Mari kita simak!

 

1. Rakha Ramadhana Adjie (S1 Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer)

Rakha lahir di Tangerang Selatan, 24 Januari 1997. Diawal mengenal Mawapres, Rakha dipertemukan dengan Karya Tulis Ilmiah. Suatu tugas yang menurut Rakha cukup sulit apabila tidak dipelajari untuk mengerjakannya sama sekali. Rakha akhirnya mencoba mengerjakannya. Meskipun pada akhirnya setelah selesai mengerjakannya, dosen pembimbing Rakha, Bapak Prasetyo Wibowo Yunanto memintanya untuk mengganti Judul KTI.

Waktu untuk pengumpulan KTI tinggal 7 hari lagi, Rakha mulai mengerjakannya KTI dari awal hingga selesai, video pun Rakha kerjakan sendiri dengan kamera seadanya. Serta judul yang Rakha ambil tidak terlalu jauh dengan kemampuannya di bidang Teknik Informatika dan Komputer, yakni sebuah Aplikasi berbasiskan Android.

Akhirnya hasil keluar, dan Rakha berhasil menjadi Juara Pertama. Pada saat itulah Rakha memberikan laporan langsung ke orang tuanya, dan menceritakan suatu hal yang baru saja diraih. Namun baginya hal ini belum selesai, masih ada ranah yang harus ditempuh bagi Rakha.

“Saya memasuki UNJ awalanya menargetkan pada empat pembagian timeline. Yakni tahun pertama saya akan lakukan orientasi, lalu tahun kedua organisasi, tahun ketiga, prestasi, terakhir skripsi. Saat ini saya berada pada tahun ketiga, dimana seharusnya saya mulai mencari prestasi. Awal masuk kuliah, saya melihat bahwa Mawapres bisa menjadi tempat saya untuk melihat sejauh apa kelebihan saya yang diberikan oleh Allah SWT. Oleh karena itu saya memutuskan untuk ikut ajang Mawapres ini,” jelas Kepala Dept. Sosial dan Politik BEM FT 2017 ini.

Ide Rakha, merupakan pengembangan Aplikasi berbasis Android yang bernama “Guru Pembelajar” untuk memenuhi kebutuhan pengajar di Rumah Singgah. Rumah Singgah adalah suatu tempat penyaluran bantuan dari para lembaga sosial khususnya kepada anak-anak terlantar, yang saat ini kebanyakan mengalami kekurangan sumber daya pengajar. Dari aplikasi ini, Rakha melakukan sistem subsidi silang bagi pengajar yang akan memberikan pembelajaran di Rumah Singgah dengan membuat jembatan komunikasi antar Siswa (usia sekolah formal) yang ingin diajar oleh Guru Privat yang terdaftar dalam “Guru Pembelajar”.

“Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (Qs. Ar-Ra’d/13:11).

“Jadi mulailah perubahan dari sekarang, jangan ragu, percaya dengan kemampuan yang saat ini kita miliki. Buatlah perubahan tersebut menjadi efek positif kepada orang-orang yang berada di sekitar kita. Jadilah seseorang yang bisa memberikan kebermanfaatan yang lebih dibandingkan orang yang lain. Jangan pedulikan orang lain, kita hanya membutuhkan Allah SWT,” ujar Rakha

2. Andrey (S1 Pendidikan Teknik Bangunan)

Adrian merupakan laki laki kelahiran Jakarta, 7 juni 1994. Perwakilan dari Pendidikan Teknik Bangunan ini memulai perjalanan sampai jadi mawapres dari seleksi jurusan lalu tingkat fakultas hingga tingkat Universitas dengan sebuah gagasan, yakni ide vehicle movement and sunlight energy absorber analysis.

“Saran saya adalah untuk kegiatan Mawapres selanjutnya adalah sebuah peningkatkan publikasi, Program pelatihan KTI, Penyuluhan mawapres serta tingkatkan hadiahnya hehehe,” canda Andrey

Dalam mengisi waktu luang Andrey memilih untuk mengeksplorasi kemampuannya dalam membuat KTI dan sebuah pencapaian serta sebuah keberhasilan ketika namanya menjadi perwakilan kedua dari FT UNJ ini.

3. Aswin Bimo Subandoro (D3 Teknik Elektronika)

Bimo merupakan laki laki kelahiran Jakarta, 29 Februari 1996. Perwakilan dari Teknik Elektronika ini memulai perjuangan yang sudah di mulai sejak kecil dalam mengikuti beragam kompetisi. Awalnya perjalanan Bimo sempat tersendat di SMA bukan karena tidak bergerak tapi memang tak mampu menghasilkan, sehingga setelah masuk ke UNJ membuat Bimo bersemangat untuk mengembangkan kualitas diri kembali.

Menurutnya karena ridho Allah yang tak pernah habis pada umatnya serta doa dan ikhtiar kedua orang tua dalam memberi dukungan Bimo dapat berada di tengah tengah orang orang hebat, yaitu teman teman yang bersemangat untuk berubah, berkembang dan berprestasi serta di bimbing oleh dosen , senior yang mampu menjadi inspirasi membuat Bimo semakin semangat bergerak, karena ada sebuah kata “Bergerak adalah Berkah”, maka ia selalu berjuang bersama beragam teman-teman yang super dan dibimbing dosen dan senior yang hebat membuat Bimo bertekad menjadi mawapres.

“Walaupun terkadang jatuh sakit karena tak mampu mempertahankan diri yang letih tapi tetap dukungan orang tua dan teman teman selalu menguatkan saya dan semua karena Ridho Allah,” ujar Bimo.

Setelah melakukan beberapa tahap akhirnya Bimo mampu membuktikan bahwa dirinya telah menjadi juara 1 mawapres FT Diploma.

Not what you get from environtment but what you can to do to environment. Untuk yang mau berjuang menuju Mawapres kenali kemampuan terbaik kamu terlabih dahulu dengan cara melakukan hal hal yang memungkin kan seperti ikuti lomba atau kompetisi sebanyak banyaknya, karena dapat melatih kemampuan mu dan juga untuk mengukur kemampuanmu dan kuatkan tekad bahwa berprestasi adalah hal positif yang dapat menginspirasi,” jelas presentator PIMNAS 29 ini.

Tiga serangkai Fakultas Teknik ini memiliki beberapa kesamaan, yakni sebuah tekad kuat yang ingin dicapai serta sebuah ikhtiarnya kepada Tuhan, serta doa dari Orang tua dan sahabat sahabat mereka yang membuat mereka dapat mencapai sebuah mimpinya menjadi nyata. Karena sekali lagi prestasi bukanlah sebuah hal yang didapat dengan cara yang sederhana, namun dengan cara kita untuk mau berproses dan memantaskan diri.

Komentar Kamu?