Home Berita

Training of Trainer (TOT) Dalam Sistem Baru MPA UNJ 2016

822
BAGIKAN

Berubah totalnya sistem MPA di Universitas Negeri Jakarta tahun ini membuat para dosen turut terlibat dalam acara penyambutan mahasiswa baru tersebut. Tidak hanya sebagai eksekutor tapi juga instruktur.  TOT atau yang selanjutnya disebut Training of Trainers ini merupakan sebuah pelatihan untuk para dosen di Universitas Negeri Jakarta dalam rangka Masa Pengenalan Akademik tahun 2016.

Ditemui saat acara Closing MPA UNJ 2016, Ade Dwi Utami, M.Pd. yang merupakan salah seorang instruktur MPA UNJ 2016 memaparkan beberapa hal terkait TOT. “TOT ini sifatnya bukan men-training kita dari nol tetapi lebih karena itu sudah bagian dari pekerjaan kita jadi memang sifatnya lebih ke pemberian materi. Di situ ada pimpinan-pimpinan yang mensosialisasikan konsep MPA yakni Dekan dan PD3.”

Di UNJ sendiri, TOT di setiap fakultasnya tentu berbeda-beda tergantung dari karakter atau ciri khas tiap fakultas. Jadi dalam sistemnya, TOT ini merupakan arahan dari rektor UNJ berdasarkan ketentuan dari Pemerintah lalu untuk teknisnya diserahkan kepada fakultas masing-masing. Karena ada langkah-langkah yang harus dilakukan oleh setiap fakultas dalam MPA ini.

Di FIP sendiri TOT dilaksanakan pada tanggal 16 Agustus 2016 di Aula Maftuchah Yusuf, Kampus A UNJ dan pada H-3 MPA di FIP.  Dalam pelatihan tersebut, para dosen dibekali materi-materi sesuai dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan No.096/B1/SK/2016 tentang Pedoman Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru.

Materi tersebut diantaranya adalah tentang Wawasan Kebangsaan; Kegiatan Akademik di UNJ; Organisasi dan Kegiatan Kemahasiswaan; Pengenalan Nilai Budaya, Tata Krama dan Etika Keilmuan; Kepemimpinan dan Kewirausahaan; Kiat Sukses Belajar di Perguruan Tinggi; dan Layanan Mahasiswa yang disampaikan saat MPA Fakultas. Tidak hanya itu, beberapa materi seperti Pengenalan Program Studi, Bimbingan Penasehat Akademik dan Aplikasi Pengisian KRS juga turut disosialisasikan dalam MPA di tingkat Prodi.

Materi tersebut dibangun dan dikembangkan oleh tiap fakultas sesuai dengan karakter fakultas. Walaupun pada akhirnya setiap dosen menjadi instruktur dalam beberapa materi saja, akan tetapi setiap dosen diharuskan menguasai semua materi yang ada dalam SK tersebut.

Selain itu, TOT ini terbuka bagi setiap dosen di UNJ dengan melalui proses penyeleksian. Di FIP sendiri tidak semua dosen ditunjuk untuk mengikuti TOT, melainkan dipilih oleh fakultas. Tapi hal ini tentu tidak mengurangi fleksibilitas para dosen untuk ikut menjadi bagian dari MPA ini. Bagi dosen yang terpilih selanjutnya akan dibuat Surat Keputusan dari rektor UNJ untuk mengikuti TOT.

TOT ini tidak hanya bertujuan sebagai pedoman bagi para dosen yang terlibat dalam MPA UNJ 2016, tetapi juga menjadi ajang bagi para dosen untuk lebih dekat dengan mahasiswa dalam prakteknya. Karena pada umumnya hanya Koordinator Kemahasiswaan yang kuantitas komunikasinya lebih banyak dengan mahasiswa.

Ibu Ade Dwi Utami, M.Pd. juga memiliki kesan tersendiri terhadap sistem terbaru MPA yang memang pertama kali dicanangkan tahun ini. “Ada beberapa hal positif yang bisa diambil dari berlakunya sistem ini, yang pertama lebih menyatukan dosen dengan mahasiswa. Yang kedua, semua dosen ikut merasakan keterlibatan langsung dengan mahasiswa bagi mereka yang memiliki kendala untuk beradaptasi dengan lingkungan mahasiswa.”

Intinya ada kedekatan tersendiri yang terjalin antara dosen, panitia dan mahasiswa dalam pelaksanaan MPA UNJ tahun ini. Dengan adanya TOT, dosen juga ikut terlibat sebagai instruktur terpercaya, eksekutor dalam acara dan menjadi figur baik yang pertama kali dilihat oleh mahasiswa baru.

Komentar Kamu?

BAGIKAN
Early Childhood Education'2014 State University of Jakarta