Home Agenda

UNJKita Goes to GO-JEK Headquarter

137
BAGIKAN

UNJKita.com – Pada tanggal 28 September 2017, UNJKita mendapat kesempatan untuk mengikuti Student Visit ke GO-JEK HQ di Pasaraya, Blok M yang diselenggarakan oleh Student Job bekerjasama dengan Go-Academy GO-JEK. Ini merupakan kali keempat Student Job mengadakan Student Visit. Student Visit kali ini mengangkat tema “Working in Tech Company” dengan menghadirkan Natalia Sulistya selaku People Partner for Tech serta Muhammad Kautsar Ramadhan selaku People Acquisition Consultant for Technology Team at GO-JEK sebagai pembicara.

Sesuai dengan tema yang dibahas, acara sharing session bersama Natalia Sulistya membahas mengenai beragam hal mengenai lingkungan kerja di GO-JEK terutama di lingkungan tech team, serta Muhammad Kautsar Ramadhan yang menjelaskan berbagai hal yang berhubungan dengan recruitment di GO-JEK. Selanjutnya, para peserta melakukan office tour ke berbagai divisi yang terdapat di GO-JEK HQ bersama dengan Anisah Armina dari Go-Academy.

Di startup yang satu ini, karyawan memiliki sebutan tersendiri. Jika Google punya Googler, maka GO-JEK punya Go-Troops. Saat ini ada lebih dari 2000 Go-Troops yang telah bergabung di GO-JEK. Mereka inilah yang menjadi ujung tombak dalam menjalankan GO-JEK agar semakin berkembang. Dalam menjalankan GO-JEK, ada 3 Pilar yang ditanamkan, yaitu:

1. Speed
Pilar pertama merujuk pada efisiensi waktu. GO-JEK yang merupakan startup dan berbasis teknologi hingga saat ini telah melayani 100 juta complete order. Bahkan, pernah jumlah order mencapai 1 juta dalam satu hari. Karena banyaknya order yang harus ditangani tersebut, semua harus serba cepat, birokrasi pun tidak boleh bertele-tele.
2. Innovation
GO-JEK telah menghasilkan 12 produk dalam waktu 18 bulan. Di GO-JEK, ada Hackathon yang dikhususkan untuk internal (Go-Troops). Dari Hackathon itulah biasanya banyak ide-ide segar yang bermunculan untuk membuat produk baru.
3. Social Impact
Dalam menciptakan sebuah produk, dititik beratkan pada nilai kebermanfaatannya. Seperti halnya GO-JEK yang awalnya didirikan untuk membantu mengatasi masalah akibat kemacetan dan juga agar memberikan dampak positif terhadap para tukang ojek pangkalan supaya bisa meraih pendapatan yang lebih baik. GO-JEK kini telah aktif di 50 kota, dengan 250 ribu lebih driver dan 40 ribu restoran yang sudah bergabung dengan GO-FOOD.

Selain 3 pilar tersebut, GOJEK juga memiliki budaya kerja yang unik. Budaya kerja tersebut dianggap telah mendobrak budaya kerja yang umumnya diterapkan di Indonesia. Di GO-JEK, tidak ada jam masuk, jam pulang, maupun seragam. Para karyawan bebas datang dan pulang kapan saja. Seragam pun tidak dibatasi, penulis juga melihat sendiri jika para karyawan GO-JEK rata-rata bekerja menggunakan kaos, celana jeans, bahkan ada yang mengenakan sandal. Semuanya fleksible, tetapi harus tetap bertanggungjawab atas tugas yang perlu diselesaikan. Selain fleksible, kultur kerja di GO-JEK juga menerapkan tiga hal utama, yaitu:

1. Learning
Learning by process. Para Go-Troops harus selalu ingin belajar hal baru (haus akan ilmu) dan menambah kapasitas diri.
2. Sharing
Saling berbagi ilmu kepada teman-teman Go-Troops lainnya, yang sudah jago dan pintar harus menarik temannya yang belum jago dan mengajari mereka.
3. Collaborate
Seorang Go-Troops harus bisa kerjasama dengan baik bersama Go-Troops yang lainnya agar suasana kerja bisa selalu kondusif.

Di GO-JEK ada pula budaya stand up meeting, dimana para Go-Troops akan rapat sambil berdiri. Tujuannya adalah agar dapat mengambil keputusan dengan cepat. Di sana para Go-Troops akan menjabarkan apa saja yang dikerjakan selama seminggu, hal apa yang sudah dicapai berikut kendalanya, ke atasan mereka.

Berbicara tentang budaya dan kultur kerja di GO-JEK, lalu bagimana dengan jenjang karirnya? Jenjang karir di GO-JEK tidak seperti anak tangga yang meningkat sedikit demi sedikit untuk mencapai puncak. Hal ini dikarenakan struktur organisasi yang diterapkan di GO-JEK bukan piramid, melainkan flat. Karyawan dengan skill yang baik, passion yang tinggi, dan bekerja keras bisa sukses menjadi pimpinan dalam waktu cepat jika mereka memang layak untuk jabatan tersebut. Namun, saat ini GO-JEK masih belum memiliki struktur organisasi secara keseluruhan, baru per produknya saja, dimana di setiap produk ada President dan Vice President-nya sendiri.

GO-JEK yang merupakan startup dan berbasis teknologi sudah tentu memiliki Tech Team andalan mereka. Dari 2000 Go-Troops yang ada, 350 orang diantaranya adalah Tech Team GO-JEK yang tersebar di tiga negara, yaitu:
1. Indonesia (Jakarta)
a. EPD (Engeneering, Product, Design)
b. Information Security
c. IT Infrastructure
d. Data Science
2. India (Bangalore)
a. EPD (Engeneering, Product, Design)
b. Information Security
3. Singapore
a. Data Science

Tak lengkap rasanya jika berbicara tentang lingkungan kerja tanpa membahas fasilitas yang ada. Fasilitas yang ada di GO-JEK dapat dikatakan sangat lengkap, diantaraya:
1. Go-Learn, yaitu sebuah auditorium serbaguna yang biasanya dipakai untuk sharing platform, rapat, sharing session saat acara Company Visit/Study Visit di GO-JEK, ataupun aktifitas lainnya.
2. Sleeping Room, yaitu kamar tidur untuk para Go-Troops yang ingin beristirahat. Untuk sleeping room wanita dilengkapi dengan ruang menyusui.
3. Go-Chill, yaitu ruang relaksasi yang dilengkapi dengan beragam sofa.
4. Go-Play (Game Center Arena)
5. Go-Gym, yaitu fitness center untuk berolahraga.
6. Go-Yoga, yaitu ruangan untuk berlatih yoga bersama instruktur yang sudah ahli.
7. Go-Zumba, hampir mirip dengan Go-Yoga hanya saja kegiatan yang dilakukan adalah senam Zumba.
8. Go-Cafe dan Go-Kantin
Di kedua tempat ini para Go-Troops dapat membeli makanan menggunakan Go-Pay. Nah, para Go-Troops pun juga mendapat saldo Go-Pay gratis setiap bulanya.
9. Kamar mandi yang lengkap dengan shower, locker, juga peralatan mandi dan baju ganti.
10. Serta fasilitas lainnya seperti ruang kerja, ruang rapat, ruang perpustkaan dan lain-lain.

Tak hanya para Go-Troops, para mitra juga mendapatkan fasilitas tambahan, misalnya saja para driver yang mendapat diskon perawatan motor di beberapa bengkel merchant yang bekerjasama dengan GO-JEK, fasilitas KPR, KPA dan juga Tabungan Haji.

Setelah membahas budaya kerja serta beragam fasilitas yang ada di GO-JEK, apakah kalian mulai tertarik untuk bekerja di GO-JEK? Nah, untuk teman-teman yang berminat bekerja di GO-JEK, ada baiknya sebelum melamar pekerjaan di sana memperhatikan tiga hal berikut:
1. Learn about GO-JEK
Pastikan teman-teman telah membaca persyaratan dan deskripsi dari lowongan yang sedang dibuka, jangan sampai teman-teman hanya asal daftar karena jika kurang persiapan dan terlihat tidak serius, maka akan dipastikan kalian tidak akan mendapat panggilan untuk tahap selanjutnya.
2. Know your purpose
Ketahui tujuan teman-teman untuk bekerja di GO-JEK. Ingin jadi apakah kedepannya? Bagaimana rencana karir teman-teman selama bekerja di sana? Disarankan oleh Muhammad Kautsar Ramadhan (salah satu recruiter) untuk internship terlebih dahulu sehingga akan tahu dimana bidang yang cocok untuk kalian.
3. Ready to learn!
Jangan takut salah. Sama-sama belajar sambil berproses dan dibimbing (dengan inisiatif juga tentunya) karena GO-JEK tidak berekspektasi seorang fresh graduate langsung bisa kerja ini-itu.

Ya, itulah serangkaian kegiatan dan sharing di student visit kemarin. Annisa Purbandari (CEO sekaligus Founder dari Student Job) berharap dengan adanya kegiatan student visit yang diadakan oleh Student Job menjadi sebuah kesempatan untuk mahasiswa agar bisa datang langsung ke lingkungan kerja yang sesungguhnya dan berharap peserta akan memahami hal-hal yang diperlukan agar mereka siap memasuki dunia kerja. Sejalan dengan Annisa, Anisah Armina dari Go-Academy juga berharap agar para peserta yang hadir dapat membawa ilmu yang bermanfaat dari acara company visit kali ini.

Untuk teman-teman yang berminat mengikuti kegiatan Student Job lainnya bisa langsung mengunjungi instagram @idstudentjob dan bagi yang berminat untuk bekerja di GO-JEK bisa mengunjungi www.go-jek.com/career untuk mendapat informasi lowongan terbaru atau menghubungi internship@go-jek.com untuk mendapatkan informasi mengenai internship (internship biasanya diadakan pada saat libur panjang pertengahan tahun). Untuk teman-teman yang ingin mengadakan company visit ke GO-JEK HQ, dapat menghubungi email companyvisit@go-jek.com. Namun, untuk sementara pendaftaran company visit ditutup dan baru akan dibuka kembali di bulan Desember dan Januari nanti ya.

Komentar Kamu?