Home Berita

Wafat Selepas Tausyiah, Ini Cerita Sebenarnya Dari Almarhum Arrijal Di Pantai Selatan

1286
BAGIKAN

Hari ini kabar duka kembali menyelimuti keluarga besar Universitas Negeri Jakarta. Kabar duka yang berasal dari Keluarga Besar Mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi UNJ, telah berpulang ke Rahmatullah, Arrijal Hijri Al-Hanif (24 tahun).

Setelah dinyatakan hilang tenggelam pada Rabu (3/8/2016) kemarin. Tim SAR gabungan akhirnya menemukan jasad Arrijal. Almarhum ditemukan mengambang di perairan Pantai Ujungan Pasir Putih, Kecamatan Ciracap, Sukabumi, Jawa Barat sekitar pukul 14.30 WIB, Kamis (4/8/2016). Informasi yang diperoleh, jasad korban ditemukan sejauh 5 kilometer arah barat dari lokasi pertama korban dinyatakan hilang terseret ombak.

Sejak kemarin, beredar berita simpang siur yang menjelaskan kronologis peristiwa tersebut, mulai dari bermain bersama keponakan di tengah laut, sampai almarhum memanjat tembok pembatas pantai yang dilarang petugas. Namun sayangnya pemberitaan yang beredar yang berasal dari broadcast tersebut tidak dapat dimintai pertanggungjawaban atas kebenarannya. Beberapa rekan alumni dan mahasiswa UNJ hari ini berbondong-bondong melakukan takziah ke rumah duka yang berada di Pamulang, Tangerang Selatan sekaligus melakukan validitas berita yang simpang siur beredar kepada keluarga almarhum.

Ibu almarhum langsung yang menuturkan kepada Winda (Alumni FE UNJ 2016) dan teman-temannya tadi, bahwa saat kejadian tersebut sebelumnya almarhum sedang mengisi materi tausyiah tentang Tauhid kepada murid-muridnya yang digambarkan dengan suasana ombak dan lautan. Beliau memaparkan bahwa : ”Tidak ada yang bisa menyelamatkan kita jika kita tenggelam kecuali Allah SWT…”. Lalu kemudian sang murid main di pantai dan tak lama selepasnya ada ombak besar datang dan mengharuskan almarhum mendorong untuk menyelamatkan muridnya dengan posisi almarhum membelakangi laut lepas. Murid yang diselamatkan berhasil namun almarhum arrijal tidak tertolong nyawanya dan terbawa ombak. Almarhum hanya melambaikan tangan dan tersenyum seraya terbawa arus lautan yang begitu dalam. Ini menjadi bukti apa yang baru saja disampaikan dalam taujihnya. Demikian penuturan Winda secara singkat dan padat dalam pemberitaan sebenarnya yang beredar atas penjelasan dari Ibunda almarhum secara langsung.

“Syuhada (orang-orang yang mati syahid) itu ada lima, orang mati karena terkena penyakit tha’un (lepra), orang yang meninggal karena sakit perut, orang yang mati tenggelam, orang yang tertimpa bangunan rumah atau tembok; dan orang yang gugur di jalan Allah.” [HR. Bukhari dan Muslim].

Ratusan civitas akademika kampus UNJ tadi siang juga beramai-ramai memanjatkan doa dan juga melakukan Shalat Gaib setelah Shalat Jumat untuk mendiang almarhum sahabat kita Arrijal.

Innalillahi wa inna ilaihi raajiuun. Sesungguhnya kita semua adalah milik Allah dan kita semua akan berpulang kepadanya. Mari sobat UNJKita sekalian kita panjatkan doa kepada Allah SWT semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisiNya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu…

Komentar Kamu?

BAGIKAN
Co Founder & CEO of UNJKita.com | Accountant, Public Speaker, Researcher, & StartUp Entrepreneur.