Home Berita

Wawancara Eksklusif UNJKita dengan PLH Direktur Pascasarjana UNJ

349
BAGIKAN

UNJKita.com – Senin, 16 Oktober 2017 surat perintah penugasan PLH (Pejabat Pelaksana Harian) Direktur Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta yang diemban oleh Prof. Dr. Ilza Mayuni, M.A., resmi turun dan telah ditandatangi oleh Mohamad Nasir, selaku Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi. Dalam kesempatan eksklusif, Achmad Fauzi Novianto (Reporter UNJKita.com) berhasil mewawancarai Prof. Dr. Ilza Mayuni.

Baca Juga : Prof. Ilza Mayuni Resmi Ditunjuk Sebagai PLH Direktur Pascasarjana UNJ

Apakah saja tugas yang diberikan kepada Ibu selaku PLH Direktur Pascasarjana?
“Karena waktunya sangat terbatas sebagai PLH, maka harus ada prioritas yang saya kerjakan. Keberadaan saya disini sebagai PLH memang harus bekerja cepat, tuntas dan terukur pada masalah
tertentu. Pertama masalah pembenahan, yaitu pembenahan program pembelajaran dan pendataan. Tentunya diperlukan pendataan yang akurat dan terintegrasi sesuai dengan data yang ada di Universitas.”

Apa saja visi misi dari ibu dalam menjalani tugas?
“Dengan kondisi UNJ yang masih harus bebenah, maka pembenahan itu harus dimulai tidak hanya pasca sendiri tapi dari semua fakultas. Diharapkan kedepan, pasca sarajana itu memiliki keunggulan. Memang tidak bisa unggul disemua bidang tapi untuk disiplin ilmu kependidikan kita harus bisa lebih unggul dan yang kedua, kita harus bisa patuh terhadap aturan main yang ada di Kemenristekdikti, karena aturannya di kemenristekdikti sudah ada tinggal bagaimana kita melaksanakan aturan tersebut
sebaik baiknya unuk memenuhi Standar Nasional Perguruan Tinggi.

Jika SNPT itu telah terpenuhi, maka secara keseluruhan akan mengikuti. Pertama, kualitas akademik akan diperbaiki. Kedua, kompetensi dosen yang terutama pada program doktor tentu saja harus sudah mumpuni . Harus ada misi dosen untuk pembaruan, pembelajaran sekarang itu tidak sama dengan pembelajaran 10 tahun lalu. Dengan kemajuan teknologi, kita harus mengikuti perkembangan yang ada di semua displin ilmu. Terutama di masalah jurnal, jurnal merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan suatu perguruan tinggi. Sehingga, karya dosen, mahasiswa itu bisa terukur dengan diterbitkannya artikel. Setidaknya jurnal atau artikel kita di akreditasi di universitas lain, begitu juga kita juga harus akomodasi artikel atau jurnal dari
universitas lain yang berkualitas bagus. Ketiga, membenahi perpustakaan dengan baik. Perpustakaan juga merupakan tolak ukur sebuah institusi pendidikan, dan program pasca sarjana harus punya keunggulan disitu. Keempat, sarana untuk pelayanan mahasiswa, kita tahu bahwa pascasarjana UNJ berada di Jakarta, mahasiswa kita berasal dari seluruh Indonesia. Kedatangan mereka ke sini pasti ingin mendapatkan ilmu. Jadi intinya, jika sistem penjaminan mutu kita jalan, semuanya akan berjalan
dengan baik.”

Dalam beberapa bulan terakhir ada banyak reaksi di media massa terkait pemberitaan 5 orang alumni pascasarjana yang diduga karyanya plagiat, bagaimana sikap yang akan Ibu ambil dalam jangka waktu yang terbatas ini?
“Bagian yang harus dinilai oleh Menristekdikti, biarlah dikti yang menilainya karena itu sudah ada timnya. Tugas saya disini adalah membenahi yang ada sekarang , kita tidak lihat lagi ke belakang, kita bahu membahu dengan wakil direktur, kaprodi, dengan seluruh pegawai disini untuk betul betul satu niat , bagaimana pascasarjana ini menjadi lebih baik. Saya hanya masuk untuk pembenahan dan pemanfaatan ruang, seperti kita punya gedung yang bagus, ini harus digunakan untuk pelayanan akademik yang baik, untuk mahasiwa, dosen, mitra kerja. Karena bagaimanapun kita harus juga menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi yang punya reputasi bagus. Jadi itu merupakan salah satu langkah konkret untuk memperbaiki mutu pascasarjana.”

Beberapa hari setelah penunjukan PLH rektor, ada reaksi mahasiswa berupa aksi di Kemenristekdikti. Nah saat penunjukan ibu, adakah reaksi seperti itu juga?
“Rasanya aman aman saja, mudah mudahkan kedepan saya diterima baik. Wakil direktur, kaprodi, semua ruang sudah datangi, semua pegawai sudah saya ajak bicara.”

Harapan untuk pascasarana dan unj kedepan?

“Saya disini hanya sementara, jadi pelaksana harian ada masa nya. Pasca itu diharapkan betul betul bersinar, dan membangun citra yang baik tidak cukup 3 bulan perlu bertahun tahun. Bekerja dengan husnuzon,tidak saling menyalahkan. Sesuatu yang bagus dijalankan, sesuatu yang belum beres kita rapikan. Hari gini harus bekerja luar biasa, dan begitu sudah diberi amanah harus dikerjakan total.”

Demikianlah kesempatan eksklusif reporter UNJKita saat mewawancarai Ibu Ilza Mayuni selaku PLH Direktur Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta.

Komentar Kamu?

BAGIKAN
Saya siti nurhasanah dari prodi pendidikan kimia UNJ 2015. Saya lahir 21 Juni 1997 di Depok, Jawa Barat. Saya tinggal di daerah Srengsengaawah, Jagakarsa bersama keluarga saya. Saya lulus SMAN 38 Jakarta angkatan 2015, dan melanjutkan di UNJ. Didalam dunia kampus, saya menjadi anggota BEM Kimia, yang pada periode 2015/2016 saya menjadi staff Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM) atau biasa di sebut juga kaderisasi. Beberapa pengalaman saya di BEM Kimia membuat saya semakin ingin mengeksplore diri sendiri, memberikan tantangan pada diri sendiri. Saya melatih skill public speaking didalamnya, hampir 5 event besar BEM Kimia saya dipercaya menjadi Master of Ceremony (MC). Dari situ pula, saya menantang diri saya untuk ikut lomba public speaking dari Jakarta Chamber Championship se-DKI Jakarta, hingga lolos ke tahap semifinal. Dari pengalaman tersebut, mengajarkan saya untuk tidak cepat puas dengan apa yang kita lakukan, namun tetap mampu menghargai diri sendiri. Dan mengusahakan diri untuk terus berkembang mengasah potensi yang telah di berikan oleh Tuhan Yang MahaEsa. Saat ini saya kembali berkecimpung dalam organisasi BEM Kimia periode 2016/2017 staff Pengembangan Profesi Keilmiahan dan Akademik. Dari beberapa proker yang saya jalani, semakin membuat saya berkeinginan untuk terjun ke dunia jurnalistik. Karena, dunua jurnalistik memberikan banyak informasi ke khalayak. Dan, informasi mengenai profesi, keilmiahan dan akademik yang saya dapatkan bisa di terima oleh banyak orang lainnya. Dalam akademik saya, karena saya berasal dari fakultas MIPA yang kental akan ilmu pastinya, sehingga beberapa momen saya lalui cukup sulit. Namun saya dikelilingi oleh teman teman saya yang mau terus menemani dan membantu, sehingga baik akademik maupun organisasi tetap seimbang.