Home Inspirasi Aktualisasikan Energi Positif lewat Sosial Media ala Tasya Kamila

Aktualisasikan Energi Positif lewat Sosial Media ala Tasya Kamila

94
doc. google

UNJKita.com – Jakarta, (05/10/2018), Hai sobat unjkita ketika membahas media sosial, platform tersebut hari ini menjadi sebuah gerbang manusia untuk saling berkomunikasi secara global dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan manusia itu sendiri salah satunya generasi millenial.

Millenial menyikapi media sosial kini juga menjadi wadah informasi penting dalam menyikapi berbagai sudut pandang gaya hidup di zaman modern ini. Meskipun demikian, generasi millenial tetap perlu untuk meningkatkan kemampuan serta memahami etika penggunaan media sosial. Selain berdampak positif bagi kehidupan individu, keluarga dan juga dapat meningkatkan citra dunia usaha, seperti merek dan perusahaan, media sosial pun mempunyai dampak negatif jika digunakan untuk tujuan negatif dan sikap/perilaku yang tidak tepat.

Media sosial hari ini sebenarnya memiliki kemampuan untuk menjadi peluang, ancaman atau tantangan ya? Khususnya, bagi generasi millenial saat ini?

Menjawab hal tersebut unjkita memiliki kesempatan untuk melihat sudut pandang tersebut dari seorang mantan penyanyi cilik dengan lagunya “Libur Telah Tiba”. Penasaran kan? hehehe.

Siapa lagi kalau bukan Shafa Tasya Kamila atau akrab disapa Tasya. Yuk, kita simak obrolan tim unjkita dengan Tasya.

doc.Pribadi

Halo kak Tasya, Assalamualaikum…

Halo sobat unjkita, waalaikumsalam… 😀

Kak Tasya, menurut kakak sedekat apa sih hubungan sosial media dengan generasi millenial saat ini? Serta apa peran sosial media untuk millenial kak?

Pastinya, ketika membahas isu ini kita menyadari bahwa adanya hubungan dari generasi millenial dengan sosial media. Millenial mampu menjadi pengguna, pengelola, atau penyedia dalam menyikapi sosial media itu sendiri. Karena ketika membahas sosial media, platform tersebut sudah menjadi bagian bagi para millenial untuk mengekspresikan diri, mengembangkan ide-ide kreatif dan inovatif serta lebih dekat untuk memahami informasi yang diminati. Dari kedekatan kita dengan sosial media sendiri akan lahir sisi baik dan buruk, hal ini juga dilihat tergantung bagaimana cara kita menanggapinya. Sehingga, saat kita dekat dengan sosial media itu merupakan salah satu jalan dalam mengaktulisasikan diri kita lebih jauh lagi. 🙂

doc.Pribadi

Ketika membahas baik dan buruk sosial media sendiri, menurut kakak sosial media itu peluang, tantangan atau ancaman bagi millenial?

Hal ini juga tergantung bagaimana penerapan mereka dalam menggunakan teknologi tersebut, karena setiap individu mampu menurutku untuk mengeluarkan kemampuannya atau mengubur kemampuannya dari sudut pandang mereka sendiri.

Menjadi PELUANG, ketika kita mampu untuk membuat skala prioritas dan menyadari pentingnya keseimbangan hidup kita di dunia nyata dan dunia maya. Sehingga, prioritas akan melahirkan kreatifitas dan inovasi yang mampu menjadi ajang untuk aktualisasi diri kembali.

Menjadi TANTANGAN, dimana ketika millenial kedepannya mampu untuk menjadikan sosial media sebagai platform yang mampu dialokasikan dengan ide-ide baru untuk masuk ke dunia usaha, mendapat koneksi dengan orang atau lembaga, meningkatkan karya yang bisa kita salurkan, dll.

Menjadi ANCAMAN, ketika millenial menganggap sosial media hanya sebagai pelengkap kebutuhan saja sehingga banyak potensi yang akan terkubur dan tidak menutup kemungkinan semakin tingginya, ajang ujaran kebencian, penyebaran hoax karena tidak dilawan oleh sisi positif dari sosial media itu sendiri. Jadi bagaimana millenial menyikapi hal ini sih. hehehe 😀

Berbicara tentang ujaran kebencian dan penyebaran hoax nih kak, kita memahami itu menjadi concern kita saat ini, ditambah lagi dengan sedang maraknya isu politik. Menurut kakak, kenapa millenial jadi sasaran empuk dalam penyebaran hoax dan ujaran kebencian, serta menjadi target dari isu politik saat ini?

Menurutku, menjadi hal wajar ketika millenial menjadi target saat ini karena arus informasi dalam arus digital berkembang begitu cepat. Akan tetapi, millenial kita saat ini sedang dalam tahap menuju melek literasi.

Informasi saat ini mudah di share, repost, dan mudah diupdate menjadikan kita harus mampu beradaptasi dan mengimbangi dengan paham akan literasi digital salah satunya. Karena kita sadar juga, bahwa millenial merupakan sebuah bonus demografi yang berpeluang dalam kontribusi untuk perpolitikan di Indonesia, hal paling dekat adalah millenial adalah menjadi para pemilih baru. Sehingga, millenial dilihat mampu sebagai pelopor dari bagian politik itu sendiri seperti pengembang isu, promosi dan kampanye kandidat.

Jadinya, meminimalisir millenial sebagai sasaran penyebaran hoax dan ujaran kebencian dan target politik adalah menjadikan media sosial itu sebagai bentuk penyebaran energi positif dengan melek literasi, melek teknologi dan digital dan skeptis terhadap informasi yang masih rancu kebenarannya hehe… 🙂

doc.Pribadi

Menarik kak, terakhir deh kak. Harapan kakak untuk millenial saat ini dalam menyikapi sosial media seperti apa kak?

Pastinya, ketika aku membahas harapanku saat ini adalah kita sebagai pengguna smartphone agar mampu menjadi smart user kedepannya.

Ketika menyikapi informasi seperti cuplikan video, headline berita, dan lainnya kita mampu untuk menelaah terlebih dahulu. Mulai dari sumbernya, kompeten atau tidak penulis artikel. Serta, meningkatkan sikap kritis dan skeptis terhadap setiap informasi untuk tidak menelan mentah-mentah.

Millenial aku harapkan mampu untuk tetap berperilaku baik, karena dunia maya memang tidak berinteraksi langsung tatap muka tapi hakikat kita sebagai manusia apalagi negara indonesia yang kental dengan adat ketimuran kita harus saling memahami menghormati dan memanusiakan setiap insan dengan empati dan simpatinya. Contohnya, jangan mudah julid ke orang lain, jangan mudah menyebarkan hoax akan tetapi kita gunakan untuk mendapatkan informasi dan inspirasi agar kita sebagai bonus demografi, sebagai millenial mampu menjadi energi positif dan mengaktualisasikan diri sendiri semakin baik dari waktu ke waktu.

Jadi semangat ya kalian semua
Kita Aktualisasikan energi positif millenial, kita berkarya 😀

Komentar Kamu?