Home Suara Anda Di Balik Gerakan Penggalangan Dana Uang Kuliah (yang) Tinggi

Di Balik Gerakan Penggalangan Dana Uang Kuliah (yang) Tinggi

205

Pada 2016 lalu, tepatnya pada waktu masa bayaran bagi mahasiswa baru tahun 2016, muncul suatu gerakan yang dikenal sebagai PDUKT. PDUKT ialah akronim dari Penggalangan Dana Uang Kuliah Tunggal. Hebatnya, gerakan ini digerakkan oleh mahasiswa baru 2016 kala itu.

Menurut Suprajito Mutaqim (Aqim), Mahasiswa Prodi PGSD FIP UNJ 2016, ketika dihubungi Tim Penulis, Rabu, (23/05/18), adanya gerakan PDUKT diilhami oleh ‘kegelisahan’ yang berujung kepedulian yang disebabkan tersiar kabar salah satu rekannya ingin mengundurkan diri dari UNJ sebab tidak memiliki biaya sebesar tagihan UKT yang dibebankannya kala itu.

Senada dengan Aqim, Sonna Aktiofan (Sonna), Mahasiswa Prodi Sosiologi FIS UNJ 2016, juga berterus terang bahwa gerakan PDUKT kala itu merupakan wujud kepedulian mereka terhadap rekan-rekannya yang mengalami kesulitan bayaran. “Yang melatarbelakangi gua dkk untuk bergerak dalam PDKUT itu untuk sama-sama bantu dalam meringankan beban mahasiswa dalam bayar UKT, khususnya mahasiswa baru 2016 ya,” Kenang Sonna kepada Tim Pelayanan dan Isu Adkesma BEM FIS UNJ 2018, Selasa, 15 Mei 2018.

“Apalagi saat itu kan kita udah harus bayar pas lapor diri dan waktunya cuma beberapa hari aja, belum tentu kan orang bisa ngumpulin uang jutaan dalam hitungan hari aja, terlebih kalau UKT-nya ga sesuai dengan harapan ybs.” Tambah Sonna

Menurut Sonna, gerakan ini diinisiasi oleh Aqim dan kemudian permasing-masing fakultas terdapat penanggungjawabnya. Yang dimana Sonna ialah salah satu penanggungjawab FIS bersama yang lainnya. Aqim dan Sonna, Keduanya sama-sama beswan Beasiswa Bidik Misi (BM).

Sesuatu yang kemudian dapat kita ambil pelajaran, bahwa bergerak memang demikian; perlu ketajaman rasa dan keinginan untuk meringankan beban sesama, meski boleh jadi kita sama sekali tidak mengalami apa yang dialami seseorang/sekelompok yang membangkitkan ghirah gerak-gerak kebermanfaatan yang kita lakukan itu.

Ketika ditanya lebih lanjut Sonna memberitahu kami bagaimana cara mereka bergerak. Mereka memutuskan untuk berjualan stiker untuk mendapatkan uang PDUKT, yang dari sana uang tersebut kemudian didisitribusikan bagi rekan-rekan mereka yang mengalami kesulitan. Striker ini didesain dengan ‘corak’ UNJ dan dengan ‘diversifikasi’ desain stiker sebanyak jumlah fakultas di UNJ saat itu dan mereka berjualan di depan BAKHUM hingga berkeliling UNJ suatu waktu.

Waktu bergulir dan zaman berganti (sejauh ini) ‘ongkos’ pendidikan masih relatif cukup tinggi, bukan?

Akankah, ada gerakan yang serupa ditahun-tahun berikutnya? Menarik untuk siap direkam dalam catatan sejarah.

Wallaahu ‘alam bishshowab

Oleh: Asrul Pauzi Hasibuan dan Tim Pelayanan dan Isu Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa BEM FIS 2018 (Dessy T. Y, Afifah Aliyah dan Iswuri N. H)

Komentar Kamu?