Home Mahasiswa Kondisi Pendidikan di Indonesia

Kondisi Pendidikan di Indonesia

78
JAKARTA, 11/1 - PENERAPAN KURIKULUM 2013. Sejumlah siswa berpose saat berkumpul di lapangan di SD Angkasa 1 Halim Perdanakusumah Jakarta, Jumat (11/1). Untuk tahap awal, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memutuskan untuk menerapkan kurikulum baru 2013 tingkat sekolah dasar hanya pada 30 persen dari 148 ribu SD yang ada di seluruh Indonesia untuk kelas I dan IV mulai tahun ajaran baru Juli mendatang. FOTO ANTARA/Widodo S. Jusuf/Koz/pd/13.

Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak di benua Asia bagian tenggara dan termasuk kedalam negara berkembang dengan kondisi kualitas pendidikan yang sangat rendah, tanpa pendidikan masyarakat Indonesia akan terjerumus dengan kebodohan serta tidak bisa menilai mana yang baik dan yang buruk.

Oleh karena itu pendidikan sangatlah penting karena merupakan bekal serta kekuatan yang kita miliki untuk menjadi pribadi yang berkualitas , hal ini sejalan dengan perkataan Nelson Mandela “Education is the most powerful weapon, which you can use to change the world”.Pendidikan merupakan kekuatan yang utama, yang dapat digunakan untuk mengubah dunia, Dengan adanya pendidikan maka dapat merubah suatu tatanan dunia, yaitu dari kebodohan menuju generasi cerdas dan Dengan pendidikan masyarakat Indonesia akan pintar serta dapat bersaing dengan masyarakat luar negeri dalam segala hal, suatu negara dikatakan maju bukan banyaknya sumber daya alam akan tetapi, banyaknya sumber daya masyarakat yang kompeten serta berkualitas

Berbicara mengenai kondisi pendidikan di Indonesia masih dibawah standar hal ini disebabkan tidak meratanya tenaga pendidikan, dibuktikan dengan banyak sekali pemuda-pemudi yang meninggalkan kampung mereka untuk mencari pendidikan di pulau Jawa serta tidak meratanya tenaga pendidik. Seperti kasus yang terjadi di provinsi Kalimantan Utara, minimnya tenaga pendidik yang melanda Kalimantan Utara menempati urutan terakhir dalam kuantitas tenaga pendidik dalam data Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dengan total 1.177 tenaga pendidik.

Hal ini sangat jauh dari standar pendidikan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Kewajiban pemerintah yaitu memetakan alokasi tenaga pendidik agar merata, jangan di fokuskan terhadap satu pulau saja yaitu pulau Jawa. Selain ketidakmerataan tenaga pendidik, faktor ekonomi juga merupakan salah satu faktor yang dianggap krusial. Pengaruh ekonomi berperan sangat besar karena, dengan tidak adanya uang maka akan ada banyak orang yang putus sekolah, hal ini sudah kewajiban pemerintah memberi subsidi berupa finansial agar mendukung kemajuan suatu pendidikan.

Data yang dirilis oleh Kemendikbud menjelaskan bahwa siswa putus sekolah dengan minimnya ekonomi pada jenjang Sekolah Menengah Atas pada tahun 2016/2017 sejumlah 36,419 siswa. Banyaknya siswa yang putus sekolah menandakan pendidikan di Indonesia belum masimal, karena banyak sekali siswa yang butuh akan adanya asupan pendidikan tidak terpenuhi. Hal ini menandakan pendidikan hanya dapat dinikmati oleh kalangan mengengah keatas sedangkan kalangan menengah kebawah sangat minim dapat menikmati pendidikan

Tan Malaka juga pernah menyinggung tentang arah pendidikan Indonesia, bahwa tidak baik apabila negara mengkapitalisasi sebuah pendidikan. Tan juga menuturkan dalam buku SI Semarang dan Ondewijs bahwa “Kemerdekaan rakyat hanyalah bisa diperoleh dengan pendidikan kerakyatan.”

Oleh karena itu hal ini menyadi perhatian khusus terhadap pemerintah agar pendidikan terpenuhi yaitu dengan meratakan kualitas tenaga pendidik ,fasilitas pendidikan serta memberikan pelatihan serta sertifikasi terhadap guru dan pemetaan pendidikan. Pentingnya meratakan kualitas tenaga pendidik ,fasilitas pendidikan serta memberikan pelatatihan sertifikasi terhadap guru, serta pemetaan pendidikan.

Hal ini dilakukan supaya menunjang proses kemajuan suatu pendidikan, karena pendidikan merupakan pembentuk karakter yang berkualitas agar dapat bersaing didunia kerja dan pendidikan juga memepersiapkan terhadap kemajuan suatu bangsa serta mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Kemajuan suatu bangsa terletak pada pendidikan dan generasi dari suatu bangsa,”

suatu perkataan tegas dari Ki Hajar Dewantara.

Prasas Ahmad Rifai
Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial
Program Studi Pendidikan Agama Islam

Komentar Kamu?