Home Berita

Palupi Mutiasih dan Tim Berhasil Meraih Silver Medal dan Special Award Best Invention Education’s Product

766
BAGIKAN

UNJKita.com, (13/05/2017) – Menjelang Dies Natalis Universitas Negeri Jakarta ke-53, UNJ dan Indonesia kembali menorehkan prestasi tingkat International dalam bidang Pendidikan. Lima mahasiswa terbaik UNJ dari Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Bahasa dan Seni, dan juga Fakultas Teknik membuat sebuah media pembelajaran inovatif, Betawi Smart Book (BESTBOOK).

Palupi Mutiasih (FIP), Dina Chaerani (FBS), Siti Aisyah (FIP), Dian Kusuma Ningsih (FIP), dan Briyan Priyo (FT) berhasil mendapatkan silver medal dalam ajang 28th International Wolrd Young Inventors and Exhibition yang diadakan di Kuala Lumpur Convention Center, Malaysia dari tanggal 11-13 Mei 2017.

“Kami mengikuti 28th International Wolrd Young Inventors and Exhibition, yaitu ajang kompetisi produk inovasi dari berbagai negara. Kurang lebih ada 300 kompetitior dari berbagai negara, seperti Korea, China, Saudi Arabia, Taiwan, Hongkong, Malaysia, Srilangka, dan sebagainya,” ungkap Palupi Mutiasih, Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan UNJ, yang berhasil dihubungi oleh tim redaksi UNJKita.

Palupi dan tim mempresentasikan penelitian mereka yang berjudul “Betawi Smart Book (BEST BOOK) As an Innovative Media Learning to Improve Literacy Culture Since Primary Shool”. Betawi Smart Book (BESTBOOK) merupakan buku cerita bergambar dan bersuara dengan sistem sensor yang dikemas dengan suasana budaya Betawi.

Baca juga: Betawi Smart Book (BESTBOOK), Buku Cerita Bersuara dengan Rumah Kebaya untuk Meningkatkan Minat Baca Sekaligus Memperkenalkan Budaya Betawi

“Kami peduli terhadap peningkatan minat baca di Indonesia dan kami juga peduli dengan budaya Indonesia, maka kami mengemas buku suara ini dengan Rumah Adat Betawi,” ungkap Palupi.

Tak hanya silver medal, Palupi dan tim juga berhasil mendapatkan Special Award Best Invention Education’s Product dari negara Arab Saudi.

“Alhamdulillah selain mendapatkan urutan ke-4 katagori pendidikan. Kita juga mendapatkan Special Award sebagai Best Invention juga. Dari 24 grup kontingen Indonesia, 6 mendapatkan medali emas, 13 mendapatkan medali perak, dan ada 5 grup yang belum kesempatan mendapatkan medali,” ungkap Palupi.

Komentar Kamu?