<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Hari Anti Korupsi Archives - UNJKita.com</title>
	<atom:link href="https://unjkita.com/tag/hari-anti-korupsi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://unjkita.com/tag/hari-anti-korupsi/</link>
	<description>Saling Menginspirasi untuk Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 26 Dec 2018 20:15:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/08/cropped-unjkita-32x32.png</url>
	<title>Hari Anti Korupsi Archives - UNJKita.com</title>
	<link>https://unjkita.com/tag/hari-anti-korupsi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Realita Mahasiswa Saat Ini : Integritas VS Pragmatisme. Refleksi Hari Anti Korupsi</title>
		<link>https://unjkita.com/realita-mahasiswa-saat-ini-integritas-vs-pragmatisme-refleksi-hari-anti-korupsi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ferly Ferdyant, S.E]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Dec 2016 04:01:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Anti Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Integritas Mahasiswa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=5351</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mahasiswa adalah kaum intelektual yang memiliki visi, misi dan tujuan yang ideal dalam membangun bangsa, segala tingkah laku dan perbuatannya pun didasarkan pada kaidah ilmiah...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/realita-mahasiswa-saat-ini-integritas-vs-pragmatisme-refleksi-hari-anti-korupsi/">Realita Mahasiswa Saat Ini : Integritas VS Pragmatisme. Refleksi Hari Anti Korupsi</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Mahasiswa adalah kaum intelektual yang memiliki visi, misi dan tujuan yang ideal dalam membangun bangsa, segala tingkah laku dan perbuatannya pun didasarkan pada kaidah ilmiah dan menggunakan akal pikiran yang jernih dan komprehensif, meskipun pada kenyataanya tidak semua mahasiswa seideal itu, namun itu semua menjadi tolak ukur dan pandangan ke depan agar seluruh mahasiswa di Indonesia menjadi calon pemimpin yang ideal yang akan memimpin bangsa ini dimasa yang akan datang.</p>
<p style="text-align: justify;">Masih teringat dipikiran dan hati kita bagaimana peran andil mahasiswa pada saat rezim orde baru berkibar dinegeri ini, yang pada saat itu tidak ada seorang pun yang berani bertindak bahkan bicara pun sangat sulit dilakukan, namun apa yang dilakukan mahasiswa pada saat itu guna menstabilkan kembali stabilitas politik yang sampai saat ini termaktub dalam pembukaan UUD 1945 sebagai cita-cita dan pandangan bangsa indonesia? Apakah mereka diam dan hanya menyaksikan dari tirai dinding yang jauh?. Ataukah mereka hanya mengangguk dan setuju pada setiap keputusan dan kebijakan yang dibuat pemerintah?. Jawabannya adalah TIDAK. Tidak untuk diam, tidak untuk terpaku dan mengalah pada keadaan yang seharusnya mereka perjuangkan dalam membangun bangsa dan untuk rakyat yang telah membesarakan nama dan jiwa mereka dimasyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak mudah dan sangat mustahil bangsa ini akan maju dan berkembang tanpa ada peran andil dan keikutsertaan masyarakat khususnya mahasiswa dalam membangun bangsa, semua cita-cita dan tujuan mustahil dapat terlaksana apabila antar mahasiswa itu sendiri tidak bersatu atau bahkan terpecah belah, disinilah kepemimpinan mahasiswa harus dilatih, dikembangkan dan dipraktekan. Tanpa teori mengenai kepimimpinan maka praktek pun tidak akan berjalan, dan sebaliknya praktek tanpa teori kepemimpinan tidak akan berarti dan sia-sia karena segala tingkah laku dan perbuatan tidak sesuai dengan norma yang ada dimasyarakat, disinilah makna dari pentingnya sebuah manajemen kepemimpinan mahasiswa dalam membangun bangsa yang madani.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Realita Mahasiswa Saat Ini</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Paradigma yang saat ini lebih dominan beredar di mahasiswa Indonesia sebagai insan akademik adalah <em>“Lulus cepat, langsung kerja.”</em> Sehingga yang sering terjadi adalah penanggalan peran penting mahasiswa sebagai pengabdi masyarakat, seperti yang dituangkan dalam Tridharma Perguruan Tinggi. Paradigma ini tidak terlepas dari kondisi ekonomi dan pendidikan Indonesia yang sedang terpuruk.</p>
<p style="text-align: justify;">Orientasi mahasiswa saat ini lebih pragmatis ketimbang idealis ditambah lagi budaya individualis yang terus mengakar dan merasuk dalam kepribadiannya. Konsekuensi logis dari kentalnya orientasi ini adalah terpolanya perilaku-perilaku oportunistis yang negatif. Mahasiswa saat ini masih berpikir, <em>“Bagaimana cara yang instan untuk mendapatkan nilai yang baik?”</em> Pemikiran seperti demikian telak sekali adaptasi dari hukum ekonomi klasik, <em>“Dengan pengorbanan yang sekecil-kecilnya mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya.”</em> Akhirnya jalan-jalan culas pun dihalalkan untuk mendapatkan hasil yang maksimal bagi kepentingan pribadi. Ironinya ketika kita melihat seorang aktivis pembela mahasiswa dan rakyat kecil dari jeratan koruptor yang setelah melakukan aksi, mereka mencontek saat ujian. Inilah sebuah fenomena yang disebut-sebut sebagai bibit-bibit koruptor.</p>
<p style="text-align: justify;">Fenomena lain adalah polarisasi antara kegiatan akademik dan organisasi. Jarang sekali ada mahasiswa yang dapat menjalankan dua kegiatan ini dengan baik. Mahasiswa yang memiliki pilihan ekstrim terhadap kegiatan akademik (<em>study oriented</em>) kurang bisa memberikan kontribusi riil kepada masyarakatnya. Dalam menjalani kehidupan pasca-kampus, seorang mahasiswa yang <em>study oriented</em> kurang memiliki kecakapan untuk dapat bekerja secara tim, sehingga saat ini banyak perusahaan yang memiliki persyaratan khusus mengenai riwayat organisasi. Dalam titik ekstrim yang lain, mahasiswa yang <em>organization oriented</em> juga memiliki permasalahan krusial. Dengan fokus yang sangat berlebihan terhadap kehidupan berorganisasinya, mahasiswa tipe organization oriented ini tidak memiliki prestasi akademik yang baik, atau dalam sebuah guyonan sering dikatakan<em> ‘nasakom’</em> (nasib IPK satu koma).</p>
<p style="text-align: justify;">Permasalahan bangsa ini adalah krisis integritas. Tak hanya mahasiswa masyarakat pun banyak yang belum memahami apa itu integritas. Mahasiswa itu dikatakan beritegritas, ketika mahasiswa kembali menumbuhkan hati nurani mereka. Karena disitulah kejujuran yang akan bicara, nilai-nilai dan keputusan-keputusan mulia akan muncul, tidak ada lagi yang namanya ego, kepentingan, nafsu, kepentingan kedudukan yang membuat nilai-nilai mulia itu tersingkirkan. Yang terjadi kalau mahasiswa tidak dipersiapkan. Mahasiswa akan menjadi talent full yaitu tempat dikumpulnya orang-orang berbakat dimasa depan oleh kekuasaan atau partai politik. Mahasiswa akan mudah dimanfaatkan dan dikaderisasi mengenai hal-hal yang menyimpang yang selama ini ada dan diteruskan oleh mahasiswa.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Peran mahasiswa sebagai pemimpin strategis masa kini dan masa depan.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu inti dari pemimpin adalah pengaruh. Mahasiswa yang memiliki sebuah status elegan dalam struktur masyarakat memiliki pengaruh yang sangat strategis. Sebagai <em>middle class</em>, mahasiswa merupakan elemen penting pengontrol kebijakan pemerintahan. Selain itu, mahasiswa merupakan pengabdi masyarakat yang diamanahkan sebagai pembina bangsa melalui aplikasi ilmu yang bermanfaat bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya rakyat kecil.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun problematika yang ada saat ini adalah, apakah kita sebagai mahasiswa bisa dan mampu menjadi pemimpin masa depan yang ideal, yang memiliki pandangan jauh kedepan dan memiliki idealisme dalam membangun bangsa?. Jawabannya ada pada diri kita masing-masing, sejauh mana kita telah membangun kepemimpinan yang ada pada diri kita dan memaksimalkan semua potensi yang ada, semua itu akan kembali kepada pribadi kita masing-masing dan menjadi motivasi yang akan membangun kepemimpinan mahasiswa dalam jiwa dan raga mahasiswa itu sendiri karena yang akan menjalankan semua itu adalah kita sendiri, bukan tugas seorang dosen, orangtua atau bahkan pemerintah. Semua itu adalah tugas yang harus ditempuh kita sebagai mahasiswa dalam membangun dan memimpin bangsa dimasa yang akan datang.</p>
<p style="text-align: justify;">Pandangan visioner di atas tidak terlepas dari langkah konkrit yang harus ditempuh mahasiswa dalam mengasah kepemimpinannya untuk terjun dalam realita keterpurukan bangsa ini. Mahasiswa harus memilih jalan sebagai pembuat solusi ketimbang masalah. Kampus sebagai habitat mahasiswa harus menjadi laboratorium kepemimpinan, membentuk kepribadian yang mengintegrasikan potensi intelektual, fisikal, dan spiritual. Dispolarisasi antara akademik dan organisasi harus diwujudkan sebagai langkah strategis. Penguasaan keilmuan harus menjadi pedoman mahasiswa dalam mengorganisasikan pergerakannya. Akhirnya, dimanapun berada mahasiswa harusnya menciptakan sinergisitas dengan semua elemen masyarakat yang ada di atasnya maupun di bawah mereka agar benar-benar menjadi pemimpin yang strategis pada masa kini, terutama masa depan bangsa.</p>
<p style="text-align: justify;">Selamat Hari Anti Korupsi!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/realita-mahasiswa-saat-ini-integritas-vs-pragmatisme-refleksi-hari-anti-korupsi/">Realita Mahasiswa Saat Ini : Integritas VS Pragmatisme. Refleksi Hari Anti Korupsi</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Benih-Benih Korupsi Ala Mahasiswa</title>
		<link>https://unjkita.com/benih-benih-korupsi-ala-mahasiswa/</link>
					<comments>https://unjkita.com/benih-benih-korupsi-ala-mahasiswa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ferly Ferdyant, S.E]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Dec 2015 03:24:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Anti Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=474</guid>

					<description><![CDATA[<p>Seringkali kita sebagai sosok kaum intelektual mahasiswa berteriak lantang pada setiap isu Korupsi yang mengalir di media massa sehari-hari. Bahkan tak jarang kita harus berjemur...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/benih-benih-korupsi-ala-mahasiswa/">Benih-Benih Korupsi Ala Mahasiswa</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Seringkali kita sebagai sosok kaum intelektual mahasiswa berteriak lantang pada setiap isu Korupsi yang mengalir di media massa sehari-hari. Bahkan tak jarang kita harus berjemur di teriknya panas matahari didepan Gedung KPK untuk menuntut tuntasnya kasus korupsi yang sudah terjadi. Di hari ini, tepat tanggal 9 Desember 2015 yang merupakan Hari Anti Korupsi Internasional, <a href="http://unjkita.com">unjkita.com</a> akan mengupas benih-benih korupsi yang timbul dalam kegiatan mahasiswa sehari-hari dikampus yang tanpa kita sadari sudah mengakar menjadi budaya. Semoga kita tidak termasuk yang demikian ya&#8230;</p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong>Bolos Kuliah dan Titip Absen</strong></h3>
<p style="text-align: justify;">Cabut kuliah atau bolos merupakan suatu aktivitas yang lumrah dikalangan mahasiswa. Banyak hal yang bisa menjadi penyebab seorang mahasiswa untuk tidak mengikuti kegiatan perkuliahan. Bagi para aktivis alasan utama untuk bolos kuliah tentunya karena hal-hal yang berkaitan dengan masalah organisasi, entah itu rapat atau harus turun aksi ke jalan. Adalagi alasan mahasiswa bolos yang merupakan satu hal yang lumrah karena bukan kehendak dari mahasiswa yang bersangkutan, yaitu sakit atau terkena musibah. Selain itu, rasa bosan terhadap salah satu mata kuliah dan cara penjelasan dosen yang kurang menarik pun menjadi alasan ampuh yang kadang dilontarkan oleh mahasiswa untuk membolos dengan dalih adanya kesempatan tidak mengikuti kuliah, serta alasan mampu menguasai mata kuliah tersebut tanpa harus mengikuti. Demikianlah beberapa alasan mahasiswa tuk bolos kuliah.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/ruang-kuliah.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-491 aligncenter" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/ruang-kuliah.jpg" alt="ruang-kuliah" width="1793" height="1200" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/ruang-kuliah.jpg 1793w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/ruang-kuliah-300x201.jpg 300w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/ruang-kuliah-1024x685.jpg 1024w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/ruang-kuliah-990x663.jpg 990w" sizes="(max-width: 1793px) 100vw, 1793px" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Bagi mereka yang pernah bolos kuliah dengan udzur yang tidak jelas mungkin tidak sadar bahwasanya apa yang mereka lakukan adalah bibit timbulnya Korupsi yang dapat mereka lakukan dikemudian hari. Lalu mengapa demikian? Bolos kuliah tanpa udzur yang jelas merupakan salah satu indikasi adanya sifat malas dalam diri seseorang. Sifat malas ini dapat timbul apabila dosen yang mengajar seringkali tidak masuk, bangun kesiangan, hingga jarak tempuh dari rumah ke kampus tidak dapat diprediksi karna jalanan yang sering macet.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, bolos kuliah ini cenderung mengindikasikan bahwa seseorang itu malas. Rasa malas inilah yang dapat membawanya kepada Korupsi. Belum lagi ditambah dengan ‘’Budaya Titip Absen’’ bagi mahasiswa yang bolos. Satu hal sederhana yang bisa menghilangkan nilai kejujuran dalam kehidupan kita. Dalam KBBI, Korupsi berarti penyalahgunaan sesuatu yang bukan haknya untuk kepentingan pribadi. Berdasarkan definisi KBBI, mahasiswa yang bolos kuliah sampai titip absen sudah bisa digolongkan sebagai koruptor.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong>Nyontek Saat Ujian</strong></h3>
<p style="text-align: justify;">Secara sederhana pengertian korupsi adalah mengambil sesuatu apa yang bukan kepunyaannya untuk kepentingannya pribadi. Pengertian korupsi yang sederhana itu akan mudah kita jumpai di setiap kampus pada saat Kuis/UTS/UAS tiba. Tidak sedikit mahasiswa menyontek atau dengan membuat catatan kecil untuk menjawab soal ujian. Alasan kuat mengapa para kaum intelektual itu menyontek tidak lain karena kurang atau malas belajar. Meskipun ia penuh kesibukan atau kerja sambil kuliah. Jadilah ia tidak mampu menjawab soal ujian. Memang betul ada beberapa soal yang sangat sulit dijawab, tetapi bukan berarti soal ujian itu sulit semuanya.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/mr-been-nyontek.jpg"><img decoding="async" class="size-full wp-image-488 aligncenter" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/mr-been-nyontek.jpg" alt="mr been nyontek" width="400" height="300" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/mr-been-nyontek.jpg 400w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/mr-been-nyontek-300x225.jpg 300w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/mr-been-nyontek-378x283.jpg 378w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Mahasiswa yang jujur pasti akan menjawab soal semampunya, ia tidak mau mencontek meskipun nilainya lebih rendah dari temannya yang lain.Lagi pula, nilai mahasiwa tidak mutlak ditentukan dari hasil ujian pad saat itu. Ada penilaian lain seperi karakter, kehadiran, praktikum, tugas, presentasi, dsb.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong>Plagiat Tugas</strong></h3>
<p style="text-align: justify;">Plagiatisme atau tindakan menjiplak karya orang lain seakan telah menjadi budaya di masyarakat Indonesia. Baik itu di kalangan akademik maupun di kalangan non-akademik, kegiatan ini tumbuh dengan subur. Kita dapat melihat, khususnya pada kalangan akademik. Mulai dari pelajar SMP, SMA, sampai mahasiswa, kegiatan ini seakan menjadi jalur alternatif bagi kita untuk menyelesaikan sebuah tugas dengan cepat.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/20140204_084857_plagiat-ilustrasi.jpg"><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-485" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/20140204_084857_plagiat-ilustrasi.jpg" alt="20140204_084857_plagiat-ilustrasi" width="680" height="421" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/20140204_084857_plagiat-ilustrasi.jpg 680w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/20140204_084857_plagiat-ilustrasi-300x186.jpg 300w" sizes="(max-width: 680px) 100vw, 680px" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Tanpa disadari kita saat ini lebih suka mengandalkan internet untuk menyelesaikan tugas mereka daripada bersusah payah mencari buku dan membacanya. Dari internet kita lebih mudah mendapatkan informasi yang mereka butuhkan dan bahkan dengan tinggal meng-copy-paste karya milik orang lain, tugas dapat dengan cepat terselesaikan. Tanpa mencantumkan sumber tulisan yang sudah kita catut.</p>
<h3 style="text-align: left;"><strong>Tidak Mau Bekerjasama dalam Kelompok</strong></h3>
<p style="text-align: justify;">Bukan rahasia lagi apabila disetiap tugas yang dibuat secara berkelompok, maka akan ada beberapa orang yang tidak mau berpartisipasi dalam mengerjakan tugas tersebut dan hanya ingin menerima hasilnya saja. <em>‘’Eh gw sibuk nih, agenda padet banget, nanti tugas kelompoknya gw yang ngeprint, fotocopy ama jilid aja deh ya&#8230;’’</em> Nah tanpa disadari hal-hal sepele seperti itulah yang dapat terjerumus dalam benih-benih jerat korupsi.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/shutterstock_1474801791.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-490 aligncenter" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/shutterstock_1474801791.jpg" alt="shutterstock_1474801791" width="640" height="434" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/shutterstock_1474801791.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/shutterstock_1474801791-300x203.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Hal ini karenanya orang seperti itu selalu ingin mengandalkan orang lain, tidak mau ikut bekerja keras bersama teman-temannya dalam menyelesaikan tugas dan mendapatkan nilai. Apabila hal ini menjadi sebuah kebiasaan baginya, maka dikemudian hari dia akan mencari jalan pintas untuk mendapatkan keuntungan, tanpa mau berusaha dan bekerja keras.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong>Mark Up Uang Buku Dari Ortu</strong></h3>
<p style="text-align: justify;">Setiap awal semesternya sudah bisa dipastikan kita akan kembali lagi merepotkan kedua orang tua kita untuk meminta uang tuk beli buku-buku perkuliahan semester baru yang sudah ditetapkan dosen. Maka tidak sedikit yang akhirnya menganggarkan harga buku yang begitu mahal kepada kedua orang tuanya. Namun realitanya akhirnya mereka memilih membeli buku dengan harga miring atau KW di Pasar Senen dan uang sisanya dipakai untuk kesenangan pribadi seperti makan-makan, dll.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/19Buku-Lama-di-Terminal-Senen.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-489 aligncenter" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/19Buku-Lama-di-Terminal-Senen.jpg" alt="19Buku-Lama-di-Terminal-Senen" width="932" height="617" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/19Buku-Lama-di-Terminal-Senen.jpg 932w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/19Buku-Lama-di-Terminal-Senen-300x199.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 932px) 100vw, 932px" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Jumlahnya memang masih puluhan hingga ratusan ribu saja. Namun coba deh klo kita hitung dari awal hingga akhir kuliah, sudah berapa nominal uang yang kita sudah pakai untuk kepentingan pribadi dari yang tidak seharusnya. Nominal ratusan ribu tersebut bisa bisa menjadi benih untuk kita korupsi ratusan juta hingga milyaran di kemudian hari nanti.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong>SPJ Proker Bodong </strong></h3>
<p style="text-align: justify;">Ternyata tanpa kita sadari, benih-benih korupsi juga sangat dimungkinkan terindikasi di dalam organisasi kita loh. Salah satunya terkait dengan sistem pendanaan kegiatan opmawa/ormawa sehari-hari. Sesuai sistem yang berlaku, setiap organisasi mahasiswa (opmawa/ormawa) yang ingin menyelenggarakan kegiatan diwajibkan untuk membuat proposal pengajuan dana. Untuk kemudian membuat surat pertanggungjawaban (SPJ) guna mencairkan dana. Sistem semacam ini sebenarnya dianggap kurang tepat karena mendorong mahasiswa untuk berperilaku curang atau korupsi.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/mahasiswa.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-487 aligncenter" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/mahasiswa.jpg" alt="mahasiswa" width="680" height="454" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/mahasiswa.jpg 680w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/mahasiswa-300x200.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 680px) 100vw, 680px" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana tidak, dalam penyerahan SPJ tersebut, opmawa/ormawa harus menyertakan nota pembelian dan kuitansi penggunaan dana kegiatan yang bahkan belum terselenggara. Terlebih jika praktek di lapangannya adalah dengan manipulasi nota kosong, dan pembuatan stempel palsu demi memberi kesan keabsahan pada kuitansi dalam SPJ ‘’bodong’’. Alih-alih untuk ‘<em>’saving money’’ </em>dalam setiap keuangan acara yang surplus, maka dengan segala cara sang bendahara membuat laporan keuangan sedemikian rupa hingga akhirnya jumlah pengeluaran acara tidak jauh berbeda dengan jumlah pemasukan atau bisa jadi sama. Tanpa kita sadari bahwa benih-benih korupsi kita timbulkan dalam organisasi kita. Sungguh sebuah celaka yang luar biasa apabila organisasi kita (red : BEM) sangat kencang berkoar untuk melawan segala isu korupsi yang terjadi, namun kita tidak tersadarkan atau malah sengaja membiarkan budaya-budaya korupsi tersebut mengalir begitu saja didalam organisasinya.</p>
<p>Baca Juga:<a href="https://unjkita.com/tri-dharma-perguruan-tinggi-mahasiswa-wajib-tahu-tentang-hal-ini/"> Tri Darma Perguruan Tinggi, Identitasnya Mahasiswa </a></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/benih-benih-korupsi-ala-mahasiswa/">Benih-Benih Korupsi Ala Mahasiswa</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://unjkita.com/benih-benih-korupsi-ala-mahasiswa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
