<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ruang Terbuka UNJKita Archives - UNJKita.com</title>
	<atom:link href="https://unjkita.com/tag/ruang-terbuka-unjkita/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://unjkita.com/tag/ruang-terbuka-unjkita/</link>
	<description>Saling Menginspirasi untuk Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 30 Nov 2016 10:02:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/08/cropped-unjkita-32x32.png</url>
	<title>Ruang Terbuka UNJKita Archives - UNJKita.com</title>
	<link>https://unjkita.com/tag/ruang-terbuka-unjkita/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Notula Ruang Terbuka UNJKita #2 &#8211; Part 1 : ”Merajut Inspirasi dari Pendidik Muda Daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal)”</title>
		<link>https://unjkita.com/notula-ruang-terbuka-unjkita-2-part-1-merajut-inspirasi-dari-pendidik-muda-daerah-3t-terdepan-terluar-tertinggal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ninette Ika Asyifa]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2016 10:01:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Rubrik]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia Mengajar]]></category>
		<category><![CDATA[Ruang Terbuka UNJKita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=5203</guid>

					<description><![CDATA[<p>Selama 1 tahun perjalanannya, UNJKita.com selalu hadir dengan inovasinya yang menyegarkan. Dalam rangka memeriahkan HUT-1 UNJKita.com dan juga Hari Guru, Rubrik (Ruang Terbuka UNJKita) kembali...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/notula-ruang-terbuka-unjkita-2-part-1-merajut-inspirasi-dari-pendidik-muda-daerah-3t-terdepan-terluar-tertinggal/">Notula Ruang Terbuka UNJKita #2 &#8211; Part 1 : ”Merajut Inspirasi dari Pendidik Muda Daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal)”</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Selama 1 tahun perjalanannya, UNJKita.com selalu hadir dengan inovasinya yang menyegarkan. Dalam rangka memeriahkan HUT-1 UNJKita.com dan juga Hari Guru, Rubrik (Ruang Terbuka UNJKita) kembali dihadirkan. Dengan tema <em>“Merajut Inspirasi dari Pendidik Muda Daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal)&#8221;</em>, UNJKita bertujuan untuk menularkan semangat inspirasi dari dua Alumni UNJ yang sudah mendedikasikan hidupnya di dunia pendidikan. Rubrik #2 kali ini agak berbeda dengan Rubrik sebelumnya karena dilaksanakan selama 2 hari yang masing-masing hari mempunyai konten diskusi yang berbeda. Kali ini kita mendapatkan inspirasi dari Para Alumni Pengajar Muda <strong>Indonesia Mengajar</strong> dan <strong>Program SM3T. </strong>Untuk kamu yang ketinggalan dan belum ikut serta berpartisipasi dalam Rubrik #2 kemarin, jangan khawatir sob. Berikut ini adalah notula Rubrik #2 yang akan kami bagikan kepada sobat UNJKita tercinta.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada hari Jumat 25 November 2016, konten diskusi yang diangkat adalah <em>sharing </em>tentang pengalaman pengabdian dalam program Indonesia Mengajar. Narasumber diskusi pertama diisampaikan oleh Kak Tuti selaku Alumni Indonesia Mengajar (IM) yang kala itu ditempatkan di daerah Bawean. Diskusi berjalan dengan lancar berkat dipandu oleh Syahiidah (Kontributor UNJ Kita) selaku moderator.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk kamu-kamu yang ada niatan ikut IM tapi tidak sempat ikut Rubrik #2, jangan khawatir. Lewat notula kali ini, terangkum semua informasi yang dibagikan oleh Kak Tuti. Selamat membaca!</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><u>SESI MATERI</u></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Bismillah. Perkenalkan, saya Tuti Alfiani (dulu) mahasiswa Manajemen Pendidikan UNJ 2009. Sesuai dengan permintaan dek Syahidah saya akan coba membagikan pengalaman saya saat masa penugasan di Pulai Bawean sebagai Pengajar Muda Indonesia Mengajar. Saya coba kenalkan istilah, kalau selama diskusi ada kata PM = Pengajar Muda, IM = Indonesia Mengajar ya teman-teman. Saya tertarik mengikuti IM dulu sekali saat masih mahasiswa semester awal saya nge-fans berat dengan Pak Anis. Sampai saya bercita cita, harus bertemu dengan beliai dan menimba ilmu langsung dengan beliau.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Niat itu makin besar saat saya di BEMUNJ, kami mengadakan acara Hari Cinta Guru, kami mengundang alumni PM, guru SM3T dan guru dari dompet duafa. Di sana dipaparkan tentang program guru mengajar di daerah 3T. Semuanya membuat saya terkagum dan semakin tertantang untuk mengajat di daerah. Saat itu, alasan sederhana ikutnya ke IM karena jurusan saya tidak masuk ke dalam syarat guru SM3T.Singkat cerita, saat lulus saya tidak pikir panjang, meski saya masuk sebagai mahasiswa terbaik UNJ, saya tidak melamar kerja yang &#8220;mapan&#8221; saat itu. Hanya mencari pekerjaan yang bisa sambil menunggu proses seleksi saat itu. Apasih IM itu? Yuk kenalan.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Nah di IM merujuk dari visi dan misi, tugas PM tidak hanya mengajar, tapi juga memiliki 4 fungsi. Yaitu dimensi mengajar, Advokasi Masyarakat, Pelibatan daerah, dan jejaring masyarakat. Karena kompleksnya dimensi tugas PM maka tidak heran kalo pembekalan sebelum berangkat cukup lama yaitu sekitar 2 bulan. IM bercita cita orang banyak bergerak buat pendidikan, pengen banyak pihak terlibat.</em></p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Makanya sebenarnya fokus dari PM itu adalah bagaimana menggerakan warga daerah untuk <em>aware </em>sama <em>problem</em> di daerahnya. Bisa dibilang memancing masyarakat untuk bilang “Yuk, bareng bareng kerja”.</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Woow. Menarik sekali ya kaa. Jadi bukan sekedar mengajar tp empowering masyarakat sana juga ya kaa.Apa aja sih kaa tahapan seleksi IM? Saya ingat, waktu itu kaka siapin essay sampai banyak sekali. Boleh doong kaa di-share di sini.</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><u>Tahapan Seleksi IM</u></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Seleksi IM dilaksanakan 2 kali dalam setahun. Makanya setiap tahun ada 2 angkatan yang diberangkatan. Tiap angkatan sekitar 50 Pengajar Muda yang dikirim ke daerah. Untuk dapat menjadi pengajar muda, teman-teman harus melalui berbagai tahap seleksi. Kurang lebih ada 4 tahap. Apasaja ya kira-kira?</em></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><em>Seleksi Online. Teman-teman diminta untuk menjawab pertanyaan dalam bentuk essay sebanyak 10-12 pertanyaan (kalau tidak berubah jumlahnya) pertanyaannya seputar apa motivasi mengikuti Indonesia Mengajar, Tentang ketahanan diri seperti mengalami kekecewaan, atau seputar kemampuan kita dalam mengatasi tantangan hambatan dan sejenisnya serta pengalaman dalam bernegosiasi dengan pihak yang lebih tua/punya jabatan misalnya. Poin dari tes ini, ingin melihat apakah teman-teman cukup memiliki motivasi kuat tekad yang gigih, resilience/ketangguhan saat menghadapi kekecewaan atau masalah dan kemampuan gaining commitment dari teman-teman. Aplikasinya online, rentang waktu pendaftaran sekitar 1,5 bulan. Jadi misal 1 Nov awal pendaftaran, tanggal 15 Des penutupan. Jadi, teman teman bisa tuh, mengerjakan essay nya &#8220;nyicil&#8221; save dulu sampai benar benar yakin baru submit. Dulu sih saya daftar aplikasi hari pertama pembukaan, baru dikirim beberapa jam menjelang penutupan. Hehehhehe. Saya merenung dulu apa yg mau saya tulis di essay. Mau tau tekniknya? Sabar dulu. Silahkan ditanyakan nanti ya hehehehe.</em></li>
<li><em>Direct assessment, pada tahap ini ditujukan bagi pendaftar yg lolos tahap seleksi online. Isi tesnya tentang psikotes, wawancara dengan asesor profesional, FGD (Forum Group Discussion) dan test microteaching. Tesnya 1 hari full. Seru dan dapat banyak teman baru pas ketemu di tempat tes.</em></li>
<li><em>Medical Check up. Lolos Direct asessment berarti berhak melaju ke babak ini. IM ingin memastikan bahwa PM yang berangkat memiliki kondisi yang fit, karena medan penempatan PM cukup sulit, PM akan hidup di tempat baru yang tentu iklim, kondisi lapangan berbeda dengan sebelumnya. Jadi pastikan kita sehat wal afiat ya guys. Biaya ditanggung IM.</em></li>
<li><em>Jika sudah lolos ke tiga tahap di atas, berhak lanjut mengikuti pelatihan intensif pengajar muda selama 2 bulan di Camp. Biasanya di Camp Jatiluhur, Purwakarta. Calon PM akan dikarantina dengan dibekali materi tentang ke IM an, materi pedagogis, mengajar anak-anak, membuat media belajar kreatif, membuat RPP, praktek mengajar, materi lengkap tentang leadership, public speaking, teknik coaching dan mentoring, negosiasi, lobbying, pemberdayaan masyarakat, dll. Yang mana, pas ikut pelatihan selama 2 bulan itu akan dapet buanyaaaaaaaaak banget ilmu baru. Oya pada tahap ini kita juga dapat 2x pelatihan survival. Waktu itu si pas angkayan saya survival-nya sama wanadri. 4 hari berturut turut, di pekan ke dua dan ke 6 pelatihan. Yang suka tantangan perlu coba deh ehehehe</em></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Naah ka, dg tahapan2 yaang luar bias ini, tentu banyak yg perlu dipersiapkan ya ka. Apa aja sih yg perlu dipersiapkan?</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Tidak ada persiapan khusus untuk mendaftar IM. Karena syaratnya hanya lulusan sarjana, belum menikah dan bersedia tidak menikah selama masa tugas, serta bersedia tidak bekerja di tempat lain selama tugas kecuali hanya sebagai Pengajar Muda. Oya, tidak ada ketentuan harus lulusan sarjana pendidikan. Jadi semua keilmuan bisa daftar. Sedikit cerita, justru IM banyak didominasi oleh kampus kampus non keguruan loh. Yang kampus pendidikam jangan mau kalah yaaa.  Ternyata banyak loh yg ingin mencicipi menjadi guru. Selagi muda, ayo perkaya diri kita dengan pengalaman. Saran saya, kalau sekarang masih mahasiswa, terus berkegiatan yang positif di kampus melalui organisasi apa saja yang bisa mengembangkan karakter teman teman. Asah kepekaan dan jiwa sosial, serta mulai pupuk jiwa leadership. Karena IM itu ibarat sekolah kepemimpinan. kita diajak ambil keputusan di saat saat yg sulit, diuji dalam keterbatasan, kita belajar dengan masyarakat daerah, turun mendengarkan perjuangan guru guru daerah dan menyaksikan semangat belajar anak anak. Tentu dengan tantangan, baik itu secara geografis maupun kondisi sosio masyarakatnya. Bagi yang sudah lulus tidak ada salahnya mencoba. Teman seangkatan saya, banyak yang resign dari pekerjaan demi ikut IM. Gajinya sudah dibilang mapan, tapi rela keluar dari perusahaannya buat turun ke daerah demi ngajar anak-anak. Emang menurut saya IM ini &#8220;gila&#8221;, banyak pemuda pemudi yang kepincut penhen daftar. Jadi persiapannya hanya bulatkan tekad untuk turut bekerja berkontribusi dalam pendidikan secara nyata. No mengeluh, stop mengkritik tanpa memberikan solusi</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Wow. Se&#8221;gila&#8221; itu ya ka magnetnya IM. Ayoo guys, janga mau kalah ama kampus non kependidikan. Jadi, intinya persiapannya justru pada niat dan tekad serta mental yg siap ya ka. Naah, berbicara mental. KEtika datang ke wilayah penempatan pasti gmn sih ka perasaan kaka? Pernah gak down gitu mentalnya? Boleh dong ka diceritain pengalaman kaka beradaptasi di wilayah penempatan kaka termasuk kisah2 uniknya.</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Soal mental. Untungnya kita dibekali materi survival saat camp. 4 hari dilepas di hutan, diuji ketahanan fisik, starategi bertahan dll. Jadi yang terpikirkan, kayaknya tidak ada ujian hidup yang berat selama di penempatan kalau kita bisa sikapi dengan tepat. Meskipun perasaan, stress dll juga harus dikelola secara positif supaya gak sampai down waktu lagi bertugas</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Adaptasi merupakan salah satu materi utama waktu di camp, jadi kami sudah sedikit dikasih gambaran tentang kondisi penempatan, sehingga kami cukup bersiap siap pas di camp. Cuma tetep aja butuh penyesuaian. Seperti kamar mandi saya sesi terbuka. Jadi setengah badan gitu temboknya meskipun ada atapnya. Sempat kaget, akhirnya saya siasati dengan mengatur jam mandi. Saya beradaptasi naik motor di wilayah bukit bukit, kanan tebing, kiri jurang. Tantangan euy kalau musim hujan jalan licin. Tapi itulah serunya. Jayoh dari motor? Beberapa kali. Guroh rasanya. Hehehe. Terus saya juha menyesuaikan diri dengan makanan juga, di sana setiap hati disuguhi ikan laut, jarang sayur dan buah. Perasaan seneng. Sea food mulu. Tapi kan jadi kangen sayur. Maka nya kalo pas lagi ada acara ke kabupaten kami borong buah buahan buat dibawa ke dusun. Saya awal awal kena diare hebat, karena usut punya usut air minumnya langsung ngalir ke bak penampungan air bersih yang nda di masak. Tapi setahun lama lama kebal. Hehehehe. Terus adaptasi bahasa juga, anak anak kelas kecil 1,2 kadang banyak yang masih belum fasih bahasa indonesia. Yowes saya pakai jurus murid saya kelas 6 jadi guru bahasa bawean buat ngajarin saya di jam jam tertentu secara berkala. Adaptasi lainnya tentang budaya masyarakat. Dan itu dipelajari sepanjang saya bertugas.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong><u>SESI DISKUSI</u></strong></em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Assalamualaikum ka. Saya riska dari pgsd 2016, mau tanya, kalo untuk mendaftar indonesia mengajar kita harus lulus sarjana dulu atau daftar dari sekarang? Terus kak, seumpama kita lolos seleksi, kita nanti langsung dikirim ke daerah yang sesuai pilihan pihak Indonesia Mengajar atau kita bisa memilih daerahnya sendiri kak? Terimakasih.</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Hai Riska. Wa&#8217;alaikumsalam, Salam kenal ya. Pertanyaan yang bagus. Coba saya jawab:</em></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><em>Daftar IM harus lulus sarjana terlebih dahulu, atau saat dinyatakan lolos ke tahap ke 2 yaitu direct asessment, kamu bisa menunjukan surat keterangan lulus (SKL) dari kampus sembari menunggu ijazah keluar.</em></li>
<li><em>Jika lolos semua tahap seleksi, saat di camp tepatnya minggu ke-3 pelatihan ada pengumuman penempatan kabupaten, jadi tidak memilih. Kantor IM yang memilih siapa siapa saja yang ditempatkan di kabupaten mana.</em></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Saya mau tanya. Kalo apply IM/SM3T tapi jurusan yang sesuai dengan kita kuliah itu gak disebutkan dalam IM/SM3T gimana? Apa boleh lintas jurusan? Lalu boleh gak kak tuti share application2 yang dikirimkan untuk IM/SM3T?</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Hallo Shindy. Senang mendapat pertanyaan dari kamu. Izin menjawab ya.</em></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><em>Syarat mendaftar IM itu sarjana (dari segala macam keilmuan) artinya semua jurusan boleh daftar, baik itu dari keguruan atau bukan. Tapi nanti di form tetap ada informasi jurusan yang harus kamu isi. Lintas jurusan banget kalo IM. Sedangkan kalau SM3T sepemahaman saya, ada syarat jurusan tertentu seperti jurusan mapel yang ada MTK, B.Ing, BK, PLB, PGSD dan sebagainya. #CMIIW</em></li>
<li><em>Saya ingat ingat kembali ya pertanyaannya. Atau kalau kamu mau bisa loh log in di www.indonesiamengajar.org klik daftar, saat ini sedang rekrutmen PM XIV. Jadi kita bisa tau pertanyaan di aplikasi itu apa aja.</em></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Ka saya iis dari pendidikan ekonomi 2016 saya ingin bertanya kan kalo daerah pendalaman seperti itu sulit sekali mendapatkan sinyal nah cara kaka untuk menghubungi orang tua kaka bagaimana? Pasti kan orang tua butuh kabar dr anaknya , dan bagaimana cara kaka terhubung ke dunia luar dalam artian internet?</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Saya Nazar dari Pend. Geografi. Kak saya ingin bertanya, apa yg membedakan antara IM dgn SM3T ?</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Mana yg lebih baik untuk menunjang karier sarjana pendidikan mahasiswa ?</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Hallo Kak Nazar. Jleb ya pertanyaannya. Good. Haha. Saya coba jawab:</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Pada dasarnya program mengirim pemuda pemudi ke daerah itu semuanya baik, hanya saja semua pasti ada visi dan misi yang dibawa. Saya coba bahas dari sisi IM ya. SM3T nya besok jangan ketinggalan diskusinya biar komorehensif</em></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><em>IM punya 4 dimensi tugas, yaitu mengajar, advokasi masyarakat, pelibatan daerah, dan jejaring masyarakat. Jadi bisa dikatakan porsinya justru banyak pada menggerakkan. Meskipun mengajar menjadi tugas utama seorang PM.</em></li>
<li><em>PM juga sering diminta mengisi pelatihan guru baik untuk guru di sekolahnya maupun kumpulan guru2 di sekecamatan. Kami sering keliling dari sekolah ke sekolah atau desa ke desa. Tergantung permintaan. Tapi tidak lupa tetap menjalankan tugas mengajar di sekolah.</em></li>
<li><em>IM ditempatkan selama 5, tahun pada masing2 Kabupaten, jadi IM ingin selama 5 tahun kabupaten yang ada PM nya mampu mandiri, tidak bergantung dan mampu menyelesaikan problem pendidikan di wilayahnya. Maka nya penting bagi PM buay menggerakan tokoh/orang orang lokal di daerah, kami menyebutnya aktor lokal. Kita harus pegang siapa penggerak daerah, karena mereka yang akan meneruskan perjuangan IM saat tidak ada PM lagi. Masa 5 tahun ini dikerjakan secara estafet yaitu dikirim per tahun hingga lima tahun.</em></li>
<li><em>PM bertugas memancing aktor lokal untuk turut terlibat dalam pendidikan</em></li>
<li><em>PM berkoordinasi dengan warga sekitar, pemerintah desa, kecamatan hingga kabupaten untuk memajukan pendidikan</em></li>
<li><em>PM bertugas berkolaborasi dengan relawan, komunitas dari dalam atau luar daerah penempatan yang tujuannya untuk peduli pada pendidikan di wilayah tsb.</em></li>
<li><em>PM semua jurusan boleh daftat, masa pembekalan 2 bulan, kalau SM3T 2 minggu prakondisi. PM yang purna tugas tidak mendapatkan sertifikasi atau imbalan lainnya. Mereka langsung kembali ke kehidupan nyata setelah 1 tahun mimpi indah di daerah penempatan.</em></li>
<li><em>Menjadi PM berarti telah mengikuti school of leadership, insyaAllah mental semakin tangguh karena tantangan di daerah cukup menguji ketahanan, lebih positif dalam menghadapi masalah, terbuka wawasan dalam memandang Indonesia secara menyeluruh</em></li>
<li><em>Jadi PM, siap siap ketagihan untuk terus berkontribusi dalam pendidikan. Apapun jalannya. Seringnya tetap terjun ke dunia kerelawanan dll. Bisa gagal move on</em></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Kak berarti kita 5 tahun di tempatkan di daerahnya ?</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Dikirim secara estafet, tiap tahun ada pergantian pengiriman. Misal saya bertugas 2014-2015, nanti akan datang PM angkatan berikutnya yang menggantikan saya untuk periode 2015-2016. Ada masa transisi nya juga sehingga estafet bisa sempurna, apa yang sudah dikerjakan dan apa yang harus dikerjakan berikutnya</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Klo kita ikut IM apa perlu ikut SM3T apa ga usah ya ka untuk syarat sertifikasi??</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Hai Eka. Akhirnya saya jawab ini juga. Tadi udah gemes mau langsung jawab soalnya heheheh.</em></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><em>Jika tujuannya sertifikasi silahkan Kak Eka bisa daftar SM3T. Info yang saya dapat dari kawan kawan saya yg ikut SM3T pasca purna tugas mereka akan mendapatkan PPG di kampus-kampus yang menyelenggarakan PPG baru setelahnya akan ada ujian sertifikasi. Namun kalau IM, purna tugas tidak ada jaminan sertifikasi dari pemerintah, karena pada dasarnya Im adalah milik masyarakat. Dana untuk operasional IM murni dari donasi masyarakat Indonesia dan donasi korporasi/perusahaan-perusahaan. Ini juga tambahan perbedaan IM dengan yang lainnya.</em></li>
<li><em>Daftar IM lalu daftar SM3T, keren tuh..coba deh.. hehehe</em></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><em>Tambahan: alumni IM purna tugas yang dituju itu ranah pemerintah, wiraswasta, NGO, sosial, dan beasiswa DN atau LN.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Tambahan: alumni IM purna tugas yang dituju itu ranah pemerintah, wiraswasta, NGO, sosial, perusahaan berbagai macam bidang baik skala nasional atau internasional dan beasiswa DN atau LN</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Ka saya iis dari pendidikan ekonomi 2016 saya ingin bertanya kan kalo daerah pendalaman seperti itu sulit sekali mendapatkan sinyal nah cara kaka untuk menghubungi orang tua kaka bagaimana? Pasti kan orang tua butuh kabar dr anaknya , dan bagaimana cara kaka terhubung ke dunia luar dalam artian internet?</strong></em></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><em>Ciptakan bahwa kondisi kita baik baik saja, kalau sakit sedikit misal pilek, gatel2 atau sakit ringan lainnya kita coba selesaikan sendiri. Nda usah membuat heboh yg di rumah sana hehehe.</em></li>
<li><em>Biasanya saya janjian, akan memberikan kabar minimal seminggu sekali turun ke kecamatan untuk cari sinyal. Jadi orang tua saya paham kalau anaknya ini akan gak nelpon selama semingguan atau baru akan nelpon kalo dapet sinyal.</em></li>
<li><em>Dalam kondisi darurat rata rata PM tidak kehilangan akal, seiring berjalannya waktu kami &#8220;mahir&#8221; cari spot sinyal, hingga muncul istilah pohon sinyal, tiang sinyal. Genteng sinyal, bukit sinyal dll. Karena hp harus kita gantung di tempat yang tinggi supaya bisa dapet sinyal. Kreatif wkwkwkw.</em></li>
<li><em>Siasati pakai HP jadul. Kalo di dusun, say good byesamasmartphone, gak ada fungsinya kecuali buat poto-poto. Ehehehehe.</em></li>
<li><em>Cari sinyal internet harus ke wilayah kecamayan turun gunung dulu 1-2 jam baru dapet sinyal internet. Tiapdaerah beda beda ada yg gak bisa nangkep sinyal sama sekali. Jadi ya, dadah dunia luar.</em></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><em>Daerah Fak Fak Papua, kalo mau pada ketemuan sama kelompoknya disiarin di radio RRI, saking susah sinyal. Atau via kurir pesan berantai dari warga ke warga. Atau titip surat. Seru deh <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f62c.png" alt="😬" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f62c.png" alt="😬" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f62c.png" alt="😬" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Oya tambahan lagi, IM meskipun ditempatkan perkabupaten 6-8 orang, mereka tinggal terpisah tidak dalam satu desa yang sama. Jadi, kalo mau ketemu kelompoknya paling seminggu sekali, sebulan sekali atau lebih saking letak antara 1 PM dengan PM lainnya tuh berjauhan dan sulitnya menjangkau wilayah anggota kelompok lainnya. Basecamp ngumpul biasanya di wilayah kecamatan/kabupaten kalau pas ada urusan pelatihan guru atau bertemu bupati/wabup/kepala dinas pendidikan. (Nambahin perbedaan IM dan lainnya)</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Itulah Notula dari Rubrik #2 dengan konten diskusi sharing pengalaman sebagai alumni Indonesia Mengajar oleh Kak Tuti. Sesi Tanya jawab pun ditutup dengan closing statement penuh inspirasi dari Kak Tuti.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Teman teman yang insyaAllah punya niat baik untuk memajukan pendidikan di Indonesia, pada dasarnya semua program mengajar di daerah 3T itu semuanya baik. Pemuda pemudi yang mau dengan suka hati turun ke daerah adalah bukti negeri kita masih kaya akan anak anak muda yang ingin berkontribusi nyata. Saya rasa perlu untuk lebih mengenal Indonesia lebih dalam lagi, supaya kita tau betapa bersyukurnya kita hidup di tanah kaya Indonesia. Kita akan jumpai anak anak dengan keterbatasan namun mimpi yang tak terbatas. Kita juga akan jumpai masyarakat yang memiliki kearifan lokal yang sangat luar biasa. Kita, bisa turut menyaksikan bahwa Indonesia masih memiliki harapan. Mari kita jaga niat baik dalam mendampingi anak anak dalam menemukan mimpinya. Mari kita siapkan sahabat yang baik bagi sahabat anak anak kita kelak. Saya ulangi, Mendidik anak anak hari ini, artinya sama saja sedang mempersiapkan sahabat/guru terbaik bagi anak anak  kita kelak.</em></p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em>Jika tidak bisa menjad</em>i yang terbaik, masih ada kesempatan untuk bisa menjadi bermanfaat. Selamat mengukir karya terbaik nan manfaat ya teman teman. InsyaAllah ilmu yang kita bagikan  akan menjadi pemberat ibadah kita sebagai amal jariyah yang tidak terputus. Aamiin..SELAMAT HARI GURU.</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Usai <em>closing statement </em>dari Kak Tuti, Kak Ferly selaku CEO dari UNJKita.com memberikan apresiasi terhadap Kak Tuti yang sudah bersedia berbagi ilmunya dalam Rubrik #2.</p>
<p style="text-align: justify;">Sertifikat Sebagai Apresiasi Kepada Kak Tuti Selaku Pembicara</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak sampai disini, notula Rubrik #2 akan berlanjut ke <em>part</em> selanjutnya yang akan membahas terkait pengabdian alumni yang tidak kalah kece pada program SM3T. Penasaran? Ayuk, cek notula Rubrik #2 selanjutnya di Notula Rubrik #2 Part-2</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/notula-ruang-terbuka-unjkita-2-part-1-merajut-inspirasi-dari-pendidik-muda-daerah-3t-terdepan-terluar-tertinggal/">Notula Ruang Terbuka UNJKita #2 &#8211; Part 1 : ”Merajut Inspirasi dari Pendidik Muda Daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal)”</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Notula Ruang Terbuka UNJKita #2 &#8211; Part 2 : ”Merajut Inspirasi dari Pendidik Muda Daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal)”</title>
		<link>https://unjkita.com/notula-ruang-terbuka-unjkita-2-part-2-merajut-inspirasi-dari-pendidik-muda-daerah-3t-terdepan-terluar-tertinggal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ninette Ika Asyifa]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2016 09:58:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Rubrik]]></category>
		<category><![CDATA[Ruang Terbuka UNJKita]]></category>
		<category><![CDATA[SM3T]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=5207</guid>

					<description><![CDATA[<p>Seperti yang sudah dijanjikan di Notula Rubrik #2 sebelumnya (Baca lagi Notula Rubrik #2 – Part 1) kali ini akan disajikan ringkasan diskusi online pada...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/notula-ruang-terbuka-unjkita-2-part-2-merajut-inspirasi-dari-pendidik-muda-daerah-3t-terdepan-terluar-tertinggal/">Notula Ruang Terbuka UNJKita #2 &#8211; Part 2 : ”Merajut Inspirasi dari Pendidik Muda Daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal)”</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Seperti yang sudah dijanjikan di Notula Rubrik #2 sebelumnya (<a href="http://unjkita.com/notula-ruang-terbuka-unjkita-2-part-1-merajut-inspirasi-dari-pendidik-muda-daerah-3t-terdepan-terluar-tertinggal">Baca lagi Notula Rubrik #2 – Part 1</a>) kali ini akan disajikan ringkasan diskusi <em>online</em> pada tanggal 26 November 2016 dengan konten <em>sharing</em> pengalaman dari salah satu alumni UNJ yang pernah mengabdi dalam program SM3T. Beliau adalah Kak Untari yang sudah bersedia meluangkan waktunya untuk Rubrik #2. Diskusi dimoderatori oleh Annisa Indriyani (Kontributor UNJ Kita)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><u>SESI MATERI</u></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Izinkan saya untuk memulainya dengan bercerita sedikit tentang alasan saya memutuskan join di program SM3T ini. Saya ikut program ini alasan pertamanya itu karena saya merasa bosan dengan aktivitas saya setelah lulus kuliah yg itu itu aja. Cuma ngajar trus ngabisin waktu di rumah. Merasa kurang produktif sebagai seorang sarjana yg baru lulus. Saya merasa perlu keluar dr zona nyaman saya saat itu. Saya sempat bertanya kepada diri saya sendiri, ada banyak sekali masalah pendidikan di luar sana namun kenapa saya tidak melakukan apa-apa untuk masalah-masalahtersebut. Apa gunanya semua pengalaman saya, ilmu saya selama jadi mahasiswa jika tidak bisa memberikan perubahan di dunia pendidikan. Karena itulah saya mulai cari-cari hal yang mungkin bisa saya lakukan dan Alhamdulillah ada seorang teman yg mengajak untuk join di program SM3T. Awalnya ragu, tidak pernah punya keinginan untuk pergi ke pelosok tanah air. Orang tua pun saat itu tidak mengijinkan. Namun dengan keinginan yang saat itu cukup membuncah, saya coba yakinkan orang tua dan Alhamdulillah setelah 3 kali proses izin akhirnya diberikan juga,</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Nah, itu sedikit latar belakang saya ikut SM3T. Berikutnya saya mau memberikan gambaran umum tentang apa sih SM3T itu.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Silahkan teman-teman baca gambaran umum tentang program SM3T. Semoga semakin membuat penasaran yaa. Sambil dibaca baca saya langsung lanjut untuk menyampaikan proses atau tahap seleksi dari program SM3T ini.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Jadi, di program SM3T ada 2 tahapan seleksi. Sayaakan bahas satu per satu yaa. Yg pertama itu adalah tahapan seleksi tingkat nasional, yang terdiri dari 2 proses:</em></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><em>Seleksi administrasi yang dilakukan secara online</em></li>
<li><em>Setelah dinyatakan lolos poin 1 maka dilanjut dgn seleksi akademik (mirip spt tes CPNS dan tesnya berbasis CAT)</em></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><em>Yang kedua adalah seleksi tingkat LPTK:</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Seleksi ini dilakukan ketika temen2 dinyatakan lolos seleksi akademik.Seleksi berupa verifikasi dokumen dan wawancara. Setelah semua proses seleksi ini dilakukan dan lolos. Maka dilanjutkan dengan kegiatan pra kondisi yang wajib diikuti oleh peserta SM3T. Prakondisi dilakukan selama 2 minggu. Mungkin itu sekilas tentang proses seleksi di program SM3T. Semoga tambah penasaraan yaaa.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Okee, selanjutnya saya mau berbagi tipsnya nih supaya bisa sukses dalam mengikuti proses seleksi SM3T.Bismillah</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Ada 8 poin yang menurut saya perlu diperhatikan.Mungkin nanti seiring berjalannya waktu, poin-poin ini bisa bertambah.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Ke 8 poin ini saya rangkum dari awal ingin mendaftar sampaimasuk ke dalam tahap wawancara. Kalau bingung, wajib tanya ya.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Lalu kak, setelah panjang (kali lebar) perjalanan seleksi yg dilalui, saat kakak sampai di lokasi penempatan bagaimana reaksi kakak?</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Pertama kali sampai di ibukota kecamatan amfoang selatan kabupaten kupang (bagi yang penasaran sama tempatnya bs liat tayangan survivorTrans TV di youtube, baru-baru ini jadi tempat syuting mereka hahaha) saya takut, serius. Perjalanan darikota kupang kesana dari jam 9 pagi sampai rumah kepsek temen saya itu jam 6 sore. Tempatnya di atas gunung dengan akses jalan yang luar biasa. Bikin badan bergoyang sepanjang jalan. Suasananya sepi, gelap, dingin, pokoknya begitulah.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Sebenarnya tempat tugas saya ada di desa Oh&#8217;aem yg terletak sebelum ibu kota kecamatan dengan jarak tempuh 1 setengah jam.Saya harus lapor diri dulu ke kota kecamatan baru bisa menuju ke desa saya itu.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Kalo penasaran sama desa saya bisa liat iklan aqua, 1 untuk 10 sumber air su dekat. Nah itu syutingnya di desa tempat saya tugas..hahaha. Kondisi di desa saya, air dekat dan cukup, listrik ada 12 jam, sinyal ada di jendela.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Selama kakak setahun di kupang tentunya mengalami pahit manis kehidupan di sana. Mungkin bisa juga disharenih kak pengalaman kakak yang paling berkesan di sana seperti apa.</strong></em></p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em>Terlalu banyak yang berkesan..banyak hal2 baru yang saya dapat baik sebagai seorang guru ataupun sebagai warga negara yang jd memahami makna Bhineka Tunggal Ika.</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em>Beberapa hal yg sangat jelas diingatan adalah betapa anak2 disana dgn segala keterbatasan namun tetap semangat untum dtg ke sekolah. Krn sy muslim sendirian disana dgn kerudung sy, ada anak2 murid sy yang takut dekat dgn sy <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f601.png" alt="😁" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" />, tp Alhamdulillah dgn pendekatan yg baik maka hal itu tdk mjd msalah lagi.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Sy jd tukang potong ayam disana..sdh banyak ayam yg saya bunuh selama disana.. maaf bahasanya kasar.. tp itu fakta haha, sy jg jd ikut ngemil sirih pinang setiap harinya <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f601.png" alt="😁" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" />. Susahnya yaa krn disana sy minoritas, rasanya gmn gituu..banyak anjing, jd harus cermat utk memilih tempat spy tdk terkena najisnya, dll hehe</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>sebuah pelajaran hidup yg menarik ya kak. Keterbatasan bukan jadi alasan. Tapi harus menjadi kekuatan tersendiri untuk meraih impian. Meski jd minoritas tp semangat mendidik anak bangsa ttp mayoritas ya ka</strong><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f604.png" alt="😄" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Betul betul betul.. Alhamdulillah penerimaan masyarakat disana dgn kedatangan sy sangat sangat baik dan sangat2 menjaga, toleransi yg tinggi, jd bukan jd masalah yg berarti..hny perlu pandai menempatkan diri.. &#8220;berbaur tp tdk mencampur&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong><u>SESI TANYA JAWAB</u></strong></em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Ka saya ingin bertanya, saya Umami dari FIS. Cukup jelas pemaparan dari Ka untari, karna sebelum-sebelumnya saya sudah pernah mengikuti seminar&#8221; terkait SM3T, sangat luar biasa memang. Nah yg ingin saya tanyakan adalah saat kita sudah lolos tahap&#8221; pemberkasan dan kita melanjutkan ke tahap interview, apa saja sih yang harus kita hindari saat kita interview dengan penyeleksi, karna trkadang ketika interview itu kita tidak sadar dengan jawaban kita karna bisa jadi kita terbawa suasana, nah untuk mengantisipasi kesalahan yg dapat membuat pengurangan nilai dalam interview itu, kira&#8221; apa saja yg harus dihindari,</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Hai Umami, salam kenal <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f60a.png" alt="😊" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" />Pertanyaannya luar biasa. Ini bukan jawaban yg pasti yaa, tp smg bs jd bahan pertimbangan..seleksi wawancara itu dilakukan untuk mengetahui seberapa siapnya kamu utk pergi mengabdi.. sebisa mungkin kamu.menjawabnya dgn tenang dan tdk ragu ragu. Krn kalo tenang pasti bs kontrol..jawab seperlunya tp jelas dan sesuai dgn pertanyaan yg diberikan.. semua jawaban yg kamj sampaikan hrs bs dijelaskan.. hrs tenang dan yakin. Biasanya yg ditanyakan itu tentang studi kasus, bagaimana sikap kamu thdp kesulitan2 yg mgkn tjd, jawabnnya se logis mungkin</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Kk output dr sm3t apa?</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Outputnya adalah menghasilkan guru yang profesional..penjelasannya begini.. Setelah selesai sm3t selama 1 tahun, tahap selanjutnya adalah mengikuti PPG yang juga dilaksanakan selama 1 tahun. Kalo sy sekrang msh menunggu angkatan IV selesai, InsyaAllah tahun dpn mulai PPG. Knp sih hrs PPG? Jd temen2 S.Pd blm diakui nih sebagai guru yang legal utk mengajar murid2 di sekolah. Maka hrs pny sertifikat guru (bs dibilang gantinya akta4) sebagai bukti legalitas mengajar dan jg sbg bukti bahwa kamu sdh dianggap layak dan profesional utk mendidik langsung murid2mu..sertifikat itu  dpt diperoleh dgn ikut PPG. Melalui sm3t, pemerintah ingin memberikan bonus berupa PPG berbeasiswa berasrama..krn klo PPG mandiri itu biaya per semesternya terbilang mahal.. sm3t memberikan pengalaman nyata dan PPG sbg program pemantapan agar bs mjd guru yg diharapkan oleh bangsa.. kurang lebih spt itu <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f60a.png" alt="😊" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Kegiatan rutin senin sampai jumat saya mengajar di paud, siangnya sy bantu mengajar sosiologi di sma.. sehari2 sy melakukan kegiatan spt memasak, angkat air, berkunjung ke rumah2 masyarakat untuk bs lbh dekat dgn mereka, jalan2 ke kebun menikmati suguhan alamnya yg masih alami, terlibag aktif dlm kegiatan sekolah dan masyarakat, mengisi kegiatan ekskul spt Paskibra dll.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Kontrak ga boleh nikahnya berapa tahun kak?</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Pertanyaan yang sesuatu sekali saudari oyi <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f601.png" alt="😁" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Smp selesai PPG <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f60a.png" alt="😊" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" />Mungkin bs ditambah setengah.. 2 tahun lebih setengah hehe..itu sudah konsekuensi yg harus dijalani <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f44d-1f3fc.png" alt="👍🏼" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Bagi yg sudah ikut sm3t ada kuota tersendiri utk jd pns kah, apa emang udah dijamin bakal jd pns kk?</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Iya pasti ada, di setiap kabupaten akan membuka formasi sesuai kebutuhan masing2..utk tahun ini di kabupaten kupang hny membutuhkan 3 utk guru kelas (PGSD), tetap akan ada persaingan.. tidak serta merta jd PNS, ada prosesnya lg. Jika mau lanjut maka kamu hrs ikut seleksi GGD atau guru garis depan, siap ditempatkan di daerah 3T lagi..</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Seleksi sm3t gmn ya k??Trs tanggal pndftranna itu apa cm d smstr genap j?</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Untuk seleksi mungkin bisa di scroll ke atas..insyaAllah sdh sy jelaskan.. klo msh ada yg mau ditanya silahkan <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f60a.png" alt="😊" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" />.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Klo tanggal itu bs berubah. Waktu angkatan V itu dibuka pendaftaran di bulan april dan brgkt bulan agustus minggu ke 2. angkatan VI dibuka pendaftaran itu klo tdk salag di bulan juni dan brgkt ke penempatan tgl 1 september</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Sm3t itu kan penduduknya beragam yah ka , ada ga sih ka penolakan untuk kita beribadah?</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Alhamdulillah baik sy maupun rekan2 sy tidak pernah ada yang terdiskriminasi atau ditolak krn masalah agama. Kami sangat dijaga oleh mereka. Kami diberikan ebebasan beribadah, bahkan sy dpt libur puasa juga padahal sekolah tdk libur. Sy mau sholat akan disediakan tempat, makanan pun akan di pisahkan dr mrka..insyaAllah klo niat kita baik, perbedaan yang ada tdk akan mjd masalah <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f60a.png" alt="😊" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f44d-1f3fc.png" alt="👍🏼" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Pertanyaan penutup dr saya, bgmn cara kk mengatasi kesulitan2 yg terjadi selama d penempatan? Spt bahan ajar, komunikasi antar teman2 sm3t dll</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Untuk bahan ajar, sebisa mungkin memanfaatkan alam sekitar..krn sy guru paud jd pembelajaran konkret justru lebih baik.. sy sering ajak anak2 untuk berkeliling, mengenal dan memahami.langsung apa yang ada di lingkungan mereka.. media bikin sendiri dr bahan2 yg sy pny, kebetulan wkt itu sy bawa beberapa alat dan bahan utk.bikin media pembelajaran.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Kalau masalah komunikasi ini sy tdk terlalu mengalami kesulitan krn msh ada sinyal untuk sms. Jd informasi akan tetap sampai walaupun kadang suka lama. Setiap weekend spy tidak kesepian, biasanya kawan 1 desa dtg berkunjung ke tempat sy atau sy yg dtg kunjung mereka.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Dan Alhamdulillah sy pny keluarga asuh yang sangat baik sekali mau bantu jaga sy selama tugas, walaupun jauh dr ortu tp kasih syg tetep sy dptkan dr keluarga asuh sy itu..bahkan smp skrg kami tetap komunikasi..</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Nah ini, perlu dibangun sugesti yang positif dr awal..walaupun susah yakin jg akan ada senengnya deeh.. intinya niat ikhlas, banyak berdoa dan minta didoakan.. resep sy mah itu ajaa.. orang tua, lagi2 krn doa mereka smua jd terasa ringan dijalani <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f60a.png" alt="😊" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Baiklah teman2, terjawabnya pertanyaan sy td menjadi penutup diskusi kita malam ini. Sy persilahkan ka untari u/mmbrikan closing statementnya</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Oke deh.. Alhamdulillah..semoga apa yg sy bagikan disini bs bermanfaat dan menjadi pemantik untuk semangat dalam memajukan pendidikan di Indonesia.</em></p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em>Yuks lah keluar dari zona nyaman kita, lihat ada tanah indonesia yang perlu kita pijak lho..biar sebentar tapi tengok wajah2 anak2 yang semangat belajarnya tinggi di tengah keterbatasan yang ada.. semoga dengan adanya program2 hebat spt IM dan SM3T ini akan membuat Indonesia semakin maju.</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Salam MBMI.. Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia..</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;">Usai <em>closing statement </em>dari Kak Untari, Ihsan selaku CTO dari UNJKita.com memberikan apresiasi terhadap Kak Untari yang sudah bersedia berbagi ilmunya dalam Rubrik #2.</p>
<p style="text-align: justify;">Itulah keseruan diskusi online Rubrik #2. Setiap orang punya cara tersendiri untuk menyalurkan kecintaannya dalam dunia pendidikan salah satunya adalah dalam bidang relawan. Dari diskusi ini bisa dipastikan menjadi relawan tidaklah dijanjikan dengan rupiah yang menawan jumlahnya. Namun, ada kebahagiaan lain yang tak kasat mata terasa saat kita melakukannya. Masih dalam rangka merayakan hari Guru, UNJ Kita mengucapkan selamat hari guru kepada semua pahlawan tanpa tanda jasa yang selalu siap memberikan yang terbaik bagi peserta didiknya. Semua demi tujuan Negara ini yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Sampai berjumpa di Rubrik UNJKita berikutnya! Selamat Hari Guru!</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/notula-ruang-terbuka-unjkita-2-part-2-merajut-inspirasi-dari-pendidik-muda-daerah-3t-terdepan-terluar-tertinggal/">Notula Ruang Terbuka UNJKita #2 &#8211; Part 2 : ”Merajut Inspirasi dari Pendidik Muda Daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal)”</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Launching Ruang Terbuka UNJKita (Rubrik) ; &#8220;Menggapai Mimpi Raih Beasiswa Luar Negeri&#8221;</title>
		<link>https://unjkita.com/launching-ruang-terbuka-unjkita-rubrik-menggapai-mimpi-raih-beasiswa-luar-negeri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ferly Ferdyant, S.E]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Oct 2016 02:31:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Diskusi Online]]></category>
		<category><![CDATA[Ruang Terbuka UNJKita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=4661</guid>

					<description><![CDATA[<p>Halo sobat UNJKita!, kali ini ada sebuah persembahan yang baru dari kami tim redaksi UNJKita.com looh. Penasaran kan? Dalam dunia literasi dan diskusi, forum diskusi...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/launching-ruang-terbuka-unjkita-rubrik-menggapai-mimpi-raih-beasiswa-luar-negeri/">Launching Ruang Terbuka UNJKita (Rubrik) ; &#8220;Menggapai Mimpi Raih Beasiswa Luar Negeri&#8221;</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Halo sobat UNJKita!, kali ini ada sebuah persembahan yang baru dari kami tim redaksi UNJKita.com looh. Penasaran kan?</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam dunia literasi dan diskusi, forum diskusi konvensional seringkali terbatas dengan kehadiran audiens, waktu, SDM, tempat, konsumsi, dan hal teknis lainnya.  Di era digitalisasi saat ini keberadaan media online begitu penting dirasakan sebagai wadah koneksi dan kolaborasi. Oleh karena itulah sejatinya kita perlu inovasi lebih besar lagi untuk membuat forum diskusi yang tidak lagi seperti biasa pada umumnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rubrik</strong> atau <strong>Ruang Terbuka UNJKita</strong> adalah wadah diskusi online yang diadakan secara rutin dan berkelanjutan melalui platform aplikasi whatsapp guna berbagi inspirasi, ilmu dan pengalaman bersama alumni dan mahasiswa UNJ Inspiratif. Disini kita bisa mendapatkan berbagai info menarik sesuai tema mingguannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan tema perdana sebagai launching Rubrik kali ini adalah :</p>
<h4 style="text-align: center;"><em><strong>&#8220;Menggapai Mimpi Raih Beasiswa Luar Negeri&#8221;</strong></em></h4>
<p style="text-align: justify;">Bisa menempuh pendidikan di luar negeri memang jadi impian banyak orang. Bagaimana tidak, selain menawarkan kualitas pendidikan yang lebih baik kesempatan ini juga bisa digunakan untuk memperluas jaringan. Tidak jarang orang bisa mengubah nasibnya sepulang dari bersekolah di luar negeri.</p>
<p style="text-align: justify;">Sayangnya masalah biaya sering jadi kendala paling besar yang menghalangi. Tapi gak usah khawatir, sekarang ada banyak cara kok untuk memecahkannya. Tersedia banyak pilihan beasiswa yang bisa kamu dapatkan. Tapi mendapatkan beasiswa itu sama sulitnya kayak cari jodoh. Nah, buat kamu yang sedang mempersiapkan diri untuk berburu beasiswa kali ini Ruang Terbuka UNJKita akan<em> </em>membahas bagaimana kita bisa mengkongkritkan mimpi meraih beasiswa luar negeri.</p>
<p style="text-align: justify;">Diskusi online ini akan dilaksanakan pada :</p>
<p style="text-align: justify;"><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f4c6.png" alt="📆" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /> Jumat, 28 Oktober 2016.<br />
⏰ 19.30 &#8211; 22.00 WIB.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bersama Narasumber : </strong>Asep Rudi Casmana (MA in Global and International Citizenship Education, University of York UK) ; Alumni S1 PPKN UNJ 2010.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Cara Daftar Via Whatsapp : </strong></p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Kirim pendaftaran dengan format : Rubrik_Nama lengkap_Prodi &amp; Angkatan_No.Whatsapp. Kirim ke : 089687379014 (Narahubung : Danu)</li>
<li style="text-align: justify;">Copy dan sebar info ini termasuk langkah daftar ke 3 <em>Group Whatsapp</em> Mahasiswa/Alumni UNJ.</li>
<li style="text-align: justify;">Kirimkan bukti screenshot telah menyebarkan info diskusi online ini ke narahubung.</li>
</ol>
<p>Segera Daftar, kuota terbatas hanya untuk 250 orang pendaftar tercepat&#8230;!</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>Get Free : e-Certificate. </em></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman. Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang. Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan. Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang&#8230;&#8221; (Imam Syafi&#8217;i)</em></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/launching-ruang-terbuka-unjkita-rubrik-menggapai-mimpi-raih-beasiswa-luar-negeri/">Launching Ruang Terbuka UNJKita (Rubrik) ; &#8220;Menggapai Mimpi Raih Beasiswa Luar Negeri&#8221;</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
