<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Teknologi Archives - UNJKita.com</title>
	<atom:link href="https://unjkita.com/tag/teknologi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://unjkita.com/tag/teknologi/</link>
	<description>Saling Menginspirasi untuk Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 05 Nov 2018 03:12:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/08/cropped-unjkita-32x32.png</url>
	<title>Teknologi Archives - UNJKita.com</title>
	<link>https://unjkita.com/tag/teknologi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Didi Diarsa, Menjadikan Teknologi sebagai Sahabat Inovasi</title>
		<link>https://unjkita.com/didi-diarsa-menjadikan-teknologi-sebagai-sahabat-inovasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akbar Evandio (aka)]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Nov 2018 17:31:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Alumni]]></category>
		<category><![CDATA[Professional]]></category>
		<category><![CDATA[inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Wawancara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://unjkita.com/?p=21591</guid>

					<description><![CDATA[<p>UNJKita.com – Jakarta, (02/11/2018), Di era sekarang ini kita memahami apa yang membedakan individu yang sukses dan yang tidak sukses? Tentunya banyak faktor yang mempengaruhi...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/didi-diarsa-menjadikan-teknologi-sebagai-sahabat-inovasi/">Didi Diarsa, Menjadikan Teknologi sebagai Sahabat Inovasi</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>UNJKita.com – Jakarta, (02/11/2018), Di era sekarang ini kita memahami apa yang membedakan individu yang sukses dan yang tidak sukses? Tentunya banyak faktor yang mempengaruhi kesuksesan tersebut. Tetapi, ada faktor fundamental atau yang mendasari kesemua faktor tersebut yaitu inovasi.</p>
<p>Hai sobat unjkita, belum lama ini kita sedang memperingati Hari Inovasi Indonesia (HII) yang diperingati setiap tanggal 1 November.</p>
<p>Pertanyaan hari ini adalah, bagaimana ya generasi millenial melakukan sebuah Inovasi sedangkan segala jawaban yang kita butuhkan selalu terjawab oleh platform <em>search engine </em>yang kita gunakan. Apakah kita sebagai generasi millenial akan menjadi konsumen dari teknologi atau dapat bersahabat dan menjadikan teknologi sebagai pintu inovasi selanjutnya?</p>
<p>Bagaimana jika kita tanyakan ke salah satu alumni dari UNJ yang bersahabat banget nih dengan yang namanya kreativitas dan inovasi? Penasaran kan?</p>
<div id="attachment_21593" style="width: 330px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-21593" class="wp-image-21593 size-full" src="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/11/21827209_1531062326952879_526103553542979584_n.jpg" alt="" width="320" height="320" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/11/21827209_1531062326952879_526103553542979584_n.jpg 320w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/11/21827209_1531062326952879_526103553542979584_n-150x150.jpg 150w" sizes="(max-width: 320px) 100vw, 320px" /><p id="caption-attachment-21593" class="wp-caption-text">Dok. Pribadi Pak Didi</p></div>
<p>Beliau adalah Pak Didi Diarsa Adiana salah satu lulusan Geografi, Universitas Negeri Jakarta angkatan 93. Beliau memiliki banyak penghargaan seperti International Young Creative Enterprenur (IYCE)- Finalist British Council, Google 50 SME Indonesia, Special nominee Canada Green Award, ISMBEA Indonesia, dan Palapa International Competition. Serta, untuk saat ini Pak Didi merupakan Founder KAYUH Electric Wooden Bike dan Founder Codemargonda Creative Hub.</p>
<p>Tim UNJKita memiliki kesempatan untuk mewawancarai beliau, sebagai jawaban dari rasa penasaran kita nih? Yuk, kita tanya beliau <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f600.png" alt="😀" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<p><strong>1. Assalamualaikum pak Didi, bagaimana sih pak cara kita untuk berinovasi di era yang sekarang ini ketika segala pertanyaan mayoritas sudah semuanya terjawab di search engine kita seperti google ya pak? Hehe</strong></p>
<p>Waalaikumusalam, Era millenial dengan teknologi didalamnya saat ini sebetulnya memberikan kesempatan untuk kalian berinovasi lebih banyak dan bagus lagi. Karena, ketika segala pertayaan sudah tersebar jawaban di internet, platform dan di digital, kita mampu untuk memadukan hal tersebut dengan kreatifitas yang akan melahirkan penemuan dan inovasi baru. Sehingga, dengan ide sederhana seperti sepeda kayu misalnya akan berdampak hebat ketika kita mampu untuk menjadikan teknologi sebagai paduan yang tepat. Serta,  jika di padukan dengan teknologi, partner yang tepat, dan platform digital sebuah ide mampu menjadikankannya sebagai sebuah inovasi yang terbaharukan.</p>
<div id="attachment_21595" style="width: 710px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-21595" class="size-full wp-image-21595" src="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/11/sepeda-kayu_20180329_154353.jpg" alt="" width="700" height="393" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/11/sepeda-kayu_20180329_154353.jpg 700w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/11/sepeda-kayu_20180329_154353-150x84.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/11/sepeda-kayu_20180329_154353-640x359.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/11/sepeda-kayu_20180329_154353-681x382.jpg 681w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><p id="caption-attachment-21595" class="wp-caption-text">Dok. Pribadi Pak Didi</p></div>
<p><strong>2. Menurut bapak, ketika kita semua terbiasa menjadi sosok yang mengimitasi segala hal dari cara berfikir, pola hidup, sampai hal terkecil seperti mencari jawaban lewat google atau search engine lainnya. Apakah hal tersebut mematikan inovasi?<br />
</strong></p>
<p>Menurut saya, Sebuah inovasi itu tidak akan pernah mati justru inovasi merupakan sebuah kebutuhan disetiap langkah dari berkembangnya bangsa dan negara ini ketika bangsa ini melahirkan generasi-generasi baru.<br />
Permasalah-permasalahan sebenarnya akan selalu muncul karena itulah bangsa ini membutuhkan inovasi baru di setiap langkahnya. karena tanpa sebuah ide dan inovasi suatu bangsa dapat dikatakan musnah. Generasi saat ini dan kita semua tentunya mampu untuk menjadikan era ini bersahabat dengan teknologi dan menjadi sebuah tren atau kekuatan baru dalam mengembangkan inovasi ketika teknologi menyediakan perangkat untuk membantu kita berkreativitas melahirkan inovasi baru.</p>
<p><strong>3. Bila hal tersebut mematikan inovasi, menurut bapak apa solusi terbaik yang bisa kami lakukan? Karena untuk meninggalkan teknologi pun menjadi hal yang termasuk sulit bagi generasi millenial?</strong></p>
<p>Sebenarnya, tidak ada yang salah ketika membahas tentang teknologi. Inovasi tentu erat saat ini dengan teknologi sehingga hal ini seharusnya mampu menjadi pemacu perubahan-perubahan besar ketika teknologi mampu menjadi percepatan yang mampu bermanfaat bagi masyarakat dan negara ini untuk berinovasi lebih baik lagi.</p>
<p>Sehingga, saat ini negara ini membutuhkan orang-orang yang mampu untuk menjadikan teknologi sebagai sahabat dan alat untuk menciptakan inovasi inovasi baru yang akan menjadikan kita kedepannya menjadi bangsa yang hebat.</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/didi-diarsa-menjadikan-teknologi-sebagai-sahabat-inovasi/">Didi Diarsa, Menjadikan Teknologi sebagai Sahabat Inovasi</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tak Ada Tempat Buat Saya di Indonesia?</title>
		<link>https://unjkita.com/tak-ada-tempat-buat-saya-di-indonesia/</link>
					<comments>https://unjkita.com/tak-ada-tempat-buat-saya-di-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Ihsan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Nov 2015 20:56:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmuwan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=250</guid>

					<description><![CDATA[<p>12 tahun yang lalu hari-hari ini, saya kehilangan data riset saya hasil kerja selama 15 tahun. Komputer laptop terakhir saya &#8216;crash&#8217; setelah berhari-hari menjalankan program...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/tak-ada-tempat-buat-saya-di-indonesia/">Tak Ada Tempat Buat Saya di Indonesia?</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">12 tahun yang lalu hari-hari ini, saya kehilangan data riset saya hasil kerja selama 15 tahun. Komputer laptop terakhir saya &#8216;crash&#8217; setelah berhari-hari menjalankan program rekonstruksi data pemindaian. Sebelumnya 2 komputer lain yang menyimpan data backup hangus tersambar petir, 2 lagi juga &#8216;crash&#8217; terlebih dahulu karena tak mampu menjalankan program.</p>
<p>Ketika baru memulai membina riset di Indonesia selama 6 bulan, langit bagaikan runtuh, seolah-olah mengatakan: &#8220;Tak ada tempat buat saya di Indonesia.&#8221;</p>
<p>Tak ada &#8216;shock&#8217; yang lebih berat dari itu yang pernah saya alami dalam hidup saya hingga membuat saya seminggu lebih tak mampu keluar rumah.</p>
<p>Tetapi hal itu tak merubah niat saya untuk mencoba membangun riset di Indonesia. Dari puing-puing akhirnya ECVT (Electrical Capacitance Volume Tomography) lahir, hari-hari ini 12 tahun yang lalu di sebuah ruko di Tangerang. Tahun berikutnya paten ECVT didaftarkan di PCT. 3 tahun kemudian &#8216;granted&#8217;. Tahun 2006 ketika polemik sedang panas-panasnya tentang ECVT, NASA memakainya untuk pengembangan sistem pemindaian di pesawat ulang-alik. 2007 jurnal ECVT terbit di IEEE Sensors Journal, dengan alamat Fisika UI. 2008 Dept Energi Amerika memakainya sebagai model sistem pemindaian untuk pengembangan &#8216;Next generation power plant&#8217; dan untuk verifikasi hasil simulasi supercompter skala penta-eksa.</p>
<p>Di Indonesia ECVT berkembang lebih banyak ke aplikasi di bidang medis, bekerja-sama dengan Fisika Medis UI, Biofisika ITB, Biologi IPB, Litbangkes, Metalurgi Untirta, Kedokteran Unair, Biomedik UIN, Biomedik ITS, Univ. Kyoto dan lain sebagainya. Di Indonesia lahirlah teknologi pertama di dunia: Breast ECVT untuk screening breast cancer secara 4D dan instant, serta Brain ECVT untuk pemindaian aktifitas otak secara 4D dan real time.</p>
<p>Salah satu turunan teknologi ECVT adalah aplikasi untuk terapi kanker, ECCT (Electro-Capacitive Cancer Therapy), didaftarkan paten Indonesia 2012. ECCT dan ECVT adalah setara dengan radioterapi untuk terapi dan CT scan untuk pemindai dengan sumber gelombang elektromagnet pengion. Bedanya ECVT dan ECCT memanfaatkan sifat dasar biofisika sel dan jaringan.</p>
<p>ECVT dan ECCT jelas memberikan harapan besar untuk terapi kanker berbasis gelombang energi non-radiasi. Dengan ECCT misalnya kasus yang sudah tidak ada jalan keluar sebelumnya seperti kanker di tengah batang otak atau kanker yang sudah menyebar ke seluruh tubuh masih mungkin dibersihkan (dibersihkan, tanpa tanda kutip) dengan ECCT.</p>
<p>ECVT dan ECCT bisa dikatakan tak ada referensinya di dunia luar, karena keduanya lahir di Indonesia, pertama di dunia.</p>
<p>Sesuatu yang baru sudah pasti akan mengundang kontroversi. Adanya kontroversi itu sendiri justru karena kita mencoba sesuatu yang baru. Tanpa mencoba sesuatu yang baru, tak ada yang akan mengubah nasib kita.</p>
<p>ECVT dan ECCT hanyalah teknologi yang dikembangkan berdasarkan prinsip fisika dan matematis. Kalau bukan saya yang membuatnya, akan ada orang lain yang membuatnya di tempat lain di waktu lain.</p>
<p>12 tahun kemudian sejak pertama kali ECVT ditemukan, hari ini di tempat yang sama saya mendapat surat dari sebuah lembaga agar saya menghentikan semua kegiatan pengembangan riset saya di Indonesia. Haruskah pertanyaan 12 tahun yang lalu perlu diulang: &#8220;Tak ada tempat buat saya di Indonesia?&#8221;</p>
<p><strong>Warsito P. Taruno</strong><br />
Tangerang, 30 Nopember 2015</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/tak-ada-tempat-buat-saya-di-indonesia/">Tak Ada Tempat Buat Saya di Indonesia?</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://unjkita.com/tak-ada-tempat-buat-saya-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
