Home Inspirasi Temukan Keluarga Baru Di Kampus

Temukan Keluarga Baru Di Kampus

36

Sebagai individu yang akan beradaptasi dengan lingkungan baru, tentunya yang kita cari dan butuhkan adalah pertemanan. Terlebih biasanya hal itu dirasakan oleh mahasiswa baru yang merantau. Jangankan mahasiswa rantau, mahasiswa yang memang asli berdomisili di daerah dekat kampus juga tentunya akan mencoba menyesuaikan diri dengan lingkungan. Berhadapan dengan budaya yang baru, teman yang baru dan segala kehidupan atau kebiasaan-kebiasaan yang baru juga. Mulai akan kenal dan dekat dengan tugas-tugas, organisasi, komunitas, teman kelas, dunia perkuliahan dan sebagainya.

Ya, sebagaimana kita tahu manusia memang tidak bisa hidup sendiri karena sejatinya manusia adalah makhluk sosial. Tantangan barunya adalah bagaimana kita bisa menyesuaikan diri dan pada akhirnya menemukan sahabat bahkan keluarga baru di dunia perkuliahan.

Adalah hal yang wajar jika seseorang pernah merasakan seakan menjadi orang yang kesepian di tempat baru. Ditambah tidak semua teman akan satu visi, satu pembawaan, satu hobi, satu karakter. Kalian pernah atau sedang merasakan hal itu? Tenang, semua hanya bicara proses. Sebenarnya dengan membuka diri dan bersosialisasi dengan siapapun adalah cara bagaimana kita menyesuaikan diri dan mencari teman yang nantinya akan benar-benar menjadi sahabat sejati.

Banyak cara sebenarnya yang membuat kita pada akhirnya tidak lagi merasakan kesepian. Kita justru akan berbahagia untuk berbagi tawa, merasakan getirnya perjuangan bersama-sama, menguatkan siapapun dari kita yang sedang butuh dikuatkan, melengkapi dari masing-masing kita yang memang tak ada yang sempurna.

Organisasi misalnya, dari organisasi biasanya seseorang akan mencari jati dirinya yang disesuaikan dengan passion dan hobi. Dari organisasi juga banyak dari kita menemukan arti persahabatan yang bahkan sudah dianggap seperti keluarga sendiri. Beberapanya bahkan ada yang menemukan pasangan hidup. Organisasi juga yang membentuk pribadi seseorang untuk belajar saling memahami ketika terjadi perbedaan pendapat dan saling membantu ketika ada yang sedang kesulitan.

Kampus adalah tempat yang mempertemukan kita pada banyak tokoh, pada banyak karakter. Selain organisasi, kita juga bisa menemukan kenyamanan dalam sebuah persahabatan dari berbagai kumpulan-kumpulan mahasiswa seperti komunitas, orang-orang yang satu visi, satu hobi, satu daerah asal, satu ‘frekuensi’, atau berawal dari perkenalan semasa MPA. Atau bisa juga berawal dari perkenalan karena berada dalam satu kepanitiaan suatu acara.

So, intinya kalau kita ingin menemukan sahabat sejati yang bahkan rasanya sudah seperti keluarga sendiri mulailah dari diri sendiri. Belajar membuka diri dan bersosialisasi dengan banyak orang. Kita boleh memfilter siapa saja yang layak disebut sebagai sahabat dan mana yang hanya dianggap sebatas teman biasa. Tapi kita tidak boleh lupa, menilai seseorang jangan hanya dilihat dari luarnya saja. Kita perlu memahami dan mengenal lebih dekat untuk tahu alasan-alasan seseorang memiliki karakternya masing-masing. Kita tidak bisa melabelkan seseorang buruk tanpa kita tahu dirinya lebih dalam.

Untuk yang masih merasa kesepian dan sulit menemukan sahabat sejati, semangat yaa! Percayalah dari setiap prosesmu di perkuliahan pada kahirnya kamu pasti akan menemukan apa itu arti sahabat sejati, siapa orangnya dan bagaimana karakternya.

Komentar Kamu?