UTBK adalah salah satu jenis seleksi masuk ke perguruan tinggi di mana pesertanya adalah siswa atau siswi lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat.

Untuk lebih mengetahui secara mendalam mengenai UTBK, terutama bedanya dengan sistem masuk universitas lainnya, simak informasi lengkap berikut ini.

Mengenal UTBK

UTBK adalah singkatan dari Ujian Tulis Berbasis Komputer. Maksudnya, seleksi ini merupakan ujian masuk yang dilaksanakan oleh LTMPT atau Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi. Lembaga ini adalah satu-satunya penyelenggara tes masuk universitas berstandar yang ada di Indonesia.

Jalur masuk universitas ini dapat diikuti oleh siswa lulusan sekolah menengah, yaitu SMA/SMK/MA sederajat mulai dari tahun 2018, 2019, hingga 2020. Lulusan Paket C dari tahun-tahun tersebut juga dapat mengikuti jalur masuk ini asalkan berusia sekurang-kurangnya 25 tahun.

Perlu diketahui bahwa UTBK adalah syarat utama bagi siswa yang ingin melanjutkan ke universitas agar bisa mengikuti SBMPTN atau kependekan dari Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi.

SBMPTN bersama Perguruan Tinggi Negeri (PTN) telah menggunakan hasil UTBK untuk penerimaan mahasiswa baru sejak tahun 2019.

Tujuan dari UTBK adalah untuk memprediksi calon mahasiswa baru yang mampu menyelesaikan belajar di universitas dengan sungguh-sungguh dan tepat waktu. Peserta diberi kesempatan mengikuti ujian secara fleksibel dalam memilih waktu dan lokasi tes.

Calon mahasiswa hanya boleh mengikuti seleksi lewat jalur ini sebanyak satu kali saja. Jadi, jika nilai UTBK tidak memenuhi kriteria, peserta tidak dapat mengikuti SBMPTN dan harus mencoba seleksi masuk perguruan tinggi yang lain.

Perbedaan UTBK dengan SNMPTN, SBMPTN, dan Seleksi Mandiri

Mungkin masih ada sebagian calon mahasiswa yang belum bisa membedakan masing-masing jenis seleksi masuk perguruan tinggi. Baik itu UTBK, SNMPTN, SBMPTN, hingga Seleksi Mandiri.

Pengertian dari UTBK sudah dijelaskan sebelumnya. Agar Anda tidak bingung lagi, mari simak pengertian dari jalur seleksi perguruan tinggi lainnya di bawah ini.

1. SNMPTN

SNMPTN atau Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri merupakan sistem seleksi penerimaan mahasiswa baru yang dikenalkan sejak tahun 2008. Seleksi lewat jalur ini biasanya berdasarkan dengan kriteria dari sekolah atau portofolio prestasi masing-masing peserta.

Jadi, riwayat nilai dan prestasi selama peserta bersekolah sangat menentukan apakah peserta akan diterima di PTN atau tidak.

2. SBMPTN

SBMPTN merupakan seleksi bersama penerimaan mahasiswa baru PTN yang dilaksanakan melalui ujian tertulis dan dilakukan serentak secara nasional. Dulunya, sistem seleksi ini terdiri dari dua jalur, yakni SNMPTN undangan (dulunya PMDK) dan SNMPTN Tulis.

Namun sejak tahun 2013, SNMPTN undangan diubah namanya menjadi SNMPTN saja. Adapun SNMPTN Tulis berubah nama menjadi SBMPTN.

Sudah disinggung sebelumnya bahwa UTBK adalah salah satu kriteria dari seleksi SBMPTN. Jika peserta sudah lolos masuk PTN lewat jalur SNMPTN, ia tidak dapat mengikuti seleksi UTBK, SBMPTN, maupun Seleksi Mandiri. Hal ini dikarenakan data peserta sudah terverifikasi lulus sebagai mahasiswa PTN.

3. Ujian Mandiri

Jika ketiga sistem seleksi masuk PTN, yaitu SNMPTN, SBMPTN, dan UTBK adalah wewenang dari kementerian terkait, berbeda halnya dengan Seleksi Mandiri. Seleksi ini biasanya telah diatur oleh masing-masih PTN dan negara sudah tidak ikut campur lagi.

Akan tetapi, pemerintah masih mengatur kuota pesertanya saja. Jika SNMPTN menampung kuota sebesar 20 persen dari daya tampung program studi (prodi) dan SBMPTN sebesar 40 persen, Seleksi Mandiri memiliki kuota paling besar adalah 30 persen.

Persyaratan UTBK 2020

Sebelum mengikuti seleksi, pastikan Anda harus mengetahui peraturan UTBK. Jika belum, silakan baca persyaratan berikut.

1. Peserta merupakan siswa pendidikan menengah (SMA/MA/MA/Sederajat) yang duduk di kelas 12 pada tahun 2020 atau peserta didik pendidikan Paket C tahun 2020 yang berusia maksimal 25 tahun.

2. Selain yang baru saja lulus, peserta juga boleh datang dari lulusan sekolah menengah atau sederajat dan peserta didik Paket C yang lulus di tahun 2018 dan 2019 dengan usia maksimal 25 tahun.

3. Peserta seleksi hanya diperbolehkan mengikuti UTBK sebanyak satu kali, jika tidak lolos, bisa melakukan seleksi lain untuk masuk perguruan tinggi.

4. Wajib membayar iuran UTBK.

Jenis Pendaftaran UTBK 2020

Perlu diketahui bahwa ada dua jenis pendaftaran untuk UTBK-SBMPTN 2020. Kedua jenis UTBK adalah sebagai berikut, mari simak baik-baik.

1. Pendaftaran Berbayar

Jenis UTBK yang satu ini diperuntukkan bagi pendaftar reguler, juga pendaftar yang telah memilih skema KIP (Kartu Indonesia Pintar) Kuliah tetapi diwajibkan membayar biaya untuk mengikuti seleksi.

2. Pendaftaran Tidak Berbayar

Pendaftaran tidak berbayar dikhususkan bagi mereka yang memilih skema KIP Kuliah. Peserta ini kemudian ditetapkan sebagai pendaftar yang tidak berbayar oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengikuti sistem UTBK.

Tips Sukses Lolos UTBK 2020

Memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi memang dapat menimbulkan rasa panik. Terlebih untuk dapat lolos ke PTN favorit, Anda harus bersaing dengan pelajar lain di seluruh Indonesia.

Panik memang wajar, tetapi jangan mau dikuasai oleh pikiran negatif. Kunci sukses dari UTBK adalah persiapan yang matang, optimistis, dan jangan lupa berdoa serta berusaha.

Untuk membantu Anda menyiapkan bekal, simak beberapa tips berikut.

1. Ikuti Perkembangan Informasi UTBK dan SBMPTN Terbaru

Persiapan awal yang wajib Anda lakukan adalah mengikuti perkembangan informasi seputar seleksi ini secara detail. Mungkin Anda sudah mengetahui jauh-jauh hari informasi seleksi dari kakak senior, tetapi perlu diingat bahwa peraturan UTBK setiap tahunnya bisa jadi berbeda.

Jangankan dengan tahun sebelumnya, tidak jarang peraturannya sendiri bisa berubah dalam hitungan hari karena biasanya informasi akan terus berkembang. Untuk berjaga-jaga, janganlah malas update informasi.

Beberapa informasi dasar yang perlu Anda ketahui adalah seperti apak pelaksanaan seleksi dilakukan, apakah sama atau tidak dengan tahun sebelumnya. Cari tahu kapan jadwal UTBK dilaksanakan, apa saja syaratnya dan ketentuan, dan bagaimana sistem penilaiannya.

Selain itu, Anda juga wajib mengetahui kelengkapan dokumen apa saja yang dibutuhkan. Pastikan kantongi informasi mengenai UTBK dilaksanakan di mana, kapan, dan berapa biaya yang harus dibayarkan.

2. Plih Prodi Sesuai Minat dan Kenali Detailnya

Untuk SBMPTN, perserta diberi kesempatan memilih dua prodi yang berbeda. Memang, menentukan pilihan ini adalah sesuatu yang dilematis. Di satu sisi Anda ingin memilih jurusan sesuai minat, di sisi lain harus jeli melihat peluang.

Agar tidak merasa salah pilih nantinya, Anda perlu mempelajari prodi tersebut. Kenali seluk-beluknya dan kalau perlu tanyakan sesuatu yang masih membuat Anda penasaran kepada senior.

Untuk mencari peluang, cari tahu kisaran nilai UTBK dari prodi pilihan yang diperlukan sehingga bisa lolos. Setelah itu, Anda bisa menganalisa berapa banyak peminatnya atau seberapa ketat persaingannya melalui situs resmi SBMPTN.

3. Teruslah Belajar

Hal terpenting yang perlu dilakukan agar lulus UTBK adalah belajar, yang lain hanyalah pendukung saja. Percuma jika Anda melakukan persiapan sematang mungkin, tetapi tidak memahami materi dan tidak bisa menjawab soal UTBK 2020 nantinya. Jika tidak belajar, semuanya akan sia-sia.

Download Sekarang : Ebook 80 Soal UTBK 2019 (Gratis)

Itulah tadi beberapa informasi penting tentang seleksi masuk PTN. Ingat, UTBK adalah salah satu jalan yang perlu Anda lalui untuk bisa melanjutkan pendidikan lebih tinggi di universitas negeri favorit.

 

Sumber:

ltmpt.ac.id

edukasi.kompas.com