Home Agenda

Notula Ruang Terbuka UNJKita Serial Fresh Graduate – Part 3: “Merintis Karir dan Menembus Perusahaan Idaman”

445
BAGIKAN

Teruntuk sobat UNJKita.com yang setelah lulus nanti berniat untuk menjadi seorang karyawan di suatu perusahaan, nampaknya perlu melirik rangkuman diskusi online dalam Rubrik serial Fresh Graduate yang telah disiapkan oleh Tim UNJKita.com.

Diskusi yang berlangsung selama dua jam ini, menghadirkan CEO UNJKita.com, Ferly Ferdyant, S.E., sebagai narasumber penutup dalam Rubrik kali ini. Tentunya dipandu pula oleh Annisa Indriyani, S.Pd. (Kontributor UNJKita.com) sebagai moderator hingga diskusi berakhir.

Baca juga: Notula Ruang Terbuka UNJKita Serial Fresh Graduate – Part 1: “Menjadi Guru Tak Hanya Sekadar Profesi”

Kak Ferly merupakan seorang karyawan yang sedang bekerja di perusahan CitiLink sebagai akuntan. Sebelumnya, ia juga pernah bekerja di beberapa perusahaan ternama. Hemmm… penasaran kan bagaimana ia bisa menembus perusahaan tersebut? Mau tahu sepak terjangnya lebih lanjut? Silakan membaca selengkapnya di notula berikut ini.

SESI MATERI

Apakah saat menunggu wisuda Ka Ferly langsung apply di perusahaan-perusahaan?

Sebagai seorang lulusan S1 Akuntansi konsentrasi Auditing, pastinya idealisme pasca kampus adalah untuk menjadi seorang Auditor atau Akuntan. Tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diraih selama empat tahun belajar di kelas. Menjadi Auditor di KAP Big 4 atau Akuntan di perusahaan bonafit yang reputable pastinya menjadi target mayoritas fresh graduate akuntansi.

Alhamdulillah sebelum diwisuda (sambil mengabdi sebagai Kepala Departemen Pendidikan BEM UNJ 2014 waktu itu) saya sudah diterima sebagai Associate Auditor di Kantor Akuntan Publik Deloitte (1 of the Big 4 Public Accountant Firm in the World). Seleksi sudah dimulai sejak masa skripsi. Alhamdulillah tawaran seleksi datang dari dosen saya langsung kepada beberapa mahasiswa pilihannya, kebetulan waktu itu saya pernah menjadi Asdos beliau selama satu tahun. Nah, penting nih membangun networking dengan dosen sejak masih jadi mahasiswa.

Serangkaian tes saya ikuti mulai dari Technical test, TOEFL test, interview HR & Interview Manager. Alhamdulillah diterima. Lalu setelah merintis karir sebagai Auditor, karir saya melanglang buana sampai ke sebuah perusahaan otomotif terkemuka (Trac – Astra International) dan kini merintis karir di sebuah BUMN Maskapai Penerbangan di Cengkareng, Soetta sebagai Accountant.

Perjuangan merintis karir tidak semulus pipi bayi. Berbagai proses saya alami mulai dari dunia maya hingga dunia nyata. Aktivasi media online, desak-desakan dan umpel-umpelan di Job Fair, sampai datang ke satu perusahaan hingga perusahaan lain untuk jobtest, interview, psikotest, sampai Nego gaji. Interview pun ada beberapa tahapan sob! Mulai dari interview HRD, interview user (manager / div.head), interview psikolog, interview direktur, sampai interview presiden direktur. Belum lagi ada test kesehatan (medical check up) dan yang terakhir negosiasi compensation & benefit (gaji yg kita inginkan). Alhamdulillah hasil tidak akan mengecewakan proses pastinya. Yang terpenting ketika kita pindah pekerjaan atau perusahaan, kita harus tanggung jawab terkait keputusan yang kita ambil. Serta survive menjalaninya. Career Plan harus konsisten dan tercapai targetnya!

Pernah mengalami penolakan tidak kak?

Wah penolakan pastinya pernah. Melihat kampus kita tak se-mentereng kampus kuning atau kampus besar lainnya. Banyak corporate Tbk/BUMN yang memprioritaskan kampus-kampus besar terlebih dahulu. Tapi saya tidak pantang nyerah. Terus belajar dari kesalahan, bangun networking, perbanyak ikhtiar dan tak lupa tawakal sama yang Maha Pemberi Rezeki.

Mengapa Kak Ferly lebih memilih jalur sebagai pekerja professional di perusahaan?

Jawaban paling simpel adalah karna ijazah saya Non Pendidikan, sehingga saya tidak bisa menjadi tenaga pendidik (guru) yang capable. Lalu, sebaliknya apakah yang ijazah pendidikan (S.Pd) tidak bisa bekerja di perusahaan? Bisa kok. Banyak alumni dengan ijazah S.Pd. yang bekerja di perusahaan, asalkan linier dengan bidang pekerjaan yang digeluti. Misal, Pendidikan Akuntansi sebagai akuntan, Pendidikan Tata Niaga sebagai Marketing atau SDM, Pendidikan Administrasi Perkantoran sebagai tenaga administrasi, dan lain-lain.

Atau yang gak linier dengan bidang kuliahnya juga banyak, biasanya pada posisi Management Trainee (MT) yang sifatnya general, di management trainee ini nantinya teman-teman akan di-rolling pada posisi finance, sales, marketing, produksi, teknik, dan sebagainya. Biasanya juga MT dibuka untuk seluruh jurusan dengan akreditasi dan IPK tertentu dan qualified pastinya.

Kenapa tidak jadi Dosen saja kak? Saya berencana untuk menjadi dosen, tapi bukan dosen akademisi yang mengedepankan research, melainkan dosen praktisi yang sudah professional di dunia praktis. Karena setelah beberapa tahun bekerja, ilmu akademis sangat berbeda penerapannya ketika terjun ke dunia kerja. Maka, diri ini bertekad untuk menjadi penjembatan untuk kedua bidang ini agar seimbang dan terintegrasi. Oleh karna itulah saya mengambil jalan ini. Mohon doanya sedang pemberkasan untuk seleksi kuliah master bulan depan.

Kenapa gak bisnis aja ka? Bisnis butuh resource yang cukup besar, mulai dari modal, human resource hingga ide dan hal-hal konkret lainnya. Tapi jangan menyerah dulu, semua bisa kita mulai dan bangun perlahan. Insya Allah sambil bekerja di perusahaan saat ini saya juga sedang merintis sebuah StartUp Tech Travel and Tourism: https://jelajahi.id/ Alhamdulillah kemarin sudah launch di Tech in Asia. Mohon doanya juga ya sob!

Setiap profesi pastinya punya benefitnya tersendiri. Berdasarkan pengalaman kakak, apa saja benefit jadi pekerja professional di perusahaan?

Setiap pilihan pasti ada benefit yang diambil, kira-kira benefit apa yang kita dapatkan sebagai pekerja professional di perusahaan yang saya sudah dapatkan ya?

Yang pasti adalah penghasilan tetap dan pasti setiap bulannya. (Ini jadi modal klo ditanya pertanyaan sama calon mertua nih… hehe). Lalu fasilitas kantor dan prasarana yang memadai (laptop dan seluruh peralatannya yang diberikan kepada kita, sarana olahraga dikantor)

Ada beberapa perusahaan yang memberikan fasilitas khusus seperti contohnya perusahaan saya yang memberikan tiket pesawat secara unlimited sepanjang tahunnya, atau di perusahaan lain yang memberikan fasilitas mobil untuk karyawannya bagi yang sudah mencapai jabatan tertentu. Lalu, juga ada Jaminan asuransi Kesehatan (gak hanya untuk kamu, tapi juga untuk istri dan tiga anak).

Kita bisa mengembangkan softskill dan hardskill (yang tidak didapat di kampus atau sekolah).

Serta yang paling penting adalah pengalaman baru (yang tentunya berguna untuk CV kamu).

Dibalik benefit, pasti ada hal-hal yang kurang mengenakkan saat menjadi pekerja professional di kantor. Seperti pekerjaan kita yang statis (delapan jam lebih berada di kursi dan meja di depan komputer). Hal tersebut bagi mantan aktivis kampus menjadi satu sisi yang kurang nyaman karna kita pasti cepat bosan dengan suasana statis seperti ini. Beda halnya jikalau kita memilih karir di dunia pendidikan atau wirausaha yang dinamis. Lalu, dalam beberapa waktu seperti peak season kita juga harus bekerja lembur sampai malam bahkan dini hari. Karna pekerjaan yang overload, waktu dan deadline yang sempit. Ya itulah hal-hal yang harus juga kita nikmatin guys!

Adakah tips dan trik bagi para fresh graduate yang mau terjun ke perusahaan kak?

1. Siapkan CV dan Surat Lamaran yang kece

Curriculum Vitae (CV) sejatinya sebagai senjata awal kita dalam memberikan informasi tentang “siapa kita” kepada pihak perusahaan yang kita lamar, itulah kenapa CV menjadi penting.

Mau cari kerja, butuh pengalaman. Mau cari pengalaman, butuh kerja. Dilema ini sering kali dirasakan mahasiswa yang baru akan mulai mencicipi dunia profesional. Kalau yang sudah punya banyak pengalaman kerja atau magang sih, enak. Bagaimana dengan yang tidak? Apa yang mau ditulis di CV ya?

Tapi jangan khawatir kalau kamu akan mendaftar ke suatu perusahaan dengan CV yang kosong di bagian working experience. Ada banyak hal, kok, yang bisa kamu tulis di aplikasi selain pengalaman kerja.

Kamu bisa tulis: Data Diri Lengkap, Singkat dan Padat. Pengalaman Organisasi Saat Kuliah. Cantumkan Pendidikan, Pelatihan, Prestasi. Jangan lupa Kemampuan Khusus serta Referensi. Jangan lupa desainnya harus menarik dan eye catching ya guys. Jangan samakan dengan CV kita yang polos saat menjadi pembicara di kajian/seminar. Karena CV yang masuk ke HRD sebuah perusahaan dalam satu posisi itu itu bisa ratusan hingga ribuan. Selain isi yang bagus, tampilan dan desain harus menarik agar bisa dilirik.

Selengkapnya kamu bisa explore di http://unjkita.com/serial-amunisi-fresh-graduate-2-menyusun-amunisi-curriculum-vitae/ ya sob.

2. Bangun Jaringan Seluas Mungkin

Kamu tentu pernah mendengar ucapan bijak “Bukan apa yang kita tahu, tapi siapa yang kita tahu.” Kelilingi diri kamu dengan orang-orang berkualitas, baik dari dunia karir maupun personal. Hadiri acara yang berhubungan dengan dunia karir atau industri yang kamu idamkan.

Kelilingi diri kamu dengan orang-orang berkualitas, baik dari dunia karir maupun personal.

Semakin banyak informasi tentang lowongan pekerjaan pastinya ini akan mempermudah kalian menemukan pekerjan yang tepat, oleh karena itu perluas jaringan pertemanan kalian atau hubungi kembali kerabat yang sudah lama tidak berjumpa. Selain ini akan berguna untuk kalian saat kalian belum bekerja, jaringan yang kalian bangun sejak dini akan sangat bermanfaat untuk kalian nantinya.

3. Pertajam Skill dan Pengetahuan

Bukan hanya ijazah yang berpengaruh pada proses perekrutan karyawan, skill dan pengetahuan yang kita miliki adalah faktor paling penting yang dinilai oleh bagian yang akan menyeleksi kita. Skill merupakan amunisi untuk bersaing dengan fresh graduate lain, semakin banyak bidang yang kita kuasai, makin kemahiran dengan bidang yang biasa kalian geluti maka makin baik penilaian yang akan diberikan.

Jadi tidak ada salahnya seraya menunggu panggilan pekerjaan sobat juga mempertajam skill dan kemampuan, misalnya saja kalian dapat mengisi waktu dengan mengikuti kursus bahasa asing seperti bahasa Inggris, Jepang atau Mandarin. Atau kita bisa juga mengikuti kursus brevet pajak, kursus desain, public speaking, dan sebagainya ini mungkin adalah pilihan yang tepat.

4. Optimasi Linkedin

Dengan era internet seperti sekarang, LinkedIn telah menjadi sebuah alat pencari kerja yang besar, dimana kalian dapat terhubung dengan para alumni dari sekolah kalian sebelumnya. Tentu saja, hal ini membuat kalian memiliki jaringan koneksi yang besar dan akses cepat untuk menghubungi orang-orang tersebut.

Fungsi linkedIn disini mampu mendongkrak daya tawar kamu sebagai pelamar dan pencari pekerjaan, karena bisa dibilang linkedIn adalah CV online kamu di internet yang sudah  memberikan semua info tentang kamu.

Namun yang perlu diperhatikan disini adalah menggunakan bahasa yang lebih professional dalam menjelaskan ‘siapa kamu’ dan ‘apa yang bisa membuat saya tertarik merekrut kamu’, karena itu adalah modal awal kamu untuk mendapatkan daya tawar dalam mencari pekerjaan. Ayo yang belum punya akun LinkedIn segera daftar ya.

5. Daftarkan diri di Situs Pencari Loker & Datang ke Job Fair

Di Era digital saat ini kita diberikan kemudahan dalam hal distribusi data. semuda data kita dengan mudahnya didistribusikan secara online, sehingga bermuncuan beberapa situs lowongan kerja. kamu cukup upload dan buat sebaik mungkin CV kamu.

Berikut beberapa situs lowongan kerja yang saya rekomendasikan: Jobstreet.co.id, Jobsdb.com, Karir.com atau kamu juga bisa mampir ke http://unjkita.com/lowongan-kerja/ karena UNJKita telah menjalin Strategic Partnership dengan Student Job Indonesia untuk penyedia lowongan Full Time, Part Time, Volunteer, hingga Internship (magang).

Jangan lupa untuk perbesar ikhtiar kita bisa hadir ke Job Fair. Job Fair atau Job Expo sering diselenggarakan sebagai sarana untuk mempertemukan perusahaan dengan calon-calon karyawannya. Ada banyak perusahaan yang ikut serta, sehingga dengan hanya mendatangi tempat di mana diselenggarakannya pameran ini, Kamu bisa langsung melamar ke banyak perusahaan. Dengan demikian, dapat menghemat waktu dan biaya daripada harus mendatangi atau mengirim surat lamaran kepada perusahaan satu per satu. Strategi jitu menuju job fair sudah saya kupas tuntas di http://unjkita.com/serial-amunisi-fresh-graduate-3-menyusun-strategi-menuju-job-fair/

6. Persiapkan diri Untuk Wawancara & Psikotest

Pada umumnya, setiap orang yang akan melamar pekerjaan akan melalui tahap wawancara. Setelah lulus seleksi dokumen (surat lamaran kerja dan CV) dan psikotest, tes wawancara merupakan tes yang paling menentukan diterima atau tidaknya si pelamar kerja di perusahaan. Tes wawancara sering dikatakan sebagai momok dalam melamar pekerjaan karena cenderung menegangkan untuk orang-orang yang baru pertama kali melamar pekerjaan.

Sehingga sering kali bagi pelamar kerja pemula mengalami kegagalan pada tahap tes ini. Salah satu penyebab kegagalan dalam tes wawancara adalah kurangnya persiapan sang pelamar kerja terkait materi wawancara dan perilaku sebelum tes wawancara dimulai. Sehingga, ketika wawancara kerja berlangsung, peserta akan merasa gugup dalam menjawab pertanyaan, dan performa saat wawancara pun menjadi kurang baik.

SESI DISKUSI

Pertanyaan pertama:

Kak mau tanya kalau jurusan kita gak benar-benar lurus sama keinginan. Seperti pendidikan ekonomi tapi planning mau berkarir di akuntansi, gimana kak peluangnya? Sempet melamar job accounting belum ada respon. Apa kalau belum lulus juga susah dapatkan pekerjaan sesuai dengan minat kita. Oleh: Ika, EA 2013

Jawaban:

Oke, biasanya kalau belum ada respon ada beberapa hal yang harus kita perbaiki dan cermati lagi nih. Misal, dalam lowongan di JobStreet adakah mensyaratkan pengalaman kerja sebelumnya? Biasanya ini agak sulit untuk para fresh graduate yang minim bahkan nihil pengalaman kerja. Maka kita sebaiknya apply lowongan di perusahaan yang membuka kesempatan bagi fresh graduate.

Kemudian adakah persyaratan untuk lowongan tersebut khusus hanya untuk Accounting saja? Atau yang berhubungan dengan finance and economic juga boleh? Cek juga di persyaratannya. Lalu, yang terakhir perbanyak ikhtiar dengan banyak cara di atas, perbanyak networking, perbaiki CV yang bagus, terus ikhtiar ke perusahaan-perusahaan dan jobfair, banyak-banyak doa dan tawakal kepadaNya

Tanggapan Penanya:

Boleh nanya lagi gak kak? Kalau internship yang sudah dicek tahapan yang kakak share di atas. Namun, juga belum direspon, perlu kira email untuk menanyakan kemajuan apply-an kita. Pernah merasa hopeless gak waktu merasa ditolak dan mau pindah ke profesi lain yang mungkin selinier dengan jurusan/ kesempatan kerja lain?

Tanggapan Pemateri:

Boleh email ke HRD Corporate-nya dengan bahasa yang santun ya. Coba saja ditanyakan apakah posisi internship tersebut masih dibuka kesempatan seleksinya atau sudah ditutup. Saya bahkan pernah langsung telepon. Jadi, biar dapet kepastian dan tidak digantungin. Tapi kalau menelepon jika sudah 1-2 kali tahapan seleksi ya.

Hopeless sih pernah, wajar dan manusiawi kok karna gagal dan ditolak. Tapi yang penting jangan patah semangat dan banting setir untuk pindah profesi. Mungkin saja ikhtiar dan tawakal kita belum maksimal. Maka mohon bersabar ini ujian.

Pertanyaan kedua:

Kalau untuk praktisi akuntan publik begitu, lebih baik ambil studi master (S2) atau sertifikasi profesi ya kakyg lebih baik didahulukan yang mana kak? Oleh: Guruh Triyanto, Akuntansi UNJ

Jawaban:

Nah karna saya belum jadi Audit Partner jadi pertanyaan ini belum cocok kalau ditanyakan ke saya. Lebih baik ditanya ke partner-nya langsung saja hehe. Tapi kalau biasanya untuk praktisi prefer kejar sertifikasi (CPA or CA) dulu sebelum gelar master. Karna gelar sertifikasi profesi yang menaikan derajat praktisi tersebut. Dan untuk menggapai gelar praktisi harus memenuhi persyaratan minimum pengalaman kerja dan praktiknya.

Pertanyaan ketiga:

Berdasarkan pengalaman Kak Ferly sendiri, apakah lebih mudah jika jalur karirnya bermulai dari KAP untuk bisa menjadi CPNS atau pegawai BUMN? Seperti yg kita tahu untuk menjadi PNS atau BUMN adalah impian banyak orang dan harus melalui persaingan yg cukup ketat. Oleh Prayoga Fahmy, Akuntansi 2013

Jawaban:

Banyak orang yang mengatakan bahwa berkarir di KAP sebagai batu loncatan. Saya pun pribadi mengiyakan hal tersebut. Mengapa demikian?

Karna mayoritas KAP banyak yg menerima Fresh Graduate Accounting, dibandingkan Corporate yang mengutamakan Experience (Pro Hired). di KAP kita dilatih untuk menganalisa dan memeriksa laporan keuangan klien (Corporate) sehingga kita sudah lihai. Nah setelah lihai baru deh kita masuk ke Corporate sebagai Accountant yg tugasnya membuat laporan keuangan tersebut. Ini case empiris saya di KAP –> Swasta Tbk –> BUMN.

Itu untuk case KAP dan Corporate ya. Baik Corporate Swasta ataupun BUMN. Tapi case-nya tidak berlaku untuk CPNS, karena seleksi CPNS tidak mengutamakan pengalaman kerja sebelumnya. Lebih kepada expertise dan kecerdasan para CPNS dalam menjawab seleksi-seleksi di CPNS tersebut.

Pertanyaan keempat:

Dari sekian banyak perusahaan yang Kak Ferly ‘singgahi’ , di perusahaan apa yang menurut kakak paling berkesan dan benefitnya lebih banyak baik dari segi materil atau hal lainnya?

Jawaban:

Benefit yang paling banyak adalah Alhamdulillah saya bisa dapat softskill & hardskill yang tidak didapat di bangku kuliah, melihat banyak materi kuliah ternyata beda banget loh sama praktik di lapangan. Dan ini PR besar bagi para expertise untuk mengembangkan ilmunya lagi. Belum lagi pengalaman ketemu banyak orang dan perbanyak networking. Serta jaminan kesehatan yang tidak bisa diuangkan dengan nominal yang cukup besar. Serta fasilitas lainnya yang Alhamdulillah banget nih.

Alhamdulillah di kantor saya saat ini bisa dapat fasilitas tiket terbang unlimited dengan pesawat kemanapun dan kapanpun. Ini berlaku untuk seluruh karyawan tanpa terkecuali. Kalau diuangkan dengan nominal ini sulit hitungnya. Alhamdulillah hobi travelling saya bisa terbayarkan disini.

Ada lagi banyak perusahaan yang memberikan fasilitas kendaraan bermotor bahkan rumah tinggal bagi pegawainya yang sudah mencapai jabatan tertentu. Nah, ini juga jadi benefit yang besar jika dinominalkan.

Pertanyaan kelima:

Kak, sebenarnya peluang mahasiswa kependidikan di perusahaan sebesar dan sekecil apa ya ka? Karena saya cukup pesimis untuk bisa menembus perusahaan yang saya idamkan. Mengingat background pendidikan saya, anak pendidikan. Tapi untuk terjun ke dunia pendidikan juga masih belum sepenuh hati. Apalagi kebanyakan perusahaan mensyaratkan lulusan akuntansi. Sedangkan, sebagai anak prodi bukan akuntansi, dapat materi akuntansinya gak banyak. Oleh Devi, FE 2014

Jawaban:

Kecil dan besarnya itu tergantung seberapa besar ikhtiar kita loh. Banyak lulusan FE UNJ yang kependidikan merintis karir di perusahaan. Banyak juga yang melanjutkan karir di perbankan atau mengambil jalur rekrutment yang umum (available untuk fresh graduate dan seluruh jurusan) misalnya posisi management trainee.

Apa itu Management Trainee? Management Trainee adalah sebuah program yang diberikan pelatihan On The Job training dalam sebuah masa (1-3 tahun) di sebuah perusahaan. Biasanya MT lulusannya akan menempati posisi middle management (junior management) satu tingkat di atas staff.

MT ada yang sifatnya general dan ada yang sifatnya khusus. MT yang sifatnya general bisa untuk seluruh jurusan, nanti kamu bisa di-rolling ke seluruh posisi yang ada di corporate tersebut seperti Sales, Marketing, Produksi, Finance, Teknik, dan lain-lain. Baru setelah lulus dan penempatan kamu akan ditempatkan sesuai kualifikasi pada saat OJT.

MT yang sifatnya khusus di-rolling pada bidang yang spesifik. Misalnya, dulu saya MT Finance and Administration di Astra. Maka saya di-rolling di Accounting, Finance, Tax, Budget, Cash, Internal Audit, dan lain-lain. Nah, kamu coba apply di perusahaan yang membuka posisi bagi fresh graduate dan terbuka untuk seluruh jurusan ya. Atau posisi Management Trainee juga bisa

Pertanyaa keenam:

Ingin bertanya tentang karier kepenulisannya nih Kak, gimana tips-tipsnya agar hobi nulis kita bisa dimaksimalkan sampai menjadi hobi yang terbayarkan? Oleh: Aan, FT

Jawaban:

Ada pepatah mengatakan : “ala bisa karena biasa…” Maka, menulis sudah jadi makanan sehari-hari kita (bahkan harus jadi kebutuhan) supaya passion kita trus digasspoll. Nah kalau saat masih jadi mahasiswa kamu bisa kirim artikel tulisanmu ke beberapa media cetak dan elektronik, biasanya di kolom opini mahasiswa itu suka dibuka.

Pasca kampus kamu bisa berkarir sebagai jurnalis atau editor media mainstream. Tapi tetap pertahankan idealisme ya supaya tulisan kita bisa jadi senjata yang optimal untuk mencerdaskan dan mencerahkan. Jangan sampai idealisme kita luntur sama media-media kini.

Pertanyaan ketujuh:

Ka boleh tau gak kiat-kiat biar bisa dapat pekerjaan di Garuda bagaimana? Dengar-dengar TOEFL-nya harus 500 ya ka sekarang? Oleh: Steria, TN 2013.

Jawaban:

Jalur Garuda itu macam-macam rekrutmennya. Saya kebetulan masuk lewat jalur rekrutmen anaknya di Citilink – Garuda Indonesia. Kemarin seleksinya cukup simpel kok hanya interview HRD, interview manager, interview Vice President, psikotest online, sampai ke medical check up dan nego gaji.

Baca juga: Notula Ruang Terbuka UNJKita serial Fresh Graduate – Part 2: “Fokus Meraih Omset Puluhan Juta Rupiah Pasca Wisuda”

PENUTUP

Lulus kuliah adalah momentum yang sangat membahagiakan untuk kita dan orang tua. Lulus kuliah merupakan tahap awal untuk menghadapi kehidupan yang sesungguhnya, yaitu dunia kerja. Menjadi lulusan baru (Fresh Graduate) memang agak sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Karena jaman sekarang rata-rata perusahaan hanya mau merekrut orang yang sudah memiliki pengalaman kerja.

Dalam mencari kerja kita masih harus berjuang dan bersaing satu dengan lainnya. Tak jarang, para fresh graduate pun akan memikirkan matang-matang tentang pekerjaannya. Apa yang akan dilakukan untuk mencari uang. Berapa yang ingin dihasilkan dalam jangka waktu tertentu. Hal itu tentu akan menjadi dasar pertimbangan dalam mencari. Buat kamu sobat UNJKita yang baru saja menjadi atau bakal calon fresh graduate nantinya, tidak usah khawatir dengan persaingan yang ketat di luar sana.

Perbanyak ikhtiar dengan enam poin yang sudah saya paparkan diatas;  siapkan CV dan Surat Lamaran yang kece, Bangun Jaringan Seluas Mungkin, Pertajam Skill dan Pengetahuan, Optimasi LinkedIn, Daftarkan diri di Situs Pencari Loker & Datang ke Job Fair, dan Persiapkan diri Untuk Wawancara & Psikotest.

Buat kamu yang masih kurang puas dengan segmen rubrik ini, bisa pantengin tulisan informatif kami seputar pasca kampus dan tips karir di http://unjkita.com/category/alumni/tips-karir/ yaa sob! Buat kamu yang sedang mencari lowongan internship, volunteer, part time atau full time bisa juga mampir ke http://unjkita.com/lowongan-kerja/ kerja sama strategis antara UNJKita dan Student Job Indonesia.

Besar kecilnya peluang kamu diterima tergantung besar kecilnya ikhtiar kita sob! Jangan patah semangat untuk terus ikhtiar dan Perbanyak ibadah kita kepada sang maha pemberi Rizki ya.

Sudah jelas bukan bahwa pencapaian Kak Ferly saat ini tidak semudah membalikkan telapak tangan atau secepat mie instan. Namun ada waktu, materi, pikiran, dan peluh yang harus terkuras lebih banyak daripada orang lain pada umumnya. Yakinlah bahwa hasil tak akan mengkhianati proses. Berproseslah dengan baik, hingga kelak akan kau dapati keberkahan tiada akhir. Selamat berproses dan berjuang. Nantikan kembali Rubrik UNJKita edisi berikutnya dengan tema yang tak kalah menarik.

See you on top, guys!

*Notula dibuat oleh Ninnete Ika Asyifa, S.Pd.

Komentar Kamu?

BAGIKAN
Pendidik anak usia sekolah dasar yang terhipnotis dengan dunia tulis-menulis dan public speaking~