<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Advokasi Archives - UNJKita.com</title>
	<atom:link href="https://unjkita.com/tag/advokasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://unjkita.com/tag/advokasi/</link>
	<description>Saling Menginspirasi untuk Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 Nov 2017 00:43:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/08/cropped-unjkita-32x32.png</url>
	<title>Advokasi Archives - UNJKita.com</title>
	<link>https://unjkita.com/tag/advokasi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Manfaat Advokasi Kampus Dalam Kacamata Islam</title>
		<link>https://unjkita.com/manfaat-advokasi-kampus-dalam-kacamata-islam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[UNJKita.com &#124; @pemburukampus]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Nov 2017 00:43:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Advokasi]]></category>
		<category><![CDATA[Opini Mahasiswa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=16937</guid>

					<description><![CDATA[<p>Saat mendengar kata manfaat, apa yang ada dalam benak pikiran kalian? Manfaat menurut bahasa ialah guna atau faedah, sedangkan menurut Dennis Mc Quail dan Sven...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/manfaat-advokasi-kampus-dalam-kacamata-islam/">Manfaat Advokasi Kampus Dalam Kacamata Islam</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Saat mendengar kata manfaat, apa yang ada dalam benak pikiran kalian?</p>
<p>Manfaat menurut bahasa ialah guna atau faedah, sedangkan menurut Dennis Mc Quail dan Sven Windahl, manfaat merupakan harapan sama artinya dengan <em>explore</em> (penghadapan semata-mata menunjukan suatu kegiatan menerima). Dalam dunia kampus, tentunya kita tidak akan asing dengan istilah &#8216;advokasi&#8217;,  apa itu advokasi? Pengertian advokat secara bahasa, berasal dari bahasa latin yaitu <em>advocare</em>, yang memiliki arti <em>defend</em> (mempertahankan), <em>to call to ones said</em> (memanggil seseorang untuk mengatakan sesuatu), <em>to vouch or to warrant</em> (menjamin). Sedangkan pengertian advokat secara istilah, adalah seorang yang melaksanakan kegiatan advokasi yaitu suatu kegiatan atau upaya yang dilakukan seseorang atau kelompok orang untuk memfasilitasi dan memperjuangkan hak-hak, maupun kewajiban klien seseorang atau kelompok berdasarkan aturan yang berlaku.</p>
<p>Dengan adanya advokasi di dunia kampus, tanpa kita sadari bahwa berdirinya advokasi itu sangat membantu beban para mahasiswa, keberadaan advokasi menjadi mediator bagi para mahasiswa. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, <em>“Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang Mukmin, maka Allâh melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Barangsiapa memudahkan (urusan) orang yang kesulitan (dalam masalah hutang), maka Allâh Azza wa Jalla memudahkan baginya (dari kesulitan) di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutupi (aib) seorang Muslim, maka Allâh akan menutup (aib)nya di dunia dan akhirat&#8221;</em>.</p>
<p>Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya. Kita cermati hadis tersebut, bahwa memang betul keberadaan advokasi dikampus sangat membantu keluh kesah para mahasiswa, para pejuang advokasi mereka ialah para punggawa yang memang telah Allah pilih diantara ribuan mahasiswa yang titipkan dipundaknya suatu amanah besar, yakni menjadi tempat para mahasiswa untuk mengadukan berbagai jenis problem yang dihadapinya.</p>
<p>Manfaat advokasi sangat terasa jelas didunia kampus, karena tangan-tangan para punggawa advokasi selalu tersebar disegala penjuru kampus, kehadiran mereka seperti halnya cahaya yang menerangi kegelapan, uluran tangan mereka sangat berpengaruh besar dalam dunia kampus ini. Jiwa dan raga mereka kerahkan untuk turut serta dalam mengadvokasi mahasiswa. Lelah dan letih terlalu sering mereka rasakan, karena bagi mereka keringat akan suatu amalan yang bernilai baik disisi Allah ialah amalan yang dilakukan dengan ikhlas tanpa meminta imbalan apapun. Bagi mereka mahasiswa yang sejati itu ialah mereka yang bisa menebar manfaat disekitarnya, bukan mereka yang duduk manis tanpa memikirkan keadaan disekelilingnya. Karna kalau bukan kita yang turun serta membantu mereka, lantas siapa lagi?</p>
<p>Diri ini terlalu zalim, jika membiarkan begitu saja melihat mahasiswa yang memang perlu bantuan kita, kita memang bukan siapa-siapa didunia kampus ini, namun kita berharap dengan keberadaan advokasi didunia kampus ini, masa depan generasi bangsa ini akan semakin maju, pendidikan di Indonesia ini akan semakin berkembang. Perlu kita ketahui, bahwa dengan keberadaan advokasi ini, mencerminkan bahwa kita hidup ini tidak sendiri, melainkan selalu membutuhkan orang lain, bahkan saat menuju liang lahat pun kita masih membutuhkan bantuan orang lain. Tujuan mulia para pengemban amanah ini memang tidaklah mudah, ketika aspirasi kita tak didengar oleh petinggi-petinggi kampus, saat mahasiswa berkeluh-kesah perihal pembayaran UKT yang belum ia tunaikan, siapa yang bisa menjadi penengah mereka selain para punggawa advokasi kampus, kinerja mereka memang tak terlihat nyata, namun hasil dari kinerja mereka lah yang menghasilkan buah manfaat bagi para mahasiswa. Bahkan ketika ada mahasiswa yang mungkin telah putus asa dengan besarnya UKT didunia kampus ini, lagi-lagi keberadaan advokasi memberi penengah, mereka selalu memotivasi mereka agar tetap terus menimba ilmu,besarnya nominal UKT itu tidak masalah bagi para pelajar, karena selalu ada beasiswa bagi mereka yang memang memiliki tekad kuat untuk menimba ilmu di dunia kampus ini.</p>
<p>Tanpa kita sadari, bahwasannya para punggawa advokasi itu selalu mementingkan kepentingan orang lain diatas kepentingan mereka pribadi. Seperti halnya Khalifah Umar bin Khattab, ia tidak akan tidur,sebelum memastikan bahwa semua umatnya telah tidur dengan keadaan yang aman. Dengan demikian, maka adanya advokasi di dunia kampus,telah membuktikan dengan nyata bahwa peran mahasiswa memang sangat besar dalam mensukseskan pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu, sebagai mahasiswa sudah selayaknya kita bergerak bersama demi jayanya Indonesia tercinta ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Oleh: R. Siti Nurlela (Mahasiswi Ilmu Agama Islam FIS UNJ 2016)</strong></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/manfaat-advokasi-kampus-dalam-kacamata-islam/">Manfaat Advokasi Kampus Dalam Kacamata Islam</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Advokasi Kita</title>
		<link>https://unjkita.com/advokasi-kita/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[UNJKita.com &#124; @pemburukampus]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Mar 2017 02:35:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Advokasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=7205</guid>

					<description><![CDATA[<p>Polemik di kampus ialah suatu benang kusut yang mestinya diluruskan. Adalah mereka: (beberapa) bapak-ibu kita di kampus, yang terkadang ikut andil membuat benang tersebut demikian....</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/advokasi-kita/">Advokasi Kita</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Polemik di kampus ialah suatu benang kusut yang mestinya diluruskan. Adalah mereka: (beberapa) bapak-ibu kita di kampus, yang terkadang ikut andil membuat benang tersebut demikian. Entah itu sikap tak acuh terhadap keluhan mahasiswa terkait UKT. Atau juga pembagian kelas yang entah kenapa awal semester ini bermasalah, seperti ketidaksesuaian jadwal yang dipegang dosen yang bersangkutan dengan jadwal yang terpampang di depan kelas. Sehingga beberapa dosen pun “bertabrakan” jadwal pemakaian kelasnya. Kurangnya kepedulian dan kurangnya keseriusan, kalau boleh dikatakan demikian, mungkin hulu dari problema yang disebutkan di atas.</p>
<p>Perlakuan kurang kooperatif pun terkadang mereka &#8220;khilaf&#8221; melakukannya. Seperti enggannya mereka memaparkan transparansi beberapa persoalan mengenai keuangan yang bertalian dengan anak-anak mereka, kita, Mahasiswa. Hingga sikap kritis yang dilancarkan Mahasiswa terkadang menuai sambutan yang tak seharusnya. Juga beberapa persoalan yang telah kita rasakan –atau mungkin akan dirasakan-.</p>
<p>Advokasi, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yakni pembelaan dan penggagas. Secara terminologi advokasi ialah aksi strategis untuk menciptakan keadilan dalam kebijakan. Karena Advokasi itu membela, merubah, memajukan, dan menciptakan suatu keadilan.</p>
<p>Advokasi bukan Revolusi. Karena Advokasi itu bersifat strategis, sistematis, dan kontinyu. Advokasi dilakukan secara perseorangan ataupun berkelompok. Advokasi diperlukan karena adanya ketidakadilan, ada orang yang unable dalam memperjuangkan haknya,</p>
<p>3 hal yang diperjuangkan dalam advokasi: HAM, Pengakuan Hak, dan Keadilan.</p>
<p>Advokasi yang ideal harus berorientasi pada kepentingan publik, tidak menjadi monopoli kaum elit, tidak “blamming the victim”, dan sebagai sarana untuk memperjuangkan kebijakan dan keadilan sosial. Perlu diketahui juga jenis-jenis advokasi itu sendiri, yakni:</p>
<ol>
<li>Advokasi Litigasi : pendampingan, pembelaan, proses peradilan.<br />
2. Advokasi Non-litigasi : pendidikan dan pelatihan, penyuluhan, mediasi, konsiliasi, negosiasi, investigasi dan demonstrasi<br />
3. Advokasi Extra-litigasi : review kebijakan publik.</li>
</ol>
<p>Setelah melihat pembagian di atas, advokasi kita masuk kedalam advokasi non-litigasi. Yang tidak meempuh proses peradilan dan belum sampai mereview kebijakan publik.</p>
<p>Sebuah spirit pembelaan yang akhirnya melahirkan banyak organisasi-organisasi pergerakan di kampus. Pun dengan sepenuhnya membawa semangat pembelaan tersebut dan terbentuklah sebuah departement atau divisi advokasi dari tingkat prodi, fakultas hingga universitas yang mengisi ruang-ruang di bawah BEMP atau Hima dalam tingkatan prodi, BEMF dalam tingkatan fakultas dan terakhir di tingkat BEM Universitas. Di tingkat Universitas, di kampus kita Advokasi BEM UNJ memiliki underbouw, kita mengenalnya TPM, Tim Pembela Mahasiswa</p>
<p>Napak tilas, zaman Rasulullah Muhammad s.a.w., beliau pernah menjadi mediator yang baik, dikala para kabilah bersitegang mengenai penentuan kabilah mana yang berhak meletakkan Hajar Aswad. Dengan cerdasnya beliau mengusulkan ide bahwa setiap petinggi kabilah memegang sudut-sudut sorbannya yang sebelumnya dibentangkan dan Hajar Aswad diletakkan di atasnya.</p>
<p>Pun dengan sahabat Utsman bin Affan yang membeli sumur seorang yahudi yang atas pembelian tersebut ummat saat itu tidak lagi dibebankan biaya, lebih-lebih biaya yang teramat tinggi seperti yang dipatok oleh seorang yahudi yang dimaksud. Beliau, Ustman bin Affan, bernegoisasi untuk akhirnya sumur tersebut berpindah tangan, dan beliau membela ummat dari kesewenang-wenangan yang bersangkutan dengan menjual air di atas harga normal. Dengan sebelumnya Ustman bin Affan membeli setengah dari sumur tersebut yang digunakan selang sehari. Sehari iya sehari tidak. Melihat pada hari sumur itu menjadi miliknya ( yahudi tadi), ia tidak mendapati orang-orang membeli air darinya lagi maka ia menjual setengahnya lagi ke Ustman bin Affan.</p>
<p>Dari Abu Hurairah r.a, dari Nabi s.a.w., Beliau bersabda:</p>
<p>“Barangsiapa melepaskan dari seorang mukmin satu kesusahan dunia, maka Allah akan melepaskan satu kesusahan di antara kesusahan di akhirat dari padanya&#8230;” (HR. Imam Muslim). Beruntunglah kamu yang mencoba membantu saudaranya baik dalam suatu bingkai organisasi: advokasi kampus, maupun yang tidak. Sebab, bukankah manusia yang baik ialah manusia yang bermanfaat bagi sesama? &#8220;Khairunnas Anfa&#8217;uhum linnas: sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi yang lainnya.&#8221;</p>
<p>Selanjutnya ialah bagaimana niat baik yang telah menyala dalam dada tidak berganti redup menjadi niat yang tidak-tidak, seperti niat ingin dipuji atau yang lainnya. Terus jaga api niat tersebut untuk tetap menyala berdasarkan niat beribadah dengan cara mengadvokasi kawan-kawan yang lain.<br />
Selamat berjuang dalam senyap kawan-kawan advokasi!</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam bishowab</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Oleh  : Asrul Pauzi Hasibuan</strong></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/advokasi-kita/">Advokasi Kita</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Indah Luthfikasari Sang Pejuang Advokasi Mahasiswa UNJ</title>
		<link>https://unjkita.com/indah-luthfikasari-sang-pejuang-advokasi-mahasiswa-unj/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gia Ghaliyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Mar 2017 04:42:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Advokasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=6626</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hi sobat UNJKita.com! Ternyata banyak sekali mahasiswa-mahasiswa yang mempunyai niat baik untuk saling menginspirasi dan membantu sesama. Kali ini, Tim UNJKita akan mengenal lebih dekat...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/indah-luthfikasari-sang-pejuang-advokasi-mahasiswa-unj/">Indah Luthfikasari Sang Pejuang Advokasi Mahasiswa UNJ</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Hi sobat UNJKita.com! Ternyata banyak sekali mahasiswa-mahasiswa yang mempunyai niat baik untuk saling menginspirasi dan membantu sesama. Kali ini, Tim UNJKita akan mengenal lebih dekat dengan seorang mahasiswa Pendidikan Bahasa Jerman, FBS, Angkatan 2013 sebagai pejuang advokasi mahasiswa UNJ. Tugas utamanya adalah membantu mencarikan solusi dari permasalahan mahasiswa-mahasiswa UNJ, terutama permasalahan UKT. Ialah Indah Luthfikasari.</p>
<p>Perempuan kelahiran Banyumas, 8 Juni 1995, percaya bahwa, &#8220;Barangsiapa memudahkan orang lain, maka dimudahkan urusanmu.&#8221; Dengan moto tersebut, Indah memilih untuk berkecimpung dan melatih dirinya di bidang Advokasi. Terbukti, ia merupakan Kepala Departemen Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa BEM FBS 2016-2017. Saat ini, Indah bersama teman-temannya akan fokus mengadvokasi mahasiswa UNJ melalui wadah Departemen Advokasi BEM UNJ 2017-2018.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>Baca juga:</strong> <strong><span style="color: #800000;"><a style="color: #800000;" href="http://unjkita.com/ariq-fauzan-hakim-ingin-menularkan-inspirasi-untuk-mewujudkan-prestasi-unj-melalui-bidang-debat/">Ariq Fauzan Hakim Ingin Menularkan Inspirasi untuk Mewujudkan Prestasi UNJ Melalui Bidang Debat</a></span></strong></p>
<p><em>Penasaran dengan kisah Indah tentang perjuangannya mengadvokasi mahasiswa UNJ?</em></p>
<p>Yuk, simak hasil wawancara Tim UNJKita bersama Indah Luthfikasari!</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<h4><em><strong>Sejak menjadi mahasiswa sudah berapa lama Indah berperan sebagai pejuang advokasi? Dan apa latar belakang Indah menjadi pejuang advokasi untuk teman-teman Mahasiswa UNJ?</strong></em></h4>
<p>Saya menjadi pejuang advokasi sejak saya tergabung dalam kepengurusan di BEM Jurusan Bahasa Jerman (sekarang berubah menjadi BEMP Pend. Bahasa Jerman) sampai saat ini di BEM UNJ 2017-2018.</p>
<p>Jujur saja, kala itu saya tidak tertarik berkecimpung di Departemen Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa (Adkesma) karena keinginan saya adalah untuk bisa masuk di Departemen Kaderisasi (PSDM) mengingat tugasnya sangat keren, yaitu bisa langsung berkecimpung di agenda besar. Tapi dikarenakan sudah terlalu banyak peminat dan di Departemen Adkesma masih sedikit peminatnya, maka saya memilih untuk mengganti pilihan saya untuk belajar bersama di Departemen Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa (Adkesma).</p>
<p>Latar belakang saya menjadi pejuang di advokasi sederhana, yaitu karena saya tertarik untuk selalu menjadi manusia yang berguna untuk sesama (teman saya sendiri).</p>
<blockquote><p><strong>karena saya tertarik untuk selalu menjadi manusia yang berguna untuk sesama (teman saya sendiri).</strong></p></blockquote>
<h4><em><strong>MasyaAllah, latar belakangnya sungguh mulia sekali, Indah. Lalu, adakah pengalaman paling berharga selama mengadvokasi teman-teman sendiri? Boleh ceritakan?</strong></em></h4>
<p>Banyak banget! Dari mulai mengawal kebijakan kampus, yang kala itu uang pangkal untuk mahasiswa baru jalur Penmaba berhasil kita hapuskan, menjadi jembatan penghubung aspirasi mahasiswa dengan birokrat yang terlaksana dengan mengadakan dialog terbuka, membantu adik-adik mahasiswa baru yang memang notabene mereka berasal dari luar kota dan belum tahu apa-apa mengenai informasi alur dan sebagainya, maka kita mencoba memberi tahu informasi, dan masih banyak lagi kesibukan di Advokasi yang memang kita kerjakan.</p>
<p>Tapi, hal yang paling tak terlupakan adalah ketika saya dan teman-teman prodi berhasil membantu teman saya yang kesulitan membayar UKT.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-6629 aligncenter" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Indah-Lutfikasari-2.jpg" alt="" width="720" height="480" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Indah-Lutfikasari-2.jpg 720w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Indah-Lutfikasari-2-150x100.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Indah-Lutfikasari-2-800x533.jpg 800w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Indah-Lutfikasari-2-630x420.jpg 630w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Indah-Lutfikasari-2-640x427.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Indah-Lutfikasari-2-681x454.jpg 681w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /></p>
<p>Banyak sekali sentilan-sentilan kecil dari teman-teman saya. Sebagai contoh, &#8220;Kok lu mau sih kerja saat liburan kuliah? Emang lu gak lelah liburan masih di kampus?&#8221; dan lain-lain. Tapi, ya itulah tugas advokat yang memang harus siap sedia membantu, tak peduli kapanpun dan dimanapun.</p>
<blockquote><p><strong>itulah tugas advokat yang memang harus siap sedia membantu, tak peduli kapanpun dan dimanapun.</strong></p></blockquote>
<p>Singkat cerita, dulu ketika saya di prodi tidak sedikit teman saya yang cukup apatis dengan kegiatan mahasiswa (re: BEM), sampai akhirnya tidak sedikit pula yang menganggap segala kegiatan yang dilakukan itu adalah kesia-siaan.</p>
<p>Tapi, ketika itu salah satu teman saya benar-benar kesulitan untuk membayar UKT dan <em>Alhamdulillah,</em> BEM (temen-teman Advokasi) bisa membantu kesulitannya. Karena itulah, dia merasa terbantu sekaligus merasa sangat bersalah akan segala pandangan dia tentang advokasi yang memang manfaatnya sangat amat berguna untuk teman-teman yang kesulitan bayaran kuliah.</p>
<h4><em><strong>Wah keren! Jadi karena hal itu bisa mengubah mindset mahasiswa tersebut ya. Nah, menurut Indah mengapa sih harus ada advokasi? Apa manfaat dan tujuannya?</strong></em></h4>
<p>Pada dasarnya sih karena kita hidup sebagai makhluk sosial yang memang tidak bisa sendirian. Banyak kasus yang memang mahasiswa sendiri belum cukup berani untuk menanganinya, disitulah fungsi Departemen Advokasi diperlukan. Selain menunjukkan hak mahasiswa, kebijakan pimpinan universitas yang terkadang merugikan mahasiswa juga perlu diawasi.</p>
<p>Saya percaya setiap orang memiliki naluri dasar untuk membela (mengadvokasi) dirinya sendiri. Dan akan lebih baik lagi, bila seorang advokat juga mampu menularkan inisiaif, kemandirian, ilmu juga langkah-langkah advokasi kepada mahasiswa lainnya, bukan hanya membantu dan mendampingi saja.</p>
<h4><em><strong>Alhamdulillah, niat yang baik banget, bukan sekadar membantu dan mendampingi saja ya. Lalu, apa saja langkah-langkah yang Indah lakukan mulai dari sebelum sampai selesai mengadvokasi mahasiswa UNJ?</strong></em></h4>
<p>Biasanya kita terima pengaduan dari mahasiswa, lalu dikonfirmasi permasalahan tersebut, analisis permasalahan, pengambilan sikap, baru eksekusi. Untuk eksekusinya seperti apa, tergantung seberapa besar dan genting permasalahan tersebut, dan juga jenis permasalahannya, entah itu tergolong permasalahan secara personal atau memang masalah yang menjadi masalah sekelompok orang (regional), jadi beda-beda cara eksekusinya.</p>
<h4><em><strong>Ooh jadi sangat diperlukan analisis masalah yang begitu teliti ya. Terakhir, apa harapan Indah sebagai seorang pejuang advokasi terhadap mahasiswa UNJ?</strong></em></h4>
<p>Dengan keberadaan advokasi saya berharap bisa membantu banyak mahasiswa dalam mengatasi permasalahan, saya juga berharap seorang advokat bukan hanya sekadar menyuapi cara menangani permasalahan, tapi juga memberi jalan agar bagaimana mahasiswa tersebut bisa menyelesaikan masalahnya sendiri, karena bukan hanya mendampingi, advokasi diharapkan juga bisa menularkan nilai-nilai keberanian dalam mengadvokasi tiap diri mahasiswa itu sendiri.</p>
<blockquote><p><strong>advokasi diharapkan juga bisa menularkan nilai-nilai keberanian dalam mengadvokasi tiap diri mahasiswa itu sendiri</strong></p></blockquote>
<p>Selain itu, saya berharap semakin banyak mahasiswa yang sadar akan pentingnya advokasi dalam kampus, sehingga semakin banyak pula mahasiswa yang peduli sesama temannya sendiri.</p>
<p>Saya sendiri adalah pribadi yang cepat bosan dalam menggeluti sesuatu, tapi saya akan selalu mengingat kata-kata berikut bahwasannya &#8220;Barang siapa menolong orang lain, maka dipermudahkanlah urusanmu.&#8221; Percayalah banyak sekali kebaikan yang Allah berikan di waktu dan tempat yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Jadi tetaplah terus mengadvokasi dan dimulai dari dirimu sendiri! <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Itulah cerita inspirasi dari Indah Luthfikasari tentang perjuangannya mengadvokasi teman-teman mahasiswa UNJ. Ia bersama dengan teman-teman pejuang advokasi ingin sekali menularkan nilai-nilai kebenaran dalam mengadvokasi diri sendiri. Semoga bermanfaat dan menginspirasi, ya sobat!</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/indah-luthfikasari-sang-pejuang-advokasi-mahasiswa-unj/">Indah Luthfikasari Sang Pejuang Advokasi Mahasiswa UNJ</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Liburannya Para ‘Pembela’ Mahasiswa</title>
		<link>https://unjkita.com/liburannya-para-pembela-mahasiswa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[UNJKita.com &#124; @pemburukampus]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Aug 2016 03:04:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Advokasi]]></category>
		<category><![CDATA[Liburan Ala Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa UNJ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=3654</guid>

					<description><![CDATA[<p>Liburan. Satu kata yang sangat ditunggu oleh banyak orang. Tak terkecuali mahasiswa. Rutinitas yang padat dengan tugas-tugas menetap, pastinya menguras kekuatan fisik dan psikis mahasiswa....</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/liburannya-para-pembela-mahasiswa/">Liburannya Para ‘Pembela’ Mahasiswa</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Liburan. Satu kata yang sangat ditunggu oleh banyak orang. Tak terkecuali mahasiswa. Rutinitas yang padat dengan tugas-tugas menetap, pastinya menguras kekuatan fisik dan psikis mahasiswa. Nah, liburanlah yang menjadi vitaminnya. Liburan, tak berarti berleha-leha dan tak produktif, bukan?</p>
<p>Banyak hal baik yang dapat kita lakukan untuk mengisi waktu berlibur. Bila ingin sekadar bersantai diri, tentu tak masalah. Yang menjadi masalah adalah ketika bersantai atau berleha-leha secara berlebihan. Bukankah yang berlebihan itu tidak baik? Untuk itu bersantailah seperlunya. Lepas itu, lakukannya hal-hal positif untuk mengisi waktu berlibur.</p>
<p>Terlebih dengan liburan semester genap ini. Waktu tiga bulan yang diberikan, bukanlah waktu yang sebentar. Dalam waktu yang cukup lama itu, kita bisa mengisinya dengan sesekali bersantai, menjernihkan pikiran dengan jalan-jalan, bercengkrama bersama keluarga dan berbagai hal menyenangkan lainnya. <em>Well</em>, anggaplah kegiatan bersenang ini sebagai hadiah atas perjuangan yang telah kita lakukan selama semester ini. Selagi menunggu nilai, ada baiknya diisi dengan hal yang menyenangkan. Agar nantinya tidak akan terlalu sesak melihat hasil perjuangan selama satu semester itu.</p>
<p>Selain bersenang-senang, sebagian mahasiswa mungkin melihat peluang dalam liburan ini. Biasanya memanfaatkan waktu libur tiga bulan untuk bekerja. Lumayan hasilnya bisa ditabung untung bayar kost-an atau bayar uang kuliah nantinya.</p>
<p>Ah, iya ketika liburan ini ada segelintir mahasiswa yang mulai sibuk lho! Tahu, siapa? Mereka adalah orang-orang yang menaungkan diri dalam lingkaran advokasi atau kesejahteraan mahasiswa atau apapun itu namanya. Tau kah kamu, bagaimana liburannya para aktivis ‘pembela’ mahasiswa, itu? Bersenang-senang dan sekadar bersantai mungkin memang mereka lakukan. Namun, selain itu ada hal menarik yang ternyata terjadi selama masa liburan mereka.</p>
<p>Liburan tapi terasa tak berlibur. Mungkin sedikit menggambarkannya. Di sela liburan panjang ini, para ‘pembela’ mahasiswa itu ternyata tak sepenuhnya meninggalkan kampus.</p>
<p>Dalam liburan panjang tiga bulan ini, terselip masa-masa penerimaan mahasiswa baru. Seperti yang kita tahu, di kampus kita ini ada tiga jalur masuk pada tiga waktu yang berbeda. Setiap jalur penerimaan ini ternyata tak luput dari pengamatan mereka yang berada dalam lingkaran advokasi.<br />
Dengan telaten mereka mendata calon mahasiswa baru yang telah dinyatakan diterima itu. Juga menjelaskan beberapa sistem yang perlu diketahui mereka seperti tentang siakad, pembayaran hingga perkuliahan. Belum lagi ketika calon mahasiswa baru mulai masuk masa pembayaran. Berbagai keluhan mereka terima dengan senang hati. Tak lupa solusi terbaik pun akan selalu mereka tawarkan.</p>
<p>Tahun ini penetapan Uang Kuliah Tunggal (UKT) memang agak berbeda dari sebelumnya. UKT kini ditetapkan berdasarkan data yang diinput oleh masing-masing calon mahasiswa baru. System yang baru ini nyatanya menimbulkan bebeberapa kekeliruan dalam penentuan UKT. Entah salah dalam penginputan data, atau memang sistemnya yang kurang baik. Hal ini tentunya menjadi perhatian besar anak-anak advokasi. Waktu liburannya dengan berat hati ia relakan untuk kembali ke kampus mengurusi beberapa keluhan yang menghantui calon adik-adik barunya. Tak ada rasa kecewa dengan liburannya yang mungkin berkurang. Namun kepuasan yang malah mereka rasakan melihat berbagai keluhan itu dapat teratasi.</p>
<p>Nah, yang paling menyenangkan adalah ketika memasuki masa pembayaran. Ini dia saat-saat dimana anak-anak advokasi menjadi seseorang yang sangat perhatian. Bagaimana tidak? Mereka setiap harinya selalu mengingatkan terkait masa pembayaran UKT, baik melalui jarkoman whatsapp, sosial media, ataupun percakapan langsung. Setiap bertemu di jalan saja pasti bertanya. “Sudah bayaran belum?”. Kan, kan, perhatiannya tak pernah pudar.</p>
<p><em>Well</em>, tak hanya sampai di situ saja. Menjelang penutupan masa pembayaran, biasanya mereka akan semakin meningkatkan intensitas perhatiannya, lho. Bukan lagi mengingatkan jangan lupa bayaran, tapi mulai bertanya ada kesulitan atau tidak. Nah, bayaran orang saja diurusin apa lagi kamu! Rasanya, kalau mau mencari calon pendamping anak-anak advokasi ini <em>recommended</em> banget deh! Masalah orang saja mereka urusi dengan baik apalagi masalah rumah tangga kamu nanti.</p>
<p>Dan, ketika masa pembayaran telah berakhir. Tidak serta merta tugas mereka ikut berakhir. Justru, ini puncaknya. Dari yang sudah-sudah, setiap semesternya pasti ada saja mahasiswa yang belum mampu menyelesaikan pembayarannya ketika masa pembayaran telah berakhir. Perpanjangan waktu. Ya, itulah yang akan mereka usahakan. Bermain mengunjungi birokrat kampus rasanya mungkin sudah seperti mengunjungi teman sendiri, karena terlalu seringnya. Meminta perpanjangan waktu dengan berbagai alasan yang rasional dan berdasarkan data juga fakta tentunya. Jangan kira mereka hanya bergerak semaunya, mereka telah mempersiapkan segalanya dengan matang. Sehingga memudahkan mereka dalan menjalankan tugasnya.</p>
<p>Belum lagi dengan mahasiswa yang belum bisa menyelesaikan pembayaran. Advokasi tak tinggal diam. Mereka justru berusaha untuk membantu menyelesaikannya. Jauh sebelum memasuki masa pembayaran para ‘pembela’ mahasiswa ini telah mengumpulkan persediaan dana yang nantinya akan dipakai untuk membantu mereka yang kesulitan dalam pembayaran.</p>
<p>Dana Pendidikan atau yang lebih akrab kita sebut Nadi, salah satunya. Nadi yang dibayarkan mahasisswa setiap semesternya memang digunakan untuk ini. Pun dengan advokasi tingkat fakultas dan prodi. Mereka juga sudah menyiapkan tabungan untuk ini.</p>
<p><img decoding="async" class=" wp-image-1301 aligncenter" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/01/Biaya-Kuliah-300x229.jpg" alt="Biaya Kuliah" width="393" height="300" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/01/Biaya-Kuliah-300x229.jpg 300w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/01/Biaya-Kuliah.jpg 640w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" /></p>
<p>Bukankah dalam hadits pun dijelaskan, bahwa siapapun yang memudahkan urusan saudaranya maka akan dimudahkan urusannya.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong><em>“ … Barang siapa yang memudahkan urusan orang lain, maka Allah akan memudahkannya di dunia dan akhirat….” (HR. Muslim)</em></strong></p>
<p>Nampaknya, para ‘pembela’ mahasiswa ini telah berusaha untuk benar-benar melaksanakan isi hadist tersebut. Berusaha untuk memudahkan urusan orang lain, <em>InsyaAllah</em>. Meski tanpa mengharapkan imbalan, namun Allah tetap akan memberinya, bukan? Kepedulian dan kerja keras membuat mereka terlihat mulia. Membantu sesama tanpa ingin dipuji. Ya, itulah dia sebagian kecil kegiatan liburan para ‘pembela mahasiswa’. Pekerjaan yang mulia, bukan? <em>InsyaAllah.</em></p>
<p><strong>Oleh: Nita Anggraeni (FIP)</strong></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/liburannya-para-pembela-mahasiswa/">Liburannya Para ‘Pembela’ Mahasiswa</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
