<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Aksi Bela Islam Archives - UNJKita.com</title>
	<atom:link href="https://unjkita.com/tag/aksi-bela-islam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://unjkita.com/tag/aksi-bela-islam/</link>
	<description>Saling Menginspirasi untuk Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 06 Dec 2016 03:47:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/08/cropped-unjkita-32x32.png</url>
	<title>Aksi Bela Islam Archives - UNJKita.com</title>
	<link>https://unjkita.com/tag/aksi-bela-islam/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>FORJIM: Stop Siarkan Pemberitaan Tendensius Terhadap Umat Islam</title>
		<link>https://unjkita.com/stop-siaran-tendesius/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[UNJKita.com &#124; @pemburukampus]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Dec 2016 03:43:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Aksi Bela Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=5299</guid>

					<description><![CDATA[<p>“Wahai orang- orang yang beriman, jika ada seorang fasiq datang kepada kalian dengan membawa suatu berita penting, maka tabayyunlah (telitilah dulu), agar jangan sampai kalian...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/stop-siaran-tendesius/">FORJIM: Stop Siarkan Pemberitaan Tendensius Terhadap Umat Islam</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>“Wahai orang- orang yang beriman, jika ada seorang fasiq datang kepada kalian dengan membawa suatu berita penting, maka tabayyunlah (telitilah dulu), agar jangan sampai kalian menimpakan suatu bahaya pada suatu kaum atas dasar kebodohan, kemudian akhirnya kalian menjadi menyesal atas perlakuan kalian. [QS. al-Hujurât:49:6].</p>
<p>• Mengapa Metro TV Dibenci Umat Islam?<br />
• Wartawan Indonesia Harus Perjuangkan Keadilan dan Kebenaran</p>
<p>Akibat sering mengabarkan berita bermuatan tendensius dan negatif terhadap umat Islam, Metro TV diusir oleh massa Aksi Bela Islam III di depan Patung Kuda Jl. Merdeka Barat dan di sekitar Pintu Air Masjid Istiqlal, Jakarta, Jum’at (2/12/2016). Bukan hanya Metro TV yang diusir, kru Kompas TV pun mendapat perlakukan yang sama.</p>
<p>Kedua media nasional tersebut dianggap oleh umat Islam melakukan reportase yang menyudutkan dan merugikan umat Islam. Baik saat meliput Aksi Bela Islam Jilid I, II (411) dan III, bahkan dalam setiap peristiwa nasional lainnya.</p>
<p>Diawali salah seorang reporter Metro TV saat melaporkan berita dengan menyebutkan, bahwa peserta Aksi Damai Bela Islam III hanya dihadiri 50 ribu orang.</p>
<p>Laporan reporter tersebut terdengar oleh massa yang ada disekitarnya, hingga menimbulkan kemarahan dari peserta Aksi Bela Islam. “Metro tipu, penipuuu,” teriak massa.</p>
<p>Peserta aksi menyuarakan kemarahannya atas kebohongan yang dilaporlam oleh reporter Metro TV. Umat Islam tidak terima, karena seringkali Metro TV menyiarkan kebohongan dalam pemberitaannya. Itulah alasan, kenapa umat Islam membenci dan mengusir Metro TV yang diplesetkan menjadi “Metro Tipu”.<br />
Massa pun mengingatkan Metro TV untuk tidak main-main dalam pemberitaan mengenai aksi ini. “Kami ingatkan kepada mereka agar tidak main-main dalam memberitakan aksi ini. Jangan kalian beritakan yang tidak baik. Catat itu ya!” tegasnya.</p>
<p>Masih segar dalam ingatan, ketika Metro TV memberitakan Aksi Bela Islam Jilid I di depan Balaikota. Saat itu, Metro TV menjadikan headline-nya dengan pemberitaan yang amat sangat tendensius, sebuah taman dan rumput yang dituding dirusak massa Aksi Bela Islam. Metro TV telah beri’tikad buruk dalam bentuk penggiringan opini, dengan framing atau mensetting Aksi Bela Islam sebagai aksi yang negatif dan tidak terpuji.</p>
<p>Ketika foto reporter Metro TV menyorot gambar taman yang rusak, dan menjadi viral di media sosial, Aksi Bela Islam selanjutnya makin berhati-hati dengan pemberitaan tendensius media yang sahamnya dikuasai konglomerat James Riyadi ini. Massa Aksi Bela Islam II-III pun saling mengingatkan saudara muslim, sesama peserta aksi, ketika melintasi rumput maupun taman, &#8220;Awas&#8230; jangan injak rumput taman, nanti diliput MetroTV&#8221;.</p>
<p>Bukan yang pertama, media maintream acapkali melaporkan pemberitaan yang tidak seimbang. Lebih suka menyajikan hal-hal yang buruk, alergi meliput hal-hal baik yang dilakukan Umat Islam. Melihat pemberitaan sepihak itu, wajar saja jika umat Islam mengecam keras Metro TV dengan sebutan “Metro Tipu”, yang sering keliru dan tidak objektif menyebut jumlah massa yang tidak sesuai faktanya.</p>
<h3>Bukan yang Pertama</h3>
<p>Forum Jurnalis Muslim (Forjim) mencatat, pengusiran kru Metro TV bukanlah yang pertama. Sebelumnya, saat meliput Aksi Bela Islam II 4 November lalu, Metro TV diusir halaman Masjid Agung, Medan, Sumatera Utara. Detik-detik pengusiran kru Metro TV itu beredar di sosial media.</p>
<p>Publik menilai Metro TV adalah salah satu media anti Islam yang merupakan media curong utama Ahok . Kru mereka diusir karena selama ini tidak kredibel dan kerap mendeskreditkan Islam.</p>
<p>Bukan hanya itu, Metro TV sering memutarbalikan fakta dengan pembentukan opini-opini sesat tentang Islam. Seperti isu teroris yang selalu mereka gadang-gadangkan untuk menyudutkan umat Islam Indonesia.</p>
<p>&#8220;Usir metro TV, usir media provokasi anti Islam, usir media Yahudi. Anda televisi yang tidak kredibel. Tidak pernah berimbang tentang Islam, silakan keluar,&#8221; begitu teriakan para demonstran kepada reporter Metro TV yang meliput. Namun demikian, massa tetap tenang dan tidak melakukan tindakan anarkis. Yang terjadi, justru Korlap yang meminta aparat untuk mengamankannya.<br />
Metro TV sering mempermalukan Islam. Hari ini mereka telah dipermalukan. Di tempat lain, para demonstran membawa poster besar bertuliskan: “Mohon maaf untuk media bayaran. Mohon tidak usah datang liput 4 November 2016. Jangan dipelintir beritanya.” Di poster itu tertulis dua media, yaitu Kompas dan Metro Tv.</p>
<p>Forjim mencatat, jauh sebelum Aksi Bela Islam, Metro TV sudah tak disenangi publik, lagi-lagi keberpihakannya terhadap Ahok. Warga Luar Batang yang bertahan di bekas gusuran misalnya, sangat sensitif terhadap wartawan yang datang. Begitu tahu Metro TV sedang meliput, warga tak segan dan ragu mengusirnya, karena media itu dianggap pendukung Ahok.</p>
<h3>Minta Perlindungan pada Kapolri</h3>
<p>Masih segar dalam ingatan, saat digelar jumpa pers di Gedung MUI, Jakarta, beberapa waktu lalu, Senin (28/11/2016). Usai Kapolri dan GNPF-MUI menyampaikan kesepakatan bersama terkait Aksi Bela Islam 212, Ketua GNPF-MUI Ustadz Bachtiar Nasir memberikan kesempatan kepada media untuk bertanya.</p>
<p>Pertanyaan pertama berisi permintaan perlindungan keamanan dari Polri untuk media khususnya MetroTV, Kompas TV dan Berita Satu yang pada Aksi 411 merasa ketakutan.</p>
<p>“Pak, yang mau saya tanyakan, apakah ada perlindungan terhadap teman-teman media Pak? Karena kemarin sebagian dari teman-teman media, khususnya televisi, merasa ketakutan. Karena kita dianggap tidak pro. Sementara, kita hanya menjalankan tugas, sama seperti kepolisian. Ini bukan hanya dialami MNC, tetapi juga teman-teman Metro TV, Kompas TV maupun Berita Satu. Apakah ada perlindungan bagi kita di lapangan Pak, karena kita juga bertugas untuk masyarakat. Kami mohon sekali pada Pak Kapolri,” tanya wartawan MNC dalam rangkaian konferensi pers di Kantor MUI.</p>
<p>Kemudian dijawab oleh Kapolri Jenderal Polisi TitoKarnavian, “Kita sudah paham. Jadi beritakan saja yang obyektif. Beritakan apa adanya. Membaur dengan masyarakat dengan baik. Tidak over akting. Syukur-syukur kalau ikut dzikir juga. Insya Allah tidak akan diganggu. Kita akan amankan, tetapi yang paling utama adalah pengamanan dari Allah Swt,” jawab Kapolri disambut amin para peserta di Gedung MUI.</p>
<p>Fakta Metro TV sering menyudutkan Islam dan beritanya dinilai tendensius, bisa ditelusuri dari pemberitaan yang disampaikan. Pada Januari lalu, MetroTV telah menuduh Wahdah Islamiyah sebagai teroris. Setelah menuai banyak protes, akhirnya MetroTV mengakui kesalahannya dan meminta maaf melalui acara “Selamat Pagi Indonesia”, Selasa (19/1/2016).</p>
<p>Pada 2012 lalu, MetroTV menyudutkan Rohis sekolah sebagai tempat rekrutmen teroris. Sontak, pemberitaan melalui infografis itu pun menuai protes dari sejumlah ormas Islam. Masih banyak tayangan MetroTV yang menyudutkan Islam, hingga media itu disebut sebagai TV anti Islam.</p>
<p>Buka Kembali UU Pers<br />
Pertarungan abadi sejak dulu hingga sekarang adalah pertarungan informasi.</p>
<p>Tahukah kenapa Metro TV dibenci umat Islam? Publik menilai, karena Metro TV sering menyudutkan Islam dan beritanya dinilai tendensius, bisa ditelusuri dari pemberitaan yang disampaikan.</p>
<p>Metro TV pun makin distigma sebagai media “pembohong” yang tak bisa dipercaya. Padahal Trust adalah modal seorang jurnalis dalam memberitakan liputannya.</p>
<p>Tak heran jika masyarakat, khususnya umat Islam memplesetkan Metro TV dengan “Metro Tipu”. Menyedihkan.</p>
<p>Sepertinya Metro TV harus membuka kembali Undang-undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Bab II (Asas, Fungsi, Hak, Kewajiban dan Peranan Pers), Pasal 6 yang menjelaskan: Pers nasional melaksanakan peran sebagai berikut:</p>
<p>a. Memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui.</p>
<p>b. Menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong terwujudnya supremasi hukum, dan Hak Asasi Manusia, serta menghormati kebhinekaan.</p>
<p>c. Mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat dan benar.</p>
<p>d. Melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum.</p>
<p>e. Memperjuangkan keadilan dan kebenaran.<br />
Tugas wartawan juga diatur dalam Surat Keputusan Dewan Pers Nomor 03/SK-DP/III/2006 tentang Kode Etik Jurnalistik. Pasal 1 menjelaskan, Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk.</p>
<p>Penasirannya, independen berarti memberitakan peristiwa atau fakta sesuai dengan suara hati tanpa campur tangan, paksaan, dan intervensi dari pihak lain termasuk pemilik perusahaan pers.<br />
Sedangkan akuran berarti dipercaya benar sesuai keadaan objektif ketika peristiwa terjadi. Berimbang berarti semua pihak mendapat kesempatan setara. Adapun tidak beritikad buruk berarti tidak ada niat secara sengaja dan semata-mata untuk menimbulkan kerugian pihak lain.</p>
<p>Pasal 2 menjelaskan, “Wartawan Indonesia menempuh cara-cara yang profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistik”. Salah satu penafsirannya adalah menghasilkan berita yang factual dan jelas sumbernya.</p>
<p>Pasal 3: Wartawan Indonesia selau menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah.</p>
<p>Penafsirannya, menguji informasi berarti melakukan check and recheck tentang kebenaran informasi. Berimbang adalah memberikan ruang atau waktu pemberitaan kepada masing-masing pihak secara proporsional.</p>
<p>Adapun opini yang menghakimi adalah pendapat pribadi wartawan. Hal ini berbeda dengan opini interpretative, yaitu pendapat yang berupa interpretasi wartawan atas fakta. Asas Praduga tak bersalah adalah prinsip tidak menghakimi seseorang.</p>
<p>Pasal 4: Wartawan Indonesia tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis, dan cabul.</p>
<p>Penafsirannya, bohong berarti sesuatu yang sudah diketahui sebelumnya oleh wartawan sebagai hal yang tidak sesuai dengan fakta yang terjadi. Sedangkan fitnah berarti tuduhan tanpa dasar yang dilakukan secara sengaja dengan niat buruk.</p>
<p>Pasal 8: Wartawan Indonesia tidak menulis atau menyiarkan berita berdasarkan prasangka atau diskriminasi terhadap seseorang atas dasar perbedaan suku, ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, dan bahasa serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit jiwa atau cacat jasmani.</p>
<p>Pasal 10: Wartawan Indonesia segera mencabut, meralat, dan memperbaiki berita yang keliru dan tidak akurat disertai dengan permintaan maaf kepada pembaca, pendengar, dan atau pemirsa.</p>
<p>Pasal 11: Wartawan Indonesia melayani hak jawab dan hak koreksi secara proporsional.</p>
<p>Penafsirannya, hak jawab adalah hak seseorang atau sekelompok orang untuk memberitakan tanggapan atau sanggahan terhadap pemberitaan berupa fakta yang merugikan nama baiknya.</p>
<p>Sedangkan hak koreksi adalah hak setiap orang untuk membetulkan kekeliruan informasi yang diberitakan oleh pers, baik tentang dirinya maupun tentang orang lain. Adapun proporsional berarti setara dengan bagian berita yang perlu diperbaiki.</p>
<p>Dengan demikian Metro TV cs diharapkan mengedepankan kejujuran, profesionalitas, dapat dipercaya, dan tidak dijadikan alat politik, apalagi ditunggangi oleh kepentingan pemodal. Sampaikanlah kabar secara objektif, berimbang, akurat dan benar. Terpenting adalah memperjuangkan keadilan dan kebenaran, serta mendorong terwujudnya supremasi hukum.</p>
<h3>Sikap Forjim</h3>
<p>1. Forjim mengingatkan Metro TV CS agar menghentikan pemberitaan yang bersifat tendensius, dan mendeskreditkan umat Islam. Kabarkan lah pemberitaan yang berimbang (cover all side), jangan menyiarkan berita yang memutarbalikan fakta dengan pembentukan opini-opini sesat tentang Islam.</p>
<p>2. Forjim menyerukan agar umat Islam meninggalkan media-media Anti-Islam, seperti Group Kompas Gramedia (Kompas, Tribunnews, Kompas TV), Media Grup (Metro TV) dan Tempo. Meninggalkan yang dimaksud adalah dengan tidak membeli, tidak membuka situsnya, dan tidak menonton TV-nya.</p>
<p>3. Umat Islam tidak akan kekurangan informasi dan hiburan, dengan meninggalkan grup Kompas, Tempo,dan Metro TV. Masih banyak media lain yang lebih bersahabat dengan umat Islam.</p>
<p>4. Forjim mengingatkan agar Metro TV cs mentaati UU Pers dan menjunjung Kode Etik Jurnalistik.</p>
<p>5. Forjim menyerukan Metro TV Cs agar menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi, kejujuran dan keadilan serta mendorong terwujudnya supremasi hukum, dan Hak Asasi Manusia, serta menghormati kebhinekaan; Mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat dan benar; Melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum; dan memperjuangkan keadilan dan kebenaran.</p>
<p>6. Forjim menghimbau kepada masyarakat, khususnya umat Islam agar meneliti (cek and ricek) berita yang disiarkan kaum fasik. Sehingga tidak menimbulkan mudharat yang lebih besar. Bersikaplah cerdas, cermat dan bijak dalam menerima informasi yang belum dipastikan kebenarannya.</p>
<p>Demikian pernyataan sikap Forum Jurnalis Muslim (Forjim) ini dibuat. Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.</p>
<p>Jakarta, Selasa, 6 Desember 2016</p>
<p>PRESS RELEASE<br />
Forum Jurnalis Muslim (FORJIM)</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/stop-siaran-tendesius/">FORJIM: Stop Siarkan Pemberitaan Tendensius Terhadap Umat Islam</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Komparasi Aksi 212 vs Aksi 412</title>
		<link>https://unjkita.com/komparasi-aksi-212-vs-aksi-412/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Syahiidah Muthmainnah]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Dec 2016 12:45:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Aksi 212]]></category>
		<category><![CDATA[Aksi 412]]></category>
		<category><![CDATA[Aksi Bela Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada DKI Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=5276</guid>

					<description><![CDATA[<p>UNJKita.com &#8211; Jakarta, 4 Desember 2016, para partai pendukung pemerintah menggelar aksi 412 di area Car Free Day bundaran Hotel Indonesia. Selain dinilai melanggar Pergub...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/komparasi-aksi-212-vs-aksi-412/">Komparasi Aksi 212 vs Aksi 412</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">UNJKita.com &#8211; Jakarta, 4 Desember 2016, para partai pendukung pemerintah menggelar aksi 412 di area <em>Car Free Day</em> bundaran Hotel Indonesia. Selain dinilai melanggar Pergub DKI nomor 12 tahun 2016 pasal 7 ayat 2, aksi yang bertajuk Parade Kita Indonesia ini, dinilai sebagai aksi tandingan untuk Aksi Super Damai 2 Desember lalu (212).</p>
<p style="text-align: justify;">Lantas bagaimana komparasi antara Aksi 212 dengan aksi 412 yang sudah berlangsung kemarin di mata masyarakat?</p>
<h2 style="text-align: justify;"><strong>Perizinan</strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Aksi 212 yang awalnya direncanakan digelar disepanjang jalan sudirman-tamrin sampai bundaran HI, namun tidak mendapat izin Kapolri karna dikhawatirkan mengganggu pengguna jalan. Lantas dengan taat, aksi 212 pun digelar di Monas. Walaupun pada akhirnya tak ada yang dapat menahan ledakan massa yang sampai ke HI.</p>
<div id="attachment_5286" style="width: 673px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-5286" class="wp-image-5286 size-full" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Aksi-212-membludak.jpg" alt="aksi-212-membludak" width="663" height="382" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Aksi-212-membludak.jpg 663w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Aksi-212-membludak-150x86.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Aksi-212-membludak-640x369.jpg 640w" sizes="(max-width: 663px) 100vw, 663px" /><p id="caption-attachment-5286" class="wp-caption-text">Membludaknya jutaan massa aksi 212 tak mampu ditampung oleh taman monas</p></div>
<p style="text-align: justify;">Berbeda dengan aksi 212, aksi 412 justru digelar di bundaran HI di Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) dan banyak ditemukan atribut Parpol. Hal ini dinilai melanggar konstitusi. Dalam peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta nomor 12 tahun 2016 pasal 7 ayat 2 secara tegas disebutkan <em>“HBKB tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan partai politik dan SARA serta orasi ajakan yang bersifat menghasut.”</em>  (Baca Juga : <strong><a href="http://unjkita.com/bem-seluruh-indonesia-aksi-412-mencederai-konstitusi-mengkebiri-kenetralan-pemerintah/">BEM Seluruh Indonesia ; Aksi 412 Mencederai Konstitusi &amp; Mengkebiri Kenetralan Pemerintah</a></strong>)</p>
<div id="attachment_5285" style="width: 670px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-5285" class="wp-image-5285 size-full" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Aksi-412-Rusak-Taman.jpg" alt="aksi-412-rusak-taman" width="660" height="330" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Aksi-412-Rusak-Taman.jpg 660w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Aksi-412-Rusak-Taman-150x75.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Aksi-412-Rusak-Taman-640x320.jpg 640w" sizes="(max-width: 660px) 100vw, 660px" /><p id="caption-attachment-5285" class="wp-caption-text">Rusaknya Sejumlah Taman di Bundaran HI saat aksi 412</p></div>
<h2 style="text-align: justify;"><strong>Muatan Acara</strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Muatan acara pada aksi 212 adalah doa bersama untuk negeri. Di sisi lain, aksi 212 dinilai menunjukkan jati diri umat muslim Indonesia. Aksi ini juga menjukkan persatuan umat muslim se-Indonesia dan dinilai sebagai bukti bahwa umat muslim tak akan diam jika agamanya dinista.  Berbeda dengan aksi 411 lalu yang ditujukan kepada pemerintah, inti dari aksi 212 kemarin justru mengetuk pintu langit, memohon ampunan, dan meminta kepada Tuhan agar penista agama segera diproses. Acara aksi 212 diawali dengan doa dan dzikir bersama dipimpin oleh ustadz Arifin Ilham yang sukses membuat para peserta aksi menangis. Dilanjutkan dengan orasi oleh Hidayat Nur Wahid tentang kebinekaan.</p>
<div id="attachment_5283" style="width: 727px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-5283" class="wp-image-5283 size-full" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Shalat-Jumat-212.jpg" alt="shalat-jumat-212" width="717" height="480" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Shalat-Jumat-212.jpg 717w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Shalat-Jumat-212-150x100.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Shalat-Jumat-212-800x536.jpg 800w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Shalat-Jumat-212-627x420.jpg 627w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Shalat-Jumat-212-537x360.jpg 537w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Shalat-Jumat-212-640x429.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Shalat-Jumat-212-681x456.jpg 681w" sizes="(max-width: 717px) 100vw, 717px" /><p id="caption-attachment-5283" class="wp-caption-text">Khusyuknya pelaksanaan Sholat Jumat Berjamaah dalam Momentum Aksi 212</p></div>
<p style="text-align: justify;">Menurutnya, <strong>aksi 212 ini justru untuk menegaskan bahwa umat Islam sangat cinta dengan Bhineka Tunggal Ika, sehingga jangan dirusak dengan perilaku disharmoni dan tidak toleran</strong>. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan surat al kahfi oleh syekh Ali Jabeer, orasi oleh Ustadz Bachtiar Natsir, ust AA Gym, dan dikhiri dengan pelaksanaan ibadah  Sholat Jumat berjama&#8217;ah dengan habib Rizq sebagai pengisi khutbah nya. Aksi berjalan dengan santun, tertib, dan rapih serta dihadiri oleh TNI, Polri, presiden, ulama dan habaib. Kalau pun ada partai politik, mereka tidak mempergunakan bendera partai dan membaur bersama dengan umat.</p>
<div id="attachment_5284" style="width: 739px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-5284" class="wp-image-5284 size-full" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Panggung-Hiburan-Aksi-412.jpg" alt="panggung-hiburan-aksi-412" width="729" height="382" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Panggung-Hiburan-Aksi-412.jpg 729w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Panggung-Hiburan-Aksi-412-150x79.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Panggung-Hiburan-Aksi-412-800x419.jpg 800w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Panggung-Hiburan-Aksi-412-640x335.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Panggung-Hiburan-Aksi-412-681x357.jpg 681w" sizes="auto, (max-width: 729px) 100vw, 729px" /><p id="caption-attachment-5284" class="wp-caption-text">Panggung Hiburan Aksi 412 yang didominasi oleh parade partai politik</p></div>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan aksi 412 dimaksudkan untuk meningkatkan atau membangkitkan rasa kebangsaan yang pada akhir-akhir ini dinilai mulai ada perasaan-perasaan yang mengganggu rasa kebinekaan. aksi 412 ini diisi dengan beragam parade budaya Indonesia. Banyak yang menilai bahwa aksi 412 ini digelar untuk menandingi aksi 212. Aksi 412 ini juga dinilai terkesan mengalihkan isu penistaan agama ke isu anti kebhinekaan dan mengadu warga dengan ummat islam. <em>Hmm,</em> bagaimana menurutmu?</p>
<h2 style="text-align: justify;"><strong>Kebersihan</strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Pada aksi 212 tak sedikitpun meninggalkan sampah di lokasi aksi. Rumput pun tak menjadi korban injakan mereka. Para peserta aksi sadar akan kebersihan dan sangat menjaga lingkungan. Bahkan beberapa peserta aksi, secara volunterism menjadi tim kebersihan yang memunguti sampah dan menyapu sisa kotoran yang ada.</p>
<div id="attachment_5279" style="width: 1290px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-5279" class="wp-image-5279 size-full" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Aksi-412-vs-212.jpeg" alt="aksi-412-vs-212" width="1280" height="1280" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Aksi-412-vs-212.jpeg 1280w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Aksi-412-vs-212-150x150.jpeg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Aksi-412-vs-212-600x600.jpeg 600w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Aksi-412-vs-212-420x420.jpeg 420w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Aksi-412-vs-212-640x640.jpeg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Aksi-412-vs-212-681x681.jpeg 681w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><p id="caption-attachment-5279" class="wp-caption-text">Potret Kebersihan Aksi 212 vs Aksi 412</p></div>
<p style="text-align: justify;">Namun tidak demikian dengan aksi 412. Aksi ini dinilai sangat jorok dan menyisakan banyak sekali sampah. Kebanyakan dari sampah pada aksi tersebut adalah bekas bungkus makanan. Lebih dari itu, rumput dan tanaman yang ada di sekitar area <em>Car Free Day</em> rusak layu akibat injakan para peserta aksi. Hal ini membuat pasukan oranye cukup kewalahan membersihkannya.</p>
<h2 style="text-align: justify;"><strong>Massa Aksi</strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Massa aksi 212 tembus diatas 2 juta massa. Beberapa media bahkan menuliskan 7 juta, beberapa yang lain 3 juta dan lain-lain. Tidak dapat terhitung banyaknya masa aksi pada 212. Masa aksi terbentang dari monas menyebar kesegala penjuru, menjangkau Bundaran BI, Bundaran HI, bahkan Shaf paling belakang di Timur berujung di sekitar Pasar Senen dekat Cempaka Putih.</p>
<div id="attachment_5282" style="width: 1252px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-5282" class="wp-image-5282 size-full" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Total-Aksi-212.jpeg" alt="total-aksi-212" width="1242" height="645" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Total-Aksi-212.jpeg 1242w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Total-Aksi-212-150x78.jpeg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Total-Aksi-212-800x415.jpeg 800w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Total-Aksi-212-809x420.jpeg 809w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Total-Aksi-212-640x332.jpeg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Total-Aksi-212-681x354.jpeg 681w" sizes="auto, (max-width: 1242px) 100vw, 1242px" /><p id="caption-attachment-5282" class="wp-caption-text">Jutaan Massa Aksi yang tergambar dalam pantauan drone dari udara</p></div>
<p style="text-align: justify;">Massa aksi 212 datang dari berbagai daerah dan tanpa keterpaksaan dan alasan kecuali panggilan dari Tuhan-nya. Mereka datang dengan ongkos mereka masing-masing. Bahkan ada yang rela berjalan kaki ber-mil-mil hanya untuk hadir dalam aksi 212: para santri dari Ciamis. Mereka hadir tanpa mengharap bayaran apapun. Meskipun di lapangan, banyak sekali kemudahan-kemudahan yang mereka dapati. Bus gratis, tempat bermalam gratis, juga makanan gratis dari para dermawan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan massa aksi 412 hanya berkisar ribuan. Tidak dapat dipastikan berapa jumlah pasti dari masa aksi ini, karna lokasi aksi yang dipakai untuk aksi ini pun merupakan pusat keramaian dan tempat banyak orang berolahraga pagi (Car Free Day).  Jadi tidak begitu jelas, mana yang massa aksi mana yang hanya pengunjung <em>Car Free Day</em> seperti biasa. Massa aksi datang dari berbagai daerah dengan imbalan uang lelah 200ribu/orang. Massa didominasi oleh partai politik (Golkar, Nasdem, PPP). Pada aksi 412 juga terdapat dugaan intervensi beberapa instansi pemerintah. Hal tersebut telah menyalahi kewenangan pemerintah untuk memobilisasi massa pada kepentingan kalangan tertentu. Lebih parah lagi, hal tersebut juga dapat dianggap mengebiri nilai-nilai kenetralan lembaga pemerintahan Indonesia.</p>
<div id="attachment_5249" style="width: 790px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-5249" class="wp-image-5249 size-full" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Aksi-412.jpg" alt="aksi-412" width="780" height="390" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Aksi-412.jpg 780w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Aksi-412-150x75.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Aksi-412-640x320.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Aksi-412-681x341.jpg 681w" sizes="auto, (max-width: 780px) 100vw, 780px" /><p id="caption-attachment-5249" class="wp-caption-text">Ribuan Massa Aksi yang didominasi oleh partai politik</p></div>
<p style="text-align: justify;">Sejumlah instansi yang dinilai telah melakukan intervensi di antaranya, Kementerian Sosial dengan kegiatan <em>&#8216;Gelar Budaya Bhinneka Tunggal Ika&#8217;</em>, Kementerian Perdagangan dengan kegiatan <em>&#8216;Olahraga Bersama Menteri&#8217;</em>, dan Kementerian Perhubungan dengan kegiatan <em>&#8216;Kampanye Keselamatan Penerbangan</em>&#8216;. Dalam semua kegiatan tersebut, PNS dan keluarga diwajibkan hadir.</p>
<h2 style="text-align: justify;"><strong>Sumber Dana</strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Dana yang digunakan dalam aksi 212 berasal dari donasi dan infaq para dermawan dan massa aksi itu sendiri. Banyak sekali pihak yang berlomba-lomba untuk mendonasikan apa yang mereka punya untuk aksi 212 ini. Bahkan sekelas pedagang kaki lima pun banyak yang menggratiskan dagangannya. Roti gratis, donat gratis, bakso gratis, siomay gratis, Es Cincau gratis, dan lain-lain. Ditambah lagi banyak organisasi-organisasi dan lembaga-lembaga yang memberikan pelayanan secara cuma-cuma, pijat gratis, sajadah gratis, dan masih banyak lagi. murni swadaya dari peserta aksi itu sendiri.</p>
<div id="attachment_5281" style="width: 710px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-5281" class="wp-image-5281 size-full" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Aksi-212-infaq.jpg" alt="aksi-212-infaq" width="700" height="400" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Aksi-212-infaq.jpg 700w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Aksi-212-infaq-150x86.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Aksi-212-infaq-640x366.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Aksi-212-infaq-681x389.jpg 681w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /><p id="caption-attachment-5281" class="wp-caption-text">Berbagai macam bentuk sedekah yang dibagikan massa Aksi 212</p></div>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan dana yang digunakan untuk aksi 412 diduga terdapat dana APBN. <em>&#8220;Pemborosan terhadap uang negara, jika aksi hari ini dibiayai oleh APBN, yang asupan terbesarnya berasal dari uang rakyat melalui pembayaran pajak,&#8221;</em> kata Koordinator Pusat Aliansi BEM Seluruh Indonesia sekaligus Ketua BEM UNJ, Bagus Tito Wibisono, Ahad (4/12).</p>
<div id="attachment_5280" style="width: 970px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-5280" class="wp-image-5280 size-full" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Amplop-Aksi-412.jpeg" alt="amplop-aksi-412" width="960" height="1280" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Amplop-Aksi-412.jpeg 960w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Amplop-Aksi-412-113x150.jpeg 113w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Amplop-Aksi-412-450x600.jpeg 450w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Amplop-Aksi-412-315x420.jpeg 315w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Amplop-Aksi-412-640x853.jpeg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Amplop-Aksi-412-681x908.jpeg 681w" sizes="auto, (max-width: 960px) 100vw, 960px" /><p id="caption-attachment-5280" class="wp-caption-text">Pembagian amplop untuk massa aksi dari salah satu partai peserta.</p></div>
<p style="text-align: justify;">Ia mengatakan, jika benar dibiayai oleh uang negara, maka aksi hari ini jelas-jelas pemborosan besar-besaran. Hal tersebut merupakan bentuk pengkhianatan terhadap amanah rakyat. Di dalam undang-undang, APBN harus digunakan untuk kepentingan dan kemaslahatan rakyat. <em>&#8220;Dan itu tidak ditemui dan tidak bersifat esensi pada aksi 412 pada hari ini,&#8221;</em> ujarnya.</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/komparasi-aksi-212-vs-aksi-412/">Komparasi Aksi 212 vs Aksi 412</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Umat Islam Bogor Berjalan Kaki Ke Lokasi Aksi Bela Islam 3</title>
		<link>https://unjkita.com/umat-islam-bogor-berjalan-kaki-ke-lokasi-aksi-bela-islam-3/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Ihsan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2016 02:33:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Aksi Bela Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=5211</guid>

					<description><![CDATA[<p>Terinspirasi dari umat islam di Ciamis yang melakukan aksi jalan kaki ke Jakarta untuk mengikuti Aksi Bela Islam 3. Kini Umat Islam Bogor juga melakukan...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/umat-islam-bogor-berjalan-kaki-ke-lokasi-aksi-bela-islam-3/">Umat Islam Bogor Berjalan Kaki Ke Lokasi Aksi Bela Islam 3</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Terinspirasi dari umat islam di Ciamis yang melakukan aksi jalan kaki ke Jakarta untuk mengikuti Aksi Bela Islam 3. Kini Umat Islam Bogor juga melakukan Aksi Jalan kaki ke Monas Jakarta yang menjadi lokasi Aksi Bela Islam 3.</p>
<p>Keputusan ini adalah Hasil musyawarah bersama ORMAS, DKM, Mahasiswa, dan seluruh komponen Umat Islam se-Bogor Raya, serta memperhatikan nasehat &amp; masukan para Ulama, Habaib, dan Tokoh Umat.</p>
<p>Baca: <strong><a href="http://unjkita.com/ahok-resmi-sandang-status-tersangka/" target="_blank">Ahok Resmi Sandang Status Tersangka</a></strong></p>
<p>Diperkirakan sebanyak 30.000 Umat Islam Bogor Raya akan berjalan kaki bersama menuju Monas-Jakarta.</p>
<h3>TEMPAT &amp; TANGGAL</h3>
<p>Titik kumpul: Masjid Raya Bogor<br />
Hari/Tgl: Kamis, 1 Des 2016<br />
Konsolidasi : 06.45-08.45 WIB<br />
Berangkat : 09.00 WIB</p>
<h3>PANITIA</h3>
<p>Panglima: Ust.Hasri 081287517313<br />
Panitia/Pendaftaran:</p>
<ul>
<li>082122702657 (Ust. Ridho)</li>
<li>081296981977 (Ust. Fitrah)</li>
<li>08561920077 (Ust. Halim)</li>
<li>085310070933 (Ust. Faizal)</li>
</ul>
<p>Daftarkan segera..!!!<br />
Batas akhir pendaftaran hari Rabu 30 Nov 2016 jam 19.00</p>
<h3>Sekretariat:</h3>
<p>AULA MUI Bogor / Gdg PPIB</p>
<h2>Syarat Peserta Aksi bela islam 3:</h2>
<ol>
<li>Muslim, Mukmin, Muttaqin<br />
2.Sehat dan Mandiri<br />
3.Patuh dan tertib<br />
4. Bekal Mandiri<br />
5. Pakaian Putih<br />
6. Ikat kepala &#8220;Merah Putih&#8221;<br />
7. Ikhlas krn Alloh dan hanya mengharap ridho Alloh.</li>
</ol>
<p>Panitia menyiapkan ikat kepala merah putih gratis hanya utk 2000 peserta yang membutuhkan dan akan dibagikan dihari keberangkatan mulai jam 06.45</p>
<p>Aksi Bela Islam 3 adalah aksi lanjutan setelah ahok diresmikan menjadi tersangka namun belum di lakukan penahanan. Aksi Bela Islam 3 menuntut segera ditahanya Ahok yang telah melakukan penistaan agama.</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/umat-islam-bogor-berjalan-kaki-ke-lokasi-aksi-bela-islam-3/">Umat Islam Bogor Berjalan Kaki Ke Lokasi Aksi Bela Islam 3</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>25 November 2016, Aksi Bela Islam Jilid 3?</title>
		<link>https://unjkita.com/25-november-2016-aksi-bela-islam-jilid-3/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fauzi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Nov 2016 02:52:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Aksi Bela Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=4965</guid>

					<description><![CDATA[<p>UNJKita.com &#8211; Jum&#8217;at itu (4 November 2016) ratusan ribu bahkan ada beberapa sumber yang mengatakan jumlah massa aksi sampai menyentuh angka jutaan tumpah ruah di...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/25-november-2016-aksi-bela-islam-jilid-3/">25 November 2016, Aksi Bela Islam Jilid 3?</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">UNJKita.com &#8211; Jum&#8217;at itu (4 November 2016) ratusan ribu bahkan ada beberapa sumber yang mengatakan jumlah massa aksi sampai menyentuh angka jutaan tumpah ruah di bumi Ibu Kota. Massa Aksi Bela Islam Jilid 2 tersebut bukan hanya berasal dari warga ibu kota, tapi mereka datang dari berbagai daerah dari pelosok Nusantara. Selain Jakarta, beberapa kota Indonesia juga serentak memenuhi jalanan kota besar seperti Surabaya, Medan, Malang, Solo, Makasar untuk menyuarakan aspirasi mereka dalam rangka memebela agama mereka. Dan bahkan aksi Bela Islam Jilid 2 dilakukan tidak hanya di dalam negeri. Bahkan di beberapa tempat di luar negeri Aksi Bela Islam jilid 2 pun juga dilaksanakan seperti Sydney, Australia dan Washington DC, Amerika.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam Aksi tersebut aspirasi yang disuarakan tak lain adalah menuntut adanya penegakan hukum seadil-adilnya atas kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur non-aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa dipanggil Ahok. Kasus tersebut mencuat setelah beredarnya penggalan video pidato Ahok dalam kunjungan dinasnya ke kepulauan seribu. Dalam pidato tersebut Ahok menyinggung secara sadar dan sengaja tentang penggunaan <em>Al-Maidah</em> ayat 51 sebagai alat untuk membohongi pemilih untuk kepentingan politik.</p>
<p style="text-align: justify;">Pasca aksi yang sempat diwarnai kericuhan, Kepala Polisi Republik Indonesia Jenderal Pol Tito Karnavian berjanji akan cepat menyelesaikan penanganan kasus yang dituduhkan kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Janji itu disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla sesuai bertemu dengan perwakilan demonstran di kantor Wapres, Jakarta, Jumat (4/11/2016).</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, dari hasil tersebut ada beberapa pihak yang merasa tidak puas atas keputusan tersebut. Bahkan santer terdengar kabar bahwa pada tanggal 25 November akan dilaksanakan Aksi Bela Islam Jilid 3. Namun dalam pernyataannya ketua Organisasi Masyarakat (ormas) Islam Front Pembela Islam Habib Rizieq Syihab belum mengiyakan hal tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Dikutip dari laman pribadinya <em>&#8220;Tanggal AKSI BELA ISLAM III belum ditetapkan GNPF-MUI, tapi memang akan digelar jika Penista Al-Qur&#8217;an tetap dilindungi dan dibela oleh Rezim Penguasa yg Zalim, sehingga Siaga dan Persiapan UMAT ISLAM di seluruh penjuru negeri dari sekarang WAJIB dilakukan, karena jika AKSI BELA ISLAM I &amp; II tetap tidak digubris Rezim Penguasa yang Zalim, dan Penegakan Hukum tetap MANDUL, maka REVOLUSI BELA ISLAM akan jadi solusinya. Bahkan di Daerah tetap perlu terus dilakukan Aksi-Aksi untuk jaga semangat umat Islam BELA AL-QUR&#8217;AN.&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">Gerakan Nasional Pengawalan Fatwa-MUI selaku pelaksana aksi pun belum menentukan tanggal pasti pelaksanaan Aksi Bela Islam Jilid III. Kordinator GNPF MUI Munarman, SH menegaskan Aksi Bela Quran pun secara tegas memastikan bahwa Aksi Bela Islam kembali diadakan, namun untuk kepastian tanggal dirinya belum bisa menyebutkan waktu pelaksanaannya.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Tanggal pastinya belum ditentukan, cuma sudah disepakati dan akan dilaksanakan,”</em> katanya Rabu (09/11/2016) seperti dilansir Kiblat.net.</p>
<p style="text-align: justify;">Ditanggal apapun Aksi Bela Islam Jilid III, banyak pihak mengharapkan adanya kesabaran dari calon-calon peserta aksi. Mengingat bahwa tenggat dari pengusutan kasus dugaan penistaan agama tersebut jatuh sebelum tanggal 25 November. Jika dihitung dari keluarnya pernyataan Jusuf Kalla pada 4 November, maka teggat dari 2 minggu yang dijanjikan tersebut akan jatuh pada Jum&#8217;at 18 November 2016.</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/25-november-2016-aksi-bela-islam-jilid-3/">25 November 2016, Aksi Bela Islam Jilid 3?</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
